Headlines News :

WELCOME LUCIANO

WELCOME LUCIANO

Berita Terbaru FC Internazionale

Surat Cinta Mbah Budi kepada Javier Zanetti

Written By Japrax on Minggu, 13 Agustus 2017 | 11.16


Dear, tuan Javier,

Perkenalkan, aku seorang Interista yang berasal dari Indonesia, negeri asal Presiden Internazionale Milano saat ini, Erick Thohir. Tak perlu mengingat-ingat hingga kebingungan tuan Javier, Anda sudah pasti tidak mengenaliku karena kita juga tak pernah bertemu sebelumnya.

Jarak jauh yang membentang di antara Indonesia dan Italia, juga karena aku yang hidup sejak zaman Firaun, membuat kita berdua terpisah tak hanya angka ribuan kilometer, tapi juga terpisah ruang dan waktu. Biarlah waktu yang fana, tuan Javier, karena Anda tak pernah fana bagiku.

Seperti yang pernah aku tuliskan dahulu, Inter bukanlah kesebelasan pertama asal Eropa yang memikat perhatianku terhadap sepak bola internasional. Klub Inggris, Chelsea, dan penggawanya asal Italia di penghujung 1990-an sampai awal 2000-an, Gianfranco Zola, merupakan pihak yang lebih dulu melakukannya.

Walau begitu, di periode awal kekagumanku kepada Chelsea dan Zola, diri ini sempat menyaksikan laga yang Anda mainkan bersama Inter. Tepatnya di partai final Piala UEFA 1997/1998 saat berjumpa tim senegara, Lazio.

Aku juga masih ingat, ketika itu Anda menciptakan sebuah gol cantik dari luar kotak penalti. Gol yang Anda bukukan via sepakan first time keras itu berhasil membuat papan skor berubah menjadi 2-0. Hingga akhirnya, Anda bersama kawan-kawan sukses memenangi pertandingan tersebut dengan kedudukan 3-0, sekaligus membawa pulang trofi Piala UEFA ketiga Inter di era 1990-an.

Dan entah karena angin apa, pelan tapi pasti perhatianku kepada Chelsea dan Zola mulai terkikis seiring dengan makin menuanya pria bogel tersebut. Dari Inggris, atensiku pada sepak bola internasional mulai bergeser ke arah selatan, sekitar tahun 2001, tepatnya ke Italia yang ketika itu dijejali banyak sekali nama tenar dan sangat populer di Indonesia.

Menariknya, ketertarikan pada sepak bola Italia juga yang menuntunku kepada klub yang Anda bela, Inter. Sebagai penyuka warna biru, klub yang Anda bela merupakan salah satu opsi yang bisa kupilih untuk dijadikan tim favorit. Alasan ini juga yang membuatku memilih Chelsea, bukan Arsenal atau Manchester United, yang di penghujung 1990-an jadi kekuatan utama di tanah Britania.

Ya, aku mencintai Inter bukan karena keberadaan duo Ronaldo dan Christian Vieri yang begitu fenomenal itu, tuan Javier. Aku menyukai klub yang berdiri pada 9 Maret 1908 ini lebih dikarenakan nuansa biru yang melekat padanya meski harus terbagi dengan warna hitam. Toh, kombinasi warna biru dan hitam seperti yang terlihat di seragam tempur Inter tetaplah memukau bagiku.

Dari sekian sosok pesepak bola yang menggunakan seragam Inter, Anda salah satu yang paling menarik perhatianku. Kemampuan Anda berlari sambil menggiring bola, melewati lawan dengan beberapa gerakan yang tampak sederhana, hingga melepas umpan akurat dari sayap kanan I Nerazzurri bak sebuah tarian yang amat memesona. Tak eksepsional layaknya gocekan Lionel Messi memang, tapi apa yang Anda lakukan ketika itu sungguh ciamik bagiku.



Dear, tuan Javier,

Meski berstatus sebagai kapten kesebelasan sejak 2001 sampai 2014 yang lalu, sorotan media terhadap Anda bisa dikatakan sangat minim. Berbeda dengan perlakuan mereka terhadap rekan-rekan setim Anda macam Adriano Leite hingga Yuto Nagatomo.

Situasi tersebut membuatku, mungkin juga Interista yang lain, harus berjuang lebih banyak dengan membaca majalah, koran atau berselancar di internet guna mendapat informasi mengenai diri Anda.

Dari situ kemudian aku pun tahu jika Anda merupakan pembelian pertama di era kepemimpinan Massimo Moratti. Bersama Sebastian Rambert, dari Argentina Anda dibawa melintasi samudera untuk berlabuh di Appiano Gentile, markas latihan Inter.

Jauh dari kampung halaman nyatanya tak membuat Anda kesulitan untuk beradaptasi dengan kultur di Italia. Pelan tapi pasti, lewat performa yang elegan, konstan sekaligus mengagumkan, Anda menunjukkan kepada semua orang jika Moratti sama sekali tidak salah menginvestasikan uangnya kepada Anda, tuan Javier.

Anda selalu menampilkan determinasi luar biasa, baik di sesi latihan maupun berlaga di sebuah pertandingan. Sebuah kenyataan yang diamini oleh banyak pelatih yang pernah menangani Anda. Memiliki posisi natural sebagai fullback, Anda tetap mampu tampil brilian ketika pelatih-pelatih Inter menempatkan Anda di posisi yang lain. Entah itu sebagai wingback, gelandang sayap, gelandang bertahan sampai bek tengah.

Profesionalisme dan kebanggaan mengenakan seragam biru-hitam milik Inter benar-benar Anda tunjukkan selama mengabdi di Stadion Giuseppe Meazza.

Tak sampai di situ, loyalitas yang Anda tunjukkan selama lebih dari satu dekade berstatus sebagai pemain Inter juga tak ada bandingannya. Tawaran dari klub-klub raksasa Eropa lain seperti Manchester United dan Real Madrid Anda tolak demi bertahan di Inter walau saat itu kering prestasi. Sebuah kondisi yang akan sulit ditemui pencinta sepak bola di masa yang akan datang.

Maka tak perlu heran apabila Anda berhasil memegang sejumlah rekor di Inter, antara lain sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak di sepanjang sejarah klub (turun di 858 partai), sosok Il Capitano Inter dengan durasi paling panjang sekaligus kapten yang paling sering mengangkat trofi juara (15 titel).

Bareng tim nasional Argentina, Anda juga masih tercatat sebagai pemegang caps terbanyak usai bertempur di 143 pertandingan sembari menyumbangkan 7 gol. Sayangnya, semasa aktif dahulu Anda belum berhasil membawa La Albiceleste menyudahi paceklik gelarnya sejak tahun 1993 silam.

Apa yang Anda tampilkan tentu mengundang respek dan kekaguman dari banyak pihak, baik kawan ataupun lawan. Nama Anda kerap disebut-sebut sebagai perlambang dedikasi dan kesetiaan meski bukan produk asli Inter layaknya Paolo Maldini di AC Milan dan Francesco Totti di AS Roma. Buktinya, Inter juga mengistirahatkan nomor punggung 4 yang biasa Anda kenakan sebagai tanda penghormatan.

Akupun sepakat, hanya para pembenci saja yang bakal kukuh dalam ketidaksukaan terhadap Anda. Tapi biarlah, hal itu juga takkan membuat mereka lebih baik daripada orang-orang yang memahami arti respek kepada Anda, tuan Javier.


Dear, tuan Javier,

Di luar lapangan, aku juga tahu bila kehidupan pribadi Anda bersama Paula sangat tenang dan jauh dari gosip-gosip miring seperti yang lumrah terjadi pada pesepak bola masa kini. Anda juga terkenal sebagai figur yang punya kepedulian sosial tinggi. Keberadaan Fundación PUPI (Por Un Piberío Integrado) yang Anda dirikan bersama Paula untuk membantu anak-anak kurang berada dan memiliki keterbatasan di Argentina menjadi sebuah bukti nyata.

Melalui yayasan ini, Anda seakan mengajari kami semua bahwa kepedulian terhadap sesama adalah salah satu cara membuat hidup ini lebih bermakna. Yayasan ini seperti perwujudan bahwa Anda tak ingin jadi kacang yang lupa kulitnya. Masa lalu Anda yang cuma berasal dari kaum pekerja di area pelabuhan sudah menempa mentalitas dan karakter sejati dari seorang Javier Zanetti.

Aku harus jujur, sampai hari ini tak ada satupun pemain I Nerazzurri yang benar-benar kuidolakan. Sebab menurutku, tak ada satu pemain pun yang lebih besar dari Inter. Tapi Anda membawaku pada suatu dimensi berbeda tentang kekaguman akan dedikasi dan kesetiaan, tuan Javier. Suatu hal yang tak mungkin bisa kupelajari dari Zlatan Ibrahimovic!

Di saat Anda didapuk sebagai wakil presiden Inter per tahun 2014 silam, akupun tak ragu untuk mengamini keputusan tersebut. Anda layak untuk berada di sana agar senantiasa dekat dengan klub yang Anda cintai layaknya keluarga ini. Apalagi selama menjabat hingga detik ini, Anda juga tak menunjukkan gelagat negatif yang menimbulkan kekisruhan.

Dengan segala profesionalisme, loyalitas, kesederhanaan dan kepedulian yang Anda tunjukkan selama ini, rasanya tidak salah bukan untuk menjadikan Anda sebagai suri tauladan?

Anda merupakan legenda dan juga simbol sejati bagi Interisti yang tak sempat menyaksikan bagaimana Giacinto Facchetti dan Sandro Mazzola maupun Giuseppe Bergomi memperlihatkan loyalitas serta totalitas mereka bagi I Nerazzurri.

Dan pada hari ini, 10 Agustus, izinkan saya mewakili seluruh Interisti dan mereka yang menaruh hormat kepada Anda untuk mengucapkan sesuatu bagi Anda yang kami kagumi dengan segenap hati.

Selamat ulang tahun, tuan Javier. Semoga panjang umur dan sehat selalu.

#ForzaInterPerSempre

Author: Budi Windekind (@Windekind_Budi)
Interista gaek yang tak hanya menggemari sepak bola tapi juga american football, balap, basket hingga gulat profesional

source: http://football-tribe.com/indonesia/2017/08/10/surat-cinta-javier-zanetti/


Pedulla: Schick memilih Inter

Patrik Schick bisa segera menjadi pemain baru Inter pada pekan depan.

Minggu depan akan menjadi penentuan apakah Schick akhirnya bergabung bersama tim Inter. Pakar transfer market Alfredo Pedulla menulis pada kenyataannya "Schick telah memilih Inter, dia mengatakan "Yes" buat bergabung Inter." Sampdoria juga terbuka untuk melihat penawaran yang diajukan Inter setelah Schick dan Inter telah menemukan persetujuan. Dalam beberapa jam terakhir Schick juga menyatakan ketersediaanya untuk bergabung bersama Inter.

Siasat Kalem Inter Milan (Bursa Transfer)

Written By Japrax on Kamis, 10 Agustus 2017 | 18.24

Mercato Inter tidak seberisik tetangga sebelah, namun pramusim mereka terbilang memuaskan. Strategi diam-diam menghanyutkan dari Nerazzurri?

Milan Skriniar, Daniele Padelli, Borja Valero, Matias Vecino, Facundo Colidio, Dalbert Henrique dan segera menyusul Emre Mor. Semua sepakat  bahwa para rekrutan anyar Inter Milan tersebut bukanlah pemain yang memiliki nama beken. Total, termasuk menghitung biaya transfer Dalbert, Inter “hanya” menghabiskan kurang dari €80 juta di bursa transfer musim panas ini.

Pembelian tersebut sangat kontras dengan apa yang dilakukan oleh sang rival sekota, AC Milan, yang membikin heboh mercato. Ya, Milan sudah membelanjakan sekitar €200 juta untuk menghadirkan pemain top semacam Leonardo Bonucci, Lucas Biglia, hingga Andre Silva.

Padahal, kedua tim sama-sama dimodali oleh kekuatan uang dari Tiongkok: Milan disokong Rossoneri Sport Investment Lux dan Inter bersama Suning Group. Lantas apa yang membuat Inter berada di bawah radar dan tetap low profile? Jawabannya terletak pada kebijakan sang pelatih anyar, Luciano Spalletti.

Spalletti, yang dicomot dari AS Roma, merasa Inter sebetulnya sudah memiliki skuat yang mumpuni untuk bertarung di Serie A Italia musim depan. Ia juga merasa prihatin dengan kinerja pelatih-pelatih sebelumnya -- Roberto Mancini, Frank de Boer, Stefano Pioli -- yang kesulitan membawa Nerazzurri meraih prestasi.

“Banyak orang kini selalu berpikir mengapa Inter bisa puasa gelar sangat lama. Bagi saya, itu merupakan sebuah skandal. Kami harus bisa membawa Inter kembali ke sejarah yang selama ini dikenal. Saya meminta pada para pemain agar percaya pada saya, saya akan mendukung mereka 100 persen dalam situasi apa pun,” kata Spalletti ketika diperkenalkan sebagai allenatore Inter.

Yang dilakukan Spalletti sebetulnya sederhana, yakni membuat persaingan di Starting XI Inter semakin ketat. Kedatangan Skriniar, misalnya, akan membuat Jeison Murillo, Joao Miranda, dan Gary Medel was-was akan posisi reguler mereka sebagai bek sentral. Sementara kiper andalan Samir Handanovic memiliki pelapis sepadan dalam diri Padelli.

Hadirnya duo Fiorentina, Vecino dan Valero, membuat lini tengah Inter makin berisi sehingga memicu gelandang berbakat seperti Geoffrey Kondogbia dan Roberto Gagliardini untuk terus mematangkan diri jika tidak ingin tersingkir. Spalletti rasa-rasanya sudah tidak perlu mengejar Arturo Vidal (Bayern Munich) dan Radja Nainggolan (Roma), dua gelandang top yang dikaitkan dengan Inter.

Di lini depan, kembalinya Stevan Jovetic dari Sevilla, Ivan Perisic dan Antonio Candreva yang hampir pasti bertahan, bersinarnya Eder di pramusim, hingga keberadaan bomber muda Andrea Pinamonti, Gabriel Barbosa, dan Facundo Colidio – semuanya ini akan membuat Mauro Icardi mendapat sokongan yang amat menjanjikan. Pada akhirnya, Inter juga akan melupakan target idaman mereka, Angel Di Maria (PSG).  

Kedalaman skuat seperti ini sudah pasti akan membuat Spalletti percaya diri untuk bersaing dengan Juventus, Napoli, Roma, Milan dalam memperebutkan Scudetto. Terlebih, Inter di musim ini juga bisa fokus sepenuhnya bertarung di Serie A lantaran tidak disibukkan dengan kompetisi Eropa.

Selain itu, Inter mampu melakoni pramusim dengan memuaskan. Nerazzurri tercatat hanya menelan sekali kekalahan, sekali imbang, dan sisanya berakhir dengan kemenangan, termasuk menjuarai International Champions Cup edisi Singapura dengan mengalahkan Chelsea dan Bayern Munich. Terbaru, mereka sukses melumat Villarreal 3-1 dan sepertinya tidak akan kesulitan untuk mengatasi Real Betis di laga terakhir pramusim, Sabtu (12/8) esok.

Sekilas, Inter tampak menunjukkan progres positif meski kalem di lantai bursa. Yang harus diingat, ujian sesungguhnya belum dimulai. Spalletti sepertinya harus tancap gas sejak awal musim lantaran Inter bakal langsung menghadapi Fiorentina dan Roma di dua giornata pembuka Serie A 2017/18.

source: https://www.fourfourtwo.com/id/news/siasat-kalem-inter-milan

KISAH RONALDO SI FENOMENAL DI INTER MILAN

Written By Japrax on Selasa, 21 Maret 2017 | 21.04

Ada jutaan alasan mengapa Ronaldo Luis Nazario de Lima memiliki julukan sebagai "The Phenomenon". Bukan cuma kemampuannya yang fenomenal, cerita hidupnya juga. Kalau tidak bermain bola, mungkin ia hanya akan menjadi abang-abang pengangguran yang kerjanya cuma nongkrong di gang-gang sempit di kawasan permukiman Rio de Janiero.

Sebagaimana plot sebuah film, cerita hidup Ronaldo juga terbagi menjadi tiga babak: klimaks 1 - anti-klimaks - klimaks 2. Apabila merunut kariernya di level klub, membela Real Madrid bisa disebut sebagai puncak karier sepakbolanya. Ia meraih dua gelar liga atau yang terbanyak ketimbang saat membela kesebelasan lain. Apalagi, ia melakukannya setelah memenangi Piala Dunia 2002 dan menjadi bintang di sana.

Meskipun begitu, Real Madrid sekalipun tak akan bisa menghapus peran Inter Milan dalam karier sepakbola Ronaldo; mesi ia cuma meraih satu gelar Piala UEFA bersama Inter. Hanya satu gelar itu. Namun, di Inter-lah agaknya Ronaldo benar-benar merasakan apa yang namanya hidup.

Ronaldo punya kombinasi dari kecepatan dan kekuatan. Ia mampu melewati bek lawan dengan kemampuan teknis yang dipadukan dengan kecepatan. Saat menjaga bola, ia pun tak mudah jatuh karena postur tubuhnya yang menunjang.

Keluar Sekolah

Ronaldo adalah bungsu dari tiga bersaudara dari pasangan Nelio Nazario de Lima dan Sonia dos Santos. Kedua orang tuanya bekerja di perusahaan telepon negara, Telerj. Saat melahirkan anak pertama, Sonia berhenti bekerja.

Saat usianya 11 tahun, Nelio dan Sonia bercerai. Sepakbola pun dijadikan Ronaldo sebagai pelampiasan. Ia lebih banyak meninggalkan kelas dan memilih bermain bola. Hal ini yang membuat Ronaldo tidak melanjutkan sekolahnya demi mengejar impiannya sebagai pesepakbola.

"Aku tak bisa menerima kenyataan kalau anakku cuma bermain bola. Masa depan seperti apa yang ia harapkan?" kata Sonia kala itu. "Aku selalu menemukannya bermain bola di jalanan dengan teman-temannya saat seharusnya ia belajar di sekolah. Aku tahu, aku sudah kalah dalam pertempuran."

Keputusan Ronaldo untuk meninggalkan sekolah memang tidak salah. Ia menjadi primadona di lini serang di tiap kesebelasan yang ia bela. Pernah suatu ketika ia mencetak 11 gol dari 12 gol yang dicetak oleh timnya.

Salah satu keinginan pesepakbola manapun biasanya membela kesebelasan asal daerahnya. Pun dengan Ronaldo yang ingin bermain untuk Flamengo. Terlebih idolanya, Zico, juga bermain untuk Flamengo di era 1980-an.

Ronaldo sempat mencoba berlatih di tim Flamengo Junior. Ia bermain sebaik mungkin agar bisa mendapatkan tempat di tim reguler. Namun, ketidakmampuannya membayar tiket bus, membuatnya mengurungkan niat bergabung dengan Flamengo.

Di usia 12 tahun, kepindahannya ke Sao Cristovao, menjadi salah satu momen penting dalam hidupnya. Pasalnya, di sana-lah ia bertemu dengan Reinaldo Pitta dan Alexandre Martins, agennya di masa depan. Karena pertemuan itu pula-lah, Ronaldo bisa bermain di kesebelasan profesional, Cruzeiro.

"Kami langsung melihat kalau dia bisa menjadi seseorang yang berbeda ketimbang pemain lain," sebut Pitta.

Ronaldo mampu membawa Cruzeiro meraih gelar juara Liga Brasil pada 1993. Padahal, usianya kala itu masih 17 tahun. Semusim berselang, namanya sudah tercantum dalam skuat Brasil yang menjuarai Piala Dunia 1994. Memang, ia tak menjadi pemain inti, tapi momen tersebut memberinya pengalaman untuk bagaimana kembali meraih trofi paling bergengsi di dunia itu.

Setelah Piala Dunia 1994, Ronaldo memutuskan untuk hijrah ke PSV yang menjadi kesebelasan pertamanya di Eropa. Dua tahun di PSV dengan catatan hampir 1 gol tiap pertandingan, Ronaldo pun hijrah ke Barcelona. Namun, hanya semusim ia berada di Nou Camp, untuk kemudian pindah ke Inter Milan dengan status sebagai pemain termahal di dunia.

Di setiap kesebelasan, Ronaldo selalu mendapatkan rasa hormat dari penggemar dan media. Ia juga berusaha untuk memelajari bahasa setempat seperti Belanda, Spanyol, dan Italia.

"Kini, kalau Anda ke tempat latihan dan meminta wawancara, dia akan menjawabnya dengan bahasa Italia," ujar Lucca Valdisseri wakil editor olahraga Corriere Della Sera.

Bersama Inter Milan dan Piala Dunia 1998

Di Inter Milan, Ronaldo jelas menjadi harapan semua penggemar. Ronaldo diharapkan menjadi penuntas dahaga Inter yang puasa gelar Serie A selama delapan tahun.

Di musim pertamanya di Italia, Ronaldo langsung beradaptasi. Ia bisa mencetak 25 gol atau yang terbanyak kedua kala itu. Ronaldo bukan cuma jadi pujaan publik Giuseppe Meazza, tapi juga buat pelatih Inter, Luigi Simoni. Ronaldo yang masih berusia 20 tahun, diplot sebagai penyerang utama Inter. Ia juga menjadi penendang utama penalti dan tendangan bebas.

Setelah musim pertamanya usai, Ronaldo pun dipanggil pelatih Mario Zagallo sebagai penyerang utama Selecao untuk Piala Dunia 1998 yang dihelat di Prancis. Media menyebutnya akan bersinar di turnamen empat tahunan tersebut.

"Pada 1998, tidak ada yang sebertalenta Ronaldo yang secara gaib menggabungkan kekuatan, kecepatan, dan kemampuan yang diinginkan semua anak;di usia 21, harapan dan mimpi sebuah negara bersandar di pundaknya," tulis Jacob Steinberg dari The Guardian.

Nubuat ini hampir menjadi kenyataan karena hingga babak semifinal, Ronaldo sudah mencetak empat gol. Lalu, tibalah momen yang masih belum terjawab hingga saat ini.

72 menit jelang pertandingan final, kertas susunan pemain mulai disebarkan. Perwakilan dari FIFA lantas terkejut karena yang muncul justru nama "Edmundo" bukan "Ronaldo".

Yang terkejut bukan cuma perwakilan FIFA, tapi juga rekan-rekan Ronaldo lain. Zagallo memang sempat memberi motivasi kalau mereka bisa seperti Brasil yang memenangi Piala Dunia 1962 tanpa Pele. Bagaimanapun motivasi ini tak bisa dibilang berhasil karena Brasil kehilangan tumpuan mereka di lini depan: si jimat yang justru terbaring karena entah penyakit apa.

Tak masuknya Ronaldo ke dalam susunan pemain, membuat suasana riuh di ruang jurnalis. Pada anggapan awal, mereka menganggap Ronaldo mengalami cedera engkel, tapi jelas tak semua percaya.

Pada akhirnya kita semua tahu. Gelar yang ada di depan mata pun hilang. Tiga gol Prancis membuat Brasil merana. Mereka kembali dengan tangan hampa. Yang jelas, Ronaldo pun menjadi sorotan. Malah tidak sedikit yang menjadikannya sebagai biang kekalahan Brasil di final Piala Dunia 1998.

Memutari Kiper

Salah satu momen yang diingat dari Ronaldo adalah caranya mencetak gol yakni dengan memutari kiper. Momen tersebut bukan sekadar unik, tetapi sekaligus menjadi pertunjukkan kehebatan seorang Ronaldo. Ia bergerak dari tengah lapangan, mencari ruang, berhadapan dengan kiper, lalu melewatinya sebelum melepaskan tendangan ke gawang.

Salah satu alasan mengapa ia bisa begitu sering melewati kiper adalah karena ketepatannya mencari momentum dan kerja samanya dengan pengumpan. Ronaldo biasanya menerima umpan terobosan di belakang bek lawan sehingga ia bisa langsung berhadapan kiper dan melewatinya.

Hal seperti ini jelas memerlukan kepintaran tersendiri dari seorang penyerang. Ia harus tahu kapan momentum yang pas untuk berlari dan meminta bola. Ia juga harus memiliki keyakinan dalam diri si pengumpan untuk percaya memberi umpan kepadanya.

Salah satu yang terbaik adalah saat menghadapi Lazio di Stadio Olimpico pada musim 1997/1998. Ronaldo kala itu tinggal berhadapan dengan kiper Luca Marchegiani. Sebelum melewatinya, Ronaldo terlebih dahulu melakukan step over untuk mengelabui sang kiper, untuk kemudian melesakkan bola ke gawang.

***

Fase di Inter Milan bagaikan sebuah plot film bagi Ronaldo. Ia datang sebagai pemain termahal di dunia. Di musim pertamanya, ia sudah beradaptasi dengan sepakbola Italia dan menjadi pencetak gol kedua terbanyak di liga.

Di tahun yang sama, ia menjadi pesakitan. Ia berada di titik terendah dalam karier hidupnya setelah gagal membawa Brasil menjuarai Piala Dunia 1998.

Kariernya di Inter Milan diakhiri dengan mengangkat Piala Dunia 2002. Ia melengkapinya dengan catatan sebagai pencetak gol terbanyak; dua golnya pula yang menjebol gawang Oliver Khan di babak kedua.

Sumber:  http://supersoccer.tv/news/kisah-ronaldo-si-fenomenal-di-inter-milan

Upaya Suning Menepati Janji

Written By Japrax on Minggu, 12 Maret 2017 | 19.07

Selama kurang lebih satu windu terakhir, pergolakan ekonomi dunia memunculkan Cina sebagai salah satu negara dengan kekuatan ekonomi yang paling baik dan stabil. Maka tak perlu heran apabila akhir-akhir ini banyak sekali pengusaha asal Cina yang berekspansi ke penjuru dunia.

Ada banyak industri yang disasar sebagai ladang bisnis baru, mulai dari manufaktur, perhotelan, farmasi sampai cabang olahraga yang bernama sepak bola. Perkembangan industri sepak bola yang dari hari ke hari semakin memikat tentu saja menarik minat banyak kalangan untuk terjun di dalamnya, termasuk para pengusaha asal Cina. Maka Eropa yang jadi kiblat sepak bola dunia pun mulai jadi tujuan mereka dalam berbisnis.

Dalam beberapa tahun terakhir, para pencinta sepak bola sudah pasti mendengar proses pengambilalihan saham mayoritas atau bahkan penuh, dari para pengusaha asal Cina terhadap kesebelasan-kesebelasan di benua biru. RCD Espanyol di Spanyol, Aston Villa dan West Bromwich Albion di Inggris, Slavia Praha di Republik Ceska dan Internazionale Milano di Italia merupakan beberapa contoh klub yang saat ini dikuasai taipan-taipan asal negeri tirai bambu.

Terlebih nama klub yang disebut terakhir, kepemilikan mayoritas saham mereka telah berpindah tangan per Juni 2016 silam dari tangan pengusaha Indonesia, Erick Thohir, kepada Suning Group asal Cina yang dikomandoi Zhang Jindong. Mahar sejumlah 270 juta euro disetorkan Suning Group untuk mengakusisi saham sebesar 68.55%.

Terbilang cukup murah memang namun faktanya kewajiban Suning Group tak berhenti sampai itu saja. Usut punya usut, mereka juga diminta untuk melunasi utang-utang La Beneamata yang nilainya cukup besar, yang hampir kesemuanya “hadiah” dari pemilik sebelum Zhang dan Thohir, Massimo Moratti.

Meski menanggung beban tambahan, Suning Group tetap antusias atas keberhasilan mereka menguasai saham mayoritas Internazionale. Hal ini memang sesuai dengan visi Suning Group yang ingin menjadi salah satu aktor terdepan di bidang industri sepak bola pada masa yang akan datang.

Lebih jauh, Zhang Jindong juga menjanjikan sesuatu yang membuat Interisti, tifosi setia La Beneamata, merasa bahwa klub kesayangannya bakal lepas dari level semenjana yang melekat usai menggenggam gelar treble pada musim 2009/2010 kemarin.

“Kami akan membuat brand Inter semakin dikenal luas dan menjadi kesebelasan yang lebih tangguh. Bersama Suning Group, La Beneamata memiliki masa depan yang cerah. Klub ini akan jadi tempat para bintang bermukim dan bibit-bibit muda melesat”, tutur Zhang seperti dirilis dari ESPN.com.

Akan tetapi, mengubah situasi buruk yang tengah dialami sebuah klub sepak bola tentu bukan perkara mudah. Begitu pula yang dirasakan Suning Group pada awal masa “pemerintahannya”. Di awal musim 2016/2017, perjalanan Inter di Serie A maupun Liga Europa berjalan tidak mulus. Padahal klub sudah mengucurkan dana lumayan gemuk demi memboyong Cristian Ansaldi, Gabriel Barbosa, Antonio Candreva dan Joao Mario untuk memperkokoh skuat.

Ketidakmampuan Frank De Boer (FdB), sosok asal Belanda yang didapuk sebagai pelatih baru, dalam meracik strategi yang pas dengan tim dianggap sebagai salah satu biang keladi. Bersamanya, penampilan Inter memang sangat inkonsisten.

Pada satu pekan tertentu Inter tampak begitu menjanjikan, namun di pekan selanjutnya permainan Mauro Icardi dan kawan-kawan terlihat kacau balau. Alhasil, pelatih yang konon merupakan pilihan Thohir usai memecat Roberto Mancini itu juga dibebastugaskan setelah tumbang di tangan Sampdoria pada pekan ke-11 yang lalu.

Nama eks pembesut Bologna dan Lazio, Stefano Pioli, lantas diangkat sebagai allenatore La Beneamata yang baru. Tak seperti FdB, kabarnya Pioli adalah sosok pilihan Suning Group. Hasilnya, di tangan pelatih berusia 51 tahun itu Inter memang bisa tampil lebih baik dan konsisten.

Sejauh ini, di lima belas pertandingan Serie A bersama Pioli, Inter berhasil mencatatkan rekor menang-seri-kalah cukup apik yakni 11-1-3. Usai tercecer di luar sepuluh besar klasemen, La Beneamata pun kini dapat kembali bersaing memperebutkan tiket ke kompetisi antarklub Eropa musim mendatang.

Lebih jauh, Suning Group juga terus menggiatkan proses pencarian klien anyar yang bersedia melakukan kerjasama dengan klub sebagai sponsor. Dari informasi yang beredar, beberapa sponsor, khususnya dari wilayah Asia, memang telah menyepakati kerjasama dengan kubu La Beneamata. Inter sendiri disebut-sebut telah mengantongi pemasukan senilai 200 juta euro sejak dipegang Suning Group hingga saat ini.

Ambisi besar Suning Group untuk membangkitkan tim ini pun tampak dari keinginan mereka untuk memiliki stadion sendiri, entah dengan cara bertahan di stadion Giuseppe Meazza dan membelinya dari pemerintah kota atau mencari kawasan lain yang bisa digunakan membangun markas anyar.

Kabar terakhir menyebut bahwa manajemen Inter sedang mengevaluasi lahan bekas industri di kawasan Sesto San Giovanni, timur laut kota Milano, untuk mendirikan sebuah stadion baru. Opsi ini ditempuh andai AC Milan, rival sekota Inter, tak kunjung menentukan sikap bakal membangun stadion baru milik mereka sendiri atau tetap bertahan di stadion Giuseppe Meazza. Kebutuhan akan stadion pribadi memang jadi hal mutlak yang harus diwujudkan demi keberlangsungan La Beneamata (dan mayoritas klub-klub Liga Italia) di masa yang akan datang.

Agar pengelolaan tim bisa berjalan dengan lebih baik dan terkontrol, Zhang pun mengutus sang putra, Steven Zhang, guna menetap di Italia supaya lebih dekat dengan pihak manajemen maupun skuat. Keberadaan Steven, serta beberapa orang kepercayaan Zhang di tubuh manajemen Inter, sejauh ini memang cukup menunjukkan perkembangan positif.

Kenyataan ini seharusnya bisa membuat hati Interisti lebih tenang karena ada banyak perubahan menuju ke arah yang lebih baik. Bahkan jika Pioli gagal mengantar Inter berlaga di Liga Champions musim depan.

Sebab realita yang ada memang menunjukkan bahwa alasan La Beneamata terseok-seok adalah performa buruk mereka di awal musim yang jelas bukan kesalahan sang pelatih berkepala plontos tersebut. Pioli jelas membutuhkan tambahan sumber daya, dalam hal ini pemain, untuk membangun fondasi tim yang lebih tangguh seperti keinginan Zhang.

Mereka juga sepatutnya gembira karena sang taipan asal Cina itu menunjukkan keberaniannya menggelontorkan dana masif guna merekrut pemain-pemain berkualitas dan muda usia, sesuatu yang bakal bermanfaat bagi Inter tak hanya saat ini tapi juga di masa depan.

Interisti patut berdoa manajemen tak membuat blunder apapun dalam menjalankan roda bisnisnya yang baru ini. Karena cukup banyak juga kita dapati kasus kegagalan manajemen yang dilakukan oleh para pemilik anyar suatu klub sehingga kondisi tim itu justru berantakan dan berujung kekecewaan yang mendalam.

Bila hal tersebut terlaksana, meski belum bisa memetik hasilnya secara maksimal di musim ini, setidaknya Interisti boleh berharap jika upaya Suning Group merestorasi tim ini dan menepati janjinya bakal menampakkan buahnya mulai musim depan.

#NonMollareMai

Author: Budi Windekind (@Windekind_Budi)
Interista gaek yang tak hanya menggemari sepak bola tapi juga american football, balap, basket hingga gulat profesional.

Sumber: http://football-tribe.com/indonesia/2017/03/12/upaya-suning-menepati-janji/

Highlights Pertandingan INTER 2-0 Napoli | Serie A matchday 33, 17 April 2016

Written By Japrax on Minggu, 17 April 2016 | 09.39

Highlights Pertandingan INTER 2-0 Napoli | Serie A matchday 33, 17 April 2016


Gagal Temukan Solusi Stadion, Duo Milan Merugi €20 Juta

Written By Japrax on Rabu, 16 Maret 2016 | 22.50

Gagal Temukan Solusi Stadion, Duo Milan Merugi €20 Juta

 
Goal.com- Ancaman kerugian hingga €20 juta menghantui Internazionale dan AC Milan apabila mereka tak jua menemukan solusi terkait isu stadion yang ditempati bersama.
 
Seperti diketahui, Nerazzurri dan Rossoneri selama ini berbagi markas di Stadio Giuseppe Meazza atau yang dikenal juga dengan San Siro.

Milan sempat menggagas rencana untuk hijrah dari venue tersebut guna membangun kandang sendiri di distrik Portello, namun presiden klub Silvio Berlusconi membatalkannya akibat ongkos pembiayaan yang membubung tinggi.

Ini memaksa kedua kubu mencari solusi untuk memaksimalkan pemasukan dari San Siro. Jika tak ditemukan, sebagaimana dikemukakan presiden Inter Erick Thohir, kedua kubu akan merugi.

"Stadion penting untuk kami," ujar pengusaha asal Indonesia ini dalam konferensi pers untuk mengumumkan perpanjangan kontrak sponsorship dengan Pirelli.

Krusialnya Laga Melawan AS Roma Bagi Javier Zanetti

Krusialnya Laga Melawan AS Roma Bagi Javier Zanetti

 
Goal.com- Inter harus bisa meraih kemenangan di kandang AS Roma jika ingin bisa membuka kans masuk ke zona Champions untuk musim depan.
 
Wakil presiden Internazionale Javier Zanetti menekankan pentingnya laga melawan AS Roma di akhir minggu ini bagi timnya.


Baginya, apa pun hasil yang dipetik Inter di laga tersebut bisa mempengaruhi kans untuk mewujudkan target mereka di awal musim, yaitu bisa tampil di Liga Champions.

"Kami tahu mereka sudah bermain dengan sangat baik," kata Zanetti kepada Inter Channel, Selasa (15/3).
"Tapi kami bermain di sana dengan kesadaran bahwa laga ini merupakan laga yang sangat penting, dengan kemenangan di sana bisa membuka kembali persaingan dan kans menuju posisi tiga," tandasnya.

Inter saat ini tertinggal lima angka dari AS Roma, yang untuk sementara ini menempati peringkat tiga klasemen sementara Serie A.

Mauro Icardi Absen Kontra AS Roma

Mauro Icardi Absen Kontra AS Roma
 
Goal.com - Penyerang Internazionale ini mengalami cedera lutut kanan dan diprediksi dalam laga kontra AS Roma.
 

Internazionale mendapatkan kabar buruk jelang laga krusial melawan AS Roma di akhir pekan. Menurut kabar, Mauro Icardi bakal absen karena cedera lutut dan ini memperpanjang daftar cedera penyerang yang dimiliki Roberto Mancini.

Icardi mendapatkan cedera itu setelah Nerazzurri menang 2-1 atas Bologna akhir pekan lalu. Walau sempat mengatakan dirinya baik-baik saja lewat akun Twitter, ternyata kondisi sang penyerang tidak sebaik harapannya.

Menurut La Gazzetta dello Sport, kecil kemungkinan Icardi bakal pulih tepat waktu ketika menghadapi Roma. Namun masih akan dilakukan pemeriksaan MRI lebih lanjut untuk memastikan kondisi sang penyerang.

Stevan Jovetic juga masih belum berada dalam kondisi terbaik. Ia sudah pulih dari cedera, tetapi belum ikut berlatih bersama skuat utama. Penyerang Montenegro itu berpeluang turun bermain walau hanya dari bangku cadangan.

Ini tentu jadi masalah bagi Roberto Mancini yang mengincar posisi tiga besar di Serie A Italia. Saat ini, Nerazzurri berada di peringkat lima dengan koleksi 54 poin, tertinggal lima poin dari Roma yang ada di tempat ketiga.

Mancini Akan Tetap Melatih Inter Musim Depan?

Written By Japrax on Rabu, 09 Maret 2016 | 00.12

Mancini Akan Tetap Melatih Inter Musim Depan  
Getty Images/Gabriele Maltinti
 
detik.com Florence - Roberto Mancini menepis rumor yang menyebut dirinya akan meninggalkan Inter Milan dalam waktu dekat. Mancini mengaku masih akan menjadi pelatih Inter pada musim depan.

"Saya adalah pelatih Nerazzurri dan saya akan jadi pelatih Nerazzurri musim depan. Setelahnya, kita lihat saja," ujar Mancini yang dikutip Football Italia.

Mancini kembali ke Inter pada November 2014 lalu untuk menggantikan Walter Mazzarri. Musim lalu, dia mengantarkan timnya finis di posisi kedelapan klasemen akhir Serie A.

Pada musim ini, Inter sempat memuncaki klasemen hingga awal Januari. Namun, mereka kemudian melorot dan sekarang menempati posisi kelima. Penurunan tersebut membuat masa depan Mancini mulai dispekulasikan.

"Kami memuncaki klasemen dalam waktu yang lama, tapi kemudian kami melalui masa-masa sulit dengan hasil-hasil yang buruk. Namun, kami selalu termasuk tim top. Kami ada di lima besar," tutur Mancini.

"Kami harus yakin kepada diri kami sendiri dan kita lihat saja di mana posisi kami pada akhir musim. Dua laga terakhir bagus, saya benar-benar berharap kami melewati masa-masa sulit," tambahnya.

Inter saat ini berjarak 13 poin dari Juventus yang memimpin klasemen dan lima poin dari AS Roma yang berada di posisi ketiga atau batas bawah untuk lolos ke Liga Champions.

"Posisi ketiga? Setiap laga akan menentukan, tapi masih ada kesempatan untuk mencapai target ini dan kami harus yakin," ujar Mancini.

"Masih ada 30 poin yang bisa diraih. Apapun bisa terjadi," katanya.

Kalau Inter Bisa Pertahankan Performa, Ljajic Yakin Finis Tiga Besar

Kalau Inter Bisa Pertahankan Performa, Ljajic Yakin Finis Tiga Besar
Foto: Getty Images Sport/Tullio M. Puglia

detik.com Milan - Inter Milan tengah inkonsisten belakangan ini. Jika mampu menjaga performa saat mengalahkan Palermo, Adem Ljajic yakin target tiga besar bisa diselamatkan.

Sejak pergantian tahun, Inter menjalani periode sulit. Di Serie A, mereka sempat cuma menang tiga kali dalam 10 pertandingan dan menelan empat kekalahan.

Hasil-hasil itulah yang membuat mereka terdepak dari puncak klasemen dan kini berada di peringkat lima.

Nerazzurri berhasil memetik kemenangan 3-1 kala menjamu Palermo, Senin (7/3/2016) dinihari WIB tadi, yang merupakan laga ke-11 mereka di liga sejak tahun baru. Adem Ljajic, Mauro Icardi, dan Ivan Perisic bergantian mencetak gol, dengan balasan Palermo dicetak oleh Franco Vazquez.

Hasil itu setidaknya menjaga jarak Inter dengan tiga besar. Mengumpulkan nilai 51 dari 28 pekan di tangga kelima, mereka berjarak lima angka dari AS Roma di posisi tiga. Sementara dengan Fiorentina di posisi empat, mereka tertinggal cuma dua poin.

Ljajic berharap momentum kemenangan atas Palermo bisa dipertahankan Inter di sisa musim. Jika mampu, dia optimistis bakal finis tiga besar.

"Sulit untuk mengatakan bagaimana persaingannya akan tuntas di titik ini. Saya tahu Roma dengan sangat baik, mereka punya sejumlah talenta individu yang luar biasa dan di awal musim mereka dimasukkan sebagai salah satu favorit peraih titel," kata Ljajic yang merupakan pemain pinjaman dari Roma.

"Tapi juga masih ada Fiorentina, yang memainkan sepakbola bagus. Kami ada di persaingan dan kalau kami terus bermain seperti ini, kami bisa meraih target kami," tambahnya seperti dilansir situs resmi klub.(raw/krs)

Inter Milan Restui Brozovic ke Premier League

Inter Milan Restui Brozovic ke Premier League
Marcelo Brozovic © FC Internazionale

Bola.net - Tak ingin menumpuk banyak pemain dengan posisi yang sama, Inter Milan dikabarkan siap melepas salah satu gelandang andalan mereka musim ini, Marcelo Brozovic.

Hanya saja, hal tersebut baru akan terlaksana jika mereka sukses mendatangkan salah satu dari Ever Banega, Roberto Soriano atau Oguzhan Ozyakup.

Tiga nama tersebut sejatinya sudah menjadi buruan Inter Milan sejak bulan Januari yang lalu. Hanya saja, ancaman sanksi dari regulasi Financial Fair Play membuat skuad asuhan Roberto Mancini untuk memboyong tiga pemain yang berposisi gelandang tersebut.

Dikutip dari Tuttosport, Inter akan melepas Brozo ke salah satu klub Premier League yang selama ini memang berminat kepadanya. Klub tersebut yakni, Manchester United, Arsenal dan Liverpool.

Namun, Inter tidak akan melepas gelandang Kroasia begitu saja. Klub milik Erick Thohir ini meminta mahar senilai 20 juta euro. (tut/asa)

Hajar Frosinone 4-0, Inter Puncaki Klasemen

Written By Japrax on Senin, 23 November 2015 | 06.34

Milan - Inter Milan merebut posisi puncak klasemen Serie A dari tangan Napoli. Nerazzurri memimpin klasemen usai membukukan kemenangan telak atas Frosinone dengan skor 4-0.

Dalam pertandingan di Giuseppe Meazza, Senin (23/11/2015) dinihari WIB, Inter membuka keunggulan di menit ke-29. Gol yang dibuat Jonathan BIabiany memberi Inter keunggulan 1-0 yang bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Inter kian tak terbendung. Tiga gol dibuat oleh Mauro Icardi, Jeison Murillo, dan Marcelo Brozovic untuk memberi Inter kemenangan 4-0.

Tambahan tiga poin dari laga ini mengantar Inter ke puncak klasemen Serie A dengan 30 poin dari 13 laga .Mereka menggeser Napoli yang sebelumnya ada di posisi teratas dengan 28 poin menyusul kemenangan atas Hellas Verona.

Sementara itu, Frosinone belum keluar dari zona degradasi. Mereka menempati posisi ke-18 dengan 11 poin dari 13 pertandingan.

Jalannya Pertandingan

Tim tamu menebar ancaman lebih dulu di menit ketujuh. Crossing dari Paolo Sammarco disambut dengan tendangan voli oleh Danilo Soddimo yang mampu melepaskan diri dari kawalan Yuto Nagatomo. Tapi Samir Handanovic melakukan penyelamatan dengan satu tangan untuk menghalau bola.

Inter gantian menciptakan lewat tendangan Adem Ljajic dari luar kotak penalti di menit ke-29. Tapi Nicola Leali bisa menepisnya. Namun bola muntah langsung disambar oleh Jonathan Biabiany untuk menjebol gawang Frosinone. Inter unggul 1-0 atas tim tamu.

Tertinggal satu gol, Frosinone bereaksi. Empat menit berselang, Mobido Diakite nyaris mencetak gol untuk Frosinone setelah memanfaatkan kemelut di kotak penalti Inter. Tapi tendangan saltonya masih melebar dari gawang Handanovic.

Memasuki babak kedua, Biabiany nyaris mencetak gol keduanya. Tapi penyelesaian akhirnya setelah melakukan kerja sama satu-dua dengan Icardi masih melambung di atas mistar gawang.

Inter akhirnya menggandakan keunggulan di menit ke-53. Umpan Ljajic dari sisi kiri dengan mudah dituntaskan Icardi yang ada di depan gawang.

Frosinone hampir mencetak gol untuk menipiskan ketertinggalan di menit ke-61. Tapi tendangan Nicolss Castillo memanfaatkan clearance yang buruk dari pemain belakang Inter masih bisa diblok oleh Jeison Murillo.

Murillo kemudian mencetak gol untuk membawa Inter menjauh tiga menit jelang laga usai. Memanfaatkan umpan tumit Stevan Jovetic, Murillo yang merangsek hingga ke kotak penalti melepaskan tembakan dengan kaki kanan untuk menjebol gawang Frosinone.

Gol Marcelo Brozovic di masa injury time melengkapi kemenangan Inter. Ljajic sekali lagi menjadi kreator dengan melepaskan assist yang langsung disambar Brozovic dengan tendangan kaki kanan dari dalam kotak penalti. Inter menutup laga dengan kemenangan 4-0.

Susunan Pemain

Inter: Handanovic; Nagatomo (Ranocchia 60), Miranda, Murillo, Telles; Melo, Kondogbia; Biabiany (Perisic 86), Jovetic, Ljajic; Icardi (Brozovic 88)

Frosinone: Leali; Rosi, Diakité, Blanchard, Crivello; Paganini (Carlini 83), Gori (Gucher 77), Sammarco, Soddimo; D Ciofani (Longo 77), Castillo


(nds/din)

Jinakkan Serigala Roma, Inter Milan Rebut Puncak Klasemen

Written By Japrax on Minggu, 01 November 2015 | 06.25

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Inter Milan sukses menggusur AS Roma dari puncak klasemen sementara Serie A usai berhasil menaklukan tim asuhan Rudi Garcia itu 1-0 di San Siro, Ahad (1/11) dini hari WIB. Inter menang berkat gol tunggal yang dicetak oleh Gary Medel yang melakukan tendangan jarak jauh di babak pertama, tepatnya pada menit ke-31.

Pertandingan kedua tim sebenarnya berjalan dengan cukup seimbang. Kedua tim sama-sama memainkan tempo permainan yang sangat cepat. Beberapa kali striker I Lupi Edin Dzeko melakukan ancaman terhadap gawang Inter yang dijaga Samir Handanovic.

La Beneamata yang sudah unggul pun juga tak puas dan terus mencoba mencari gol keduanya di pertandingan itu. Pada menit ke-43, Fredy Guarin nyaris saja mencetak gol saat melakukan sepakan melengkung dari bibir kotak penalti. Sepakan pemain asal Kolombia itu melenceng tipis di samping tiang gawang Roma yang dijaga Szczesny.

Memasuki babak kedua, tak banyak perubahan skema yang dilakukan kedua tim. Inter justru memperkuat lini tengahnya dengan memasukan Kondogbia untuk menggantikan Medel. Masuknya pemain yang dibeli dari AS Monaco itu memuat alur serangan Inter menjadi lebih hidup.

Tapi Roma tetap saja tak kenal lelah dalam mencoba mencari gol balasan. Pada menit ke-54 Dzeko lagi-lagi menebar ancaman melalui sundulan akurat. Untung saja Handanovic lebih siap menepis bola dari eks pemain Manchester City itu. Begitu juga dengan peluang Mohamed Salah empat menit setelahnya yang juga belum mampu menaklukkan ketangguhan Handanovic.

Meski tempo pertandingan tetap berlangsung cepat di sisa laga, gol tambahan di San Siro tak kunjung tercipta. Sehingga Roma harus mengakui keunggulan 1-0 Inter Milan. Inter memimpin perolehan angka yaitu 24 poin. Unggul satu poin dari AS Roma yang berada di posisi dua.

Inter Milan (4-3-3)
Handanovic; D’Ambrosio, Miranda, Murillo, Nagatomo; Guarin, Medel, Brozovic; Llajic, Jovetic, Perisic
pelatih: Roberto Mancini

AS Roma (4-3-3)
Szczesny; Maicon, Manolas, Rudiger, Digne; Florenzi, Nainggolan, Pjanic; Salah, Gervinho, Dzeko
pelatih: Rudi Garcia

Inter Milan Raih Kemenangan 0-1 Atas Bologna dengan 10 Pemain

Written By Japrax on Rabu, 28 Oktober 2015 | 05.44

TRIBUNNEWS.COM - Meski bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-60, Inter Milan nazionale tetap sanggup mencuri kemenangan di markas Bologna.
Skuat asuhan Roberto Mancini itu menang dengan skor tipis 1-0 dalam pertandingan lanjutan Liga Italia yang berlangsung di Stadion Renato Dall'Ara, Bologna, Rabu (28/10/2015) dini hari.
Kemenangan La Beneamata dipersembahkan oleh sang kapten, Mauro Icardi, yang sukses memaksimalkan umpan manis Adem Ljajic.

Icardi mampu menjebol gawang Bologna pada menit ke-67. Gol itu jadi pemecah kebuntuan setelah kedua tim bermain tanpa gol di sepanjang babak pertama.

Inter Kembali Puncaki Klasemen

Written By Japrax on Minggu, 04 Oktober 2015 | 22.26

Inter Kembali Puncaki Klasemen
Pemain Inter Milan (REUTERS/Giorgio Perottino)
 
VIVA.co.id - Hasil mengecewakan kembali dipetik Inter Milan. Skuad asuhan Roberto Mancini itu hanya bermain imbang 1-1 melawan Sampdoria di Luigi Ferraris dalam lanjutan Serie A, Minggu 4 Oktober 2015.

Setelah laga berjalan alot tanpa gol di babak pertama, Sampdoria memecah kebuntuan di awal paruh kedua. Tepatnya di menit 51, Luis Muriel mengoyak jala Inter dan membawa Sampdoria unggul 1-0.

Tertinggal, membuat Inter bermain lebih menekan. Hasilnya, pada menit 76, Inter sukses menyamakan kedudukan melalui sontekan Ivan Perisic memanfaatkan umpan Mauro Icardi.

Inter sebenarnya mendominasi laga dengan penguasaan bola hingga 65 persen dan melepas 14 tembakan (5 shot on goal). Sayang tidak ada gol tambahan tercipta. Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Ini untuk kedua kalinya Inter tidak menang di dua laga terakhir. Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, Inter kalah dari 1-4 Fiorentina. Namun, tambahan satu poin, sudah cukup membuat Inter kembali ke puncak klasemen.

Inter memuncaki klasemen sementara Serie A dengan 16 poin dari tujuh laga. Unggul satu poin dari Fiorentina yang baru akan melakoni laga ketujuh melawan Atalanta pada Senin dinihari nanti.

Sementara itu, hujan gol terjadi di laga Palermo melawan AS Roma. Enam gol tercipta di laga ini. Kubu tamu menang 4-2. Kedua tim saling berbalas gol dari menit 2 hingga penghujung laga.

Susunan Pemain:
Sampdoria:
Emiliano Viviano, Djamel Mesbah, Niklas Moisander, Pedro Pereira, Ervin Zukanovic, Fernando, Édgar Barreto, Joaquin Correa (Angelo Palombo 56'), Roberto Soriano, Citadin Eder, Luis Muriel (Cassano 77')

Internazionale:
Samir Handanovic, Alex Telles, Gary Medel, Davide Santon, Jeison Murillo, Geoffrey Kondogbia (Jonathan Biabiany 63'), Fredy Guarín, Felipe Melo, Rodrigo Palacio (Manaj 71'), Mauro Icardi, Ivan Perisic

Jangan Lupa Follow Us Interisti

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Inter Milan Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger