Headlines News :

#INTER108

#INTER108

Berita Terbaru FC Internazionale

KISAH RONALDO SI FENOMENAL DI INTER MILAN

Written By Japrax on Selasa, 21 Maret 2017 | 21.04

Ada jutaan alasan mengapa Ronaldo Luis Nazario de Lima memiliki julukan sebagai "The Phenomenon". Bukan cuma kemampuannya yang fenomenal, cerita hidupnya juga. Kalau tidak bermain bola, mungkin ia hanya akan menjadi abang-abang pengangguran yang kerjanya cuma nongkrong di gang-gang sempit di kawasan permukiman Rio de Janiero.

Sebagaimana plot sebuah film, cerita hidup Ronaldo juga terbagi menjadi tiga babak: klimaks 1 - anti-klimaks - klimaks 2. Apabila merunut kariernya di level klub, membela Real Madrid bisa disebut sebagai puncak karier sepakbolanya. Ia meraih dua gelar liga atau yang terbanyak ketimbang saat membela kesebelasan lain. Apalagi, ia melakukannya setelah memenangi Piala Dunia 2002 dan menjadi bintang di sana.

Meskipun begitu, Real Madrid sekalipun tak akan bisa menghapus peran Inter Milan dalam karier sepakbola Ronaldo; mesi ia cuma meraih satu gelar Piala UEFA bersama Inter. Hanya satu gelar itu. Namun, di Inter-lah agaknya Ronaldo benar-benar merasakan apa yang namanya hidup.

Ronaldo punya kombinasi dari kecepatan dan kekuatan. Ia mampu melewati bek lawan dengan kemampuan teknis yang dipadukan dengan kecepatan. Saat menjaga bola, ia pun tak mudah jatuh karena postur tubuhnya yang menunjang.

Keluar Sekolah

Ronaldo adalah bungsu dari tiga bersaudara dari pasangan Nelio Nazario de Lima dan Sonia dos Santos. Kedua orang tuanya bekerja di perusahaan telepon negara, Telerj. Saat melahirkan anak pertama, Sonia berhenti bekerja.

Saat usianya 11 tahun, Nelio dan Sonia bercerai. Sepakbola pun dijadikan Ronaldo sebagai pelampiasan. Ia lebih banyak meninggalkan kelas dan memilih bermain bola. Hal ini yang membuat Ronaldo tidak melanjutkan sekolahnya demi mengejar impiannya sebagai pesepakbola.

"Aku tak bisa menerima kenyataan kalau anakku cuma bermain bola. Masa depan seperti apa yang ia harapkan?" kata Sonia kala itu. "Aku selalu menemukannya bermain bola di jalanan dengan teman-temannya saat seharusnya ia belajar di sekolah. Aku tahu, aku sudah kalah dalam pertempuran."

Keputusan Ronaldo untuk meninggalkan sekolah memang tidak salah. Ia menjadi primadona di lini serang di tiap kesebelasan yang ia bela. Pernah suatu ketika ia mencetak 11 gol dari 12 gol yang dicetak oleh timnya.

Salah satu keinginan pesepakbola manapun biasanya membela kesebelasan asal daerahnya. Pun dengan Ronaldo yang ingin bermain untuk Flamengo. Terlebih idolanya, Zico, juga bermain untuk Flamengo di era 1980-an.

Ronaldo sempat mencoba berlatih di tim Flamengo Junior. Ia bermain sebaik mungkin agar bisa mendapatkan tempat di tim reguler. Namun, ketidakmampuannya membayar tiket bus, membuatnya mengurungkan niat bergabung dengan Flamengo.

Di usia 12 tahun, kepindahannya ke Sao Cristovao, menjadi salah satu momen penting dalam hidupnya. Pasalnya, di sana-lah ia bertemu dengan Reinaldo Pitta dan Alexandre Martins, agennya di masa depan. Karena pertemuan itu pula-lah, Ronaldo bisa bermain di kesebelasan profesional, Cruzeiro.

"Kami langsung melihat kalau dia bisa menjadi seseorang yang berbeda ketimbang pemain lain," sebut Pitta.

Ronaldo mampu membawa Cruzeiro meraih gelar juara Liga Brasil pada 1993. Padahal, usianya kala itu masih 17 tahun. Semusim berselang, namanya sudah tercantum dalam skuat Brasil yang menjuarai Piala Dunia 1994. Memang, ia tak menjadi pemain inti, tapi momen tersebut memberinya pengalaman untuk bagaimana kembali meraih trofi paling bergengsi di dunia itu.

Setelah Piala Dunia 1994, Ronaldo memutuskan untuk hijrah ke PSV yang menjadi kesebelasan pertamanya di Eropa. Dua tahun di PSV dengan catatan hampir 1 gol tiap pertandingan, Ronaldo pun hijrah ke Barcelona. Namun, hanya semusim ia berada di Nou Camp, untuk kemudian pindah ke Inter Milan dengan status sebagai pemain termahal di dunia.

Di setiap kesebelasan, Ronaldo selalu mendapatkan rasa hormat dari penggemar dan media. Ia juga berusaha untuk memelajari bahasa setempat seperti Belanda, Spanyol, dan Italia.

"Kini, kalau Anda ke tempat latihan dan meminta wawancara, dia akan menjawabnya dengan bahasa Italia," ujar Lucca Valdisseri wakil editor olahraga Corriere Della Sera.

Bersama Inter Milan dan Piala Dunia 1998

Di Inter Milan, Ronaldo jelas menjadi harapan semua penggemar. Ronaldo diharapkan menjadi penuntas dahaga Inter yang puasa gelar Serie A selama delapan tahun.

Di musim pertamanya di Italia, Ronaldo langsung beradaptasi. Ia bisa mencetak 25 gol atau yang terbanyak kedua kala itu. Ronaldo bukan cuma jadi pujaan publik Giuseppe Meazza, tapi juga buat pelatih Inter, Luigi Simoni. Ronaldo yang masih berusia 20 tahun, diplot sebagai penyerang utama Inter. Ia juga menjadi penendang utama penalti dan tendangan bebas.

Setelah musim pertamanya usai, Ronaldo pun dipanggil pelatih Mario Zagallo sebagai penyerang utama Selecao untuk Piala Dunia 1998 yang dihelat di Prancis. Media menyebutnya akan bersinar di turnamen empat tahunan tersebut.

"Pada 1998, tidak ada yang sebertalenta Ronaldo yang secara gaib menggabungkan kekuatan, kecepatan, dan kemampuan yang diinginkan semua anak;di usia 21, harapan dan mimpi sebuah negara bersandar di pundaknya," tulis Jacob Steinberg dari The Guardian.

Nubuat ini hampir menjadi kenyataan karena hingga babak semifinal, Ronaldo sudah mencetak empat gol. Lalu, tibalah momen yang masih belum terjawab hingga saat ini.

72 menit jelang pertandingan final, kertas susunan pemain mulai disebarkan. Perwakilan dari FIFA lantas terkejut karena yang muncul justru nama "Edmundo" bukan "Ronaldo".

Yang terkejut bukan cuma perwakilan FIFA, tapi juga rekan-rekan Ronaldo lain. Zagallo memang sempat memberi motivasi kalau mereka bisa seperti Brasil yang memenangi Piala Dunia 1962 tanpa Pele. Bagaimanapun motivasi ini tak bisa dibilang berhasil karena Brasil kehilangan tumpuan mereka di lini depan: si jimat yang justru terbaring karena entah penyakit apa.

Tak masuknya Ronaldo ke dalam susunan pemain, membuat suasana riuh di ruang jurnalis. Pada anggapan awal, mereka menganggap Ronaldo mengalami cedera engkel, tapi jelas tak semua percaya.

Pada akhirnya kita semua tahu. Gelar yang ada di depan mata pun hilang. Tiga gol Prancis membuat Brasil merana. Mereka kembali dengan tangan hampa. Yang jelas, Ronaldo pun menjadi sorotan. Malah tidak sedikit yang menjadikannya sebagai biang kekalahan Brasil di final Piala Dunia 1998.

Memutari Kiper

Salah satu momen yang diingat dari Ronaldo adalah caranya mencetak gol yakni dengan memutari kiper. Momen tersebut bukan sekadar unik, tetapi sekaligus menjadi pertunjukkan kehebatan seorang Ronaldo. Ia bergerak dari tengah lapangan, mencari ruang, berhadapan dengan kiper, lalu melewatinya sebelum melepaskan tendangan ke gawang.

Salah satu alasan mengapa ia bisa begitu sering melewati kiper adalah karena ketepatannya mencari momentum dan kerja samanya dengan pengumpan. Ronaldo biasanya menerima umpan terobosan di belakang bek lawan sehingga ia bisa langsung berhadapan kiper dan melewatinya.

Hal seperti ini jelas memerlukan kepintaran tersendiri dari seorang penyerang. Ia harus tahu kapan momentum yang pas untuk berlari dan meminta bola. Ia juga harus memiliki keyakinan dalam diri si pengumpan untuk percaya memberi umpan kepadanya.

Salah satu yang terbaik adalah saat menghadapi Lazio di Stadio Olimpico pada musim 1997/1998. Ronaldo kala itu tinggal berhadapan dengan kiper Luca Marchegiani. Sebelum melewatinya, Ronaldo terlebih dahulu melakukan step over untuk mengelabui sang kiper, untuk kemudian melesakkan bola ke gawang.

***

Fase di Inter Milan bagaikan sebuah plot film bagi Ronaldo. Ia datang sebagai pemain termahal di dunia. Di musim pertamanya, ia sudah beradaptasi dengan sepakbola Italia dan menjadi pencetak gol kedua terbanyak di liga.

Di tahun yang sama, ia menjadi pesakitan. Ia berada di titik terendah dalam karier hidupnya setelah gagal membawa Brasil menjuarai Piala Dunia 1998.

Kariernya di Inter Milan diakhiri dengan mengangkat Piala Dunia 2002. Ia melengkapinya dengan catatan sebagai pencetak gol terbanyak; dua golnya pula yang menjebol gawang Oliver Khan di babak kedua.

Sumber:  http://supersoccer.tv/news/kisah-ronaldo-si-fenomenal-di-inter-milan

Upaya Suning Menepati Janji

Written By Japrax on Minggu, 12 Maret 2017 | 19.07

Selama kurang lebih satu windu terakhir, pergolakan ekonomi dunia memunculkan Cina sebagai salah satu negara dengan kekuatan ekonomi yang paling baik dan stabil. Maka tak perlu heran apabila akhir-akhir ini banyak sekali pengusaha asal Cina yang berekspansi ke penjuru dunia.

Ada banyak industri yang disasar sebagai ladang bisnis baru, mulai dari manufaktur, perhotelan, farmasi sampai cabang olahraga yang bernama sepak bola. Perkembangan industri sepak bola yang dari hari ke hari semakin memikat tentu saja menarik minat banyak kalangan untuk terjun di dalamnya, termasuk para pengusaha asal Cina. Maka Eropa yang jadi kiblat sepak bola dunia pun mulai jadi tujuan mereka dalam berbisnis.

Dalam beberapa tahun terakhir, para pencinta sepak bola sudah pasti mendengar proses pengambilalihan saham mayoritas atau bahkan penuh, dari para pengusaha asal Cina terhadap kesebelasan-kesebelasan di benua biru. RCD Espanyol di Spanyol, Aston Villa dan West Bromwich Albion di Inggris, Slavia Praha di Republik Ceska dan Internazionale Milano di Italia merupakan beberapa contoh klub yang saat ini dikuasai taipan-taipan asal negeri tirai bambu.

Terlebih nama klub yang disebut terakhir, kepemilikan mayoritas saham mereka telah berpindah tangan per Juni 2016 silam dari tangan pengusaha Indonesia, Erick Thohir, kepada Suning Group asal Cina yang dikomandoi Zhang Jindong. Mahar sejumlah 270 juta euro disetorkan Suning Group untuk mengakusisi saham sebesar 68.55%.

Terbilang cukup murah memang namun faktanya kewajiban Suning Group tak berhenti sampai itu saja. Usut punya usut, mereka juga diminta untuk melunasi utang-utang La Beneamata yang nilainya cukup besar, yang hampir kesemuanya “hadiah” dari pemilik sebelum Zhang dan Thohir, Massimo Moratti.

Meski menanggung beban tambahan, Suning Group tetap antusias atas keberhasilan mereka menguasai saham mayoritas Internazionale. Hal ini memang sesuai dengan visi Suning Group yang ingin menjadi salah satu aktor terdepan di bidang industri sepak bola pada masa yang akan datang.

Lebih jauh, Zhang Jindong juga menjanjikan sesuatu yang membuat Interisti, tifosi setia La Beneamata, merasa bahwa klub kesayangannya bakal lepas dari level semenjana yang melekat usai menggenggam gelar treble pada musim 2009/2010 kemarin.

“Kami akan membuat brand Inter semakin dikenal luas dan menjadi kesebelasan yang lebih tangguh. Bersama Suning Group, La Beneamata memiliki masa depan yang cerah. Klub ini akan jadi tempat para bintang bermukim dan bibit-bibit muda melesat”, tutur Zhang seperti dirilis dari ESPN.com.

Akan tetapi, mengubah situasi buruk yang tengah dialami sebuah klub sepak bola tentu bukan perkara mudah. Begitu pula yang dirasakan Suning Group pada awal masa “pemerintahannya”. Di awal musim 2016/2017, perjalanan Inter di Serie A maupun Liga Europa berjalan tidak mulus. Padahal klub sudah mengucurkan dana lumayan gemuk demi memboyong Cristian Ansaldi, Gabriel Barbosa, Antonio Candreva dan Joao Mario untuk memperkokoh skuat.

Ketidakmampuan Frank De Boer (FdB), sosok asal Belanda yang didapuk sebagai pelatih baru, dalam meracik strategi yang pas dengan tim dianggap sebagai salah satu biang keladi. Bersamanya, penampilan Inter memang sangat inkonsisten.

Pada satu pekan tertentu Inter tampak begitu menjanjikan, namun di pekan selanjutnya permainan Mauro Icardi dan kawan-kawan terlihat kacau balau. Alhasil, pelatih yang konon merupakan pilihan Thohir usai memecat Roberto Mancini itu juga dibebastugaskan setelah tumbang di tangan Sampdoria pada pekan ke-11 yang lalu.

Nama eks pembesut Bologna dan Lazio, Stefano Pioli, lantas diangkat sebagai allenatore La Beneamata yang baru. Tak seperti FdB, kabarnya Pioli adalah sosok pilihan Suning Group. Hasilnya, di tangan pelatih berusia 51 tahun itu Inter memang bisa tampil lebih baik dan konsisten.

Sejauh ini, di lima belas pertandingan Serie A bersama Pioli, Inter berhasil mencatatkan rekor menang-seri-kalah cukup apik yakni 11-1-3. Usai tercecer di luar sepuluh besar klasemen, La Beneamata pun kini dapat kembali bersaing memperebutkan tiket ke kompetisi antarklub Eropa musim mendatang.

Lebih jauh, Suning Group juga terus menggiatkan proses pencarian klien anyar yang bersedia melakukan kerjasama dengan klub sebagai sponsor. Dari informasi yang beredar, beberapa sponsor, khususnya dari wilayah Asia, memang telah menyepakati kerjasama dengan kubu La Beneamata. Inter sendiri disebut-sebut telah mengantongi pemasukan senilai 200 juta euro sejak dipegang Suning Group hingga saat ini.

Ambisi besar Suning Group untuk membangkitkan tim ini pun tampak dari keinginan mereka untuk memiliki stadion sendiri, entah dengan cara bertahan di stadion Giuseppe Meazza dan membelinya dari pemerintah kota atau mencari kawasan lain yang bisa digunakan membangun markas anyar.

Kabar terakhir menyebut bahwa manajemen Inter sedang mengevaluasi lahan bekas industri di kawasan Sesto San Giovanni, timur laut kota Milano, untuk mendirikan sebuah stadion baru. Opsi ini ditempuh andai AC Milan, rival sekota Inter, tak kunjung menentukan sikap bakal membangun stadion baru milik mereka sendiri atau tetap bertahan di stadion Giuseppe Meazza. Kebutuhan akan stadion pribadi memang jadi hal mutlak yang harus diwujudkan demi keberlangsungan La Beneamata (dan mayoritas klub-klub Liga Italia) di masa yang akan datang.

Agar pengelolaan tim bisa berjalan dengan lebih baik dan terkontrol, Zhang pun mengutus sang putra, Steven Zhang, guna menetap di Italia supaya lebih dekat dengan pihak manajemen maupun skuat. Keberadaan Steven, serta beberapa orang kepercayaan Zhang di tubuh manajemen Inter, sejauh ini memang cukup menunjukkan perkembangan positif.

Kenyataan ini seharusnya bisa membuat hati Interisti lebih tenang karena ada banyak perubahan menuju ke arah yang lebih baik. Bahkan jika Pioli gagal mengantar Inter berlaga di Liga Champions musim depan.

Sebab realita yang ada memang menunjukkan bahwa alasan La Beneamata terseok-seok adalah performa buruk mereka di awal musim yang jelas bukan kesalahan sang pelatih berkepala plontos tersebut. Pioli jelas membutuhkan tambahan sumber daya, dalam hal ini pemain, untuk membangun fondasi tim yang lebih tangguh seperti keinginan Zhang.

Mereka juga sepatutnya gembira karena sang taipan asal Cina itu menunjukkan keberaniannya menggelontorkan dana masif guna merekrut pemain-pemain berkualitas dan muda usia, sesuatu yang bakal bermanfaat bagi Inter tak hanya saat ini tapi juga di masa depan.

Interisti patut berdoa manajemen tak membuat blunder apapun dalam menjalankan roda bisnisnya yang baru ini. Karena cukup banyak juga kita dapati kasus kegagalan manajemen yang dilakukan oleh para pemilik anyar suatu klub sehingga kondisi tim itu justru berantakan dan berujung kekecewaan yang mendalam.

Bila hal tersebut terlaksana, meski belum bisa memetik hasilnya secara maksimal di musim ini, setidaknya Interisti boleh berharap jika upaya Suning Group merestorasi tim ini dan menepati janjinya bakal menampakkan buahnya mulai musim depan.

#NonMollareMai

Author: Budi Windekind (@Windekind_Budi)
Interista gaek yang tak hanya menggemari sepak bola tapi juga american football, balap, basket hingga gulat profesional.

Sumber: http://football-tribe.com/indonesia/2017/03/12/upaya-suning-menepati-janji/

Highlights Pertandingan INTER 2-0 Napoli | Serie A matchday 33, 17 April 2016

Written By Japrax on Minggu, 17 April 2016 | 09.39

Highlights Pertandingan INTER 2-0 Napoli | Serie A matchday 33, 17 April 2016


Gagal Temukan Solusi Stadion, Duo Milan Merugi €20 Juta

Written By Japrax on Rabu, 16 Maret 2016 | 22.50

Gagal Temukan Solusi Stadion, Duo Milan Merugi €20 Juta

 
Goal.com- Ancaman kerugian hingga €20 juta menghantui Internazionale dan AC Milan apabila mereka tak jua menemukan solusi terkait isu stadion yang ditempati bersama.
 
Seperti diketahui, Nerazzurri dan Rossoneri selama ini berbagi markas di Stadio Giuseppe Meazza atau yang dikenal juga dengan San Siro.

Milan sempat menggagas rencana untuk hijrah dari venue tersebut guna membangun kandang sendiri di distrik Portello, namun presiden klub Silvio Berlusconi membatalkannya akibat ongkos pembiayaan yang membubung tinggi.

Ini memaksa kedua kubu mencari solusi untuk memaksimalkan pemasukan dari San Siro. Jika tak ditemukan, sebagaimana dikemukakan presiden Inter Erick Thohir, kedua kubu akan merugi.

"Stadion penting untuk kami," ujar pengusaha asal Indonesia ini dalam konferensi pers untuk mengumumkan perpanjangan kontrak sponsorship dengan Pirelli.

Krusialnya Laga Melawan AS Roma Bagi Javier Zanetti

Krusialnya Laga Melawan AS Roma Bagi Javier Zanetti

 
Goal.com- Inter harus bisa meraih kemenangan di kandang AS Roma jika ingin bisa membuka kans masuk ke zona Champions untuk musim depan.
 
Wakil presiden Internazionale Javier Zanetti menekankan pentingnya laga melawan AS Roma di akhir minggu ini bagi timnya.


Baginya, apa pun hasil yang dipetik Inter di laga tersebut bisa mempengaruhi kans untuk mewujudkan target mereka di awal musim, yaitu bisa tampil di Liga Champions.

"Kami tahu mereka sudah bermain dengan sangat baik," kata Zanetti kepada Inter Channel, Selasa (15/3).
"Tapi kami bermain di sana dengan kesadaran bahwa laga ini merupakan laga yang sangat penting, dengan kemenangan di sana bisa membuka kembali persaingan dan kans menuju posisi tiga," tandasnya.

Inter saat ini tertinggal lima angka dari AS Roma, yang untuk sementara ini menempati peringkat tiga klasemen sementara Serie A.

Mauro Icardi Absen Kontra AS Roma

Mauro Icardi Absen Kontra AS Roma
 
Goal.com - Penyerang Internazionale ini mengalami cedera lutut kanan dan diprediksi dalam laga kontra AS Roma.
 

Internazionale mendapatkan kabar buruk jelang laga krusial melawan AS Roma di akhir pekan. Menurut kabar, Mauro Icardi bakal absen karena cedera lutut dan ini memperpanjang daftar cedera penyerang yang dimiliki Roberto Mancini.

Icardi mendapatkan cedera itu setelah Nerazzurri menang 2-1 atas Bologna akhir pekan lalu. Walau sempat mengatakan dirinya baik-baik saja lewat akun Twitter, ternyata kondisi sang penyerang tidak sebaik harapannya.

Menurut La Gazzetta dello Sport, kecil kemungkinan Icardi bakal pulih tepat waktu ketika menghadapi Roma. Namun masih akan dilakukan pemeriksaan MRI lebih lanjut untuk memastikan kondisi sang penyerang.

Stevan Jovetic juga masih belum berada dalam kondisi terbaik. Ia sudah pulih dari cedera, tetapi belum ikut berlatih bersama skuat utama. Penyerang Montenegro itu berpeluang turun bermain walau hanya dari bangku cadangan.

Ini tentu jadi masalah bagi Roberto Mancini yang mengincar posisi tiga besar di Serie A Italia. Saat ini, Nerazzurri berada di peringkat lima dengan koleksi 54 poin, tertinggal lima poin dari Roma yang ada di tempat ketiga.

Mancini Akan Tetap Melatih Inter Musim Depan?

Written By Japrax on Rabu, 09 Maret 2016 | 00.12

Mancini Akan Tetap Melatih Inter Musim Depan  
Getty Images/Gabriele Maltinti
 
detik.com Florence - Roberto Mancini menepis rumor yang menyebut dirinya akan meninggalkan Inter Milan dalam waktu dekat. Mancini mengaku masih akan menjadi pelatih Inter pada musim depan.

"Saya adalah pelatih Nerazzurri dan saya akan jadi pelatih Nerazzurri musim depan. Setelahnya, kita lihat saja," ujar Mancini yang dikutip Football Italia.

Mancini kembali ke Inter pada November 2014 lalu untuk menggantikan Walter Mazzarri. Musim lalu, dia mengantarkan timnya finis di posisi kedelapan klasemen akhir Serie A.

Pada musim ini, Inter sempat memuncaki klasemen hingga awal Januari. Namun, mereka kemudian melorot dan sekarang menempati posisi kelima. Penurunan tersebut membuat masa depan Mancini mulai dispekulasikan.

"Kami memuncaki klasemen dalam waktu yang lama, tapi kemudian kami melalui masa-masa sulit dengan hasil-hasil yang buruk. Namun, kami selalu termasuk tim top. Kami ada di lima besar," tutur Mancini.

"Kami harus yakin kepada diri kami sendiri dan kita lihat saja di mana posisi kami pada akhir musim. Dua laga terakhir bagus, saya benar-benar berharap kami melewati masa-masa sulit," tambahnya.

Inter saat ini berjarak 13 poin dari Juventus yang memimpin klasemen dan lima poin dari AS Roma yang berada di posisi ketiga atau batas bawah untuk lolos ke Liga Champions.

"Posisi ketiga? Setiap laga akan menentukan, tapi masih ada kesempatan untuk mencapai target ini dan kami harus yakin," ujar Mancini.

"Masih ada 30 poin yang bisa diraih. Apapun bisa terjadi," katanya.

Kalau Inter Bisa Pertahankan Performa, Ljajic Yakin Finis Tiga Besar

Kalau Inter Bisa Pertahankan Performa, Ljajic Yakin Finis Tiga Besar
Foto: Getty Images Sport/Tullio M. Puglia

detik.com Milan - Inter Milan tengah inkonsisten belakangan ini. Jika mampu menjaga performa saat mengalahkan Palermo, Adem Ljajic yakin target tiga besar bisa diselamatkan.

Sejak pergantian tahun, Inter menjalani periode sulit. Di Serie A, mereka sempat cuma menang tiga kali dalam 10 pertandingan dan menelan empat kekalahan.

Hasil-hasil itulah yang membuat mereka terdepak dari puncak klasemen dan kini berada di peringkat lima.

Nerazzurri berhasil memetik kemenangan 3-1 kala menjamu Palermo, Senin (7/3/2016) dinihari WIB tadi, yang merupakan laga ke-11 mereka di liga sejak tahun baru. Adem Ljajic, Mauro Icardi, dan Ivan Perisic bergantian mencetak gol, dengan balasan Palermo dicetak oleh Franco Vazquez.

Hasil itu setidaknya menjaga jarak Inter dengan tiga besar. Mengumpulkan nilai 51 dari 28 pekan di tangga kelima, mereka berjarak lima angka dari AS Roma di posisi tiga. Sementara dengan Fiorentina di posisi empat, mereka tertinggal cuma dua poin.

Ljajic berharap momentum kemenangan atas Palermo bisa dipertahankan Inter di sisa musim. Jika mampu, dia optimistis bakal finis tiga besar.

"Sulit untuk mengatakan bagaimana persaingannya akan tuntas di titik ini. Saya tahu Roma dengan sangat baik, mereka punya sejumlah talenta individu yang luar biasa dan di awal musim mereka dimasukkan sebagai salah satu favorit peraih titel," kata Ljajic yang merupakan pemain pinjaman dari Roma.

"Tapi juga masih ada Fiorentina, yang memainkan sepakbola bagus. Kami ada di persaingan dan kalau kami terus bermain seperti ini, kami bisa meraih target kami," tambahnya seperti dilansir situs resmi klub.(raw/krs)

Inter Milan Restui Brozovic ke Premier League

Inter Milan Restui Brozovic ke Premier League
Marcelo Brozovic © FC Internazionale

Bola.net - Tak ingin menumpuk banyak pemain dengan posisi yang sama, Inter Milan dikabarkan siap melepas salah satu gelandang andalan mereka musim ini, Marcelo Brozovic.

Hanya saja, hal tersebut baru akan terlaksana jika mereka sukses mendatangkan salah satu dari Ever Banega, Roberto Soriano atau Oguzhan Ozyakup.

Tiga nama tersebut sejatinya sudah menjadi buruan Inter Milan sejak bulan Januari yang lalu. Hanya saja, ancaman sanksi dari regulasi Financial Fair Play membuat skuad asuhan Roberto Mancini untuk memboyong tiga pemain yang berposisi gelandang tersebut.

Dikutip dari Tuttosport, Inter akan melepas Brozo ke salah satu klub Premier League yang selama ini memang berminat kepadanya. Klub tersebut yakni, Manchester United, Arsenal dan Liverpool.

Namun, Inter tidak akan melepas gelandang Kroasia begitu saja. Klub milik Erick Thohir ini meminta mahar senilai 20 juta euro. (tut/asa)

Hajar Frosinone 4-0, Inter Puncaki Klasemen

Written By Japrax on Senin, 23 November 2015 | 06.34

Milan - Inter Milan merebut posisi puncak klasemen Serie A dari tangan Napoli. Nerazzurri memimpin klasemen usai membukukan kemenangan telak atas Frosinone dengan skor 4-0.

Dalam pertandingan di Giuseppe Meazza, Senin (23/11/2015) dinihari WIB, Inter membuka keunggulan di menit ke-29. Gol yang dibuat Jonathan BIabiany memberi Inter keunggulan 1-0 yang bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Inter kian tak terbendung. Tiga gol dibuat oleh Mauro Icardi, Jeison Murillo, dan Marcelo Brozovic untuk memberi Inter kemenangan 4-0.

Tambahan tiga poin dari laga ini mengantar Inter ke puncak klasemen Serie A dengan 30 poin dari 13 laga .Mereka menggeser Napoli yang sebelumnya ada di posisi teratas dengan 28 poin menyusul kemenangan atas Hellas Verona.

Sementara itu, Frosinone belum keluar dari zona degradasi. Mereka menempati posisi ke-18 dengan 11 poin dari 13 pertandingan.

Jalannya Pertandingan

Tim tamu menebar ancaman lebih dulu di menit ketujuh. Crossing dari Paolo Sammarco disambut dengan tendangan voli oleh Danilo Soddimo yang mampu melepaskan diri dari kawalan Yuto Nagatomo. Tapi Samir Handanovic melakukan penyelamatan dengan satu tangan untuk menghalau bola.

Inter gantian menciptakan lewat tendangan Adem Ljajic dari luar kotak penalti di menit ke-29. Tapi Nicola Leali bisa menepisnya. Namun bola muntah langsung disambar oleh Jonathan Biabiany untuk menjebol gawang Frosinone. Inter unggul 1-0 atas tim tamu.

Tertinggal satu gol, Frosinone bereaksi. Empat menit berselang, Mobido Diakite nyaris mencetak gol untuk Frosinone setelah memanfaatkan kemelut di kotak penalti Inter. Tapi tendangan saltonya masih melebar dari gawang Handanovic.

Memasuki babak kedua, Biabiany nyaris mencetak gol keduanya. Tapi penyelesaian akhirnya setelah melakukan kerja sama satu-dua dengan Icardi masih melambung di atas mistar gawang.

Inter akhirnya menggandakan keunggulan di menit ke-53. Umpan Ljajic dari sisi kiri dengan mudah dituntaskan Icardi yang ada di depan gawang.

Frosinone hampir mencetak gol untuk menipiskan ketertinggalan di menit ke-61. Tapi tendangan Nicolss Castillo memanfaatkan clearance yang buruk dari pemain belakang Inter masih bisa diblok oleh Jeison Murillo.

Murillo kemudian mencetak gol untuk membawa Inter menjauh tiga menit jelang laga usai. Memanfaatkan umpan tumit Stevan Jovetic, Murillo yang merangsek hingga ke kotak penalti melepaskan tembakan dengan kaki kanan untuk menjebol gawang Frosinone.

Gol Marcelo Brozovic di masa injury time melengkapi kemenangan Inter. Ljajic sekali lagi menjadi kreator dengan melepaskan assist yang langsung disambar Brozovic dengan tendangan kaki kanan dari dalam kotak penalti. Inter menutup laga dengan kemenangan 4-0.

Susunan Pemain

Inter: Handanovic; Nagatomo (Ranocchia 60), Miranda, Murillo, Telles; Melo, Kondogbia; Biabiany (Perisic 86), Jovetic, Ljajic; Icardi (Brozovic 88)

Frosinone: Leali; Rosi, Diakité, Blanchard, Crivello; Paganini (Carlini 83), Gori (Gucher 77), Sammarco, Soddimo; D Ciofani (Longo 77), Castillo


(nds/din)

Jinakkan Serigala Roma, Inter Milan Rebut Puncak Klasemen

Written By Japrax on Minggu, 01 November 2015 | 06.25

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Inter Milan sukses menggusur AS Roma dari puncak klasemen sementara Serie A usai berhasil menaklukan tim asuhan Rudi Garcia itu 1-0 di San Siro, Ahad (1/11) dini hari WIB. Inter menang berkat gol tunggal yang dicetak oleh Gary Medel yang melakukan tendangan jarak jauh di babak pertama, tepatnya pada menit ke-31.

Pertandingan kedua tim sebenarnya berjalan dengan cukup seimbang. Kedua tim sama-sama memainkan tempo permainan yang sangat cepat. Beberapa kali striker I Lupi Edin Dzeko melakukan ancaman terhadap gawang Inter yang dijaga Samir Handanovic.

La Beneamata yang sudah unggul pun juga tak puas dan terus mencoba mencari gol keduanya di pertandingan itu. Pada menit ke-43, Fredy Guarin nyaris saja mencetak gol saat melakukan sepakan melengkung dari bibir kotak penalti. Sepakan pemain asal Kolombia itu melenceng tipis di samping tiang gawang Roma yang dijaga Szczesny.

Memasuki babak kedua, tak banyak perubahan skema yang dilakukan kedua tim. Inter justru memperkuat lini tengahnya dengan memasukan Kondogbia untuk menggantikan Medel. Masuknya pemain yang dibeli dari AS Monaco itu memuat alur serangan Inter menjadi lebih hidup.

Tapi Roma tetap saja tak kenal lelah dalam mencoba mencari gol balasan. Pada menit ke-54 Dzeko lagi-lagi menebar ancaman melalui sundulan akurat. Untung saja Handanovic lebih siap menepis bola dari eks pemain Manchester City itu. Begitu juga dengan peluang Mohamed Salah empat menit setelahnya yang juga belum mampu menaklukkan ketangguhan Handanovic.

Meski tempo pertandingan tetap berlangsung cepat di sisa laga, gol tambahan di San Siro tak kunjung tercipta. Sehingga Roma harus mengakui keunggulan 1-0 Inter Milan. Inter memimpin perolehan angka yaitu 24 poin. Unggul satu poin dari AS Roma yang berada di posisi dua.

Inter Milan (4-3-3)
Handanovic; D’Ambrosio, Miranda, Murillo, Nagatomo; Guarin, Medel, Brozovic; Llajic, Jovetic, Perisic
pelatih: Roberto Mancini

AS Roma (4-3-3)
Szczesny; Maicon, Manolas, Rudiger, Digne; Florenzi, Nainggolan, Pjanic; Salah, Gervinho, Dzeko
pelatih: Rudi Garcia

Inter Milan Raih Kemenangan 0-1 Atas Bologna dengan 10 Pemain

Written By Japrax on Rabu, 28 Oktober 2015 | 05.44

TRIBUNNEWS.COM - Meski bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-60, Inter Milan nazionale tetap sanggup mencuri kemenangan di markas Bologna.
Skuat asuhan Roberto Mancini itu menang dengan skor tipis 1-0 dalam pertandingan lanjutan Liga Italia yang berlangsung di Stadion Renato Dall'Ara, Bologna, Rabu (28/10/2015) dini hari.
Kemenangan La Beneamata dipersembahkan oleh sang kapten, Mauro Icardi, yang sukses memaksimalkan umpan manis Adem Ljajic.

Icardi mampu menjebol gawang Bologna pada menit ke-67. Gol itu jadi pemecah kebuntuan setelah kedua tim bermain tanpa gol di sepanjang babak pertama.

Inter Kembali Puncaki Klasemen

Written By Japrax on Minggu, 04 Oktober 2015 | 22.26

Inter Kembali Puncaki Klasemen
Pemain Inter Milan (REUTERS/Giorgio Perottino)
 
VIVA.co.id - Hasil mengecewakan kembali dipetik Inter Milan. Skuad asuhan Roberto Mancini itu hanya bermain imbang 1-1 melawan Sampdoria di Luigi Ferraris dalam lanjutan Serie A, Minggu 4 Oktober 2015.

Setelah laga berjalan alot tanpa gol di babak pertama, Sampdoria memecah kebuntuan di awal paruh kedua. Tepatnya di menit 51, Luis Muriel mengoyak jala Inter dan membawa Sampdoria unggul 1-0.

Tertinggal, membuat Inter bermain lebih menekan. Hasilnya, pada menit 76, Inter sukses menyamakan kedudukan melalui sontekan Ivan Perisic memanfaatkan umpan Mauro Icardi.

Inter sebenarnya mendominasi laga dengan penguasaan bola hingga 65 persen dan melepas 14 tembakan (5 shot on goal). Sayang tidak ada gol tambahan tercipta. Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Ini untuk kedua kalinya Inter tidak menang di dua laga terakhir. Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, Inter kalah dari 1-4 Fiorentina. Namun, tambahan satu poin, sudah cukup membuat Inter kembali ke puncak klasemen.

Inter memuncaki klasemen sementara Serie A dengan 16 poin dari tujuh laga. Unggul satu poin dari Fiorentina yang baru akan melakoni laga ketujuh melawan Atalanta pada Senin dinihari nanti.

Sementara itu, hujan gol terjadi di laga Palermo melawan AS Roma. Enam gol tercipta di laga ini. Kubu tamu menang 4-2. Kedua tim saling berbalas gol dari menit 2 hingga penghujung laga.

Susunan Pemain:
Sampdoria:
Emiliano Viviano, Djamel Mesbah, Niklas Moisander, Pedro Pereira, Ervin Zukanovic, Fernando, Édgar Barreto, Joaquin Correa (Angelo Palombo 56'), Roberto Soriano, Citadin Eder, Luis Muriel (Cassano 77')

Internazionale:
Samir Handanovic, Alex Telles, Gary Medel, Davide Santon, Jeison Murillo, Geoffrey Kondogbia (Jonathan Biabiany 63'), Fredy Guarín, Felipe Melo, Rodrigo Palacio (Manaj 71'), Mauro Icardi, Ivan Perisic

Link Streaming Sampdoria vs INTER (Live 20.00 WIB)

Icardi Dedikasikan Ban Kapten untuk Zanetti

Written By Japrax on Sabtu, 03 Oktober 2015 | 07.00

 
macanbola.com - Penyerang Inter Milan Mauro Icardi mengaku tidak pernah berharap menjadi kapten Nerazzurri. Striker asal Argentina itu mengaku terkejut setelah dipercaya mengambil alih ban kapten mengingat kapten sebelumnya Andrea Ranocchia hanya menghiasi bangku cadangan Inter.

"Ketika saya tiba di Inter saya tidak berharap untuk menjadi kapten. Saya hanya ingin mencetak gol dan melakukan hal-hal besar," kata Icardi kepada Inter Channel, seperti dilansir Football Italia, Kamis (1/10).

Ia mengungkapkan suatu keberuntungan bisa menjadi kapten tim sebesar Inter. Terlebih usianya masih sangat muda. Pria 22 tahun ini mendedikasikan kepercayaan tersebut kepada Javier Zanetti yang merupakan Wakil Presiden Inter Milan. Zanetti merupakan legenda Inter dan timnas Argentina serta salah satu pemegang ban kapten terlama di klub Milan itu.

"Pertama kali saya memakainya saat melawan Atalanta dan saya cukup beruntung. Kedua kalinya saat melawan Milan saya mengenakan ban kapten yang didedikasikan untuk Javier Zanetti," tambah pemain berusia 22 tahun tersebut.

Icardi berharap akan kembali dipercaya sebagai kapten tim saat menjalani pertandingan-pertandingan penting berikutnya.

Mancini dan Penantian Panjang Inter Milan

Written By Japrax on Rabu, 30 September 2015 | 20.30

Mengulang sukses 
 
berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,Roberto ManciniWaktu memang terus bergerak, merangsek ke depan, membentuk zaman. Serie A Italia pun semakin panas.

Tapi baiklah kita sejenak menoleh ke belakang dan menyebut nama  ini: Roberto Mancini.

Mancini lahir di Jesi, 27 November 1964. Dia ditakdirkan untuk  menjadi pesepakbola, juga pelatih. Sukses, juga apes, datang silih berganti.

Bologna, dari sana dia memulai kariernya. Tak lama, hanya setahun (1981–1982). Pindah ke Sampdoria (1982–1997), Mancini panen gelar: satu gelar scudetto, empat Coppa Italia, serta Piala Winner.

Mancini juga menggoreskan kenangan indah bagi Lazio, klub yang dibelanya selama tiga tahun (1997–2001): satu piala Winners, dua titel Coppa Italia.

Masa-masa kejayaan Mancini mulai redup, seiring dengan dipinjamkannya dia ke Leicester City (2001). Bersama  Leicester City, Mancini hanya mendapat kesempatan dalam empat laga.   

Sukses di klub, Mancini gagal moncer bersama Timnas Italia.  Berseragam  Azzurri, Mancini hanya mengantongi 36 laga dengan torehan empat gol.

Dunia balbalan tak bisa lepas dari Mancini. Sepak bola adalah  hidupnya, dunianya, hari-harinya. Tak lagi menjadi pemain, Mancini  meneruskan kariernya sebagai pelatih.

Mengawali karier, Mancini mengarsiteki Fiorentina (2001–2002). Lalu  Lazio (2002–2004). Pencapaian Mancini bersama kedua klub tersebut tak jelek-jelak amat, jika jam terbang menjadi tolok ukur.

Kepada La Viola,  Coppa Italia dia persembahkan. Gelar serupa juga dia berikan kepada Lazio.

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,Roberto Mancini
Sukses besar ditorehkan Mancini ketika dirinya dipercaya menukangi Inter Milan. Selama empat tahun masa pengadiannya (2004–2008), Inter super tokcer: Dua titel Coppa, dua gelar SuperCoppa, serta  tiga gelar scudetto.

Luar biasa! Tak ada yang bisa melakukan itu sebelumnnya di Inter,  setidaknya dalam 30 tahun terakhir. Mancini panen pujian. Namanya  terpatri kuat di hati para fans Nerazzurri.

Sayang, kemesraan itu akhirnya berakhir. Gagal bersaing di level  Eropa, jabatan Mancini menjadi taruhan. Dia didepak, posisinya digantikan Jose Mourinho.

Tak sedikit yang meragukan, Mancini bakal bisa mengulangi sukses  seperti yang dia pahat tatkala masih membidani La Beneamata.

Tapi Mancini mematahkan keraguan tersebut. Dia justru kembali  berjaya di Premier League, Inggris, kompetisi yang katanya paling ketat di dunia.

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,Roberto Mancini
Adalah Manchester City yang pernah merasakan sentuhan magis Mancini, dari 2009 - 2013. Tak hanya menjadi yang terbaik di pentas Premier League edisi 2011/2012, City juga kampiun Piala FA  2010/2011, serta Community Shield 2012.

Apa boleh buat, Mancini harus menelan pil pahit. Kegagalan di  penyisihan grup Liga Champions menjadi batu sandungan bagi Mancini. Selasa pagi, 14 Mei 2013, City resmi mengeluarkan pernyataan pemecatan Mancini.

Mancini, tak lama setelah pemecatan itu, mengaku masygul. Dia sedih, juga kecewa. Benar-benar emosional.

Kepada suratkabar Corriere dello Spor, Mancini berkata," Saya akui itu masih menyakitkan. Saya pikir, saya pantas mendapatkan respek lebih atas apa yang sudah saya lakukan untuk Manchester City".

Petualangan Mancini berlanjut ke Turki, bersama Galatasaray (2013–2014). Dia menggantikan  Fatih Terim.

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,Roberto Mancini
Setahun menangani Galatasaray, Roberto Mancini sebenarnya menorehkan  catatan apik, yakni menyabet gelar juara Piala Turki 2013-2014.  Galatasaray lumayan menyengat di Liga Champions, walau akhirnya kandas di babak 16 besar Liga Champions. Hanya saja, Galatasaray gagal mempertahankan gelar juara Liga Turki dan harus puas finis di posisi kedua.
Sejatinya, Mancini masih menyisakan kontrak dua tahun. Namun, Mancini memilih meninggalkan Sarı Kırmızılılar lebih cepat.

Takdir kemudian membawa Mancini kembali ke Inter, medio November 2014. Jebloknya kinerja Walter Mazzarri memaksa petinggi Inter mencari sosok pengganti yang tepat. Mancini-lah orannya.

Memaksimalkan laga tersisa, Mancini berharap ada keajaiban. Tapi itu tak terjadi. Di bawah asuhan Mancini, Inter mengakhiri Serie A edisi 2014/2015 dengan finis di posisi kedelapan.

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,Roberto Mancini
Mancini masih dipercaya sebagai pelatih. Musim 2015/2016 harus lebih baik. Bos Besar, Erick Thohir, menegaskan bahwa Inter harus finis di papan atas Serie A musim ini. Targetnya jelas, yakni Liga Champions 2016/2017.

Uang banyak pun digelontorkan. Sejumlah amunisi anyar didaratkan ke Giussepe Meazza. Mereka adalah Ivan Perisic, Stevan Jovetic, Martin Montoya, Jeison Murillo, Miranda, juga Geoffrey Kondogbia.

Lima kemenangan dari enam laga, setidaknya bukti bahwa Inter telah bangkit dari keterpurukan.

Masih terlalu dini untuk bicara Scudetto, memang. Jalan masih panjang dan berliku. Walau demikian, Inter dengan pelatih sekaliber Mancini, menjadi jaminan mutu.

Jika Mancini bisa melakukannya pada masa lalu, bukan tak mungkin dia pun akan melakukannya musim ini. Terakhir, Inter juara Serie A musim 2009/2010. Akan usaikan penantian panjang itu? Semoga.

Jangan Lupa Follow Us Interisti

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Inter Milan Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger