Headlines News :

Grazie IL Capitano

Grazie IL Capitano

Berita Terbaru FC Internazionale

Hernanes Dua Gol, Inter Kalahkan Sembilan Pemain Lazio

Written By Japrax on Senin, 11 Mei 2015 | 06.45

Roma - Inter Milan meraih kemenangan tipis 2-1 atas Lazio. Dua gol dari Hernanes memastikan tiga poin Nerazzurri dalam drama yang diwarnai dua kartu merah.

Bertandang ke Olimpico, Senin (11/5/2015) dinihari WIB, Inter sejatinya mengawali dengan tak�menyenangkan. Mereka langsung kemasukan saat laga baru berjalan delapan menit melalui Antonio Candreva.

Namun situasi mulai berubah di menit ke-24. Lazio harus bermain dengan 10 orang usai bek mereka, Mauricio, menerima kartu merah langsung dari wasit. Sebagai orang terakhir, dia dianggap menggagalkan potensi Rodrigo Palacio untuk berhadapan satu lawan satu dengan kiper dan mencetak gol.

Pelanggaran itu berbuah tendangan bebas, yang dieksekusi dengan sempurna oleh Hernanes. Sepakan kerasnya bersarang di pojok kiri bawah gawang Lazio. Meski unggul jumlah pemain, Inter menutup babak pertama dengan skor sama kuat 1-1.

Keberuntungan tampak kembali menaungi Inter, saat Lazio kembali mendapatkan kartu merah di menit ke-61. Kiper Biancoceleste, Federico Marchetti, diusir karena mengganjal Icardi di dalam kotak terlarang. Penalti pun diberikan. Namun sepakan Icardi terbaca oleh kiper pengganti, Etrit Berisha.

Unggul jumlah, Inter terus menggempur Lazio. Upaya mereka baru berbuah hasil di menit ke-84, kembali melalui Hernanes. Itu jadi gol terakhir di laga ini, sekaligus jadi pil pahit untuk Lazio mengingat dua gol Inter diciptakan mantan pemainnya.

Dengan kemenangan ini, Inter naik ke peringkat tujuh sementara dengan nilai 52 dari 35 pekan. Mereka menggeser Genoa yang baru bermain kontra Torino pada Selasa (12/5/2015) dinihari WIB.

Sedangkan Lazio gagal menyalip AS Roma di posisi dua, yang sebelumnya ditahan imbang AC Milan. Anak asuh Stefano Pioli masih di urutan tiga dengan nilai 63 dari 35 laga, tertinggal satu angka Roma.

Jalannya Pertandingan

Baru delapan menit laga berjalan, Antonio Candreva sudah menjebol gawang Samir Handanovic usai meneruskan umpan Felipe Anderson.

Inter punya kesempatan membalas di menit ke-14. Hernanes menyodorkan umpan terobosan ke Mauro Icardi dan diakhiri dengan sepakan. Tapi upaya Icardi cuma melambung tipis.

Lazio nyaris memperbesar keunggulan di menit ke-17. Sepakan mendatar Marco Parolo dengan cemerlang ditepis Handanovic, lalu upaya susulan disapu oleh Andrea Ranocchia dengan sundulan.

Di menit ke-24, Lazio mendapatkan petaka. Mauricio mendapatkan kartu merah langsung usai melanggar Rodrigo Palacio di depan kotak penalti. Sebagai bek terakhir, dia dianggap menggagalkan peluang apik Palacio untuk berhadapan satu lawan satu dengan kiper dan mencetak gol.

Hernanes maju sebagai penendang dan sukses menempatkan bola terarah melewati pagar pemain ke pojok kiri bawah gawang.

Inter kemudian mendapatkan dua peluang beruntun. Sepakan Icardi di menit ke-29 masih di atas mistar gawang, sedangkan upaya Palacio diamankan oleh Marchetti.

Di menit ke-44, giliran Fredy Guarin menebar bahaya untuk Lazio. Sepakannya menyusul skema tendangan bebas ditepis dengan gemilan oleh Marchetti di pojok kanan gawang.

Di masa injury time, Lazio mendapatkan kesempatan lewat bola mati tak jauh dari kotak penalti. Hanya saja sepakan Lucas Biglia masih tipis di atas mistar gawang. Babak pertama berakhir.

Pada menit ke-59, Lazio mendapatkan sebuah peluang apik. Umpan terobosan Candreva disambut sepakan Miroslav Klose. Tapi Handanovic dengan sigap menahan bola dengan tubuhnya.

Petaka lain lantas menimpa Lazio di menit ke-61. Inter menyerang lewat Icardi yang merangsek ke dalam kotak penalti, saat itulah Marchetti berupaya mencuri bola dengan tangannya sambil menjatuhkan diri. Tapi alih-alih mengenai bola, dia justru mengganjal Icardi sampai terjatuh.

Penalti pun diberikan, sementara Marchetti dikartu merah wasit. Icardi lantas maju sebagai eksekutor berhadapan dengan kiper pengganti Etrit Berisha. Tapi Inter gagal memetik keunggulan karena eksekusi Icardi terbaca.

Unggul jumlah pemain, Inter terus menekan. Sebuah percobaan dari Lukas Podolski di menit ke-78 digagalkan Berisha. Sementara upaya Hernanes tak selang lama masih melambung.

Upaya mereka mencetak gol pada akhirnya berbuah manis di menit ke-84. Dari sebuah serangan balik, Mateo Kovacic mengirimkan umpan terobosan ke Hernanes yang kemudian menuntaskannya dengan sepakan ke pojok kanan bawah gawang. Tak ada gol lain di sisa waktu.

Susunan pemain:

Lazio: Marchetti; Basta, Mauricio, Ciani, Radu; Biglia, Parolo; Candreva (Keita 77), Mauri (Braafheid 27), Felipe Anderson; Klose (Berisha 62)

�Inter: Handanovic; D'Ambrosio (Nagatomo 69), Ranocchia, Vidic, Juan Jesus; Guarin (Podolski 46), Medel, Kovacic; Hernanes; Palacio (Brozovic 92), Icardi

Inter Milan Terjerat Sanksi Langgar Financial Fair Play

Written By Japrax on Minggu, 10 Mei 2015 | 13.54

VIVA.co.id - Inter Milan telah dijatuhi sanksi denda sebesar €6 juta setelah melanggar regulasi Financial Fair Play. Inter bisa saja membayar sampai €14 juta, tergantung pada kondisi keuangan mereka.

Klub Serie A tersebut bersama sembilan tim lain sedang menjalani investigasi setelah dinilai melanggar aturan yang ditetapkan oleh UEFA dan bisa dijatuhi berbagai sanksi.


Kalau lolos ke Eropa musim ini, Inter hanya boleh mendaftarkan 21 pemain selama musim 2015-2016, minus empat pemain dari jatah maksimal 25 pemain.

Sanksi tersebut akan diangkat pada 2017-2018 kalau Nerazzurri sudah bisa menyesuaikan diri dengan regulasi, termasuk melaporkan balik modal defisit sebesar €30 juta pada akhir 2016.

Klub Italia lain yang ikut terancam kena sanksi adalah Roma, yang sudah dijatuhi sanksi €2 juta, dan berpotensi tambah €4 juta kalau mereka gagal memperbaiki kondisi ekonomi mereka dalam tiga tahun ke depan.

Klub Ligue 1, AS Monaco, harus membayar total sampai €13 juta, €3 juta di antaranya harus dibayar lebih dulu sedangkan sisanya tergantung kondisi ekonomi mereka ke depan. Pemangkasan pemain di kompetisi Eropa juga berlaku pada Giallorossi dan Monaco.

Tujuh klub lain, Sporting Lisbon, Besiktas, Lokomotiv Moscow, FC Krasnodar, FC Rostov, Kardemir Karabukspor dan CSKA Sofia, telah dijatuhi sanksi juga tergantung besar kecilnya pelanggaran regulasi FFP. (ase)

Mumpung 'Si Elang' Tengah Menukik, 'Si Ular Besar' Punya Kans Menang

Roma - Rekor pertemuan dengan Lazio belakangan tak memihak Inter Milan. Meski demikian 'Si Ular Besar' alias Il Biscione punya kans menang akhir pekan ini melawan 'Elang Ibukota' yang tengah menukik turun.

Lazio hanya meraih satu kemenangan dari empat laga terakhir, sisanya dua imbang dan satu kalah, yang membaut posisi runner-up disalip AS Roma. Padahal sebelumnya mereka menyapu bersih delapan laga beruntun dengan kemenangan.

Sementara itu Inter agak membaik penampilannya di enam laga terakhirnya dengan meraih empat kemenangan serta masing-masing satu menang dan kalah.

Meski punya rekor buruk dalam enam pertemuan terakhir tak pernah bisa mengalahkan Lazio, Inter berpeluang menangguk kemenangan saat tandang ke Olimpico, Senin (11/5) dinihari WIB besok.

Berikut data dan fakta terkait pertemuan kedua tim seperti dikutip Opta:

- Sudah 143 kali kedua tim berduel di Serie A: Inter Milan menang 58 kali, Lazio menang 33 kali, dan sisa 52 laga berakhir imbang.

- Dua pertemuan terakhir berakhir kemenangan untuk Inter dan satu hasil imbang: Sebelum itu, Lazio menang di empat pertemuan beruntun dengan Inter di liga.

- Biancocelesti memenangi empat laga kandang terakhir kontra Inter Milan (dua kali dengan skor 3-1, dua kali dengan skor 1-0).

- Usai delapan kemenangan beruntun, Lazio hanya sekali menang di empat laga terakhirnya. Sisanya 2 imbang dan satu kalah.

- Namun Lazio punya 16 poin dari enam laga kandang terakhirnya, di mana tiga kali mereka bikin empat gol.

Roma - Rekor pertemuan dengan Lazio belakangan tak memihak Inter Milan. Meski demikian 'Si Ular Besar' alias Il Biscione punya kans menang akhir pekan ini melawan 'Elang Ibukota' yang tengah menukik turun.

Lazio hanya meraih satu kemenangan dari empat laga terakhir, sisanya dua imbang dan satu kalah, yang membaut posisi runner-up disalip AS Roma. Padahal sebelumnya mereka menyapu bersih delapan laga beruntun dengan kemenangan.

Sementara itu Inter agak membaik penampilannya di enam laga terakhirnya dengan meraih empat kemenangan serta masing-masing satu menang dan kalah.

Meski punya rekor buruk dalam enam pertemuan terakhir tak pernah bisa mengalahkan Lazio, Inter berpeluang menangguk kemenangan saat tandang ke Olimpico, Senin (11/5) dinihari WIB besok.

Berikut data dan fakta terkait pertemuan kedua tim seperti dikutip Opta:

- Sudah 143 kali kedua tim berduel di Serie A: Inter Milan menang 58 kali, Lazio menang 33 kali, dan sisa 52 laga berakhir imbang.

- Dua pertemuan terakhir berakhir kemenangan untuk Inter dan satu hasil imbang: Sebelum itu, Lazio menang di empat pertemuan beruntun dengan Inter di liga.

- Biancocelesti memenangi empat laga kandang terakhir kontra Inter Milan (dua kali dengan skor 3-1, dua kali dengan skor 1-0).

- Usai delapan kemenangan beruntun, Lazio hanya sekali menang di empat laga terakhirnya. Sisanya 2 imbang dan satu kalah.

- Namun Lazio punya 16 poin dari enam laga kandang terakhirnya, di mana tiga kali mereka bikin empat gol.

Mancini Prediksikan Laga Terbuka Lawan Lazio

Milan - Pelatih Inter Milan, Roberto Mancini, memprediksi laga melawan Lazio akan berjalan sangat terbuka. Mancini juga menyatakan timnya akan terus berjuang mengejar tiket ke kompetisi Eropa.

Inter akan beradu kekuatan dengan Lazio di Stadion Olimpico, Senin (11/5/2015) dinihari WIB. Kedua tim sama-sama membidik tiga poin meski punya misi yang berbeda. Nerazzurri tengah berusaha mendapatkan tiket ke Liga Europa, sedangkan Biancocelesti ingin finis kedua.

"Saya pikir kedua tim akan sangat termotivasi, bahkan meskipun mereka tidak memburu posisi di Eropa," ujar Mancini seperti dikutip Football Italia.

"Pertandingan antara Inter dan Lazio selalu berjalan menghibur. Kami berjuang untuk Liga Europa, sedangkan Lazio untuk Liga Champions dan posisi kedua," tambahnya.

"Saya memprediksi ini akan menjadi laga yang sangat terbuka dengan banyak peluang mencetak gol untuk kedua tim," kata Mancini.

Inter saat ini menempati posisi kedelapan di klasemen sementara Serie A dengan 49 poin, terpaut tiga poin dari Fiorentina yang berada di posisi kelima. Adapun Lazio menghuni posisi ketiga dengan 63 poin, selisih satu poin dari AS Roma yang ada di atasnya.

"Kami akan melakukan segalanya untuk lolos karena ada beberapa tim yang bersaing ketat dan cuma berselisih beberapa poin. Kalau kami tidak lolos, maka Inter akan tetap menjadi klub besar dan kami akan tetap mengejar posisi di papan atas pada musim depan," tutur Mancini.

"Tim sudah membaik dan saya berpikir positif dalam menjalani empat pertandingan terakhir. Kami sedang membangun sebuah tim yang bisa lolos ke Liga Champions dan bersaing memperebutkan gelar. Tapi, wajar kalau itu akan membutuhkan waktu," katanya.

Inter Bidik Lazio demi Muluskan Jalan ke Liga Europa

Milan - Inter Milan masih terus berupaya untuk mengejar satu tiket ke kompetisi Eropa musim depan. Untuk memuluskan misi tersebut, kemenangan atas Lazio menjadi target Nerazzurri akhir pekan ini.

Inter masih tertahan di peringkat kedelapan dengan 49 poin dari 34 pertandingan. Hasil imbang melawan Chievo akhir pekan lalu membuat mereka gagal mendekati zona Eropa dan masih tertinggal tiga angka dari Fiorentina yang ada di posisi kelima.

Peluang Inter untuk menembus zona Liga Europa terbuka di giornata ke-35. Syaratnya, mereka harus menang saat melawat ke kandang Lazio, Senin (11/5/2015) dinihari WIB.

Lazio tidak akan jadi lawan yang mudah bagi Inter. Biancoceleste yang bertengger di posisi ketiga sedang berupaya untuk terus mempertahankan posisnya di zona Liga Champions.

Meski demikian, Inter tidak gentar. Masih punya peluang untuk lolos ke Liga Europa, La Beneamata akan memaksimalkan laga melawan Lazio.

"Lazio tidak memiliki jadwal yang mudah. Tapi mereka bisa melakukannya, mereka bisa lolos ke Liga Champions, mereka punya segalanya yang dibutuhkan. Saya harap mereka tampil bagus, tapi setelah pertandingan melawan kami!" ucap Hernanes kepada Il Messaggero.

"Secara matematis kami masih bisa lolos ke Liga Europa, dan untuk itulah kami bertanding, dimulai dari pertandingan melawan Lazio

Kembali ke Olimpico akan menjadi momen emosional bagi Hernanes yang pernah memperkuat Lazio selama empat tahun. Ini akan jadi kali pertama bagi Hernanes bermain melawan bekas klubnya itu di Olimpico setelah hengkang pada Januari 2014 lalu.

"Saya sudah tahu bahwa ada di Olimpico akan jadi momen emosional, akan jadi perasaan yang luar biasa. Sangat sulit mengucap selamat tinggal kepada Lazio," lanjut Hernanes.

"Apakah saya akan merayakan kalau mencetak gol? Kita akan lihat apa yang terjadi di momen itu," katanya.

'Vidic Bahagia di Inter, tapi ...'

Milan - Agen Nemanja Vidic menyatakan bahwa kliennya bahagia dan puas di Inter Milan. Meski begitu, belum bisa dipastikan apakah Vidic akan berlanjut di klubnya pada musim depan atau tidak.

Bek Serbia itu didatangkan Inter dari Manchester United secara cuma-cuma pada musim panas lalu. Setelah mengalami start yang buruk, Vidic mulai tampil impresif di lini belakang Nerazzurri.

Kontrak Vidic baru akan berakhir pada 2017. Tapi pesepakbola berusia 33 tahun itu tidak jarang dihubungkan dengan kepindahan dari Giuseppe Meazza.

"Saya sangat senang dengan performa Nemanja belakangan ini," kata sang agen Silvano Martina kepada Internews.it yang dilansir Football Italia. "Bagaimana masa depannya? Saya tidak bisa bilang karena saya tidak mewakiliki klub. Saya bukan direktur Inter."

"Si pemain tentu merasa bahagia, saya bisa melihat dia menikmati sepakbolanya dan merasa puas. Sudah jelas Nemanja adalah seorang pemenang dan fakta bahwa musim ini Inter tidak terlalu bagus berarti dia tidak merasa bahagia terkait hal itu."

"Bagaimana peluang dia bertahan di Inter? Kami akan melihat bagaimana akhir musim ini. Untuk sekarang saya hanya bisa menjawab bahwa di musim panas lalu dia menyepakati kontrak tiga tahun," tandas Martina.

Inter Diimbangi Chievo Tanpa Gol

Written By Japrax on Senin, 04 Mei 2015 | 05.51

Milan - Inter Milan hanya meraih satu poin saat menjamu Chievo di lanjutan Serie A. Meski tampil dominan, Inter gagal membobol gawang Chievo dan harus puas dengan skor imbang 0-0.

Dalam pertandingan di Giueseppe Meazza, Minggu (3/5/2015) malam WIB, Inter mendominasi permainan dengan penguasaan bola 71:29. Meski demikian, serangan Inter tak efisien. Dari 24 kali percobaan, hanya empat yang mengarah ke gawang Chievo.

Sementara itu, tim tamu yang lebih banyak mengandalkan serangan balik beberapa kali mengancam gawang Inter di babak kedua. Namun Samir Handanovic yang tampil prima mampu mengamankan gawang Inter dari kebobolan. Dia tercatat melakukan empat penyelamatan sepanjang pertandingan.

Dengan tambahan satu poin, Inter masih belum mampu memangkas jarak dengan tim-tim yang ada di zona Eropa. Nerazzurri kini mengumpulkan 49 poin, tertinggal tiga angka dari Fiorentina yang di saat bersamaan menang atas Cesena dan naik ke posisi kelima dengan 52 poin.

Sementara itu, Chievo berada di peringkat ke-13 dengan 41 poin.

Jalannya Pertandingan

Inter Milan sudah hampir membuka keunggulan di menit ketujuh. Rodrigo Palacio bisa mencuri bola dari Ezequiel Schelotto dan kemudian mengopernya kepada Fredy Guarin. Tapi penyelesaian akhir Guarin masih melebar di sisi kanan gawang Chievo.

Peluang bagus juga didapat Mauro Icardi di menit ke-20. Tapi sundulannya masih menyamping dan gawang Chievo masih selamat.

Inter yang dominan terus menekan pertahanan tim tamu. Namun masih belum mampu menjebol gawang Chievo. Peluang Marcelo Brozovic di menit ke-34 juga masih bisa diamankan oleh Albano Bizarri.

Hingga turun minum, tak ada gol yang tercipta dari kedua tim. Skor 0-0 menutup jalannya laga babak pertama.

Memasuki babak kedua, Inter yang ingin menambah daya gedor memasukkan Lukas Podolski dan menarik keluar Brozovic. Di menit ke-64, Hernanes juga ditarik keluar dan digantikan oleh Xherdan Shaqiri.

Sementara itu, Chievo mulai menebar ancaman. Di menit ke-65, tembakan Alberto Paloschi dari muka kotak penalti memaksa Handanovic untuk melakukan penyelamatan. Bola muntah disambar Riccardo Meggiorini tapi masih melambung.

Lima menit berselang, Chievo kembali meneror gawang Inter. Kali ini Meggiorini melepaskan tembakan usai menerima umpan dari Paloschi. Namun Handanovic masih sigap untuk menepis bola.

Ancaman untuk gawang Inter belum berakhir. Di menit ke-74, serangan Chievo lagi-lagi memaksa Handanovic melakukan penyelamatan. Kali ini dia memblok sepakan Paloschi dari jarak dekat.

Inter bukan tanpa peluang. Di menit ke-76, Podolski yang menerima bola dari Shaqiri melepaskan tembakan dari depan kotak penalti. Tapi upayanya ini masih belum menemui sasaran.

Semenit berselang, peluang Shaqiri juga belum menghasilkan gol. Tembakannya masih melambung dari gawang Chievo.

Chievo kembali mengancam di menit ke-84. Dari luar kotak penalti, Cristiano Biraghi yang punya ruang lantas melepaskan tembakan keras dengan kaki kiri. Tapi, sial bagi Biraghi, upayanya itu masih membentur mistar gawang.

Di masa injury time, Chievo lagi-lagi mendapat peluang bagus. Paloschi yang mampu melepaskan diri dari kawalan Ranocchia kemudian masuk ke dalam kotak penalti. Tapi ruang tembaknya lebih dulu ditutup oleh Handanovic dan bola berhasil diblok.

Hingga laga usai, tak ada gol yang tercipta. Skor 0-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Susunan Pemain

Inter: Handanovic; D'Ambrosio, Ranocchia, Vidic, Jesus; Guarin, Medel, Brozovic (Podolski 52); Hernanes (Shaqiri 64); Palacio (Kovacic 77), Icardi

Chievo: Bizzarri; Schelotto, Dainelli (Sardo 60), Cesar, Frey (Biraghi 7); Izco, Christiansen, Radovanovic, Hetemaj (Gamberini 57); Paloschi, Meggiorini

Hormati Zanetti, Inter Akan Pensiunkan Nomor Kostum 4

Written By Japrax on Rabu, 29 April 2015 | 17.25

Milan - Kontribusi dan pencapaian Javier Zanetti di Inter Milan akan sulit disamai pemain manapun. Inter mengumumkan akan memensiunkan nomor kostum 4 untuk menghormati salah satu pemain terbaiknya itu.

Mantan pesepakbola Argentina itu telah membuat lebih dari 800 penampilan untuk Nerazzurri selama 19 musim pasca direkrut dari Banfield pada 1995. Zanetti gantung sepatu pada akhir musim lalu dan kini menjadi wakil presiden Inter.

Pada awal musim ini, nomor kostum 4 tidak diberikan dan nomor itu akan resmi dipensiunkan dalam sebuah laga amal yang diselenggarakan oleh Zanetti, 4 Mei mendatang di San Siro.

"Dari semua pemain Inter yang akan menginjakkan kaki di atas lapangan, ada satu nomor yang tidak akan mereka pakai yaitu nomor 4," kata presiden Inter Erick Thohir yang dilansir Mirror.

"4 adalah selamanya. Selamanya untuk Anda. Anda dan nomor 4 Anda adalah Inter selamanya."

Menanggapi niatan Inter, Zanetti mengucapkan terima kasih yang ditulis lewat Twitter.

"Aku merasa sangat terhormat menjadi bagian dari keluarga Inter. Bangga menjadi nomor 4 selamanya," kata dia.

Selama berseragam Inter, Zanetti telah meraih lima Scudetto, empat Coppa Italia, 4 Piala Super Italia, satu Piala UEFA, satu Liga Champions, dan satu Piala Dunia Antarklub.

Inter Menang Tipis 2-1 Atas Udinese

Udine - Inter Milan hanya bisa menang tipis atas Udinese pada pekan ke-33 Serie A. Padahal, tuan rumah harus tampil hanya dengan sembilan pemain sejak menit ke-58.

Bermain di Stadion Friulli, Udine, Rabu (29/4/2015) dinihari WIB, Inter hanya menang 2-1 atas Udinese. Mauro Icardi membuka keunggulan Inter. Kemudian digandakan oleh gol dari Lukas Podolski.

Sejumlah insiden mewarnai laga itu. Udinese sudah kehilangan satu pemainnya sejak menit-menit terakhir babak pertama. Wasit kembali mengusir satu pemain Udinese di awal babak kedua.

Dengan tambahan tiga poin itu, untuk sementara Inter melompat tiga setrip ke urutan ketujuh dengan koleksi 48 poin.

Jalannya pertandingan

Satu kesempatan emas didapatkan Inter pada menit ke-28. Berawal dari assist Danilo D'Ambrosio dari sisi kanan dan diterima Mauro Icardi. Tapi, sundulan Icardi melebar ke kanan gawang.

Dua menit kemudian satu kesempatan didapatkan lagi. Tapi, sundulan Hernanes bisa diantisipasi kiper tuan rumah, Rodrigo Palacio.

Satu insiden terjadi di menit ke-34 sampai-sampai pertandingan dihentikan cukup lama. Cyril Thereau bertabrakan kepala dengan wajah Nemanja Vidic. Kepala Thereau sampai mengucurkan darah. Thereau pun mendapatkan perawatan dari tim medis. Kepala dia dibebat perban tapi sang pelatih Andrea Stramaccioni kembali menginstruksikan dia untuk turun ke lapangan usai perawatan itu.

Di menit ke-40, Udinese sudah kehilangan satu pemain. Maurizio Domizzi diusir keluar lapangan.

Di akhir babak pertama Hernanes mendapatkan peluang lagi. Mendapatkan umpan dari Rodrigo Palacio, sepakan Hernanes masih bisa dimentahkan kiper.

Hingga babak pertama usai, skor masih imbang 0-0.

Di menit pertama babak kedua, Inter diganjar penalti. Umpan dari tengah diterima Kovacic yang meneruskan bola sampai ke kotak penalti. Sudah amat dekat dengan gawang, Kovacic dilanggar bek Udinese, Danilo.

Icardi menjadi eksekutor penalti. Menembak gawang ke pojok kiri, kiper yang sudah memprediksi dengan benar tak menggapai bola.

Tapi, keunggulan itu tak bertahan lama. Baru dua menit memimpin pertandingan, Antonio di Natale menyamakan kedudukan. Mendapatkan umpan dari tengah lawapangan, Di Natale meyambut drai sisi kiri dan menembakkan bola ke gawang Samir Handanovic. Kedudukan imbang 1-1.

Petaka bagi Udinese di menit ke-57. Mereka harus kehilangan satu pemain lagi karena kartu merah. Emmanuel Baddu protes berlebihan terhadap wasit.

Setelah kehilangan beberapa kali kesempatan, akhirnya Inter bisa memanfaatkan unggul jumlah pemain itu. Podolski menggandakan keunggulan Inter di menit ke-65. Upaya Podolski pertama gagal karena bola mampu diblok oleh kiper. Bola muntah disambut dan usaha kedua dilakukan Podolski dan berbuah gol untuk Inter. Kedudukan 2-1 untuk keunggulan Inter.

Beberapa kesempatan untuk menambah skor kembali didapatkan Inter. Tapi, tak satupun berbuah gol. Malah gawang Inter sempat terancam di injury time tapi tak menjadi gol untuk Udinese.

Kedudukan tetap 2-1 untuk keunggulan Inter hingga wasit meniup peluit panjang.

Susunan pemain:

Udinese: Karnezis, Danilo, Domizzi, Widmer, Piris; Loureiro, Badu, Di Natale (Kone 61'), Guilherme (Pasquale 44'), Pinzi; Thereau

Inter Milan: Handanovic, Vidic, Santon, Felipe, D'Ambrosio; Icardi, Kovacic, Guarin (Podolski 65'), Medel, Hernanes (Gnokouri 90'); Palacio

Hasil Pertandingan: Inter Milan 2 vs 1 AS Roma

Written By Japrax on Minggu, 26 April 2015 | 18.34

Di laga panas yang menghasilkan total 9 kartu kuning ini, sang tuan rumah, Inter Milan berhasil keluar sebagai pemenang berkat gol Mauro Icardi di menit-menit akhir pertandingan.

Bermain dihadapan publik sendiri, Inter Milan langsung mengambil inisiatif untuk melakukan serangan. Hasil nyata langsung terlihat. Di menit ke 15 Hernanes berhasil membawa Inter memimpin berkat gol yang dicetaknya.

Tersentak oleh gol Hernanes, AS Roma langsung coba membalas lewat sontekan dari Victor Ibarbo. Namun sayang peluang emas Ibarbo masih digagalkan oleh kokohnya mistar gawang.

Jelang berakhirnya babak pertama, kapten sekaligus legenda hidup AS Roma, Francesco Totti mencoba melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Sayang tendangannya masih mampu dimentahkan pemain Inter

Hingga wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor masih tetap tidak berubah, Inter Milan 1-0 AS Roma.

Babak kedua dimulai, lagi-lagi Inter berinisiatif untuk melancarkan serangan terlebih dahulu. Pemain andalan Inter, Mauro Icardi melakukan dua percobaan di menit 52, sayang tidak ada satupun yang berubah menjadi gol.

Terlalu asik menyerang Inter kecolongan di menit 62. Adalah pemain Belgia berdarah Indonesia, Radja Nainggolan dengan tendangan kerasnya mencetak gol penyama kedudukan bagi AS Roma.

Tak lama berselang, Roma nyaris saja memimpin andai tendangan bebas Miralem Pjanic tidak dimentahkan oleh Samir Handanovic.

Pada menit 84 Icardi nyaris saja mampu membawa Inter kembali memimpin. Namun sayang tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti masih melambung tinggi.

Rasa penasaran Icardi akhirnya terpuaskan setelah ia akhirnya mampu menjebol gawang De Sanctis di menit 88 dengan memanfaatkan assist pemain yang baru saja masuk, Lukas Podolski.

Gol dari Icardi tersebut ternyata menjadi gol terakhir di laga ini. Skor akhir Inter Milan 2-1 AS Roma.

Susunan Pemain

Inter Milan: Handanovic; D'Ambrosio, Ranocchia, Vidic, Jesus; Guarin (78' Shaqiri), Gnoukouri (86' Podolski), Brozovic (71' Kovacic); Hernanes; Palacio, Icardi.

AS Roma: De Sanctis; Florenzi, Manolas, Mapou, Cholevas; Pjanic (78' Iturbe), De Rossi (89' Doumbia), Nainggolan; Ibarbo, Totti (52' Keita), Gervinho.

Statistik Pertandingan

Ball possession: 46% - 54%

Shots: 11 - 11

Shots on target: 3 - 4

Offsides: 4 - 3

Corners: 4 - 4

Kartu kuning: 5 - 4

Kartu merah 0 - 0. (bola/jrc)

Inter Milan Tawarkan Kontrak Fantastis kepada Icardi

Written By Japrax on Rabu, 11 Maret 2015 | 14.32

Liputan6.com, Milan - Inter Milan kembali mengajukan tawaran perpanjangan kontrak kepada Mauro Icardi. Kali ini, manajemen 'I Nerazzurri' menyodorkan kontrak baru dengan kenaikan nilai kontrak tiga kali lipat kepada bintang muda asal Argentina itu.

Manajemen Inter berharap kenaikan gaji fantastis mencapai angka 2 juta poundsterling atau Rp 39 miliar per tahun hingga tahun 2019 itu bisa membuat Icardi tetap bertahan di Giuseppe Meazza.

Inter bukan tanpa alasan menyodorkan kontrak baru dengan gaji menggiurkan tersebut. Kebijakan itu diambil seiring munculnya ketertarikan dari dua klub papan atas Liga Premier Inggris Manchester City dan Arsenal.

Mantan pemain Sampdoria itu kabarnya senang dengan tawaran kontrak baru yang disodorkan. Manajemen Inter pun berharap Icardi akan menandantangani kontrak baru itu akhir pekan ini.

Musim ini, Icardi memang menunjukan performa memikat. Striker berusia 22 tahun termasuk salah satu pemain yang bersinar di Serie A berkat gelontoran 15 gol dari 25 pertandingan.

Hal itulah yang membuat klub-klub besar benua Biru tertarik mendapatkan tanda tangan suami dari model dan presenter asal Argentina Wanda Nara.

Agen Handanovic Bicara Kontrak Anyar dan Roma

MILAN, KOMPAS.com - Agen Samir Handanovic, Federico Pastorello, mengungkapkan pertemuan dengan AS Roma dan proses pembaruan kontrak dengan Inter Milan. Untuk saat ini, Handanovic lebih dekat dengan opsi perpanjangan kontrak dan bertahan bersama I Nerazzurri.

Sekadar informasi, kontrak Handanovic dengan Inter akan berakhir musim panas tahun depan. Kedua belah pihak pun sudah menjalin pertemuan untuk membicarakan kelanjutan kerja sama.

"Ada keinginan untuk pembaruan. Sang pemain juga ingin bertahan, tapi kami harus meninjau kesepakatan ekonomi," jelas Pastorello.

Handanovic sendiri tengah dikaitkan dengan isu transfer ke AS Roma dan Liverpool. I Giallorossi butuh pengganti Morgan de Sanctis yang sudah uzur, sedangkan The Reds mencari kiper anyar mengingat performa labil Simon Mignolet.

"Saya bertemu Walter Sabatini (Direktur Olahraga Roma) belum lama ini. Namun, dia tidak menanyakan apa pun soal Handanovic. Saya belum menerima permintaan atau kontak dari Roma untuk Handanovic," tutupnya.

Pertanyaan Financial Fair Play Bayangi Rencana Transfer Mancini

Skalanews - Pelatih Inter Milan Roberto Mancini berniat merekrut Yaya Toure, namun ia mengakui bahwa peraturan 'financial fair play' membayang-bayangi rencana-rencana transfernya untuk musim depan.

Mancini mengatakan bahwa ia telah memberikan mentalitas yang baru kepada timnya sejak mengambil alih jabatan pelatih untuk masa kerja keduanya di klub itu, dan meyakini bahwa mereka dapat bersaing untuk memperebutkan gelar Liga Italia pada musim depan.

Namun ia berkata bahwa peraturan-peraturan UEFA, yang mencegah klub-klub untuk menghabiskan dana lebih besar daripada pemasukan mereka, merupakan sesuatu yang harus dicermati.

"Itu merupakan tanda tanya, kita akan harus melihat apa yang dibawa Financial Fair Play" tuturnya kepada Gazzetta TV saat diwawancarai.

"Saya yakin kami akan melakukan sejumlah bisnis yang bagus. Yaya Toure Ia bermain di hampir semua liga, kecuali di Jerman dan Italia."

"Jika, kelihatannya itu yang terjadi, ia ingin mencoba Liga Italia kami akan melihat apa hal itu memungkinkan, namun itu tidak akan mudah."

"Ia merupakan pemain dengan kemampuan teknik yang luar biasa. Saya tidak banyak melihat pemain seperti dia."

Inter Milan, yang menghuni peringkat kedelapan di Liga Italia, tengah diselidiki oleh panel kontrol finansial klub UEFA dan media Italia melaporkan bahwa klub itu berpeluang menghadapi denda dan kemungkinan pengurangan anggota tim di Eropa musim depan, jika mereka lolos.

"Saya yakin bahwa kami akan bersaing untuk Scudetto tahun depan," kata Mancini, yang telah mencatatkan lima kemenangan dari 15 pertandingan Liga Italia sejak menggantikan Walter Mazzarri pada November.

"Ketika saya datang, tim berada dalam kondisi moral yang rendah karena sejumlah hasil negatif, namun saya menemukan sekelompok pemain yang sangat bertekad dan mereka berkembang dengan sangat cepat."

"Anda tidak sering mendapati grup yang mampu melakukan kemajuan seperti itu, dan tentu tidak mudah untuk mengubah sejumlah hal dengan musim yang sedang berlangsung."

"Tim benar-benar telah berkembang, baik dalam mentalitas dan level permainan mereka. Kami membangun dasar yang solid, dan jika kami melakukan persiapan dengan baik dan mendatangkan sejumlah pemain kami mampu mencapai hal yang lebih baik." (ant/mar)

Mancini Yakin Dapatkan Dua Pemain Man

Liputan6.com, Milan - Pelatih Inter Milan, Roberto Mancini sangat menginginkan Yaya Toure berada dalam skuatnya. Ia yakin musim 2015/2016 nanti Toure akan meninggalkan Manchester City dan bergabung dengan pasukan I Nerazzurri.

Kekaguman Mancini pada Toure bukan tanpa alasan. Pelatih yang akrab disapa Don Mancio itu pernah melatih Toure di Manchester City pada 2010 sampai 2013 lalu. Berbekal kedekatannya, Mancini yakin Toure mau pindah ke Inter Milan.

"Yaya sudah bermain di berbagai liga papan atas kecuali Italia dan Jerman. Jika dia ingin memiliki pengalaman bermain di Italia, dia bisa datang ke sini (Inter). Memang tidak akan mudah, tapi dia adalah pemain yang mempunyai teknik luar biasa. Apakah Inter akan jadi pilihan pertamanya? itu sudah pasti," ucap Mancini yang dilansir Football Italia.

Selain Toure, Mancini juga mengincar Micah Richards. Bek milik The Citizens yang kini sedang dipinjamkan ke Fiorentina itu diyakini bisa memperkuat lini belakang La Beneamata.

"Kami belum mendekatinya. Sebab dia masih pemain Manchester City. Di sisi lain Fiorentina juga berpeluang untuk mendapatkannya," kata Mancini.

Sejak kekuasaan Inter dikendalikan Erick Thohir, klub yang berdiri pada 9 Maret 1908 itu memang rajin belanja pemain. Sebelumnya mereka sudah mendapatkan beberapa pemain bintang seperti Hernanes, Lukas Podolski, Gary Medel, Marcelo Brozovic dan  Xherdan Shaqiri.

Inter Tawari Kapten Monaco Kontrak Tiga Tahun

Written By Japrax on Selasa, 10 Maret 2015 | 22.49

Bola.net - Serie A 2014-15 tinggal menyisakan 12giornata lagi. Dan Inter Milan masih bertarung untuk meraih posisi terbaik.

Tetapi dikabarkan RAI Sport, Roberto Mancinisudah menyiapkan satu pemain baru. Ia adalah kapten AS MonacoJeremy Toulalan yang berusia 31 tahun.

Bahkan La Beneamata dilaporkan sudah mengajukan kontrak berdurasi tiga tahun dengan gaji dua juta euro per tahun. Kontrak mantan gelandang Prancis itu memang kadaluarsa setelah musim ini selesai.

Merupakan pemain jebolan Nantes (Prancis), Toulalan pernah membawa Lyon juara Ligue 1 sebanyak dua kali. Setelah itu ia menyeberang ke Spanyol untuk memperkuat Malaga dan 2013 ia hijrah ke Monaco.

Aktif di Les Bleus dalam periode 2006-2010, Toulalan mengoleksi 36 caps. Ia juga pernah menerima penghargaan pemain muda terbaik versi asosiasi pesepakbola Liga Prancis musim 2004-05. (sky/dct)

Mancini Klaim Yaya Toure Ingin ke Inter Milan

Bola.net - Roberto Mancini mengatakan bahwa ia sudah berbicara dengan Yaya Toure soal transfer ke Inter Milan. Mancini mengklaim bahwa Toure ingin mencoba berkarier di Italia dan Inter merupakan pilihan pertamanya.

Mancini dan Toure sempat bekerja bersama saat masih sama-sama di Manchester City. Mancini tahu bahwa Toure ingin mencoba berkarier di Jerman dan Italia.

Jika nantinya Toure memilih pindah ke Italia, maka Inter Milan akan menjadi pilihan pertamanya. Meski demikian, Mancini mengatakan bahwa mendapatkan Toure tidak akan mudah bagi Inter.

"Yaya sudah bermain di banyak liga top, kecuali Jerman dan Italia. Kelihatannya dia ingin pindah ke Italia. Jika memang pindah, ada kemungkinan dia akan menuju Inter. Itu tidak akan mudah diwujudkan, tapi dia adalah pemain dengan teknik dan karakter hebat. Inter sudah pasti adalah pilihan pertamanya," terang Mancini kepadaGazzetta TV.

Saat ini Toure masih menjadi pemain kunci bagi Manchester City. Bahkan City sempat mengalami penurunan performa saat ditinggal Toure memperkuat negaranya dalam ajang Piala Afrika.(foti/hsw)

Jangan Lupa Follow Us Interisti

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Inter Milan Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger