Headlines News :

WELCOME LUCIANO

WELCOME LUCIANO

Berita Terbaru FC Internazionale

Tampilkan postingan dengan label Liga Italia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liga Italia. Tampilkan semua postingan

7 Alasan Inter Akan ‘Juara’ Musim Ini Versi Mas Anton

Written By Japrax on Selasa, 19 September 2017 | 20.32

Oleh : @AntonRijalFikar

Halo kalian para Interisti sehat?

Jelas sehat dong. Sejauh ini dalam empat giornata, Inter berhasil ada di posisi ketiga klasemen di bawah Napoli dan Juventus dengan poin yang sama, hanya kalah selisih gol. Inter juga berhasil mencetak 10 gol, dan hanya kebobolan satu gol, paling sedikit di antara klub Serie A lainnya.

Jelas ini akan menimbulkan situasi harap-harap cemas, apakah klub kesayangan kita di akhir musim akan menjadi juara? Ataukah kita akan menjadi pesakitan lagi dengan terdampar di papan tengah klasemen? Namun mengingat kita adalah salah satu fans paling sabar di jagat sepak bola bersama Kopites dan The Gooners, jadi lebih baik harapannya disimpan terlebih dahulu. Saya tentu tahu rasanya ketika kita diberi harapan untuk pacaran bertahun-tahun dengan seseorang, namun di ujung jalan malah menikah dengan yang lain. Ya, mental kita baja, kepala kita memang batu.

Optimis memang, tapi menurut saya, Inter musim ini akan jauh berbeda dibandingkan tujuh musim sebelumnya. Mengapa? Karena saya memiliki beberapa analisis mengapa Inter akan juara musim ini.

1. Keberadaan Teknologi VAR

Susah untuk dipungkiri, salah satu faktor Inter susah bersaing di liga adalah perihal keputusan wasit. Banyak statement yang menyatakan Juventus selalu diuntungkan dengan keputusan wasit sementara Inter sebaliknya. Sebut saja kejadian musim 1997/1998 dimana Ronaldo dihajar Mark Iuliano di kotak penalti dan tidak berbuah tendangan 12 pas, sehingga Inter kalah 0-1 dan Juventus pun scudetto. Atau ketika gol Sulley Muntari dianulir di musim 2011/2012, padahal jelas di video rekaman pertandingan bola sudah melewati garis gawang sebelum ditinju keluar oleh Buffon. Juventus pun scudetto.

Untungnya, di musim 2017/2018, Serie A mulai menerapkan Video Assistant Referee (VAR) sebagai pembantu wasit di tiap pertandingan. Fungsi dari VAR sendiri adalah untuk meninjau keputusan wasit kepala dengan melihat rekaman video instan. Bayangkan, keputusan terjadinya gol dan prosesnya, pemberian tendangan penalti, pemberian kartu kuning dan merah, semua dapat ditinjau ulang langsung selama pertandingan. Dampak dari VAR sendiri pun mulai terasa pada Juventus di dua pertandingan ketika melawan Cagliari dan Genoa, mereka menderita 2 penalti –yang satu gagal berbuah gol sementara yang satu lagi gol. Sementara Inter mendapatkan 1 hadiah penalti yang berbuah gol setelah 5 menit konsultasi bersama VAR ketika melawan SPAL. Hal ini di musim-musim yang lalu merupakan kemustahilan untuk Inter, ketika tanpa VAR, Inter mungkin baru dapat hadiah penalti setelah giornata 20-an.

2. Bersama Spalletti, Jantung Kita Akan Lebih Sehat

Di musim-musim sebelumnya, darah Anda mungkin terbiasa terpompa dengan deras ke seluruh tubuh ketika Inter mulai bertanding. Skenarionya kurang lebih sama: Gol-gol yang dicetak oleh Icardi, terbayar lunas dengan aksi konyol di lini belakang pada menit-menit akhir. 3 poin pun melayang seiring peluit akhir pertandingan. Rambut-rambut rontok, piring dan gelas pecah berserakan, napas naik-turun, kadang panas-dingin, intinya tidak sehat-lah. Bersyukurlah kalian wahai Interisti garis tua, bersama Spalletti, Anda tidak perlu sering-sering klaim BPJS untuk cek tensi darah, minta surat ijin sakit ke dokter ketika hari senin karena malu di-bully teman sekantor, atau membuat banyak alasan seperti:

“Yang penting kami pernah treble winner!”

“Kami tidak pernah turun ke Serie-B”

“Yang penting presiden kami orang Malaysia! Eh, maksud kami, Indonesia!”

Tidak. Tidak perlu lagi. Apa yang Spalletti berikan ke kita, juga ke tim, adalah sebuah kestabilan. Pekerjaan yang Spalletti tunjukkan musim lalu bersama AS Roma adalah jaminan mutu dari CV seorang pelatih pekerja keras merangkap psikolog, merangkap motivator, dan komunikator. Ketika berbicara eksternal kepada pers, Spalletti akan menyampaikan apa yang ada dalam tim secara jelas dan lugas, tanpa bertele-tele. Ketika berbicara pada timnya, ia akan menyempatkan diri untuk mengobrol secara empat mata tentang kekurangan yang harus diperbaiki. Apabila masih ngeyel dan ndablek juga, ia tak akan segan untuk mencadangkan pemain tersebut hingga sadar. Ingat apa yang terjadi pada Totti di musim terakhirnya? Seperti itulah Spalletti. Ingat posisi klasemen Roma musim kemarin? Seperti itu jugalah Spalletti. Demi menjaga kestabilan timnya, ia tidak akan pernah peduli dengan komentar orang yang tidak sejalan dengan dirinya dan timnya.

3. Superisic

Sejauh ini kesuksesan Inter di mercato bukan diukur dari keberhasilan mendatangkan Dimaria, Schick, Keita, Moura, Sanchez, Berardi, Bernardeschi, Salah, Atep, atau Zulham Zamrun, namun ketika berhasil mempertahankan Ivan Perisic. Iya Perisic, yang hanya dihargai 48 juta paun oleh klub Manchester sialan itu. Cobalah tengok musim yang sedang berjalan ini. Ivan Perisic dalam 4 match sudah berkontribusi 3 gol dan 3 assist. Itu berarti 60% dari total gol Inter saat ini adalah kontribusi dari hanya seorang Ivan Perisic. Coba sebutkan pemain Manchester United mana yang bisa berkontribusi semasif itu? Mkhitaryan? Lukaku? Pogba? Meh. Pemain EPL memang selalu overrated.

Oke maaf, saya sering emosi jika membahas klub EPL. Kembali lagi ke Perisic. Ya, Ivan Perisic memang super. Ketika Icardi mulai buntu di kotak penalti, ia akan muncul menyisir dari sisi kiri kemudian ke tengah dan boom! Maka terjadilah gol atau assist. Bersama Icardi, ia telah menjelma menjadi partner ideal setelah era Icardi – Kovacic dan Icardi – Palacio. Hanya pelatih Jerman gila yang tega untuk mencadangkan Perisic dari menit pertama untuk seorang Eder. Oh iya, ini maksudnya buatmu, Frank De Boer.

4. Sang Regista

Seumur saya menikmati Inter bertanding, menurut saya Inter tidak pernah benar-benar memiliki sosok seorang regista. Di negara yang kerap memuja sosok fantasista seperti Totti dan Del Piero, atau attacante seperti Ronaldo dan Vieri, atau juga trequartista seperti Kaka dan Veron, regista adalah sosok yang cukup langka. Jauh dari glamornya selebritis lapangan hijau yang kerap memukau lewat aksi-aksi skillful di lapangan, peran regista adalah peran sutradara dari balik layar. Layaknya Pirlo dan Veratti, Inter akhirnya menemukan sosok ini pada diri Borja Valero.

Ketenangan, visi, dan kemampuannya dalam mengalirkan bola, membuat Inter kepincut untuk mendatangkan Valero dari Fiorentina meskipun usianya tidak lagi muda. Rupanya manajemen Inter cukup terbawa romansa Juventus ketika berhasil mendatangkan Pirlo dari Milan. Borja Valero, meski tidak seflamboyan Pirlo, ia memiliki kematangan yang cukup untuk menjadi jenderal di lini tengah. Kedatangan seorang Valero bahkan membuat Spalletti yakin jika ia tidak membutuhkan sosok gelandang pengangkut air seperti Medel atau Kondogbia. Sudah cukup Inter berjudi dengan Banega di musim lalu. Kini bersama Valero, Inter siap menjajah setiap jengkal lini tengah tim lawan manapun.

5. Tiga Lapis Tembok Baja

Milan Skriniar memang fenomenal. Ketika Inter mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Sampdoria sebesar 30 juta euro untuk mengangkut Skriniar, saya bertepuk tangan. Di mata saya, Skriniar memiliki kelebihan yang tidak dimiliki pasangan duet Miranda sebelumnya, Ranocchia – Juan Jesus – Andreolli – Murillo – Medel. Dengan tinggi 187 cm, Skriniar kuat di duel udara, sekuat Ranocchia dan Andreolli. Memiliki bobot seberat 80 kg membuat Skriniar tidak takut untuk body charge dengan penyerang manapun seperti Medel. Kemampuannya untuk mendribble bola bahkan jauh lebih bagus dari Juan Jesus. Aerial tackle-nya pun bersih dan tidak sesembrono Jeison Murillo. Short pass-nya secara statistik bahkan lebih baik dibandingkan dengan kompatriotnya, Miranda. Insting mencetak gol-nya? Mammamia! Di MSK Zilina selama 93 pertandingan, ia melesakkan 13 gol. Di Inter, hanya dalam dua pertandingan terakhir, Skriniar berhasil menggetarkan mistar gawang dan mencetak satu gol. Intinya dengan segala kelebihannya, Skriniar adalah bek masa depan Inter, jika tidak dijual ke Real Madrid, PSG atau Barcelona tentunya.

Miranda, kapten timnas Brasil, merupakan sosok mentor yang sangat ideal untuk Skriniar sebelum kemampuannya habis digerogoti usia. Ketenangan, kemampuan membaca arah serangan lawan, serta leadership secara mudah ditularkan kepada Skriniar. Kali ini Miranda tidak perlu khawatir, Skriniar mempunyai spesifikasi prosesor dan RAM yang lebih tinggi dibandingkan Ranocchia, Juan Jesus, Medel, dan Murillo.

Di belakang mereka berdua, Samir Wakabayashi pun bisa lebih santai di bawah mistar gawang. Tidak perlu banyak mengumpat, melompat, apalagi melakukan banyak penyelamatan sesering musim lalu. Trio Skriniar – Miranda – Wakabayashi ini sudah teruji paten dalam empat pertandingan terakhir dengan mencatatkan rekor 3 kali cleansheet dan hanya kebobolan satu gol.

6. Tiga Super Sub

Para Interisti garis tua nan keras mungkin ingat jika Inter pada medio 2003-2009 pernah punya sosok super sub fenomenal pada diri Julio Cruz. Bayangkan ketika pada masa itu lini depan Inter disesaki striker sekelas Vieri, Adriano, Ibrahimovic, Recoba, Crespo, dan Martins, tapi Julio Cruz masih setia bertahan di bangku cadangan. Anda tahu kenapa? Sudah menjadi pakem pelatih saat itu ketika Inter mulai buntu, masukkan saja Cruz, niscaya beliau akan mendedikasikan gol yang berujung pada kemenangan Inter.

Inter pun musim ini akan memiliki tiga super sub dalam diri Joao Mario, Eder dan Padelli. Mengapa? Pertama, Joao Mario mungkin akan lebih sering diplot sebagai trequartista di belakang Icardi, namun kemampuan Joao Mario dalam menghasilkan assist dan gol sejak musim lalu selalu lebih banyak ketika ia masuk ke lapangan dari bangku cadangan. Mungkin beliau lebih nyaman memperhatikan situasi pergerakan tim dari bench sisi lapangan, kemudian menyimpulkan solusi, lalu ketika ia masuk hanya tinggal mempraktekkan apa yang ada di lapangan. Kedua, idem dengan Eder, sejak musim lalu– Anda juga bisa membuktikannya di tim nasional Italia– Eder akan lebih berguna ketika dimasukkan di menit-menit kritis. Banyak gol penting yang akan ia hasilkan musim ini.

Ketiga Padelli. Mengapa Padelli? Itu semata karena Handanovic memiliki pengganti yang sepadan dalam diri Daniel Padelli. Sebelum kedatangan Joe Hart, Padelli adalah penjaga gawang utama di Torino. Sedikitnya Padelli mencatatkan 33 kali bermain di tiap musim dengan rataan menit sekitar 3000an. Pada musim 2013-2014, Padelli selalu bermain di setiap pertandingan yang Torino jalani hingga berujung pada kualifikasi Europa League. Penampilan apiknya di musim itu seolah terbayarkan ketika ia mendapatkan anugerah penghargaan Goalkeeping Revelation of The Season dari Italian Sport Awards pada tahun 2014. Bergabungnya dia ke Inter seolah menjadi reuni musim 2011-2012, dimana ia juga menjadi penjaga gawang cadangan dari Handanovic di Udinese.

7. Skuad Yang Ramping

Dengan hanya bermain di 2 kompetisi lokal, membuat manajemen membentuk skuad Inter musim ini dengan sangat ramping. Dalam formasi kesukaan Spalletti, 4-2-3-1 di hampir setiap posisi, skuad ini memiliki sedikitnya 2 pemain untuk bergantian menjadi starter dan pemain pengganti. Untuk lebih jelasnya Anda dapat melihat skema formasi ini.

Pemain yang bertanda biru, Anda akan sering melihat mereka mengisi starting line-up sepanjang musim ini. Pemain yang bertanda hitam, adalah pemain yang akan secara bergantian mengisi line-up ketika pemain bertanda biru sedang kelelahan atau performanya sedang angin-anginan. Sementara pemain bertanda oranye, adalah pemain yang bisa saja mengisi posisi tersebut, utamanya ketika Mister Spalletti sedang frustasi atau kondisi benar-benar darurat.

Dengan skuad ramping yang hanya berisikan 23 pemain ini, dipastikan tidak akan ada lagi pemain yang ngambek dan frustasi seperti Jovetic, Kondogbia atau Gabi-seret-gol. Pemain Primavera seperti Vanheusden, Valietti dan Pinamonti punya kesempatan untuk mencari pengalaman dalam pergantian dengan seniornya. Dua pemain senior cadangan dengan status Lord seperti Ranocchia punya waktu yang cukup untuk membalas haters di kolom komentar akun media sosialnya, dan Lord Nagatomo, tidak akan seperti musim lalu dimana ia terlalu sering bermain sebagai inti, musim ini beliau akan lebih fleksibel mengatur jadwalnya dalam mengisi organ tunggal keliling kampung.

Jika semua bisa bermain, semua akan senang. Jika para pemain senang, tidak akan ada friksi. Jika tidak ada friksi, suasana internal klub akan positif. Jika suasana internal klub positif, saya rasa pelatih akan dengan mudah mengatur fokus skuadnya dalam mencapai target musim ini, yaitu lolos ke Liga Champions.

“Loh, kok cuma lolos Liga Champions? Bukannya di judul tulisan ini ‘Alasan Inter Akan Juara Musim Ini?’ Dari sederet alasan yang diungkapkan di atas, harusnya cukup dong buat bikin Inter juara musim ini?

Iya betul Mas, juara, tapi juara dua atau tiga di bawah Napoli atau Juventus.

Wah sialan lu, dasar PHP!”

Maaf mas, tapi saya kan daritadi cuma bahas skuad Inter, tidak membahas kedalaman skuad Juventus atau padunya chemistry skuad Napoli yang sudah bertahun-tahun main bareng.

Lagipula ya mas, kalaupun maksud saya Inter akan juara satu, alih-alih menulis kata “juara” di judul, saya akan menggantinya sebagai kata Scudetto. Tapi sayangnya, sepertinya kita juga harus puas dan bersyukur jika bisa finish di posisi dua atau tiga akhir musim ini. Skuad ini menurut prediksi saya akan menjadi sebuah pemuas dahaga yang tidak pernah kita rasakan selama tujuh musim ke belakang.

Jangan serius-serius mas. Berdoa mulai!

@AntonRijalFikar

sumber: https://calciobuzz.com/opinibuzzer-7-alasan-inter-akan-juara-musim-ini-versi-mas-anton/

Upaya Suning Menepati Janji

Written By Japrax on Minggu, 12 Maret 2017 | 19.07

Selama kurang lebih satu windu terakhir, pergolakan ekonomi dunia memunculkan Cina sebagai salah satu negara dengan kekuatan ekonomi yang paling baik dan stabil. Maka tak perlu heran apabila akhir-akhir ini banyak sekali pengusaha asal Cina yang berekspansi ke penjuru dunia.

Ada banyak industri yang disasar sebagai ladang bisnis baru, mulai dari manufaktur, perhotelan, farmasi sampai cabang olahraga yang bernama sepak bola. Perkembangan industri sepak bola yang dari hari ke hari semakin memikat tentu saja menarik minat banyak kalangan untuk terjun di dalamnya, termasuk para pengusaha asal Cina. Maka Eropa yang jadi kiblat sepak bola dunia pun mulai jadi tujuan mereka dalam berbisnis.

Dalam beberapa tahun terakhir, para pencinta sepak bola sudah pasti mendengar proses pengambilalihan saham mayoritas atau bahkan penuh, dari para pengusaha asal Cina terhadap kesebelasan-kesebelasan di benua biru. RCD Espanyol di Spanyol, Aston Villa dan West Bromwich Albion di Inggris, Slavia Praha di Republik Ceska dan Internazionale Milano di Italia merupakan beberapa contoh klub yang saat ini dikuasai taipan-taipan asal negeri tirai bambu.

Terlebih nama klub yang disebut terakhir, kepemilikan mayoritas saham mereka telah berpindah tangan per Juni 2016 silam dari tangan pengusaha Indonesia, Erick Thohir, kepada Suning Group asal Cina yang dikomandoi Zhang Jindong. Mahar sejumlah 270 juta euro disetorkan Suning Group untuk mengakusisi saham sebesar 68.55%.

Terbilang cukup murah memang namun faktanya kewajiban Suning Group tak berhenti sampai itu saja. Usut punya usut, mereka juga diminta untuk melunasi utang-utang La Beneamata yang nilainya cukup besar, yang hampir kesemuanya “hadiah” dari pemilik sebelum Zhang dan Thohir, Massimo Moratti.

Meski menanggung beban tambahan, Suning Group tetap antusias atas keberhasilan mereka menguasai saham mayoritas Internazionale. Hal ini memang sesuai dengan visi Suning Group yang ingin menjadi salah satu aktor terdepan di bidang industri sepak bola pada masa yang akan datang.

Lebih jauh, Zhang Jindong juga menjanjikan sesuatu yang membuat Interisti, tifosi setia La Beneamata, merasa bahwa klub kesayangannya bakal lepas dari level semenjana yang melekat usai menggenggam gelar treble pada musim 2009/2010 kemarin.

“Kami akan membuat brand Inter semakin dikenal luas dan menjadi kesebelasan yang lebih tangguh. Bersama Suning Group, La Beneamata memiliki masa depan yang cerah. Klub ini akan jadi tempat para bintang bermukim dan bibit-bibit muda melesat”, tutur Zhang seperti dirilis dari ESPN.com.

Akan tetapi, mengubah situasi buruk yang tengah dialami sebuah klub sepak bola tentu bukan perkara mudah. Begitu pula yang dirasakan Suning Group pada awal masa “pemerintahannya”. Di awal musim 2016/2017, perjalanan Inter di Serie A maupun Liga Europa berjalan tidak mulus. Padahal klub sudah mengucurkan dana lumayan gemuk demi memboyong Cristian Ansaldi, Gabriel Barbosa, Antonio Candreva dan Joao Mario untuk memperkokoh skuat.

Ketidakmampuan Frank De Boer (FdB), sosok asal Belanda yang didapuk sebagai pelatih baru, dalam meracik strategi yang pas dengan tim dianggap sebagai salah satu biang keladi. Bersamanya, penampilan Inter memang sangat inkonsisten.

Pada satu pekan tertentu Inter tampak begitu menjanjikan, namun di pekan selanjutnya permainan Mauro Icardi dan kawan-kawan terlihat kacau balau. Alhasil, pelatih yang konon merupakan pilihan Thohir usai memecat Roberto Mancini itu juga dibebastugaskan setelah tumbang di tangan Sampdoria pada pekan ke-11 yang lalu.

Nama eks pembesut Bologna dan Lazio, Stefano Pioli, lantas diangkat sebagai allenatore La Beneamata yang baru. Tak seperti FdB, kabarnya Pioli adalah sosok pilihan Suning Group. Hasilnya, di tangan pelatih berusia 51 tahun itu Inter memang bisa tampil lebih baik dan konsisten.

Sejauh ini, di lima belas pertandingan Serie A bersama Pioli, Inter berhasil mencatatkan rekor menang-seri-kalah cukup apik yakni 11-1-3. Usai tercecer di luar sepuluh besar klasemen, La Beneamata pun kini dapat kembali bersaing memperebutkan tiket ke kompetisi antarklub Eropa musim mendatang.

Lebih jauh, Suning Group juga terus menggiatkan proses pencarian klien anyar yang bersedia melakukan kerjasama dengan klub sebagai sponsor. Dari informasi yang beredar, beberapa sponsor, khususnya dari wilayah Asia, memang telah menyepakati kerjasama dengan kubu La Beneamata. Inter sendiri disebut-sebut telah mengantongi pemasukan senilai 200 juta euro sejak dipegang Suning Group hingga saat ini.

Ambisi besar Suning Group untuk membangkitkan tim ini pun tampak dari keinginan mereka untuk memiliki stadion sendiri, entah dengan cara bertahan di stadion Giuseppe Meazza dan membelinya dari pemerintah kota atau mencari kawasan lain yang bisa digunakan membangun markas anyar.

Kabar terakhir menyebut bahwa manajemen Inter sedang mengevaluasi lahan bekas industri di kawasan Sesto San Giovanni, timur laut kota Milano, untuk mendirikan sebuah stadion baru. Opsi ini ditempuh andai AC Milan, rival sekota Inter, tak kunjung menentukan sikap bakal membangun stadion baru milik mereka sendiri atau tetap bertahan di stadion Giuseppe Meazza. Kebutuhan akan stadion pribadi memang jadi hal mutlak yang harus diwujudkan demi keberlangsungan La Beneamata (dan mayoritas klub-klub Liga Italia) di masa yang akan datang.

Agar pengelolaan tim bisa berjalan dengan lebih baik dan terkontrol, Zhang pun mengutus sang putra, Steven Zhang, guna menetap di Italia supaya lebih dekat dengan pihak manajemen maupun skuat. Keberadaan Steven, serta beberapa orang kepercayaan Zhang di tubuh manajemen Inter, sejauh ini memang cukup menunjukkan perkembangan positif.

Kenyataan ini seharusnya bisa membuat hati Interisti lebih tenang karena ada banyak perubahan menuju ke arah yang lebih baik. Bahkan jika Pioli gagal mengantar Inter berlaga di Liga Champions musim depan.

Sebab realita yang ada memang menunjukkan bahwa alasan La Beneamata terseok-seok adalah performa buruk mereka di awal musim yang jelas bukan kesalahan sang pelatih berkepala plontos tersebut. Pioli jelas membutuhkan tambahan sumber daya, dalam hal ini pemain, untuk membangun fondasi tim yang lebih tangguh seperti keinginan Zhang.

Mereka juga sepatutnya gembira karena sang taipan asal Cina itu menunjukkan keberaniannya menggelontorkan dana masif guna merekrut pemain-pemain berkualitas dan muda usia, sesuatu yang bakal bermanfaat bagi Inter tak hanya saat ini tapi juga di masa depan.

Interisti patut berdoa manajemen tak membuat blunder apapun dalam menjalankan roda bisnisnya yang baru ini. Karena cukup banyak juga kita dapati kasus kegagalan manajemen yang dilakukan oleh para pemilik anyar suatu klub sehingga kondisi tim itu justru berantakan dan berujung kekecewaan yang mendalam.

Bila hal tersebut terlaksana, meski belum bisa memetik hasilnya secara maksimal di musim ini, setidaknya Interisti boleh berharap jika upaya Suning Group merestorasi tim ini dan menepati janjinya bakal menampakkan buahnya mulai musim depan.

#NonMollareMai

Author: Budi Windekind (@Windekind_Budi)
Interista gaek yang tak hanya menggemari sepak bola tapi juga american football, balap, basket hingga gulat profesional.

Sumber: http://football-tribe.com/indonesia/2017/03/12/upaya-suning-menepati-janji/

Gagal Temukan Solusi Stadion, Duo Milan Merugi €20 Juta

Written By Japrax on Rabu, 16 Maret 2016 | 22.50

Gagal Temukan Solusi Stadion, Duo Milan Merugi €20 Juta

 
Goal.com- Ancaman kerugian hingga €20 juta menghantui Internazionale dan AC Milan apabila mereka tak jua menemukan solusi terkait isu stadion yang ditempati bersama.
 
Seperti diketahui, Nerazzurri dan Rossoneri selama ini berbagi markas di Stadio Giuseppe Meazza atau yang dikenal juga dengan San Siro.

Milan sempat menggagas rencana untuk hijrah dari venue tersebut guna membangun kandang sendiri di distrik Portello, namun presiden klub Silvio Berlusconi membatalkannya akibat ongkos pembiayaan yang membubung tinggi.

Ini memaksa kedua kubu mencari solusi untuk memaksimalkan pemasukan dari San Siro. Jika tak ditemukan, sebagaimana dikemukakan presiden Inter Erick Thohir, kedua kubu akan merugi.

"Stadion penting untuk kami," ujar pengusaha asal Indonesia ini dalam konferensi pers untuk mengumumkan perpanjangan kontrak sponsorship dengan Pirelli.

Mancini dan Penantian Panjang Inter Milan

Written By Japrax on Rabu, 30 September 2015 | 20.30

Mengulang sukses 
 
berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,Roberto ManciniWaktu memang terus bergerak, merangsek ke depan, membentuk zaman. Serie A Italia pun semakin panas.

Tapi baiklah kita sejenak menoleh ke belakang dan menyebut nama  ini: Roberto Mancini.

Mancini lahir di Jesi, 27 November 1964. Dia ditakdirkan untuk  menjadi pesepakbola, juga pelatih. Sukses, juga apes, datang silih berganti.

Bologna, dari sana dia memulai kariernya. Tak lama, hanya setahun (1981–1982). Pindah ke Sampdoria (1982–1997), Mancini panen gelar: satu gelar scudetto, empat Coppa Italia, serta Piala Winner.

Mancini juga menggoreskan kenangan indah bagi Lazio, klub yang dibelanya selama tiga tahun (1997–2001): satu piala Winners, dua titel Coppa Italia.

Masa-masa kejayaan Mancini mulai redup, seiring dengan dipinjamkannya dia ke Leicester City (2001). Bersama  Leicester City, Mancini hanya mendapat kesempatan dalam empat laga.   

Sukses di klub, Mancini gagal moncer bersama Timnas Italia.  Berseragam  Azzurri, Mancini hanya mengantongi 36 laga dengan torehan empat gol.

Dunia balbalan tak bisa lepas dari Mancini. Sepak bola adalah  hidupnya, dunianya, hari-harinya. Tak lagi menjadi pemain, Mancini  meneruskan kariernya sebagai pelatih.

Mengawali karier, Mancini mengarsiteki Fiorentina (2001–2002). Lalu  Lazio (2002–2004). Pencapaian Mancini bersama kedua klub tersebut tak jelek-jelak amat, jika jam terbang menjadi tolok ukur.

Kepada La Viola,  Coppa Italia dia persembahkan. Gelar serupa juga dia berikan kepada Lazio.

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,Roberto Mancini
Sukses besar ditorehkan Mancini ketika dirinya dipercaya menukangi Inter Milan. Selama empat tahun masa pengadiannya (2004–2008), Inter super tokcer: Dua titel Coppa, dua gelar SuperCoppa, serta  tiga gelar scudetto.

Luar biasa! Tak ada yang bisa melakukan itu sebelumnnya di Inter,  setidaknya dalam 30 tahun terakhir. Mancini panen pujian. Namanya  terpatri kuat di hati para fans Nerazzurri.

Sayang, kemesraan itu akhirnya berakhir. Gagal bersaing di level  Eropa, jabatan Mancini menjadi taruhan. Dia didepak, posisinya digantikan Jose Mourinho.

Tak sedikit yang meragukan, Mancini bakal bisa mengulangi sukses  seperti yang dia pahat tatkala masih membidani La Beneamata.

Tapi Mancini mematahkan keraguan tersebut. Dia justru kembali  berjaya di Premier League, Inggris, kompetisi yang katanya paling ketat di dunia.

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,Roberto Mancini
Adalah Manchester City yang pernah merasakan sentuhan magis Mancini, dari 2009 - 2013. Tak hanya menjadi yang terbaik di pentas Premier League edisi 2011/2012, City juga kampiun Piala FA  2010/2011, serta Community Shield 2012.

Apa boleh buat, Mancini harus menelan pil pahit. Kegagalan di  penyisihan grup Liga Champions menjadi batu sandungan bagi Mancini. Selasa pagi, 14 Mei 2013, City resmi mengeluarkan pernyataan pemecatan Mancini.

Mancini, tak lama setelah pemecatan itu, mengaku masygul. Dia sedih, juga kecewa. Benar-benar emosional.

Kepada suratkabar Corriere dello Spor, Mancini berkata," Saya akui itu masih menyakitkan. Saya pikir, saya pantas mendapatkan respek lebih atas apa yang sudah saya lakukan untuk Manchester City".

Petualangan Mancini berlanjut ke Turki, bersama Galatasaray (2013–2014). Dia menggantikan  Fatih Terim.

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,Roberto Mancini
Setahun menangani Galatasaray, Roberto Mancini sebenarnya menorehkan  catatan apik, yakni menyabet gelar juara Piala Turki 2013-2014.  Galatasaray lumayan menyengat di Liga Champions, walau akhirnya kandas di babak 16 besar Liga Champions. Hanya saja, Galatasaray gagal mempertahankan gelar juara Liga Turki dan harus puas finis di posisi kedua.
Sejatinya, Mancini masih menyisakan kontrak dua tahun. Namun, Mancini memilih meninggalkan Sarı Kırmızılılar lebih cepat.

Takdir kemudian membawa Mancini kembali ke Inter, medio November 2014. Jebloknya kinerja Walter Mazzarri memaksa petinggi Inter mencari sosok pengganti yang tepat. Mancini-lah orannya.

Memaksimalkan laga tersisa, Mancini berharap ada keajaiban. Tapi itu tak terjadi. Di bawah asuhan Mancini, Inter mengakhiri Serie A edisi 2014/2015 dengan finis di posisi kedelapan.

berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion,Roberto Mancini
Mancini masih dipercaya sebagai pelatih. Musim 2015/2016 harus lebih baik. Bos Besar, Erick Thohir, menegaskan bahwa Inter harus finis di papan atas Serie A musim ini. Targetnya jelas, yakni Liga Champions 2016/2017.

Uang banyak pun digelontorkan. Sejumlah amunisi anyar didaratkan ke Giussepe Meazza. Mereka adalah Ivan Perisic, Stevan Jovetic, Martin Montoya, Jeison Murillo, Miranda, juga Geoffrey Kondogbia.

Lima kemenangan dari enam laga, setidaknya bukti bahwa Inter telah bangkit dari keterpurukan.

Masih terlalu dini untuk bicara Scudetto, memang. Jalan masih panjang dan berliku. Walau demikian, Inter dengan pelatih sekaliber Mancini, menjadi jaminan mutu.

Jika Mancini bisa melakukannya pada masa lalu, bukan tak mungkin dia pun akan melakukannya musim ini. Terakhir, Inter juara Serie A musim 2009/2010. Akan usaikan penantian panjang itu? Semoga.

Erick Thohir Siapkan 150 Juta Euro untuk Renovasi Giuseppe Meazza

http://img.redaksi.co.id/2015/09/Erick-Thohir-Siapkan-150-Juta-Euro-untuk-Renovasi-San-Siro.jpg
MILAN – Presiden Inter Milan, Erick Thohir, mengaku telah menyiapkan dana sebesar 150 juta Euro untuk merenovasi Stadion Giuseppe Meazza San Siro, Milan.

“Inter telah bekerja pada proyek San Siro selama sembilan bulan. Kami siap, konsultan kami siap, program kami siap. Kami siap menginvestasikan dana sebesar 150 juta untuk stadion ketika mendapat lisensi dari kota,” ujar Thohir yang dilansir laman resmi klub.

Menurutnya Stadion San Siro adalah stadion yang penting bagi kota Milan. Dirinya juga mengaku tidak akan mengubah stadion tersebut.

“Kami telah merencanakan tentang selama satu tahun. Ini akan positif bagi ekonomi Italia dan ekonomi Milan. Kami melihat San Siro rumah kami, itulah mengapa kami ingin berinvestasi,” ujarnya.

Stadion San Siro yang juga dikenal Stadion Giuseppe Meazza didirikan pada Desember 1925 dan dibuka pada September 1926. Stadion ini masuk ke dalam 10 stadion terbesar di Eropa dengan kapasitas 81.277 kursi.

Stadion yang menjadi kandang dua klub raksasa Italia, AC Milan dan Inter ini pernah direnovasi pada 1955 dan 1990.

Inter Rugi Rp 1,4 Triliun, Ini Kata Erick Thohir

Inter Rugi Rp 1,4 Triliun, Ini Kata Erick Thohir
(Foto: football-italia)
INILAHCOM, Milan - Inter Milan dikabarkan menderita kerugian sebesar 90 juta Euro atau sekitar 1,4 triliun Rupiah. Apa komentar sang presiden, Erick Thohir?

Seperti diberitakan Mediaset dan Corriere dello Sport, Inter mengalami kerugian 90 juta Euro selama periode 1 Juli 2014 hingga 30 Juni 2015. Jika benar, tentu itu menjadi kabar buruk untuk Nerazzurri yang sebelumnya sudah dijatuhi sanksi terkait Financial Fair Play.

Kerugian bisa saja semakin membengkak mengingat musim ini Inter menggelontorkan dana cukup banyak untuk mendatangkan pemain-pemain baru berharga mahal, seperti Geoffrey Kondogbia, Ivan Perisic, dan Stevan Jovetic.

Namun, semua kabar tersebut langsung dibantah Thohir. Ia mengaku tak mengerti dari mana angka tersebut muncul.

"Saya sudah membaca beberapa berita berbeda mengenai budget tersebut. Saya tak mengerti dari mana angka itu muncul. Saat ini, indeks keuntungan kami sangat positif. Pendapatan kami meningkat 10 juta Euro (165 miliar Rupiah) dan hasil penjualan tiket juga bagus," ujar Thohir, dikutip dari Football Italia.

"Hak siar televisi juga bagus, tapi masih jauh dari apa yang terjadi di Inggris. Kami harus melakukan lebih baik lagi dan membuat Seri A lebih dikenal di Asia dan Amerika Serikat," ia mengakhiri.

Inter Akrab dengan Skor 1-0, Capello: Pikir Dulu Sebelum Kritik

Written By Japrax on Minggu, 27 September 2015 | 15.43

Inter Akrab dengan Skor 1-0, Capello: Pikir Dulu Sebelum Kritik 
 Roma - Inter Milan mampu memenangi seluruh pertandingan Serie A sejauh ini walaupun dengan skor-skor tipis. Allenatore veteran Fabio Capello menyebut itu tetap saja sebuah capaian sip.

Sampai dengan giornata 5 Serie A Inter menjadi satu-satunya tim yang masih melaju dengan sempurna. Lima kemenangan diraih walaupun dengan keunggulan tipis--empat kemenangan 1-0 dan satu kemenangan 2-1.

Hal itu membuat ada saja pihak yang mengkritik dan mencibir gaya La Benemata. Padahal Capello menegaskan bahwa kemenangan dengan skor 1-0 pun tidaklah mudah diraih pada sepakbola dewasa ini.

"Saya harus lebih dulu menyatakan bahwa dengan Milan kami pernah memenangi empat titel dari 1992 sampai 1996, tapi cuma yang ketiga dimenangi dengan jumlah gol minim. Ketika itu kami punya pertahanan luar biasa dan pada 1993-94 kekuatan lini belakang kami yang sudah terbukti jadi penentu. Terkait dengan hal itu, skor 1-0 haruslah tetap dihormati," sebut Capello seperti dikutip Football Italia.

"Saya pikir orang-orang harus berpikir lebih jauh sebelum mengkritik 1-0 sebagai hasil yang biasa saja. Faktanya ada tiga (dari skor itu): sebuah tim sudah menang, tidak kebobolan, dan berjuang mempertahankan keunggulan. Dalam beberapa tahun terakhir tingkat kualitas tim secara umum sudah lebih baik jadi kini kian sulit untuk membawa pulang tiga poin."

"Saya menghormati Roberto Mancini dan menilainya sebagai seorang pelatih bagus karena ia mampu meminta klub mendatangkan pemain-pemain yang ia mau dan juga bisa mengadaptasikan materi yang ia miliki. Seperti ungkapan, Anda menghasilkan minuman anggur dari buah-buah anggur yang Anda punya," beber mantan peracik taktik Milan, Roma, Juventus, Real Madrid, dan timnas Inggris dan Rusia tersebut.

Inter Milan Alami Kerugian Besar?

Inter Milan Alami Kerugian Besar?
Para pemain Inter Milan (REUTERS/Giorgio Perottino)
 
VIVA.co.id - Berita tak sedap berhembus dari Inter Milan. Manajemen klub disebut-sebut mengalami kerugian finansial yang besar.

Rumor ini muncul seiring dengan rencana publikasi laporan keuangan Inter. Corriere dello Sport melansir, sudah ada pertemuan para pejabat klub yang dipimpin langsung oleh Presiden Inter, Erick Thohir.

Pertemuan berlangsung kurang dari dua jam. Tak jelas, apa isi pembicaraan di dalamnya. Namun, diyakini mereka membahas langkah-langkah strategis untuk mengatasi kerugian ekonomi yang timbul di tahun finansial Juli 2014 hingga Juni 2015.

Diduga, Inter kehilangan uang hingga €90 juta atau setara Rp1,5 triliun di periode tersebut. Situasi ini tentu sangat tak menguntungkan bagi Nerazzuri.

Tak cuma harus memutar otak demi menyeimbangkan keuangan klub, Inter juga terancam sanksi Financial Fair Play dari UEFA. Padahal, Inter sudah dijatuhi sanksi FFP pada Mei 2015 lalu.

Sebenarnya, Inter sudah berupaya menghindari ancaman sanksi FFP dari UEFA. Salah satunya dengan menjual Mateo Kovacic ke Real Madrid.

Langkah ini tampaknya belum efektif. Pengeluaran Inter untuk membeli Geoffrey Kondogbia, Ivan Perisic, dan Stevan Jovetic, tampaknya belum bisa diseimbangkan.

Inter Berpeluang Kembali Raih Treble Winners

Written By Japrax on Rabu, 23 September 2015 | 09.00

Para skuad Inter merayakan kemenangan atas Milan (Foto: REUTERS)
Para skuad Inter merayakan kemenangan atas Milan (Foto: REUTERS)
MILAN – Raksasa Serie A, Inter Milan, dinilai memiliki kans untuk dapat mengulangi prestasi mereka lima tahun silam, yakni meraih treble winners. Adalah legenda sekaligus Wakil Presiden La Beneamata, Javier Zanetti, yang memberikan pernyataan itu.

“Saya melihat kami memiliki skuad yang luar biasa untuk musim ini. Saya juga melihat sedikit kemiripan skuad saat ini dengan tim yang mampu meraih tiga gelar beberapa tahun lalu di bawah kepimpinan (Jose) Mourinho,” ucap Zanetti, seperti dilansir Goal, Selasa (22/9/2015).

“Apakah kami mampu mengulangi prestasi itu di musim depan? Saya tidak tahu. Sebab, kami sadar bahwa akan datang masa-masa sulit di depan kami. Namun, sebagai kesatuan kami harus menunjukkan bahwa kami siap untuk melaluinya,” lanjut pria 42 tahun itu.

“Jika memang kami sukses beradaptasi dengan baik dengan kondisi tersebut, maka semua itu bukanlah tak mungkin kami lalukan. Akan tetapi, kami harus fokus untuk mempertahankan apa yang sudah kami lakukan musim ini,” imbuh mantan pilar Timnas Argentina tersebut.

Seperti diketahui, Inter memang sukses menampilkan performa impresif pada awal musim ini. Bahkan, dalam empat laga perdana Serie A 2015-2016, Nerazzurri sukses melakoni pertandingan itu rekor kemenangan 100 persen.

Inilah Alasan Direktur Umum Internazionale Tinggalkan Jabatannya

 
macanbola.com - Marco Fassone sudah melepas jabatannya sebagai Direktur Umum Internazionale. Pengumuman tersebut dirilis Inter pada Jumat (18/9/2016) waktu setempat.

Laporan La Gazzetta dello Sport pada Jumat pagi waktu setempat sudah memperkirakan keputusan ini. Tampaknya, Fassone hengkang menyusul relasi kurang baik dengan CEO Michael Bolingbroke.

Tak sampai 24 jam setelah laporan tersebut, Inter langsung merilis pengumuman resmi yang turut menyertakan komentar Bolingbroke. Namun, mereka tak menjelaskan apa alasan di balik keputusan ini.

"Kami ingin berterima kasih atas kerjanya bersama Inter dalam tiga tahun terakhir. Dia selalu memberikan yang terbaik untuk klub. Kami berharap, dia bisa meraih sukses pada masa depan," kata Bolingbroke yang dilansir dari Football Italia.

Bolingbroke diprediksi bakal mengambil alih tugas yang ditinggalkan Fassone untuk sementara waktu. Kabarnya, Inter juga tengah menimbang Ivan Cordoba sebagai salah satu kandidat pengganti Fassone.

Anugrah (MacanBola)

Kunci Sukses Inter

Inter Milan (Foto: Reuters/Stefano Rellandini)
Inter Milan (Foto: Reuters/Stefano Rellandini)
MILAN – Inter Milan melanjutkan tren positif pada giornata keempat Serie A. Nerazzurri sukses menumbangkan Chievo Verona dengan skor tipis 1-0. Kemenangan ini membuat optimisme melambung pada diri gelandang baru La Beneamata, Felipe Melo.

Pada pertandingan yang dilaksanakan di Stadio Marc’Antonio Bentegodi, Inter mendapatkan perlawanan sengit dari sang tuan rumah. Tiga tembakan tepat sasaran dibuat oleh Chievo, sementara Inter hanya melakukannya dua kali.

“Hal ini menunjukkan bahwa kami berada di trek yang benar dan harus melanjutkan hal ini. Memulai dengan baik sangat penting, namun yang terpenting lagi adalah tetap konsisten dan mengakhirinya dengan hasil maksimal,” papar Melo seperti dimuat Football Italia, Senin (21/9/2015).

“Kami harus memenangkan setiap pertandingan. Kami adalah ksatria, kami merupakan keluarga dan dengan bantuan Tuhan kami bisa melangkah sejauh mungkin,” tuntasnya.

Dengan kemenangan ini, Inter nyaman berada di puncak klasemen sementara dengan nilai 12. Posisi kedua ada Torino yang terpaut dua poin saja dari Inter. Melengkapi tiga besar ada Fiorentina dengan koleksi sembilan poin. Selanjutnya Inter akan menghadapi Hellas Verona pada 24 September 2015.

Lawan Chievo, Dua Pemain Inter Diragukan Tampil

Written By Japrax on Minggu, 20 September 2015 | 11.30


INILAHCOM, Milan - Sukses memenangkan Derby della Madonina, Roberto Mancini mengingatkan skuad Inter Milan agar tidak terlena. Pasalnya, akhir pekan ini mereka mendapat lawan tangguh, Chievo.

I Nerazzurri meraih tiga kemenangan beruntun di awal musim ini termasuk mengalahkan rival sekotanya, AC Milan, dengan skor tipis 1-0 akhir pekan kemarin. Inter kini berada di puncak klasemen sementara dengan torehan nilai sembilan.

Di pekan keempat Liga Seri A Italia, Mauro Icardi dan kawan-kawan harus bertandang ke markas Chievo. Skuad besutan Rolando Maran tampil cukup impresif sejauh ini, mereka mengemas dua kemenangan serta sekali imbang.

Hanya berselisih dua poin di tabel klasemen, Mancini tak mau menganggap enteng lawannya tersebut.

"Mereka memulai musim ini dengan luar biasa hebat dan akan menjadi lawan yang sulit. Derby sudah lewat, kami harus fokus ke Chievo sekarang," kata juru taktik 51 tahun kepada Football-Italia.

"Chievo tak pernah mudah bermain melawan Chievo dan saya tidak ingat kemenangan besar disini. Jika Anda menang disini, Anda harus bekerja keras di pertemuan kedua," lanjut mantan pelatih Manchester City.

Dalam kesempatan tersebut, Don Mancio juga menjelaskan kondisi dua bek tengahnya yang diragukan bisa diturunkan kontra Chievo.

"Saya masih punya banyak pemain yang diragukan bisa tampil, jadi kami akan lihat apakah bisa memulihkan Joao Miranda dan Jeison Murillo. Andrea Ranocchia? ia mungkin saja dimainkan," ia memungkasi.
Lawan Chievo, Dua Pemain Inter Diragukan Tampil
(Foto: football-italia)
INILAHCOM, Milan - Sukses memenangkan Derby della Madonina, Roberto Mancini mengingatkan skuad Inter Milan agar tidak terlena. Pasalnya, akhir pekan ini mereka mendapat lawan tangguh, Chievo.

I Nerazzurri meraih tiga kemenangan beruntun di awal musim ini termasuk mengalahkan rival sekotanya, AC Milan, dengan skor tipis 1-0 akhir pekan kemarin. Inter kini berada di puncak klasemen sementara dengan torehan nilai sembilan.

Di pekan keempat Liga Seri A Italia, Mauro Icardi dan kawan-kawan harus bertandang ke markas Chievo. Skuad besutan Rolando Maran tampil cukup impresif sejauh ini, mereka mengemas dua kemenangan serta sekali imbang.

Hanya berselisih dua poin di tabel klasemen, Mancini tak mau menganggap enteng lawannya tersebut.

"Mereka memulai musim ini dengan luar biasa hebat dan akan menjadi lawan yang sulit. Derby sudah lewat, kami harus fokus ke Chievo sekarang," kata juru taktik 51 tahun kepada Football-Italia.

"Chievo tak pernah mudah bermain melawan Chievo dan saya tidak ingat kemenangan besar disini. Jika Anda menang disini, Anda harus bekerja keras di pertemuan kedua," lanjut mantan pelatih Manchester City.

Dalam kesempatan tersebut, Don Mancio juga menjelaskan kondisi dua bek tengahnya yang diragukan bisa diturunkan kontra Chievo.

"Saya masih punya banyak pemain yang diragukan bisa tampil, jadi kami akan lihat apakah bisa memulihkan Joao Miranda dan Jeison Murillo. Andrea Ranocchia? ia mungkin saja dimainkan," ia memungkasi.
- See more at: http://bola.inilah.com/read/detail/2238884/lawan-chievo-dua-pemain-inter-diragukan-tampil?utm_source=INFO%E2%98%85INTER&utm_medium=twitter#sthash.wjrvtdIG.dpuf
Lawan Chievo, Dua Pemain Inter Diragukan Tampil
(Foto: football-italia)
INILAHCOM, Milan - Sukses memenangkan Derby della Madonina, Roberto Mancini mengingatkan skuad Inter Milan agar tidak terlena. Pasalnya, akhir pekan ini mereka mendapat lawan tangguh, Chievo.

I Nerazzurri meraih tiga kemenangan beruntun di awal musim ini termasuk mengalahkan rival sekotanya, AC Milan, dengan skor tipis 1-0 akhir pekan kemarin. Inter kini berada di puncak klasemen sementara dengan torehan nilai sembilan.

Di pekan keempat Liga Seri A Italia, Mauro Icardi dan kawan-kawan harus bertandang ke markas Chievo. Skuad besutan Rolando Maran tampil cukup impresif sejauh ini, mereka mengemas dua kemenangan serta sekali imbang.

Hanya berselisih dua poin di tabel klasemen, Mancini tak mau menganggap enteng lawannya tersebut.

"Mereka memulai musim ini dengan luar biasa hebat dan akan menjadi lawan yang sulit. Derby sudah lewat, kami harus fokus ke Chievo sekarang," kata juru taktik 51 tahun kepada Football-Italia.

"Chievo tak pernah mudah bermain melawan Chievo dan saya tidak ingat kemenangan besar disini. Jika Anda menang disini, Anda harus bekerja keras di pertemuan kedua," lanjut mantan pelatih Manchester City.

Dalam kesempatan tersebut, Don Mancio juga menjelaskan kondisi dua bek tengahnya yang diragukan bisa diturunkan kontra Chievo.

"Saya masih punya banyak pemain yang diragukan bisa tampil, jadi kami akan lihat apakah bisa memulihkan Joao Miranda dan Jeison Murillo. Andrea Ranocchia? ia mungkin saja dimainkan," ia memungkasi.
- See more at: http://bola.inilah.com/read/detail/2238884/lawan-chievo-dua-pemain-inter-diragukan-tampil?utm_source=INFO%E2%98%85INTER&utm_medium=twitter#sthash.wjrvtdIG.dpuf

Prediksi Chievo vs Inter Milan 20 September 2015

Prediksi Chievo vs Inter Milan 20 September 2015

 Bola.net - Inter Milan punya kesempatan melanjutkan tren positif di lanjutan Serie A saat berkunjung ke markas Chievo di stadion Marc'Antonio Bentegodi, Minggu (20/09) petang. Inter butuh tambahan tiga poin untuk mempertegas posisi mereka di puncak klasemen.

Nerazzuri saat ini sedang nyaman sebagai pemegang Capolista dari hasil sempurna di tiga laga. Namun Chievo membayangi mereka di posisi runner up dengan perbedaan dua poin saja. Hanya dengan kemenangan Inter bisa menjadi semakin tak terkejar.

Suasana ruang ganti pasukan Roberto Mancini sedang dinaungi aura positif menyusul kemenangan dalam Derby della Madonnina pekan lalu. Gol tunggal Fredy Guarin membungkam perlawanan rival sekotanya AC Milan di Giuseppe Meazza.

Meskipun begitu, Inter sama sekali tidak boleh meremehkan kekuatan Flying Donkeys. Pasalnya anak buah Rolando Maran nyaris mempermalukan sang juara bertahan Juventus di pertandingan terakhirnya.

Bertarung di depan pendukungnya sendiri tentunya akan membuat Chievo semakin termotivasi untuk menyulitkan Inter. Bila tidak hati-hati bukan tidak mungkin Nerazzurri akan terpeleset.

Untuk mencuri poin dalam lawatannya kali ini, Inter masih akan mengandalkan Stevan Jovetic yang sudah mengemas tiga gol sejauh ini. Mauro Icardi dan Ivan Perisic siap mendampingi di lini depan.

Kondisi Joao Miranda memang masih meragukan. Namun Mancini tak perlu pusing mencari penggantinya karena Garry Medel siap digeser ke belakang seperti saat melawan Milan kemarin.

Tuan rumah kehilangan Mariano Izco dan Ivan Radovanovic karena cedera. Namun Valter Birsa siap menjadi pembeda karena sudah mengukir dua gol dan tiga assist dari tiga pertandingan. Mantan pemain Milan itu juga memainkan peran penting dalam mengorganisasi serangan balik yang cepat.

Head to Head
03/05/15 Inter Milan 0 - 0 Chievo (Serie A)
16/12/14 Chievo 0 - 2 Inter Milan (Serie A)
19/05/14 Chievo 2 - 1 Inter Milan (Serie A)
14/01/14 Inter Milan 1 - 1 Chievo (Serie A)
11/02/13 Inter Milan 3 - 1 Chievo (Serie A)

Lima Pertandingan Terakhir Chievo
13/08/15 Vicenza 2 - 1 Chievo (Friendly)
18/08/15 Chievo 0 - 1 Salernitana (Coppa Italia)
24/08/15 Empoli 1 - 3 Chievo (Serie A)
31/08/15 Chievo 4 - 0 Lazio (Serie A)
13/09/15 Juventus 1 - 1 Chievo (Serie A)

Lima Pertandingan Terakhir Inter Milan
03/08/15 Galatasaray 1 - 0 Inter Milan (Friendly)
17/08/15 Inter Milan 0 - 0 AEK Athens (Friendly)
24/08/15 Inter Milan 1 - 0 Atalanta (Serie A)
31/08/15 Carpi 1 - 2 Inter Milan (Serie A)
14/09/15 Inter Milan 1 - 0 AC Milan (Serie A) 

Target Objektif Inter Finis Tiga Besar


INILAHCOM, Milan - Meski memulai musim 2015/2016 secara sempurna dengan meraih tiga kemenangan dari tiga laga, target objektif Inter Milan bukan Scudetto, melainkan finis di posisi tiga besar. Hal itu diungkap pemian anyar Nerazzurri, Stevan Jovetic.

Kemenangan 1-0 atas AC Milan pekan lalu menjadi yang ketiga secara beruntun musim ini. Inter menjadi satu-satunya tim yang mencatatkan hasil sempurna.

Dengan torehan tersebut, muncul wacana Inter berpeluang besar meraih Scudetto di akhir musim. Namun, Jovetic menegaskan bahwa kembali masuk ke Liga Champions merupakan target utama mereka.

"Kami memang berharap memulai musim dengan bagus, tapi tak menyangka sebagus ini. Tapi, rasanya menyenangkan berada di puncak klasemen dan kami ingin berada di sana selama mungkin," kata Jovetic, dikutip dari Football Italia.

"Ini baru permulaan musim dan masih banyak yang harus kami perbaiki. Target utama adalah finis posisi tiga besar. Scudetto? Untuk saat ini lebih baik tak bicarakan itu, kita lihat saja nanti," mantan pemain Fiorentina itu mengakhiri.

Marco Fassone Letakkan Jabatan di Inter

Marco Fassone
Marco Fassone

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Perubahan struktural kembali terjadi di manajemen Inter Milan. Kali ini, giliran Marco Fassone yang meletakkan jabatannya sebagai Direktur Umum Inter.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Fassone atas kinerjanya bersama Inter dalam tiga tahun terbaik. Dia telah memberikan yang terbaik bagi klub. Kami berharap Fassone sukses dalam kariernya di masa depan," kata CEO Inter, Michael Bolingbroke dalam keterangan di situs resmi Inter.

.Fassone pernah bekerja di Juventus sebagai Direktur Marketing dan Napoli (Direktur Umum). Pada 30 Mei 2012, Inter merekrutnya sebagai Direktur Umum.

Fassone merupakan sosok penting dalam manajemen La Beneamata pada masa transisi peralihan kepemilikan dari Massimo Moratti ke Erick Thohir.

Dominan Kuning, Ini Seragam Ketiga Inter Milan Musim 2015/2016

Written By Japrax on Kamis, 17 September 2015 | 07.49

Seragam ketiga Inter Milan
Seragam ketiga Inter Milan

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Musim 2015/2016 akan memperlihatkan tampilan baru seragam ketiga Inter Milan dengan dominan warna kuning.

Warna kuning tebal akan tampak jelas menghiasi jersey ketiga ini, dengan tetap memberikan kesan modern pada skema warna seragam tandang Nerazzuri tersebut.

Warna kuning ini juga menjadi warna berulang bagi tim yang bermarkas Giuzeppe Meazza tersebut selama beberapa dekade sebelumnya. Seperti yang dikutip dari laman resmi Inter Milan, Inter.it, pada Rabu (16/9) ,jersey ini akan dipakai pada pertandingan Genoa pada 4 Oktober mendatang.

Grafis ombre hitam pada jersey ini akan memberi aksen pada warna kuning yang terang, bercampur pada celana dan kaosnya. Efek ini akan memberi aksen kondisi fisik pemain di bawah lampu sorot selama pertandingan malam hari.

Selain itu, estetika gelap juga hadir dalam sepasang strip vertikal pada sisi seragam. Sedangkan warna hitam kaos kaki dengan chevrons abu-abu gelap pada betis seakan membingkai blok kuning sehingga membentuk bodi pemain.

Bagian kerah pada leher juga dibuat seakan tampil minimalis. Efek ini didukung dengan reinterpretasi dua warna pada logo klub yang tetap dengan skema kuning terang dan hitam.

Jersey rencananya dipakai debut di lapangan pada 4 Oktober dan siap dijual di situs store.inter.it, situs resmi penyedia, dan toko-toko retail terpilih lainnya mulai 1 Oktober mendatang.

'Scudetto Bukan Khayalan untuk Inter'

Written By Japrax on Rabu, 16 September 2015 | 07.48

Inter Milan

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Giovanni Trapattoni yakin bukan khayalan bagi Inter Milan untuk menargetkan Scudetto musim ini. Sebab eks pelatih Inter dan timnas Italia ini menilai Nerazzurri punya kapasitas untuk itu.

Pria 76 tahun ini memenangkan Serie A dengan Nerazzurri pada tahun 1989. Trap tidak melihat Inter sebagai favorit kuat, tapi ia tidak mengenyampingkan fakta Inter berpeluang.

"Ini bukan fantasi mutlak berpikir tentang memenangkan Liga," kata Trapattoni kepada FcInterNews seperti dikutip Football Italia, Selasa (15/9).

Ia mengatakan ini berdasarkan pengalamannya melatih. Menurut Trap, ketika menang dan bermain dengan baik dalam setiap pertandingan, maka keyakinan dan kepercayaan diri akan bertambah.

Tapi ia mengingatkan untuk mencapai itu masih banyak faktor lain yang harus diperhitungkan.
Trap menilai AC Milan justru lebih terlihat sebagai tim ketimbang Inter. Tapi ia melihat pelatih Roberto Mancini masih mencoba untuk memaksimalkan kemampuan terbaik seluruh pemainnya.

"Bagaimanapun, saya merasa mereka tak jauh dari akhir proses itu," ujar Trap.
Faktor lain menurut dia hasil derby Milan. Ia yakin kemenangan 1-0 asal Milan akan memberikan kepercayaan lebih bagi penggawa Inter.

Milan Belum Menerima Dikalahkan Inter

Written By Japrax on Senin, 14 September 2015 | 17.00

Riccardo Montolivo (Foto: AFP)
Riccardo Montolivo (Foto: AFP)

MILAN – Kapten sekaligus gelandang andalan AC Milan, Riccardo Montolivo, menilai bahwa klubnya tak layak mengalami kekalahan atas Inter Milan di laga bertajuk Derby Della Madoninna. Menurut pilar Timnas Italia itu, skuad Rossoneri tampil lebih baik ketimbang lawannya.

“Kami sangat kecewa dengan hasil akhirnya karena itu tampak sebagai laga yang seimbang. Jika ada pihak yang layak menang, maka itu jelaslah kami. Sebab, kami bermain lebih baik dibandingkan mereka,” ujar Montolivo, seperti dikutip situs resmi AC Milan, Senin (14/9/2015).

“Akan tetapi, kesialan yang kerap kami alami dalam laga seperti ini adalah tim yang mampu mencetak gol terlebih dahulu sering kali menjadi tim pemenang,” lanjut mantan gelandang Fiorentina tersebut.

Selain mengomentari kekalahan Milan atas Inter pada laga yang berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (14/9/2015) dini hari WIB, Montolivo juga memberikan pernyataan mengenai comeback-nya. Ia pun mengaku cukup puas dengan performanya di sepanjang laga tersebut.

“Saya memainkan laga resmi terakhir di Februari 2015 dan tak mudah untuk bisa comeback di laga seperti malam ini. Beruntungnya, saya mampu tampil cukup baik di sepanjang laga,” imbuh gelandang berusia 30 tahu itu.

Fakta-fakta Menarik Usai Inter Milan Sukses Tekuk AC Milan

Fakta-fakta Menarik Usai Inter Milan Sukses Tekuk AC Milan
Pemain Inter Milan, Freddy Guarin, rayakan gol ke AC Milan (REUTERS/Stefano Rellandini) 
 
VIVA.co.id - Derby Della Madonnina yang mempertemukan dua klub kota Milan sudah digelar semalam atau Senin dini hari, 14 September 2015, dengan hasil Inter Milan menang tipis 1-0 atas AC Milan di Giuseppe Meazza. Sejumlah fakta menarik pun tercipta.

Setelah bermain cukup alot sepanjang dua babak, Inter berhasil memecah kebuntuan lewat tendangan keras Freddy Guardin dari luar kotak penalti di menit ke-58.

Hasil ini membuat Inter berhasil pertahankan rekor tak terkalahkan sekaligus menduduki puncak klasemen sementara. Berbagai fakta menarik pun tercipta, seperti yang dilansir dari Opta dan Infostrada:

1. Derby kota Milan artinya sudah digelar sebanyak 163 kali sepanjang sejarah. Inter Milan unggul head-to-head dengan 61 kemenangan atas AC Milan (50).

2. Inter Milan berhasil kembali memenangkan tiga laga pertama Serie A dalam awal musim untuk pertama kalinya sejak 2002-03.

3. Sembilan poin yang dikoleksi membuat Inter Milan berhasil menduduki puncak klasemen Serie A, untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir.

4. Dengan satu golnya ke gawang AC Milan, Fredy Guarin berhasil mencetak gol ke-15 dalam 100 laganya di Serie A.

5. Terakhir kali Riccardo Montolivo bermain di laga Serie A adalah 197 hari yang lalu, ketika itu AC Milan melawan Chievo.

6.
Di antara tim-tim yang sudah bermain tiga kali di Serie A musim ini, AC Milan mencatatkan statistik tendangan ke arah gawang paling sedikit (7), hanya kalah dari Bologna (6). (ase)

Tekuk Milan, Inter Puncaki Klasemen Serie A

Tekuk Milan, Inter Puncaki Klasemen Serie A
Gelandang Inter Milan, Fredy Guarin rayakan gol ke gawang AC Milan (REUTERS/Giorgio Perottino) 
 
VIVA.co.id -  Inter Milan sukses memuncaki klasemen sementara Serie A. Hal tersebut dipastikan usai La Beneamata menekuk AC Milan 1-0  dalam duel bertajuk Derby della Madonnina, Minggu 12 September 2015 (Senin dini hari WIB).

Tampil di Giuseppe Meazza, Inter tampil menguasai permainan dan mendapatkan banyak peluang. Namun kegemilangan kiper Diego Lopez membuat Inter kesulitan mencetak gol.

Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya hadir di menit 58. Umpan Davide Santon diselesaikan dengan sempurna oleh Fredy Guarin. Kali ini Lopez dibuat tak berdaya.

Milan menambah daya gedor dengan memasukkan Mario Balotelli di menit 62. Super Mario coba melepaskan tendangan namun gagal menemui sasaran.

Peluang emas didapat La Beneamata di menit 71. Namun, sundulan dari Mario Icardo belum bisa berbuah maksimal.

Milan berupaya menekan. Tendangan bebas Balotelli di menit 82 nyaris saja berbuah gol. Beruntung, masih bisa digagalkan kiper Samir Handanovic.

Tak ada gol tercipta hingga akhir pertandingan. Inter sukses menang 1-0. Hasil ini membawa tim besutan Roberto Mancini memuncaki klasemen Serie A dengan 9 poin dari 3 pertandingan. Sementara itu, Rossoneri tertahan di peringkat 12 dengan 3 poin.

Susunan Pemain

Inter Milan: Samir Handanovic; Davide Santon, Gary Medel, Jeison Murillo, Juan Jesus (Alex Telles 68'); Fredy Guarin, Felipe Melo, Geoffrey Kondogbia; Ivan Perisic (Andrea Ranocchia 85'), Mauro Icardi, Stevan Jovetic (Rodrigo Palacio 72')

AC Milan: Diego Lopez; Ignazio Abate, Cristian Zapata, Alessio Romagnoli, Mattia De Sciglio; Juraj Kucka (Andrea Poli 72'), Riccardo Montolivo, Giacomo Bonaventura; Keisuke Honda (Alessio Cerci 81'); Luiz Adriano, Carlos Bacca (Mario Balotelli 62')

Jangan Lupa Follow Us Interisti

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Inter Milan Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger