Headlines News :

Grazie IL Capitano

Grazie IL Capitano

Berita Terbaru FC Internazionale

Thohir Siap Merevolusi Skuat Inter

Written By Japrax on Minggu, 15 Juni 2014 | 13.00

Thohir ingin skuat Inter diisi oleh para pemain muda (Foto: Getty Images)

Presiden Inter Milan , Erick Thohir , mengatakan bahwa Ia ingin melakukan revolusi di skuat Inter .
Thohir mengaku siap untuk menggelontorkan dana lebih demi merevolusi skuat asuhan pelatih Walter Mazzarri tersebut.

'Kami ingin menambah pemain, namun untuk saat ini saya tidak bisa mengatakan apapun karena Piala Dunia sedang berlangsung,' ujar Thohir kepada FCInterNews .

'Kami jelas ingin tim yang lebih kuat , namun juga tim yang lebih muda . Melihat pasar, kami akan mencoba mencari pemain muda di Asia, Amerika Selatan, dan Eropa Timur,' tambah dirinya.

Walau mengaku ingin mendatangkan amunisi baru, namun Thohir tak mau membeberkan siapa saja pemain incarannya. "Kami ingin menambah pemain baru. Namun, untuk saat ini saya tak bisa berkata apa-apa karena ada Piala Dunia yang sedang berlangsung," akunya pada FCInterNews.

Pria berusia 44 tahun itu lantas menambahkan bahwa klubnya saat ini sudah diisi oleh pemain-pemain berkualitas. Namun, penambahan pemain di lini depan mutlak diperlukan.

"Kedatangan Nemanja Vidic akan sangat penting, dan di belakangnya kami memiliki Handanovic. Lalu kemudian ada Hernanes, Kovacic dan Alvarez. Namun saya bisa mengatakan bahwa kami mencari seseorang di lini depan untuk bersanding dengan Icardi dan Palacio," pungkasnya.

Ingin Abel Hernandez, Inter Harus Siapkan Dana 17 Juta Euro

Ingin Abel Hernandez, Inter Harus Siapkan Dana 17 Juta Euro

Bola.net - Internazionale harus merogoh koceknya dalam-dalam andai ingin mendatangkan striker Palermo Abel Hernandez. Presiden klub Maurizio Zamparini rupanya sudah mematok harga sebesar 17 juta Euro untuk penyerang asal Uruguay tersebut.

Pemain berusia 23 tahun tersebut merupakan pemain kunci yang membantu Palermo promosi ke Serie A musim ini dengan mencetak 14 gol dari 28 laga. Kini Hernandez sedang fokus membela negaranya di Piala Dunia 2014.

Inter sendiri memang sedang mencari striker baru guna menyongsong musim depan. Pasalnya stok di lini depan mereka hanya tinggal menyisakan Mauro Icardi dan Rodrigo Palacio saja.

"Bila Inter ingin Hernandez pertama kali mereka harus menunjukkan terlebih dahulu kalau punya uang untuk membelinya. Saya tidak mau mengatakan berapa harga yang saya minta karena proses transfer berjalan diam-diam. Tapi saya mau menunjukkan bahwa harga 10-15 juta Euro saja tidak cukup," ujar Zamparini kepada Radio 2.

"Harganya tak ada hubungannya apakah dia akan jadi pilihan utama Uruguay di Piala Dunia. Javier Pastore bukan starter di Argentina tapi PSG memberi saya 42 juta Euro untuk menebusnya. Katakanlah 17 juta Euro untuk bisa menjual pemain muda," tandasnya.(foti/ada)

Empat Gol Inter untuk Laga Terakhir Zanetti di Giuseppe Meazza

Written By Japrax on Minggu, 11 Mei 2014 | 07.00

Inter berhasil mempersembahan kemenangan 4-1 atas Lazio di laga terakhir Zanetti di San Siro (Foto: Getty Images)
Inter berhasil mempersembahan kemenangan 4-1 atas Lazio di laga terakhir Zanetti di Meazza (Foto: Getty Images)

VIVAbola - Kado manis berhasil didapatkan kapten Internazionale Milano, Javier Zanetti dalam laga terakhir di Giuseppe Meazza sebelum pensiun. La Beneamata menghabisi Lazio dengan skor telak 4-1, Minggu 10 Mei 2014 (Senin dini hari WIB). Rodrigo Palacio mencetak 2 gol, Mateo Kovacic tak kalah brilian dengan menciptakan 3 assist.

Lazio sempat mengejutkan publik tuan rumah dengan unggul cepat saat laga baru berjalan 2 menit. Giuseppe Biava sukses membobol gawang Inter yang dikawal Samir Handanovic. Umpan tarik Bruno  Pereirinha disambut sundulan oleh Lorik Cana. Biava meneruskannya dengan membobol gawang Inter dari jarak dekat.

La Beneamata tak butuh waktu lama untuk membalas. Empat menit kemudian, Rodrigo Palacio sukses membobol gawang Lazio yang dikawal Etrit Berisha. Umpan matang Mateo Kovacic sukses dimaksimalkan menjadi gol oleh Palacio.

Inter sukses berbalik unggul pada menit 34 melalui aksi Mauro Icardi. Kovacic kembali memberikan assist terukur yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Icardi.

Dua menit kemudian, Inter kembali membobol gawang Lazio. Rodrigo Palacio sukses mencetak gol keduanya dalam laga ini. Gol ini berawal dari pergerakan Yuto Nagatomo di sisi kiri. Umpan silang Nagatomo sempat mengenai pemain Lazio. Bola liar lalu dimanfaatkan oleh Palacio menjadi gol.

Pelatih Inter, Walter Mazzarri akhirnya memasukkan Javier Zanetti pada menit 52 menggantikan Jonathan. Seperti diberitakan sebelumnya, pemain 40 tahun ini mengenakan ban kapten khusus. Beberapa kali pergerakan Zanetti menebar ancaman.

Kiper tuan rumah, Samir Handanovic tampil cemerlang dalam laga ini. Beberapa kali pemain Biancocelesti harus frustrasi karena peluang mereka digagalkan pemain internasional Slovenia ini.

Inter justru menambah keunggulan pada menit 79. Tendangan jarak jauh Hernanes sukses membobol mantan klubnya. Tendangan ini juga lahir dari assist Kovacic.

Skor 4-1 untuk keunggulan La Beneamata bertahan hingga akhir laga. Hasil ini membuat peluang Inter lolos ke Europa League sangat besar. Inter menempati peringkat kelima dengan 60 poin dari 37 pertandingan. Sementara itu Lazio ada di peringkat ke-10 dengan torehan 53 poin.


Susunan Pemain
Internazionale (3-5-2):
Samir Handanovic; Andrea Ranocchia, Walter Samuel, Rolando; Jonathan (Javier Zanetti 52'), Hernanes, Zdravko Kuzmanovic (Saphir Taider 74'), Mateo Kovacic, Yuto Nagatomo; Mauro Icardi, Rodrigo Palacio (Diego Milito 64').

Lazio  (3-4-2-1):
Etrir Berisha; Giuseppe Biava, Lorik Cana, Andre Dias; Alvaro Gonzalez (Cristian Ledesma 46'), Ogenyi Onazi, Lucas Biglia, Bruno Pereirinha; Balde Keita, Felipe Anderson; Miroslav Klose.

Zanetti, Si Pria Rekor

MILAN - Javier Zanetti:

- Pemain dengan penampilan terbanyak untuk Inter (856);

- Pemain yang paling berjasa dalam sejarah Inter (16 piala);

- Pemain dengan caps terbanyak untuk tim nasional Argentina (145);

- Pemain asing dengan penampilan Serie A terbanyak (613); 

- Pemain Inter dengan penampilan terbanyak di Serie A, Piala Super Italia, dan kompetisi UEFA;

- Pemain Inter dengan penampilan terbanyak di Liga Champions (105);

- Pemain dengan penampilan terbanyak berturut-turut untuk Inter di Serie A (137);

- Pemain tertua yang mencetak gol di Piala Dunia Klub (usia 37 tahun, 127 hari);

- Pemain Inter dengan penampilan terbanyak dalam derby Milan (47);

- Pemain dengan penampilan terbanyak di Liga Champions sebagai kapten (82);

- Pemain asing tertua yang bermain di Serie A (turun ke lapangan di usia 40 tahun, 259 hari pada laga Inter vs Napoli tanggal 26 April 2014).

CATATAN: Arrivederci El Tractor!

Written By Japrax on Sabtu, 10 Mei 2014 | 14.00


Partai versus Lazio, jadi laga pamungkas Zanetti di Giuseppe Meazza.
 
Setiap klub besar pasti memiliki seorang ikon. Pemain yang jadi panutan, memiliki pengaruh kuat, dan jadi simbol tim selama bertahun-tahun lamanya. Menilik sejarah dan kebiasaan sebuah klub, Liga Italia Serie A pantas disebut sebagai gudangnya para ikon.

Adalah tragedi tatkala seorang Paolo Maldini yang begitu dipuja Milanisti memutuskan pensiun pada 2009 lalu. Pun halnya dengan Alessandro Del Piero yang akhirnya harus meninggalkan Juventus dua tahun lalu, setelah membela panji kebesaran hitam-putih selama 19 musim. Kini nuansa yang sama bakal segera dirasakan oleh para Interisti dan para pecinta Calcio sejati kala harus melepas kepergian simbol FC Internazionale, Javier Adelmar Zanetti.

Ya, lilitan cedera dan faktor usia akhirnya mengalahkan hasrat Zanetti itu untuk terus menghibur publik dunia melalui olahan bola di atas lapangan. Selasa, 6 Mei 2014, pria Argentina ini resmi memutuskan bahwa 2013/14 akan menjadi musim terakhirnya di Inter sekaligus sebagai pesepakbola profesional.

Jabatan direktur olahraga untuk La Beneamata sudah disediakan manajemen klub untuknya pasca gantung sepatu. Sehingga duel berkelas menghadapi Lazio akhir pekan ini, bakal jadi momen perpisahan emosional Zanetti di Giuseppe Meazza.

Seperti diketahui sebelumnya, Inter tidak akan memainkan pertandingan penutup musim di Meazza. Karenanya perpisahan sang kapten dengan publik stadion kebesaran bakal dilakukan sepekan lebih cepat.


    Zanetti jadi pembelian pertama Massimo Moratti dalam dinasti kepemimpinannya di Inter

Lahir pada 10 agustus 1973 di Dock Sud, Buenos Aires, Argentina, bakat Zanetti kecil sempat ditolak akademi klub mapan Negeri Tango, Independiente. Tak mau patah arang menjadi pesepakbola profesional, ia kemudian bergabung ke klub divisi dua Argentina, Talleres de Escalada, pada musim 1992/93.

Di usianya yang kala itu masih 19 tahun, kualitas Zanetti meningkat pesat karena bermain sebanyak 33 kali semusim plus jadi anggota tetap Timnas Argentina U-20. Klub papan atas Argentina kala itu, Banfield, kemudian kepincut untuk merkerut sang bocah dan akhirnya terlaksana pada 1993.

Cukup dua musim dengan performa yang ciamik dari 66 kali partisipasinya, Zanetti akhirnya sukses mendapatkan tiket ke Eropa melalui FC Internazionale pada musim 1995/96. Uniknya transfer itu jadi transaksi pertama kepemimpinan presiden legendaris Inter, Massimo Moratti.

"Awalnya saya menyaksikan partai Timnas Argerntina U-20 untuk meyakinkan diri merekrut Ariel Ortega. Anehnya, saya malah lebih tertarik dengan pemain lain yang bermain di posisi fullback, ia melakukan hal yang tak pernah saya lihat sebelumnya. Kami pun berpindah halauan dan memutuskan untuk memboyong sang bek," tutur Morratti mengenang pembelian Zanetti.

Satu keputusan yang tepat, karena di Inter Zanetti memulai cerita indahnya sebagai pesepakbola sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh Interisti sejati.

Zanetti jadi pemain paling dipercaya, konsisten, dan amat pantas diberi status sebagai kapten Inter

Berposisi asli sebagai fullback kanan. Dengan keunggulan fisik, keakuratan passing, serta kecepatannya, Zanetti merupakan pesepakbola yang serba bisa.

Ia biasa ditempatkan di beberapa posisi selain bek kanan seperti bek kiri, sayap kiri, sayap kanan dan bahkan gelandang bertahan. Kecerdasannya dalam memahami taktik serta menerjemahkannya pada seluruh rekannya, membuat posisi Zanetti di starting XI Tim Ular Cobra tak pernah tergeser, sejak musim perdana!

Terus konsisten meski berganti pelatih sebanyak 18 kali sepanjang karienya di Inter, Zanetti mencatatkan rerata 39,8 kali penampilan setiap musimnya! Tak heran jika ia dipercaya menjadi kapten I Nerrazzurri sejak musim 1999/00, menggantikan status legenda Inter lainnya, Giuseppe Bergomi.


    Liga Champions jadi prestasi tertinggi sekaligus penyempurna kisah indah karier Zanetti
Sejak menjalani debut di Inter pada 27 Agustus 1995 di usia 22 tahun menghadapi Vicenza di Serie A, perlahan Zanetti menjelma menjadi salah satu legenda klub dengan memegang rekor sebagai pemain paling banyak bermain untuk Inter (858) dan Timnas Argentina (145).

Di Serie A, catatan caps-nya hanya kalah dari legenda Milan, Paolo Maldini, yang bermain sebanyak 647 kali, sementara Zanetti bermain sebanyak 613 kali.

Meski segalanya terlihat indah, Zanetti sempat menderita bersama Inter karena hanya mampu meraih sebiji gelar pada sembilan musim pertamanya di Giuseppe Meaza, yakni Piala UEFA 1997/98. Namun peruntungan berubah pasca Tim Bitu-Hitam sukses merengkuh Piala Italia pada 2004/05 dan 2005/06 disusul dengan kasus calciopoli 2006.

Ya, bersama Inter, Pupi panen gelar dengan rentetan lima scudetto beruntun sejak musim 2005/06. Puncaknya jelas terjadi di musim paling bersejarah sepanjang sejarah Inter, yakni 2009/10. Kala itu di bawah asuhan Jose Mourinho, Inter meraih gelar treble winners dengan Piala Italia, scudetto, dan trofi Liga Champions.

Ditambah sebuah gelar Piala Italia dan Piala Dunia Antarklub semusim setelahnya, semua catatan tersebut jadi prestasi tertinggi sekaligus penyempurna kisah indah karier Zanetti.


Trio legenda Argentina kemungkinan besar akan memainkan musim terakhirnya di Inter musim ini

Kini setelah 19 musim, catatan 858 penampilan plus torehan 21 gol, disertai deretan gelar di level klub, saatnya kita melepas kepergian salah satu bakat terbaik sepakbola. Zanetti berujar jika inilah momen tepat untuk mengakhiri catatan lembar emas kariernya sebagai pesepakbola profesional, dan membuka lembaran baru sebagai petinggi Il Biscione.

"Untuk pensiun di usia ke-40 tahun adalah sensasi yang unik, saya merasa bangga terhadap diri saya, ini adalah momen yang tepat," ujar sang kapten.

"Setelah cedera tahun lalu saya ingin membuktikan bahwa saya bisa kembali ke sepakbola kompetitif dan saya melakukannya. Saya bermimpi untuk mengakhiri karir dengan jersey Inter, Inter adalah rumah saya dan saya juga akan berusaha memberi kontribusi dari luar lapangan."

Lebih menyedihkan lagi, karena Interisti sepertinya juga dipaksa melepas kepergian dua legenda Argentina lainnya, yakni Diego Milito dan Esteban Cambiasso, ketika musim ini selesai.

Pada akhirnya hukum alam memang tak dapat dilawan, selalu ada pertemuan dan perisahan. Setelah menikmati segala sajian indah Il Capitano, kini satnya kita berdiri untuk memberikan penghormatan terakhir bagi Javie Adelmar Zanetti atas karier luar biasanya, Arrivederci El Tractor!

JAVIER ZANETTI

Nama: Javier Adelmar Zanetti

Tempat, Tanggal Lahir: Buenos Aires, Argentina, 10 Agustus 1973.

Klub:
Talleres (1991-1992)
Banfield (1992-1995)
FC Internazionale (1995-2014)

Caps Timnas Argentina: 145/5 gol
Koleksi Gelar
Serie A Italia: 5
Coppa Italia:  4
Supercoppa Italia: 4
Piala UEFA:
1
Liga Champions: 1
Piala Dunia Antarklub: 1

  "Javier Zanetti adalah lawan yang paling saya hormati!"
- Paolo Maldini
 

"Semua pemain ingin menjadi seperti Javier Zanetti"
- Jose Mourinho

Kontra Lazio, Menjadi Laga Perpisahan Zanetti

Javier Zanetti (Foto:Ist) 

MILAN – Striker Inter Milan, Roberto Palacio tengah on fire dalam menghadapi laga kontra Lazio di lanjutan laga Serie A pada akhir pekan nanti. Pada laga tersebut selain untuk menambah poin, juga menjadi laga perpisahan dengan bek Javier Zanetti yang memutuskan untuk gantung sepatu.

Zanetti yang tahun ini genap berusia 40 tahun, memutuskan untuk gantung sepatu dari dunia sepakbola pada musim panas ini setelah 19 tahun membela Nerrazuri. Laga yang diadakan di Giuseppe Meazza menjadi laga kandang terakhir dan diharapkan bisa membawa kemenangan untuk menciptakan kenangan manis bagi pemain asal Argentina itu.

Pasalnya di laga derby kontra AC Milan Senin lalu, skuad asuhan Walter Mazzarri harus menelan kekalahan dengan skor 0-1. Kekalahan ini hanya membawa La Beneamata tetap berada di peringkat lima klasemen dengan torehan 57 poin pada dua laga yang tersisa.

“Perpisahan Zantti saat melawan Lazio nanti bisa menjadi momen yang emosional, pertandingan terakhir Pupi bermain di San Siro. Kami sangat dekat dengannya. Hal ini akan menjadi perayaan pastinya,” terang Palacio atas perpisahan rekan se-negaranya itu seperti dilansir Goal, Kamis (8/5/2014).

“Ini adalah hasil yang sulit dilupakan dan kami masih sering terganggu dengan hal itu, tapi kami harus kerja keras pekan ini untuk mendapatkan hasil baik kontra Lazio dan bisa kembali menang,” tegasnya. (acf)

Caner Erkin Segera Merapat Ke Internazionale


Caner Erkin - Fenerbahce 
 
Internazionale hampir mendapatkan tanda tangan bek Turki, Caner Erkin, dan mengalahkan pesaing mereka, Roma. Kedua klub ini memang sudah menaruh hati pada bek Fenerbahce tersebut beberapa waktu lalu.

Menurut Sport mediaset, Nerazzurri telah menyetujui permintaan personal bek 25 tahun tersebut, sementara masa kontraknya akan habis besok Juni. Erkin sendiri tidak berminat untuk menandatangani kontrak baru di Fenerbahce sehingga Inter akan mendapatkannya dengan gratis.

Bek ini bisa bermain di kedua sisi dan sejauh ini telah mencetak 3 gol dalam 29 penampilannya bersama Fenerbahce.

Roma juga sempat mengincar Caner Erkin, tapi Inter yang mendapatkannya, satu lagi transfer gratis setelah Nemanja Vidic dari Manchester United.

`Kami Hanya Rekrut Torres Jika Ia Berminat`


Liputan6.com, Milan: Inter Milan mengaku sangat berminat untuk mendatangkan striker Chelsea, Fernando Torres. Namun, Inter menyatakan akan serius memburunya jika Torres memang berniat pergi dari Stamford Bridge.

Torres masih punya kontrak dua tahun bersama The Blues. Namun, pemain bergaji 175 ribu pound per pekan itu kemungkinan dilepas musim panas nanti.

Pasalnya, manajer Jose Mourinho tidak puas dengan kinerja striker timnas Spanyol itu. Terlebih sejak pindah ke Chelsea tahun 2011, Torres baru mencetak 45 gol.

"Ya, dia salah satu pemain yang terus kami pantau. Kehebatan Torres sudah tercermin dari kariernya. Dia telah memenangkan banyak gelar, dan beberapa klub besar telah dibelanya," ujar Direktur Inter Milan, Piero Ausilio seperti dilansir London Evening Standard.

"Namun, kami harus pastikan dia punya motivasi yang benar dan hasrat bergabung dengan proyek ambisius kami," katanya menambahkan.

Jika dijual secara permanen, maka Inter harus menyediakan dana sebesar 10 juta pound untuk Torres. Itu sebabnya Inter berencana mengajukan opsi pinjaman selama setahun terlebih dulu sebelum membelinya.

Giliran FC Internazionale Lirik Nicolas Gaitan


Gaitan kini diminati Inter. 
 
FC Internazionale kini dikabarkan lebih santer untuk mendapatkan jasa pesepakbola berbakat Benfica, Nicolas Gaitan.

Seperti diketahui sebelumnya, duo raksasa Inggris, Manchester United dan Liverpool, juga dikabarkan memiliki minat besar terhadap pemain asal Argentina tersebut.

Bahkan Transfermarketweb melansir sang presiden La Beneamata, Erick Thohir, sudah mengirimkan salah satu perwakilannya untuk terbang ke Lisbon guna membicarakan rencana transfer Gaitan.

Kontrak mantan pemain Boca Juniors itu sendiri masih berlaku hingga Juni 2016. Menurut laman transfermakt, harga Gaitan saat ini mencapai €18 juta.

Interisti "Berkorban" untuk Menghormati Zanetti, Milito, dan Samuel


MILAN, KOMPAS.com - Krisis ekonomi yang melanda Italia berdampak juga pada industri sepak bola. Stadion-stadion menjadi lebih sepi karena daya beli masyarakat berkurang.

Penonton pertandingan kandang Inter Milan, misalnya, hanya sekitar separuh dari daya tampung stadion, yang mencapai 80.000 orang. Bahkan, laga antara Inter dan Juventus pada 14 September 2013 "hanya" disaksikan langsung oleh sekitar 46.000 orang. Hanya laga melawan Milan (4/5/2014) dan Roma (5/10/2013) yang disaksikan langsung oleh lebih dari 60.000 orang.

Namun, untuk pertandingan Serie-A antara Inter dan Lazio, Sabtu (10/5/2014), stadion Giuseppe Meazza diperkirakan akan penuh. Menurut La Gazetta dello Sport, tiket yang belum terjual untuk laga tersebut tinggal sedikit.

Menurut pemberitaan di Italia, tingginya antusiasme Interisti untuk menyaksikan laga itu pertama-tama bukan karena faktor Lazio, melainkan untuk menghormati tiga pemain Inter asal Argentina, yaitu Javier Zanetti, Walter Samuel, dan Diego Milito.

Kontrak tiga pemain tersebut habis musim ini. Bagi Zanetti, ia telah menyatakan bahwa ia akan gantung sepatu usai musim ini. Dengan begitu, pertandingan melawan Lazio itu akan menjadi laga perpisahan bagi tiga pemain yang membawa Inter meraih treble pada musim 2009-2010, yaitu juara Serie-A, Liga Champions, dan Piala Super Italia.

Zanetti menjadi faktor utama yang membuat Interisti rela melupakan krisis ekonomi untuk sesaat dan membeli tiket pertandingan sepak bola. Mereka "berkorban" untuk menghormati Zanetti, yang tak pernah mengenakan kostum selain kostum I Nerazurri sejak Juli 1995.

Zanetti Resmi Pensiun pada Akhir Musim Ini

 
MILAN, KOMPAS.com — Kapten Inter Milan, Javier Zanetti, mengonfirmasi bahwa dia bakal pensiun dari dunia sepak bola pada akhir musim ini. Ia mengaku akan melanjutkan kariernya sebagai manajer olahraga Inter.

Zanetti membela Inter sejak 1995. Selama 19 musim berada di Giuseppe Meazza, pemain berusia 40 tahun itu mengecap 16 gelar bergengsi, yakni Serie-A, Coppa Italia, Piala Super Spanyol, Liga Champions, Piala UEFA, dan Piala Dunia Antarklub.

"Aku merasa waktunya sudah tiba. Aku merasa puas dan lengkap. Untuk pensiun pada usia hampir 41 tahun dan masih merasakan performa seperti ini, itu tidak terbayarkan. Sepak bola telah memberikanku banyak hal, dan aku menikmati setiap momennya," ungkap Zanetti seperti dilansir Skysports.

"Setelah cedera tahun lalu, aku sangat ingin membuktikan bahwa aku masih dapat bersaing, dan aku berhasil melakukannya."

"Apakah aku takut dengan kehidupanku setelah ini? Tidak, tidak ada ketakutan sama sekali. Tentu saja, aku akan merindukan beberapa hal, aspek yang merupakan rutinitas sebagai pemain. Untuk saat ini, misalnya di ruang ganti atau kompetisi."

"Aku memimpikan untuk menghabiskan karier di Inter, yang merupakan rumahku, dan aku melakukannya. Ini adalah keputusan hidup untuk menghabiskan karier di Italia. Sekarang, di posisi sebagai manajer olahraga, aku akan mencoba untuk menjadi berguna bagi tim, jauh dari lapangan."

"Dunia baru sekarang terbuka bagiku, dan itu membuatku tertarik. Akan ada banyak hal yang bisa aku lakukan," tambahnya.

Inter Milan Dapat Kontrak Rp 1,27 Triliun

Written By Japrax on Rabu, 30 April 2014 | 14.42

Erick Thohir, pemilik Inter Milan.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Kondisi finansial Inter Milan terus membaik. Itu setelah Inter dan Infront Sports & Media mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani kesepakatan untuk pemasaran sponsor di seluruh Eropa.

Cakupan kerjasama juga terkait pelaksanaan layanan keramahtamahan korporasi pada hari pertandingan di Stadion Giuseppe Meazza.

Nota kerjasama ditandatangani Presiden Inter Erick Thohir dan Presiden Infront Italia Marco Bogarelli di Palazzo Durini, Kota Milan, Selasa (29/4). Dengan begitu, kedua belah pihak akan membangun kemitraan bergengsi yang berlangsung sampai akhir musim 2017/18.

Erick Thohir mengaku sangat senang dengan perjanjian kerjasama itu. Dia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua orang, khususnya keluarga Massimo Moratti. Dia teringat ketika pertama kali ke Italia adalah dengan membawa misi ingin mengembalikan Serie A menjadi liga teratas di dunia.

“Kami percaya pada pendekatan baru dan strategi itu telah dimulai, dan kami meramalkan di cakrawala bahkan kami percaya pada visi kami,” ujar Erick, dikutip laman resmi klub.

Pemilik Harian Republika itu membanggakan strategi yang diterapkannya dalam mengelola Inter. Pasalnya, model yang dijalankan La Beneamata sudah terbukti benar di Liga Primer Inggris. Dia melihat tim lain di Italia akan mengikuti jalan yang sama.

“Inilah sebabnya mengapa Nike, misalnya, telah bergabung dengan kami.”

Menurut Erick, kerjasama Nerazzurri dengan Infront harus diikuti dengan sikap saling memahami satu sama lain dan berbagi rasa saling percaya. Pasalnya, nilai kontrak yang diterima juara Liga Champions tiga kali itu terbilang besar.

“Kami memiliki kesepakatan senilai 80 juta euro (Rp 1,27 triliun) selama empat tahun dengan Infront,” ujar pemilik DC United itu.

Kendati demikian, ia tidak berpikir untuk berhenti sampai di situ. Inter, kata dia, sudah membahas ide besar lainnya demi kemajuan klub.

“Kami memiliki beberapa pilar. Itu bisa kita membangun masa depan Inter. Kesehatan keuangan yang baik, investasi akan datang dalam tim dan pemain, kampanye di bursa transfer akan datang,” katanya.

FC Internazionale Bidik Fabio Coentrao

Written By Japrax on Senin, 21 April 2014 | 21.00



Coentrao diinginkan Inter 
 
FC Internazionale dikabarkan sedang membidik bek kiri Real Madrid Fabio Coentrao pada bursa transfer musim panas mendatang.

Dilansir Mundo Deportivo, agen Coentrao sudah melakukan pertemuan dengan para anggota dewan Nerazzurri terkait kemungkinan memboyong pemain asal Portugal itu di akhir musim.

Coentrao sebenarnya akhir-akhir ini sedang menikmati penampilannya bersama Los Blancos menyusul cedera yang dialami Marcelo.

Coentrao nyaris bergabung ke Manchester United dengan status pinjaman pada bursa transfer musim dingin Januari lalu, namun ia akhirnya tidak jadi pindah dan tetap bermain di Santiago Bernabeu.

Inter Milan Berminat Datangkan Eks Penyerang Barca, David Villa

Headline 
 
INILAHCOM, Milan - Untuk memperkuat skuadnya di musim depan, Inter Milan dikabarkan ingin mendatangkan mantan pemain Barcelona, David Villa, yang kini memperkuat Atletico Madrid.

Penampilan Inter yang kurang maksimal musim ini membuat sang presiden, Erick Thohir, akan melakukan belanja besar-besaran di awal musim depan. Salah satu lini yang menjadi perhatian adalah penyerang.

Lini depan yang dimiliki Inter saat ini dinilai kurang memuaskan. Diego Milto baru pulih dari cedera panjang dan tak lagi tampil seperti biasanya. Mauro Icardi juga tampil angin-anginan. Hanya Rodrigo Palacio yang masih mumpuni.

Menurut Mediaset, Inter ingin mendatangkan Villa dengan harga 12-15 juta Euro (189-237 miliar Rupiah). Demi memuluskan niatnya, Nerazzurri bersedia memasukkan nama Icardi dalam proposal pembelian pemain berusia 32 tahun tersebut.

Namun, salah satu pengganjal kepindahan Villa ke Giuseppe Meazza adalah masalah gaji. Pemain asal Spanyol itu dibayar 5 juta Euro (79 miliar Rupiah) per musim. Bersama Atletico, El Guaje sudah mengemas 13 gol dari 32 laga.

Selain Villa, beberapa nama yang dihubungkan dengan Inter adalah Edin Dzeko dan Fernando Torres.

Sumber: Forza Italian Football

Kehadiran "Pria Misterius" Hebohkan Sesi Latihan Inter Milan

Written By Japrax on Minggu, 23 Maret 2014 | 19.45



VIVAbola - Sesosok pria misterius tiba-tiba saja menghadiri sesi latihan Inter di Appiano Gentile, Kamis 20 Maret 2014 waktu setempat. Pria bertopeng itu tampak begitu akrab dengan dua bintang Inter Milan, Mauro Icardi dan Javier Zanetti.

Ternyata, pria misterius itu tak asing di dunia gulat World Wrestling Entertainment (WWE). Ya, pria itu adalah Rey Mysterio, pegulat yang senantiasa mengenakan topeng sebagai ciri khasnya dan memiliki jurus ampuh "619".

Seperti dilaporkan forzaitalianfootball, Mysterio langsung mendapatkan sambutan hangat dari para pemain La Benemata dan pelatih Walter Mazzarri. Mysterio juga menyempatkan diri berfoto dengan kapten Inter, Javier Zanetti dan penyerang muda, Mauro Icardi.

Kesempatan langka ini dimanfaatkan dengan bertukar cinderamata. Mysterio memberikan oleh-oleh berupa topeng khasnya kepada Zanetti. Sedangkan Mysterio mendapatkan hadiah berupa jersey Inter dengan nomor punggung "619".

Mysterio, yang memulai karier gulatnya di Meksiko, rupanya begitu antusias dengan rencana Inter mendatangkan penyerang Manchester United, Javier "Chicharito" Hernandez. Pria kelahiran San Diego ini mengaku pernah bertemu Chicharito.

"Dia (Chicharito) berada di San Diego ketika saya dan keluarga bertemu dengannya. Dia pria yang baik, kami mendapatkan tanda tangannya. Inter? Akan menjadi hal besar jika dia bisa bermain di sini," kata Mysterio pada Sky Italia.

Dalam kesempatan yang sama, Mysterio juga berterima kasih atas sambutan yang hangat dari para pemain Inter. Pemilik nama asli Oscar Gutierrez Rubio ini juga senang bisa bertemu dengan Javier Zanetti.

"Terima kasih kepada Inter untuk hadiah jersey dan sambutan di sini. Keluarga saya adalah pecinta Serie A, senang bisa berada di Appiano," kata Mysterio.

"Zanetti? Suatu kebanggaan bisa bertemu dia, orang yang hebat. Satu-satunya yang saya lewatkan adalah topeng dengan warna dan logo Inter," lanjutnya. (umi)

Nih, Target Inter Milan di Akhir Musim


Liputan6.com, Milan: Performa Inter Milan seakan meningkat dalam beberapa pertandingan terakhir. Dalam enam pertandingan terakhir, Inter masih belum terkalahkan yang membuat posisi mereka berada di tempat ke-5 atau selisih sebelas poin dari Napoli, peringkat ketiga.

Menurut pelatih Inter, Walter Mazzari menolak anggapan kalau timnya mengincar satu tiket Liga Champions musim depan. Timnya hanya ingin tetap fokus di setiap pertandingan.

"Kami harus fokus dengan permainan sendiri hal itu tentunya akan menyulitkan tim mana pun yang melawan kami. Hingga saat ini, kami masih belum memikirkan dimana posisi di akhir musim," ujar Mazzari seperti yang dikutip dari FootballItalia, Minggu (23/3/2014).

"Untuk saat ini kami ingin memperbaiki sistem passing dan shooting. Hal itu sangat penting untuk memasuki musim baru berikutnya," tambahnya. (Jefry Leonard)

Jangan Lupa Follow Us Interisti

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Inter Milan Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger