Headlines News :

WELCOME LUCIANO

WELCOME LUCIANO

Berita Terbaru FC Internazionale

Tampilkan postingan dengan label Moratti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Moratti. Tampilkan semua postingan

Inter Tetap Pakai Pemain Tua, Asalkan...

Written By Japrax on Selasa, 21 Januari 2014 | 20.00

Headline 
 
INILAH.COM, Milan - Massimo Moratti membantah isu yang menyebut presiden baru Inter Milan Erick Thohir akan menyingkirkan pemain tua dalam usahanya meremajakan skuad saat ini.
Sejak mengambil alih Inter Milan dari Massimo Moratti di tahun 2013, pengusaha asal Indonesia itu mengusung gerakan pembaruan terutama dalam tim. Ia berulang kali menekankan perekrutan darah muda sebagai penyegaran tim.
 
Rencana tersebut secara langsung akan menyingkirkan peran pemain senior seperti Diego Milito, Javier Zanetti serta Esteban Cambiasso dalam tim.
 
Menurut Moratti ada kesalahan interpretasi rencana peremajaan tim yang dicanangkan Erick Thohir. Ia tak akan membuang pemain senior selama kemampuan fisik mereka masih bisa membantu berkontribusi.
 
"Ia tak pernah mengatakan seperti itu. Secara alami sangatlah jelas jika umur mempengaruhi Anda cepat atau lambat," jelasnya kepada football-italia.
 
"Itulah hal yang selalu kami lakukan. Saya pikir Milito adalah salah satu pemain terbaik di masa lalu, dan Cambiasso bermain selalu dengan sepenuh jiwa. Selama tubuh mereka masih kuat saya pikir mereka bisa memberi kontribusi positif," ia memungkasi.
 
Di jendela tengah musim ini, Inter resmi mempermanenkan status penyerang muda Ruben Botta setelah dipinjamkan selama putaran pertama bersama Livorno.
 
I Nerazzurri saat ini berada di urutan lima dengan nilai 32 atau terpaut 11 angka di belakang Napoli yang berada di posisi tiga, posisi terakhir zona Eropa.[rza]

Moratti Tak Menyesal Jual Inter ke Erick Thohir

Written By Japrax on Kamis, 26 Desember 2013 | 22.00

  Presiden klub Inter Milan Erick Thohir (kiri) bersama Massimo Moratti saat konferensi pers di Milan, Jumat (15/11).

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Massimo Moratti mengaku tidak menyesal menjual 70 persen saham Inter Milan kepada pengusaha Indonesia, Erick Thohir. Menurutnya keputusan itu adalah langkah yang tepat.

"Saya percaya sangat tepat untuk menyerahkan pekerjaan saya setelah waktu yang cukup lama," katanya kepada Sky Sport Italia seperti dikutip Football Italia, Selasa (24/12).

Moratti, taipan minyak asal Italia itu juga menyatakan, dengan menjual saham dan mempercayakan jabatan Presiden ke Erick, ia kini merasakan banyak keuntungan. Salah satunya adalah bisa menikmati pertandingan Inter tanpa harus merasa dibebani dengan jabatannya.

“Sekarang saya bisa datang ke stadion dan cukup menjadi penggemar," kata dia.

Erick Thohir bersama dua rekan pengusaha Indonesia lain, Rosan Roeslani dan Handy Soetedjo resmi membeli 70 persen saham klub Inter Milan melalui konsorsium International Sports Capital. Nilai pembelian tersebut mencapai 350 juta dolar AS atau sekitar Rp 5,4 triliun.

Setelah berhasil membeli Inter, Erick kemudian dipercaya sebagai Presiden Inter Milan menggantikan Massimo Moratti. Sementara Moratti ditunjuk sebagai Presiden Kehormatan Inter.

'I Signori del Calcio', wawancara eksklusif dengan Massimo Moratti

"Ini sampai jumpa, bukan perpisahan. Anda tidak bisa berada di dua tempat sekaligus. Anda harus berpikir apa yang dapat dilakukan demi kebaikan klub"


MILAN – Inter masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Dan banyak lagi selain itu. Presiden kehormatan Massimo Moratti bicara tentang dirinya sendiri, keluarganya, dan semua yang pernah dia alami dalam wawancara eksklusif dengan Giorgio Porrà dalam acara 'I Signori del Calcio' di Sky Italia yang disiarkan di Sky Sport 1 pada Malam Natal.


Seolah tidak ada yang berubah, namun banyak yang sudah terjadi. Apakah Anda lebih merasa lega atau takut dengan lembaran baru ini?
"Saya masih belum menggali perasaan saya seputar hal itu. Dalam banyak hal, saya merasa menyerahkan pada orang lain jelas merupakan tindakan yang benar setelah demikian lama; rasanya seperti sesuatu yang memang harus dilakukan. Thohir merasa sedikit terintimidasi oleh ini semua. Dia menyukai lingkungan yang dia masuki, dia menyadari betapa besarnya hal ini - dan sulit untuk membayangkan seberapa besar sebelum Anda jadi bagian darinya - tapi pada saat yang bersamaan dia merasa hal ini sangat menggairahkan. Apakah saya akan tetap datang ke stadion? Saya datang ke stadion untuk mendukung tim. Anda bisa lupa diri saat menonton laga karena terbawa suasana. Pertandingan terasa luar biasa saat Anda melarutkan diri ke dalamnya sejak awal sampai akhir. Seringkali Anda terdiam karena sangat ketakutan, tapi asyik juga rasanya untuk bertindak lepas."


Ayah Anda, Angelo, mengatakan bahwa tugas utama seorang presiden adalah menyenangkan orang. Apakah Anda merasa berhasil dalam misi itu?
"Alasan inilah yang membuat fans Inter hebat. Mereka sangat waspada, sebagian sebagai presiden, sebagian pelatih, sebagian kesombongan. Dan ini membuat mereka fans yang istimewa. Itulah sebabnya jadi presiden Inter itu luar biasa karena fansnya sulit, istimewa, dan bersyukur, tapi mereka tidak pernah kehilangan kendali dalam kesenangan atau pun kesedihan yang ekstrem. Alasan Anda melakukan hal tertentu adalah persoalan lain. Ayah saya orang yang sangat murah hati, dan saya rasa dia mengambil alih Inter karena ingin mengembangkan klub ini; penting bagi dia klub ini makin tumbuh kualitasnya. Kurang lebih itulah yang terjadi pada saya, dan saya harus mengatakan bahwa keliru untuk berpikir bahwa orang lain senang sehingga Anda otomatis juga senang, namun menurut saya barangkali ini juga sesuatu yang harus dituruti. Jelas ini adalah salah satu hal terbaik."


Wartawan terkemuka Michele Serra pernah menulis bahwa, sebelum periode sukses Anda, fans Inter hampir tenggelam dalam kesialan mereka yang berkepanjangan. Apakah Anda dapat dipuji karena berhasil membuang perasaan tersebut?
"Ini bagian dari kepribadian klub, bagian dari sebuah cerita. Yang saya maksud dengan kesombongan tadi adalah perasaan ini, merasa berbeda, lebih pintar, lebih lama menderita. Bagus juga, tapi sekaligus sesuatu yang harus diatasi. Untunglah kami berhasil mengatasinya. Saya harus akui memang ada keterpurukan, dan ada lucunya juga. Saat ini saya tidak akan membahas hal serius, tapi ada alasan di balik semua kesialan itu [sambil tersenyum]..."


Sejauh mana Anda merasa sudah mengikuti jejak ayah Anda?
"Tentu saja dia banyak memberi kepada saya karena banyak alasan, karena petualangan yang begitu seru, pengalaman Ayah di Inter sungguh dalam sehingga kami juga merasakan hal yang sama. Dia menyeret kami, melibatkan kami dalam segala macam pertemuan, betapa pun sensitifnya. Dia selalu memastikan kami ambil bagian. Pengalaman seperti ini terasa manfaatnya bagi saya di kemudian hari untuk memahami bagaimana menghadapi segala sesuatu, meskipun jelas dunia sudah berubah total, dalam hal komunikasi, dalam manajemen pemain, para agen. Ini bukan hal yang negatif, namun jelas membuat segala sesuatu jadi lebih rumit. Jadi saya harus menghadapi itu semua dalam perjalanan saya, dan saya melakukannya tanpa berharap mengendalikan semuanya, melainkan berusaha melewatinya dengan perasaan senang dan bersyukur atas kewajiban tersebut. Ayah saya orang yang luar biasa, jadi Anda tidak bisa membandingkan apa pun kecuali darah dan semangat kami."


Apakah Anda mengambil alih Inter sebagai pengalaman yang bersifat terapi, tumbuh, tapi tidak melakukan bisnis?
"Ini mungkin bisnis bagi banyak orang, tapi tidak bagi kami. Ini bisa jadi semacam sekolah tempat Anda belajar cara kerja bisnis, karena dalam sepak bola segala sesuatunya sangat cepat dan Anda dipaksa untuk menemukan solusi cepat; Anda harus tahu bagaimana melakukan pekerjaan dan hal-hal lain yang Anda kerjakan dengan kecepatan berbeda dan tingkat kesabaran yang berbeda. Karakter Anda tidak berubah. Jika Anda orang yang cepat bereaksi, Anda tetap bereaksi, tapi Anda belajar untuk lebih memikirkannya dulu, lebih toleran.


Apakah Anda kesal karena orang punya kesan tentang Moratti sebagai presiden yang terlalu baik, yang memperlakukan sepak bola sebagai mainannya?

"Ya, dulu saya merasa kesal, karena saya bukan orang bodoh. Tapi semua orang melakukan segala sesuatu sesuai dengan kepribadian mereka, dan juga sesuai dengan jalur yang sesuai dengan rencana yang sudah mereka tetapkan. Anda bisa membuat kesalahan. Tidak ada yang tahu berapa kali saya membuat kesalahan dan menyakiti seseorang tanpa disadari selagi saya mengikuti jalur yang saya pilih. Tapi Inter ini mainan macam apa? Tidak, sama sekali tidak begitu."


Apakah ini 'selamat berpisah' atau 'sampai jumpa lagi'? Jika segala sesuatu tidak sesuai dengan harapan, apakah Anda akan kembali?
"Ini sampai jumpa, bukan perpisahan. Anda tidak bisa meletakkan satu kaki di satu tempat dan satu lagi di tempat lain. Anda harus memikirkan dengan serius apa yang dapat Anda lakukan demi kebaikan tim dan klub ini. Saya tidak berencana atau berniat mencampuri sesuatu yang sudah saya putuskan untuk hindari."


Bersambung

Massimo Moratti Nikmati Peran Sebagai Fans Inter Milan

Massimo Moratti

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Massimo Moratti mengaku tidak menyesali keputusannya menjual Inter Milan kepada pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir.

Moratti, yang kini menjabat sebagai presiden kehormatan, membeli Inter pada 1995 dan telah menjual 70 persen saham klub tersebut pada bulan Oktober lalu.

"Saya yakin menyerahkan pekerjaan tersebut adalah keputusan yang tepat setelah waktu yang sangat lama," ujar Moratti kepada Sky Sport Italia.

"Kini saya bisa pergi ke stadion dan hanya sebagai fans saja," ujarnya.

"Sepanjang pertandingan anda terkadang lupa siapa anda saat itu. beberapa kamera TV menyorot saya melakukan segala sesuatu yang seharusnya tidak perlu mereka lakukan.

"Namun pertandingan (melawan Milan) berlangsung hebat karena anda mengikuti mereka dengan gairah," tambah Moratti.

Ini Perbedaan Inter Erick Thohir dan Era Moratti

Written By Japrax on Minggu, 24 November 2013 | 11.00



VIVAbola - Presiden baru Inter Milan, Erick Thohir, mengatakan, bakal ada perbedaan dalam mengelola manajemen Nerazzurri ketika ditangani dia dan Massimo Moratti, sebagai pendahulunya. Menurut Erick, saat ini setiap keputusan klub akan diambil secara kolektif.

Erick menyatakan, saat ini dirinya memang menjabat sebagai orang nomor satu di Inter, tapi, hal itu tak serta-merta membuat dia bisa langsung mengambil keputusan sendiri. Sebagai presiden orang asing pertama La Beneamata, dia bertekad membuktikan kinerjanya untuk membangun Inter.

"Mungkin dulu di era Moratti dengan saham penuhnya, keputusan bisa dia ambil sendiri. Tapi, sekarang keputusan diambil secara kolektif," kata Erick kepada VIVAbola, Sabtu 23 November 2013.

"Buat mereka ini merupakan kali pertama ada orang asing yang jadi presiden. Kita harus hati-hati dalam membawa diri, dengan juga memperlihatkan kinerja Inter ke depan," paparnya.

Erick juga menekankan bahwa apa yang dilakukan keluarga Moratti dalam 18 tahun terakhir bersama Inter sangat luar biasa. Sebagai Presiden baru Inter, Erick sadar akan sulit menyamai torehan itu, tapi yang utama, dia ingin klub asal kota Milan itu bisa sukses lagi.

"Saya rasa apa yang dilakukan keluarga Moratti dalam 18 tahun terakhir luar biasa. Saya datang dengan memberikan value yang lain, yaitu value bisnis supaya Inter bisa bersaing dengan klub-klub besar Eropa lainnya," beber pria berusia 43 tahun ini.

"Kita bisa lihat Manchester United dan Chelsea yang memiliki begitu banyak sponsor dari Indonesia. Ini yang harus kita tingkatkan supaya klub menjadi sehat," jelasnya.

Erick Thohir sore tadi tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, untuk pertama kalinya sebagai Presiden Inter. Namun, tanggal 28 November 2013 dia akan kembali terbang ke Milan untuk menjalani tugasnya sebagai Presiden Nerazzurri.

Momen Terbaik dan Terburuk Moratti Bersam Inter Milan

 Presiden klub Inter Milan Erick Thohir (kiri) bersama Massimo Moratti memegang jersey Inter Milan saat mereka berpose sebelum konferensi pers di Milan, Jumat (15/11).

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Selama lebih dari dua dekade sebagai Presiden Inter Milan, Massimo Moratti menyinggung momen terbaik dan terburuk yang pernah dirasakan. Menurutnya, momen terbaik adalah kala melihat Inter Milan menjuarai Liga Champions pada musim 2009/2010.

"Momen tersulit buat saya adalah saat harus menandatangani dokumen terakhir pergantikan kepemilikan. Saat-saat itu begitu sulit," ungkap pengusaha minyak tersebut seperti dilansir Football-Italia, Sabtu (23/11).
Moratti menyerahkan tampuk pimpinan Inter ke pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir. Moratti mengaku, sosok Erick mengingatkannya kepada dirinya waktu pertama kali menjabat sebagai Presiden i Nerazzurri pada 1995.

"Waktu telah berubah dan Erick memiliki semua kualitas untuk bisa sukses di sepak bola modern. Dia sangat aktif, pekerja keras, dan komunikator yang handal," lanjutnya.

Moratti juga tidak mengambil pusing dengan status Erick bukan sebagai orang Italia. Bahkan dengan kedatangan Erick, bisa membawa perkembangan baru di sepak bola negeri pasta tersebut.

"Italia harus bisa keluar dari cangkangnya. Sekarang tim ini memiliki presiden dari luar negeri. Bukan tidak mungkin, saya juga memiliki klub di luar negeri. Buat saya tidak ada orang asing di Inter Milan. Buat saya, Javier Zanetti adalah orang Italia, Ronaldo adalah orang Italia, karena mereka rela melakukan apa pun demi bisa mendongkrak prestasi tim asal Italia," kata Moratti.

Moratti: Saya Serahkan Inter ke Tangan yang Benar

Written By Japrax on Sabtu, 23 November 2013 | 20.30

Moratti: Saya Serahkan Inter ke Tangan yang Benar

Bola.net - Massimo Moratti kini hanya jadi presiden kehormatan di Internazionale, menyusul keputusannya untuk menjual saham mayoritas klub pada pengusaha kaya asal Indonesia, Erick Thohir. Sejatinya Moratti masih bisa menjadi presiden Il Biscione, namun ia lebih memilih untuk memberi kesempatan pada Thohir.

Sejauh ini Thohir memang belum membuat langkah nyata apa-apa di dalam masa kepemimpinannya, namun apakah ada saat di mana Moratti pernah menyesal akan keputusan yang ia buat?

"Saya percaya bahwa saya sudah mengambil keputusan yang benar, sudah datang masa di mana anda dipaksa untuk menyerahkan masa depan pada seseorang yang memiliki hasrat yang pernah anda miliki di masa lalu," jelasnya pada Rai News 24.

"Zaman sudah berubah dan Thohir memiliki semua kualitas yang dibutuhkan untuk melakukan kerjanya dengan baik di sepakbola modern. Ia amat aktif, pekerja keras, dan juga merupakan seorang komunikator yang baik," tutupnya.

Thohir sendiri pernah menyebut bahwa ia akan fokus pada pembinaan pemain muda di Inter dan berencana membangun stadion anyar untuk Nerazzurri. (rai/rer)

"Thohir Sejiwa dengan Moratti!"

Erick Thohir dan Massimo Moratti (Getty Images)
Didaulatnya Erick Thohir sebagai presiden baru Inter Milan disambut baik oleh banyak pihak. Tak terkecuali CEO Pirelli, sponsor resmi Inter, Marco Tronchetti.

Dia menilai pengusaha asal Indonesia tersebut mempunyai satu visi dengan presiden sebelumnya, Massimo Moratti.

"Saya rasa Thohir mewariskan jiwa Moratti. Dia memiliki hasrat dan semangat yang sama," tutur Tronchetti kepada Sky Sport Italia.

Dia juga optimistis kepemimipinan Thohir akan membawa efek positif bagi Inter. Terlebih dalam mendongkrak posisi di Serie A serta kembali ke trek persaingan juara.

"Thohir akan sangat menentukan dalam menghadirkan hasil-hasil bagus di tubuh klub. Sebagai seorang fans, tentu saya sangat berharap," pungkas pria yang sudah bergabung dengan Pirelli selama 27 tahun itu.

Sekadar catatan, Pirelli sudah menjalin kerja sama dengan I Nerazzurri sejak 1995 silam. Hubungan keduanya diyakini bakal langgeng hingga beberapa musim ke depan. (Keke)

Thohir Berharap Bisa Sesukses Moratti

Written By Japrax on Sabtu, 16 November 2013 | 18.00


 

Milan - Masimmo Moratti boleh dibilang adalah presiden tersukses yang pernah dimiliki Inter Milan. Erick Thohir menegaskan bahwa ia akan berusaha semaksimal mungkin melanjutkan apa yang sudah dibangun Moratti.

Selama 18 tahun memimpin Inter, Moratti memberikan lima gelar Scudetto, empat titel Coppa Italia, satu trofi Liga Champions, satu Piala UEFA, dan satu Piala Dunia Antarklub. Tahun tersuksesnya di 2010 saat Nerazzuri meraih tiga gelar dalam semusim.

Kini era Moratti sudah berakhir dan berganti ke Erick Thohir, pengusaha Indonesia yang membeli 70 persen saham Inter dan kini menjabat presiden klub. Tugas berat pun menanti Thohir karena ia harus membawa La Beneamata kembali berjaya setelah terpuruk dalam tiga tahun terakhir.

Thohir mengetahui tugasnya itu dan ia pun bertekad untuk bisa meneruskan jejak kesuksesan Moratti bersama Inter saat ini. Ia sendiri sudah terkesan dengan kerja Walter Mazzarri sejauh ini yang berhasil membawa Inter untuk sementara berada di posisi keempat.

Diharapkan dalam 2-3 tahun ke depan, Inter sudah bisa kembali kompetitif seperti yang sudah-sudah.

"Dasar tim ini sudah dibangun dalam tiga bulan terakhir, tapi jelas untuk 2-3 tahun ke depan tantangannya buat kami adalah membuat tim ini menjadi lebih stabil dan mampu bersaing," ujar Thohir seperti dikutip Football Italia.

"Itulah alasannya mengapa kami bertemu pelatih Mazzarri kemarin dan kami percaya akan kinerjanya. Dan diharapkam kami bisa konsisten dan bersama-sama menjadi tim juara lagi," sambungnya.

"Seperti (legenda Inter Giacinto) Facchetti katakan: 'Rahasia dari setiap kesuksesan adalah keyakinan diri Anda sendiri.' Keyakinan kami ada pada passion kami dan passion kami akan jadi kunci untuk sukses Inter di masa mendatang."

"Jabatan (presiden) ini tak mudah, sulit, tapi saya percaya, seperti yang sudah dibilang sebelumnya bahwa dengan kerja keras kami akan mampu melanjutkan apa yang sudah dibangun Mr Moratti di Inter."

"Dalam 18 tahun terakhir, apa yang Mr Moratti dan keluarganya lakukan benar-benar luar biasa. Jadi saya pikir kami harus mempertahankannya," demikian dia.

Inilah Alasan Moratti Tolak Jabatan Presiden

Moratti 18

International Sports Capital telah resmi mengakuisisi 70% saham Internazionale sekaligus menandai lembaran baru yang akan dijalani oleh klub yang berdiri sejak 105 tahun lalu tersebut. Salah satu hal mengejutkan dari pengumuman penguasaan saham mayoritas kemarin, ialah jabatan presiden yang tak lagi diemban oleh Massimo Moratti.

Sebelumnya, banyak media meyakini jika Massimo Moratti akan tetap menjabat sebagai presiden klub meski telah melepas sahamnya ke perusahaan yang dimiliki oleh pebisnis Indonesia. Meski Erick Thohir sendiri telah menawarkan posisi presiden klub kepada keluarga Moratti, namun Massimo Moratti punya pandangan berbeda dan mimilih untuk menolak jabatan tersebut.

“Saya harus mengatakan bahwa Thohir dan rekan-rekannya memang bersikeras jika saya atau anak saya harus menjadi presiden dan saya berterima kasih kepada mereka untuk itu. Saya kira memang benar jika orang yang mengemban tanggung jawab untuk operasional (klub) juga harus menjadi presiden klub,” ucap Massimo Moratti yang mengambil alih Nerazzurri pada tahun 1995.

“Kami merasa bahwa melakukan sesuatu dengan tanggung jawab yang ditempatkan pada pundak orang lain tidak akan benar atau akan disalahgunakan. Itu (jabaatan presiden) memang posisi bergengsi, dimana mewakili otoritas klub dan seharusnya diberikan kepada orang-orang yang datang (trio pebisnis Indonesia). Itulah yang saya anggap tepat,” tambah Moratti.

Meski Massimo Moratti telah memberikan tongkat kepemimpinan presiden klub pada Erick Thohir, ia sendiri dinobatkan sebagai Presiden Kehormatan klub, sama seperti yang pernah diemban ayahnya, Angelo Moratti.
“Saya yang menjadi Presiden Kehormatan Klub dan anak saya menjadi wakil presiden masih penting bagi kami. Ini akan memungkinkan kami untuk tetap dekat dengan tim dan klub, sementara tetap menghormati peran mereka (Erick Thohir dkk),” lanjut Moratti.

Selain Erick Thohir yang mengambil alih bangku kepresidenan, dewan direksi Inter juga mengalami perubahan. Dewan Direksi yang baru terdiri dari delapan anggota, yakni: Erick Thohir, Rosan Roeslani, Handy Soetedjo, Thomas Shreve, Hioe Isenta, Angelomario Moratti, Rinaldo Ghelfi, dan Alberto Manzonetto.

Moratti Bisa Ambil Alih Lagi Inter, Asal..

gazeta.ru
Milan Erick Thohir telah resmi menjadi Presiden FC Internazionale menggantikan Massimo Moratti. Namun, Moratti dapat menguasai kembali Inter, jika klub gagal bersaing di papan atas Liga Italia.

Harapan ini mengemuka ketika Moratti merasa prihatin saat melihat tulisan di stadion yang berisi “thanks even though…” dan keraguan siapakah Presiden Inter di masa depan.

Seperti diberitakan Gazzetta dello Sport, Moratti memiliki opsi untuk membeli saham mayoritas Inter, bila dalam kurun waktu 18 bulan Thohir gagal mengangkat prestasi klub.

Ini berarti, Inter di bawah pimpinan baru akan dievaluasi pada akhir musim 2014-15, dan saat itulah baron minyak asal Italia ini memutuskan apakah akan takeover Inter lagi atau tidak.

Dalam klausul pembelian Inter, disebutkan bahwa 70 persen saham Nerazzurri dikuasai tiga pengusaha asal Indonesia. Moratti sendiri masih memiliki saham di Inter sebesar 28,3 persen.

Sedangkan 1,6 persen sisa saham Inter dimiliki oleh sponsor utama klub Pirelli, dan 0,1 persen lainnya dimiliki oleh gabungan beberapa perusahaan kecil asal Italia.

Selain itu, klausul tersebut juga menjamin para suporter untuk bisa membeli saham Inter bila neraca keuangan klub gagal ditingkatkan oleh Thohir.

Terlihat ruwet memang klausul perjanjian yang dibuat Moratti dengan trio pengusaha asal Indonesia tersebut. Namun, hal tersebut sengaja dibuat oleh Moratti demi suporter yang selalu mendukung Inter.

Sementara itu, untuk mengapresiasi dan berterima kasih kepada Massimo Moratti, akhir pekan lalu  fans fanatik Inter, Curva Nord, di tribun utara Giuseppe Meazza memasang spanduk bertuliskan “Satu Presiden, Hanya Ada Satu Presiden”.

Jika Pasif di Bursa Transfer, Inter Bisa Dibeli Kembali Oleh Moratti

Written By Japrax on Jumat, 15 November 2013 | 21.00


 

Milan - Melepas mayoritas kepemilikan Inter Milan ke Erick Thohir jadi keputusan yang sulit untuk Massimo Moratti. Untuk tetap 'melindingi' klubnya, Moratti punya klausul untuk membeli Nerazzurri jika tak ada investasi pemain dilakukan.

Moratti melepas 70% saham Inter yang dia miliki ke trio pengusaha Indonesia yakni Erick Thohir, Roslan Roeslani dan Handy Soetedjo. Transaksi untuk memindahkan kepemilikan mayoritas Inter melibatkan dana sebesar sekitar Rp 5,2 triliun.

Melepas Inter ke pengusaha asing jadi langkah besar buat Moratti. Inter, yang dia pimpin sejak 1995, adalah klub yang diwariskan dari ayahnya Angelo Moratti. Mungkin karena alasan itulah Moratti membuat semacam jaring pengaman agar La Beneamata tidak terpuruk setelah berpindah tangah.

Dikutip dari La Gazzetta dello Sport, Moratti secara khusus meminta pengacaranya membuat klausul buyback saat bertransaksi dengan Thohir dkk. Klausul tersebut membuka peluang Moratti untuk membeli kembali 70% saham Inter yang sudah dilepas dengan harga lebih murah.

Disebutkan kalau klausul tersebut akan berlaku jika tidak pemilik baru tidak memenuhi janji melakukan investasi (pembelian pemain) sampai akhir musim 2014/15. Investasi pemain baru disebut dalam klausul tersebut perlu dilakukan demi menjaga Inter terus bersaing di papan atas.

Saat ini Kaluarga Moratti menguasai 28,3% saham Inter. Sebanyak 1,6% menjadi milik Pirelli dan sisanya 0,1% dimiliki oleh pihak lain.

Pernyataan F.C. Internazionale Mengenai Presiden dan Dewan Direksi Baru Inter

Para pemegang saham Inter Milan.(Foto: Dok.Inter)

International Sports Capital menjadi pemegang saham mayoritas baru Perusahaan dengan 70% saham melalui peningkatan modal khusus

Milan, 15 November 2013 - FC Internazionale Milano S.p.A. hari ini mengumumkan bahwa sesuai dengan perjanjian mengikat yang ditandatangani pada 15 Oktober 2013, International Sports Capital telah menjadi pemegang saham mayoritas baru Perusahaan dengan 70 % saham melalui peningkatan modal khusus.
Dengan demikian, susunan kepemilikan saham Perusahaan yang baru adalah: International Sports Capital, perusahaan yang secara tidak langsung dimiliki oleh Erick Thohir, Rosan Roeslani, dan Handy Soetedjo (70,0%), Internazionale Holding S.r.l. (29,5%), dan pemegang saham minoritas.

"Saya benar-benar senang telah menemukan pemilik baru dari Klub yang hebat ini" kata Massimo Moratti. "Saya sangat yakin bahwa mereka lebih dari siap untuk menambahkan kesuksesan-kesuksesan lain bagi klub yang kita cintai ini. Secara pribadi, saya merasa terhormat telah menjadi Presiden Inter selama bertahun-tahun".

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman dan mitra baru saya, Massimo Moratti, atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan, dan juga rasa terima kasih untuk mitra saya Rosan dan Handy, yang telah saya kenal selama lebih dari 20 tahun; saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga kita. Terutama, untuk para pendukung kami di seluruh dunia dan di mana pun saya bertemu dengan mereka, baik di Twitter atau pun secara pribadi " kata Erick Thohir. "Hari ini adalah hari yang benar-benar istimewa dalam hidup saya. Inter adalah sebuah kisah semangat yang megah, sebuah tradisi kemenangan, dan komitmen menuju keunggulan. Seperti yang dikatakan oleh Giacinto Facchetti, 'Rahasia dari setiap kemenangan terletak pada keyakinan Anda sendiri'. Keyakinan kami terletak pada semangat dan semangat kami akan membuka jalan bagi kesuksesan Inter di masa mendatang. Forza Inter!".

RUPS hari ini juga telah menetapkan Dewan Direksi baru yang terdiri dari delapan anggota: Erick Thohir, Rosan Roeslani, Handy Soetedjo, Thomas Shreve, Hioe Isenta, Angelomario Moratti, Rinaldo Ghelfi, dan Alberto Manzonetto. Erick Thohir telah terpilih menjadi Presiden Dewan Direksi; Massimo Moratti menjabat sebagai Ketua Kehormatan Klub.

Inner Circle Sports bertindak sebagai penasihat keuangan untuk International Sports Capital, sementara Jones Day dan Ernst dan Young masing-masing bertindak sebagai penasehat hukum dan akuntansi. F.C. Internazionale Milano dan Internazionale Holding menggunakan Lazard dan Four Partners sebagai penasehat keuangan, serta Cleary Gottlieb Steen dan Hamilton sebagai penasehat hukum mereka.

Moratti Akan Terus Tonton Inter di Stadion

Written By Japrax on Senin, 11 November 2013 | 07.00



Milan - Salah satu yang membuat Massimo Moratti dicintai setiap pemain Inter adalah perhatiannya sangat besar pada tim. Ia sangat rajin menonton langsung pertandingan Nerazzurri di stadion.

Ketika ia telah dipastikan menjual mayoritas sahamnya ke pengusaha Indonesia Erick Tohir, pertanyaan pada Moratti ada dua. Pertama, apakah ia masih akan jadi presiden. Kedua, apakah kebiasaannya nonton Inter di stadion akan berkurang.

Saat Inter menjamu Livorno tadi malam (9/11), Moratti masih duduk di tribun VIP Stadio Giuseppe Meazza. Di situ ia menjawab dulu pertanyaan yang kedua.

"Apakah ini laga kandang terakhir saya sebagai pemilik mayoritas saham? Berapa kali kalian menanyakan hal itu?" ucap Moratti kepada Sky Sport Italia.

"Tidak ada emosi yang khusus, terutama karena saya akan terus datang ke pertandingan-pertandingan. Akan menyenangkan menonton pertandingan ini. Penting pula untuk kita mendapatkan tiga poin, karena Napoli dan Juventus akan bertanding besok (malam ini)."

Rencananya semua proses penjualan mayoritas saham Moratti pada Erick Thohir akan rampung pada 15 November mendatang. Terkait pertanyaan pertama, soal apakah posisi Moratti sebagai presiden akan diambil alih orang lain, itu belum terjawab.

"Saya belum memutuskannya," jawab pengusaha minyak itu.

Moratti juga memberi komentar soal isu bahwa Adriano Galliani takkan lama lagi menjadi wakil presiden AC Milan. Isu ini sedang ramai dberitakan media-media Italia menyusul buruknya performa Milan akhir-akhir ini. Barbara Berlusconi, anak perempuan pemiliki klub Silvio Berlusconi, digadang-gadang akan mengambil alih peran Galliani.

"Saya lihat pertandingan Milan dan tertuju pada kesedihan Adriano Galliani. Dia sangat merana di kursi stadion, dan sedih sekali melihatnya dalam situasi ini. Aku doakan yang terbaik buat dia," ucap Moratti dikutip Football Italia.

Galliani sendiri sudah mengadakan pertemuan selama dua jam dengan Berlusconi kemarin. hanya sajaia tidak memberi tahu secara eksplisit apa yang mereka putuskan.

"Silvio Berlusconi akan jadi presiden saya seumur hidup. Dia yang terbaik di dunia. Tidak benar ada rumor tentang (saya diincar) PSG atau klub lain. Kalau saya masih bertahan di sepakbola, itu hanya untuk Milan. Kami sudah bekerja sama selama 34 tahun," tuturnya.

Yang belum dipastikan adalah, apakah jika Milan disebut Galliani sebagai satu-satunya klub sepakbola yang akan digeluti dirinya, apakah itu berarti pula bahwa setelah musim ini ia malah akan pensiun dari (manajemen) sepakbola.

Kembali ke Moratti, ia juga ditanya pendapatnya soal pernyataan Rafael Benitez belum lama ini. Pelatih asal Spanyol itu masih menganggap dirinya bernasib buruk di Inter (dipecat), lantaran klub tidak memenuhi janjinya untuk merekrut pemain-pemain baru.

Moratti berujar pendek soal Benitez itu. "Ya silakan saja dia bicara demikian. Kami malahan membeli lebih banyak pemain setelah datang Leonardo (sebagai direktur teknis). Ini memalukan sih. Intinya, kami (dan Benitez) tidak nyambung."

Simpati Moratti Untuk Galliani

Written By Japrax on Minggu, 10 November 2013 | 21.00

Simpati Moratti Untuk Galliani

Bola.net - Prestasi AC Milan yang jeblok mengundang komentar dari sang rival Massimo Moratti. Posisi Adriano Galliani yang sedang sulit membuat presiden Nerazzurri itu bersimpati.

Saat menonton pertandingan Internazionale kontra Livorno di San Siro Moratti memberikan komentarnya.

"Saya menonton pertandingan Milan dan terpana oleh kesedihan Adriano Galliani. Dia benar-benar menderita. Sangat di sayangkan melihat situasi yang mereka alami. Saya berharap yang terbaik bagi mereka," Ujar Morrati seperti dilansir Sky Sport Italia.

Di ajang Liga Champions MiIan dipecundangi Barcelona 3-1. Situasi serupa dialami mereka di ajang Serie A. Rossonerri takluk 0-2 lawan Fiorentina di kandang sendiri. Dalam 3 laga terakhir Serie A Milan hanya mengoleksi 1 poin.

Hal itu membuat posisi Galliani semakin terjepit. Sempat berhembus kabar posisinya akan diganti.

Massimo Moratti Segera Mundur dari Kursi Presiden

Written By Japrax on Jumat, 08 November 2013 | 10.00



Setelah sebagian besar saham milik Internazionale diakuisisi oleh pengusaha kaya asal Indonesia Erick Thohir, kini Presiden Inter, Massimo Moratti, mengakui bahwa ia siap untuk segera mundur dari jabatannya.

Selain ia sadar bahwa kekuasaan kini lebih banyak dimiliki Erick Thohir, Moratti juga ingin melihat Inter dapat terus meraih sukses kedepannya di bawah kepemimpinan Thohir.

"Saya tahu bahwa saya tidak akan mungkin menjadi presiden di klub ini seumur hidup," ujar Moratti seperti dikutip SkySport.

"Pada 2011, setelah Inter memenangi Coppa Italia, saya berpikir bahwa sudah waktunya untuk mundur dan membiarkan klub menemukan solusi baru untuk kedepannya."

"Penjualan ke tangan Erick Thohir sangat menguntungkan bagi klub. Saya berharap dapat terus melihat klub meraih banyak kesuksesan dikemudian hari," katanya.

Kalahkan Udinese, Moratti Minta Pemain 'Jadi' ke Thohir

Written By Japrax on Senin, 04 November 2013 | 11.30

Kalahkan Udinese, Moratti Minta Pemain 'Jadi' ke Thohir

Bola.net - Eks bos Internazionale Milan, Massimo Moratti, mengutarakan niatnya untuk membeli pemain dengan kualitas non-pelapis pada bursa transfer Januari mendatang.

Penjualan saham besar-besaran ke tangan Erick Thohir memunculkan spekulasi jika La Beneamata siap belanja pemain dengan dana segar. Sebelumnya pun Moratti sudah mengatakan jika masa depan klub bakal aman di tangan pemilik baru.

Usai mengalahkan Udinese tadi malam dengan skor 3-0, Moratti mengakui jika performa tim arahan Walter Mazzarri saat ini sejatinya sudah mumpuni. Akan tetapi andai peluang belanja datang, ia berharap Inter tak hanya mendatangkan pemain pelapis.

"Kami sudah bermain bagus, namun kita akan lihat jika ada beberapa hal yang perlu dibenahi. Kita akan bertemu di Januari nanti dan andai ada peluang mendapatkan pesepakbola yang lebih kuat dari lainnya, kita lihat saja," ujar Moratti.

"Tetapi kami tidak ingin hanya membeli seorang pelapis. Itu adalah sebuah prinsip yang telah saya lakukan sejak waktu yang sangat lama." (sky/atg)

Erick Thohir Tawari Moratti Tetap Jadi Presiden Inter

Written By Japrax on Minggu, 27 Oktober 2013 | 10.00



VIVAbola – Mantan pemilik Inter Milan, Massimo Moratti, mengatakan bahwa pemilik baru Nerazzurri, Erick Thohir, telah menawarkan kepadanya pilihan tinggal di Giuseppe Meazza untuk tetap menjabat sebagai presiden klub.

Setelah 18 tahun memimpin Inter, pria berusia 68 tahun itu menjual saham mayoritas klub kepada International Sports Capital, sebuah perusahaan yang dijalankan oleh pengusaha Indonesia, Erick Thohir. Moratti mengaku sangat tersanjung dengan permintaan Erick Thohir, kendati dia masih harus mempertimbangkannya terlebih dahulu.

"Mereka sangat sopan untuk meminta saya, jika saya ingin tetap sebagai presiden," kata Moratti, sebagaimana dilansir Interchannel, Sabtu 26 Oktober 2013.

"Kami akan melihat apakah itu akan bermanfaat untuk Inter atau lebih baik jika klub berada di bawah bimbingan pemilik baru. Setelah terbiasa dengan peran tertentu, sulit untuk menempatkan diri satu sama lain,” ucapnya.

International Sports Capital menjadi pemilik mayoritas asing kedua dari klub Serie A, setelah sebelumnya AS Roma dibeli oleh perusahaan asal Amerika Serikat yang berbasis di Boston lewat investornya, Thomas DiBenedetto, yang tak lain juga salah satu pemilik Boston Red Sox.

Moratti masih memiliki 30 persen saham La Beneamata dan kini merasa mereka sedang menuju ke arah yang benar dan besar di bawah pemilik baru, Erick Thohir. Dia percaya, sosok Thohir akan tepat untuk menjalankan klub sebesar Inter.

"Meskipun pemilik baru belum mengalami sejarah 50 tahun klub, tetapi, ketika Anda menjadi presiden, Anda menjadi penggemar klub dengan sangat cepat,” tuturnya.

"Thohir adalah orang yang baik, orang sederhana dan selalu bahagia. Dia ambisius dan pekerja keras. Dia memiliki tim di belakangnya yang bisa memberi banyak dukungan,” ucap taipan minyak asal Italia ini.

"Sulit untuk menemukan mitra bisnis dari Italia, karena tidak seorang pun datang dengan sebuah tawaran. Tapi, bonus menjual klub kepada orang asing adalah kami akan meningkatkan jumlah fans Inter," paparnya. (art)

"Pemilik Inter Sesungguhnya Bukan Moratti atau Thohir, tapi Fans"

Written By Japrax on Jumat, 25 Oktober 2013 | 21.30

Massimo Moratti (Foto: Getty Images)
Massimo Moratti mengedepankan peran fans Inter Milan. Moratti menegaskan, pemilik Inter sesungguhnya adalah para interista, bukan dirinya atau Erick Thohir.

Saat ini, 70 persen saham I Nerazzurri telah diakusisi tiga pengusaha asal Indonesia, salah satunya Erick Thohir. Sisanya masih digenggang oleh Moratti.

"Fans merupakan pemilik klub yang sesungguhnya. Kami saling memahami, mereka telah memberikan napas untuk klub ini," ucap Moratti kepada Inter Channel.

"Saat mereka melancarkan protes, itu memang tepat. Mereka selalu memberi kasih sayang kepada klub ini. Jadi, saya sama sekali tak memiliki memori negatif," kenang Moratti terkait masanya selama menguasai saham mayoritas.

Moratti juga mengisahkan kebijakannya yang berpotensi menuai kecaman dari fans. "Saat tiba di sini, saya diingatkan agar tak merekrut pemain berkulit hitam guna mencegah reaksi keras ultras," jelasnya.

"Akan tetapi, saya memberli Paul Ince. Dia pun menjadi pahlawan. Respons fans juga fantastis dan pemain Inggris itu benar-benar dicintai di sini," tandas Moratti. (Anju)

Moratti Lepas Inter Karena Interisti Indonesia

Moratti Lepas Inter Karena Interisti Indonesia

Liputan6.com, Milan : Pada pertengahan bulan Oktober, Indonesia dibuat bangga oleh gebrakan pengusaha muda Erick Thohir. Raja media itu berhasil menjadi pemilik klub raksasa Italia Inter Milan. Erick membeli saham mayoritas klub sebesar 70 persen dari Massimo Moratti.

Tidak mudah untuk bisa menjadi pemilik Inter. Pasalnya Moratti dikenal sangat mencintai La Beneamata. Sebelumnya investor dari China, Rusia, dan Timur Tengah telah menemui kegagalan dalam merayu Moratti untuk melepas Inter.

Diterimanya tawaran Erick tentunya karena pemilik klub DC United itu punya nilai plus di mata Moratti untuk membawa Inter kembali menjadi klub yang disegani di Italia dan Eropa.

Selain gelontoran uang dari Erick, faktor lain yang menjadi penentu Moratti bersedia melepas Inter ternyata adalah karena antusiasme luar biasa Interisti di Indonesia saat Inter berkunjung ke Jakarta tahun lalu.

"Ketika mereka mendekati kami, saya juga mengingat kasih sayang dan antusiasme orang-orang ketika kami melakukan tur di Indonesia. Itu membantu mereka dan kami membuat keputusan ini," ucap Moratti ketika tampil di Inter Channel, Kamis 24 Oktober.

Moratti mengaku luluh dengan pendekatan Erick setelah melihat pria 43 tahun itu merupakan sosok pebisnis serius dan tidak main-main dalam mengelola perusahaan.

"Saya melihat Thohir baik di meja bisnis dan sebagai teman. Dia orang yang bahagia, sehingga menempatkan Anda dalam suasana hati yang baik. Ia juga ambisius, yang mana baik bagi klub, dan dia bekerja dari pagi sampai malam."

"Dia memiliki rasa persahabatan dan bekerja dengan rekan-rekan yang dia sudah kenal selama 25 tahun, kedua orang yang sangat menarik. Grup ini bisa memberikan banyak untuk Inter. Mereka tidak ingin invasif atau sombong karena Thohir ingin memahami fans," tegas Moratti. (Vin)

Jangan Lupa Follow Us Interisti

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Inter Milan Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger