Headlines News :

WELCOME LUCIANO

WELCOME LUCIANO

Berita Terbaru FC Internazionale

Tampilkan postingan dengan label Gasperini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gasperini. Tampilkan semua postingan

Pergerakan Transfer Inter, Pembenaran Ucapan Gasperini

Written By Japrax on Sabtu, 11 Agustus 2012 | 06.29

Gian Piero Gasperini/Dok. SOCCER

Perjalanan Gian Piero Gasperini bersama Inter Milan tidaklah mulus. Hanya menjalani lima pertandingan dengan empat kekalahan, Gasperini harus rela kehilangan jabatannya.

Sang pelatih pun menyesali manuver Inter pada bursa transfer musim lalu. Pasalnya, para pemain yang masuk dalam daftar permintaannya baru didatangkan musim panas ini.

"Tahun ini, Inter menyiapkan skuad kompetitif. Mereka memboyong para pemain kunci, tidak mendatangkan pemain tambahan layaknya musim lalu," ungkap Gasperini kepada Tuttosport.
"Giampaolo Pazzini, yang merupakan salah satu alasan ketidakbahagiaan saya, keluar dari skuad. Saya juga melihat kedatangan Rodrigo Palacio," imbuh Gasperini.

Presiden Massimo Moratti kerap mengkritik skema tiga pemain belakang ala Gasperini. Coba menepis kritik, Gasperini pun menunjuk beberapa tim Italia yang sukses dengan strategi tersebut.
"Dan untuk pertahanan dengan tiga pemain belakang, mulai diterapkan setiap tim, seperti Juventus dan Napoli," tutur Gasperini. (Anju)

Massimo Moratti Puji Marcelo Bielsa, Kritik Gian Piero Gasperini, Diego Forlan

Written By Japrax on Rabu, 28 Maret 2012 | 16.02

Massimo Moratti - Inter
Gian Piero Gasperini dianggap sebagai biang keladi buruknya prestasi Inter musim ini oleh Massimo Moratti, yang juga tak senang dengan penampilan Diego Forlan dan mengisyaratkan pilihan manajer barunya untuk musim depan.

"Saya sama sekali tidak puas dengan Gasperini. Kesalahan untuk bencana musim ini terletak dalam dirinya, ia merusak segalanya. Ia terus mengritik pemain, itu sangat buruk," tuduh Moratti di sejumlah laman sepakbola Italia.


Gian Piero Gasperini Akui Sudah Peringatkan Inter Milan

Written By Japrax on Rabu, 21 Maret 2012 | 13.18

Gian Piero Gasperini - Inter (Getty Images)
Mantan pelatih Inter Milan, Gian Piero Gasperini mengaku dirinya telah memperingatkan mantan klubnya tersebut mengenai kelemahan mereka.

Gasperini selalu mengatakan bahwa skuad Inter saat ini perlu diregenerasi, dan Gaspertini menilai kritikannya telah menjadi kenyataan sekarang.

Gasperini: Inter Tak Bisa Salahkan Saya

Written By Japrax on Jumat, 02 Maret 2012 | 14.11

VIVAbola - Gian Piero Gasperini menyindir mantan klubnya Inter Milan. Dia mengatakan kalau sekarang Nerazzurri tidak bisa menjadikannya 'kambing hitam' atas keterpurukan di musim ini.

Baru tiga bulan bergabung, Inter langsung memecat Gasperini pada September lalu. Mantan arsitek Genoa tersebut dinilai tidak mampu menuntun La Beneamata kembali ke puncak performa. Di tangan Gasperni, kala itu Inter memang belum pernah meraih kemenangan di seluruh ajang.

Sempat menunjukkan peningkatan ketika diasuh oleh sukesor Gasperini, Claudio Ranieri, memasuki awal tahun ini Inter kembali terpuruk. Dalam delapan laga terakhir mereka dipaksa menelan tujuh kekalahan dan sekali hasil imbang.

Gasperini Kritik Kebijakan Transfer Inter

Written By Japrax on Minggu, 12 Februari 2012 | 00.59


VIVAbola – Mantan Pelatih Inter Milan, Gian Piero Gasperini mengritik kebijakan transfer tim berjuluk Nerazzurri tersebut. Dia merasa Presiden Inter, Massimo Moratti tak pernah mendengarkan keinginannya di bursa transfer.

Gasperini menukangi Inter awal musim ini menggantikan Leonardo yang menjadi Direktur Umum  PSG. Namun dia dipecat saat Nerazzurri baru menjalani 5 pertandingan, dengan 4 kekalahan dan 1 kali hasil imbang. Posisinya lalu digantikan Claudio Ranieri yang masih menjabat sampai saat ini.

Jual Motta ke PSG, Inter Blunder

Written By Japrax on Kamis, 02 Februari 2012 | 10.26

Gian Piero Gasperini (foto:Getty Images)
MILAN – Inter Milan resmi melepas gelandangnya, Thiago Motta ke klub Prancis, Paris Saint Germain. Tapi tampaknya ada yang tak suka dengan keputusan manajemen Inter yang melepas Motta.

Sosok yang tidak setuju dengan penjualan Motta adalah Gian Piero Gasperini yang merupakan mantan pelatih Nerazzurri, sebelum dikudeta oleh Claudio Ranieri. Menurut Gasperini, Motta sebenarnya hampir dilepas Inter pada musim panas lalu. Tapi Gasperini tetap mempertahankan pemain Timnas Italia itu.

Inter Pecat Gasperini

Written By Japrax on Rabu, 21 September 2011 | 18.23

Milan - Sesuai prediksi, hari ini Gian Piero Gasperini kehilangan jabatannya sebagai pelatih Inter Milan. Nerazzurri sudah resmi mendepak allenatore berusia 53 tahun itu.

Nasib Gasperini memang makin tak menentu setelah Inter kalah 1-3 dari Novara, Rabu (21/9/2011) dinihari WIB. Itu adalah kekalahan keempat dalam lima laga yang dilakoni La Beneamata sejak ditukangi Gasperini.

Lewat situs resminya, Inter hari ini mengumumkan bahwa mereka telah mengakhiri kerja sama dengan Gasperini.

"Inter Milan mengumumkan bahwa pagi ini, di pusat olahraga Appiano Gentile, latihan tim utama dipimpin oleh Giuseppe Baresi dan Daniele Bernazzani."

"Klub ingin mengucapkan terima kasih kepada Gian Piero Gasperini atas usahanya bersama tim, dan kami mengungkapkan penyesalan atas berakhirnya hubungan dengannya."

Beberapa nama telah muncul sebagai kandidat pengganti Gasperini. Di antaranya Claudio Ranieri, Walter Zenga, Carlo Ancelotti, hingga Delio Rossi.

Gasperini Kini di Ujung Tanduk

Novara - Kekalahan Inter dari Novara nampaknya akan jadi akhir petualangan Gian Piero Gasperini di Inter Milan. Kini si pria berambut putih itu tak lama lagi akan menerima surat PHK dari Massimo Moratti.

Hasil 1-3 dari Stadio Silvio Piola, Rabu (21/9/2011) dinihari WIB, jadi kekalahan kedua Inter dari tiga laga awal di Seri A musim ini. Ini seperti mengulangi pencapaian buruk Nerazzuri di musim 1983/1984 sebagaimana dicatat Opta.

Ditambah dua kekalahan, masing-masing di Super Italia dan Liga Champions, maka Gasperini belum sekalipun membawa Inter meraih kemenangan.

Tentunya ini bukan sinyalemen bagus bagi Inter yang musim ini menargetkan Scudetto serta berjaya di kompetisi Eropa.

Setelah belakangan selalu membela Gasperini, kini sepertinya Moratti sudah mulai habis kesabarannya dan segera akan memutuskan nasib Gasperini dalam 24 jam ke depan.

"Bisakah Gasperini memegang tim ini? Sesudah laga ini, aku katakan tidak bisa," keluh Moratti seperti dilansir Mediaset.

"Aku akan mengambil keputusan dalam waktu semalam," tutupnya.

Javier Zanetti: Gian Piero Gasperini Bungkam

Kapten Inter Milan Javier Zanetti mengungkapkan skuad I Nerazzurri sama sekali belum mendengar suara pelatih Gian Piero Gasperini pasca kekalahan 3-1 dari Novara.

"Situasi klub sedang sulit. Para pemain memiliki tekad kuat untuk bangkit, tetapi gagal mewujudkannya di tengah lapangan," kata Zanetti.

"Kami berkorban banyak dengan berlatih keras, sayang hasilnya belum terlihat."

"Apa yang akan kami lakukan? Bekerja keras, berlatih dan mencari solusi bersama-sama keluar dari tren negatif ini."

"Gasperini? Dia belum berbicara pada kami, tetapi saya yakin dia akan melakukannya ketika situasi mulai mendingin."

Il Capitano kemudian meminta fans untuk memahami situasi klub saat ini.

"18 bulan lalu kami menjadi kekuatan sepakbola di Italia bahkan Eropa," tambah Zanetti.

"Tetapi fans harus mengerti inilah sepakbola dan momen serba salah yang dialami Inter sekarang bisa menimpa klub manapun."

Gasperini Merasa Seperti Dapat Tamparan Besar

Novara - Inter Milan belum juga bisa menang. Di partai teranyar Nerazzurri dipukul tim promosi Novara 1-3, sebuah hasil yang seperti sebuah tamparan untuk Gian Piero Gasperini.

Melawat ke Stadio Silvio Piola, Rabu (21/9/2011) dinihari WIB, Inter di bawah arahan Gasperini lagi-lagi gagal menunjukkan penampilan mengesankan. Inter pun pulang dengan kekalahan.

"Ini adalah sebuah penampilan buruk. Kami pikir kami bisa bermain dengan lebih ofensif, tapi setiap kali kamu menekan ke depan, kami kecolongan di belakang," keluh Gasperini di Football Italia.

Hasil itu membuat La Beneamata baru meraih satu hasil imbang dan dua kekalahan di Seri A. Catatan memburuk jika menghitung hasil di Liga Champions di mana Inter juga dipermalukan 0-1 oleh Trabzonspor.

"Para pemain kecewa, seperti juga yang lainnya, karena kami yakin kami bisa tampil bagus dan mulai membenahi musim kami," sesal Gasperini.

Setelah kekalahan tersebut, nasib Gasperini di kursi pelatih Inter kian berada di ujung tanduk. Apalagi Presiden Inter Massimo Moratti sudah memberi indikasi akan semalaman memikirkan masa depan si pelatih.

Gasperini tahu benar posisinya semakin rawan, meski ia memilih tidak mau terganggu dengan pernyataan sang presiden. Ia lebih terganggu dengan buruknya penampilan Inter di lapangan.

"Saya hanya fokus ke pekerjaan saya sendiri. (Hasil) Ini adalah sebuah tamparan besar di wajah. Jelas ada beberapa masalah. Saat ini saya berada di situasi sulit dan saya harus bangkit," lugasnya.

Menghitung Hari Gian Piero Gasperini

Written By Japrax on Jumat, 16 September 2011 | 01.22

Inter Milan belum menunjukkan kelasnya sebagai raksasa Italia sejauh ini. Hasil-hasil tak mengesankan terus ditorehkan.

Setelah kalah di kandang Palermo dengan skor 4-3, Inter Milan juga takluk di kandang sendiri, saat menjamu Trabzonspor di fase grup Liga Champions dengan skor 1-0.

Dua laga tersebut menjadi dua laga kompetitif resmi yang dijalani Inter Milan di musim ini. Mengecewakan, bukan begitu?

Secara statistik, Inter Milan juga tak bisa menampilkan penampilan mengesankan sejak musim panas. Hanya laga melawan Celtic di ujicoba pada 30 Juli yang berakhir dengan kemenangan, dengan skor 2-0. Setelahnya, banyak laga yang diakhiri dengan hasil seri dan kalah.

Satu kemenangan lain sempat dimenangi Inter Milan, yaitu di turnamen segitiga bersama AC Milan dan Juventus. Inter menang melawan AC Milan dengan skor 1-0 selama 45 menit, dan mengungguli Juventus lewat drama adu penalti tapi gagal memenangi turnamen tersebut.

Dari semua laga yang sudah dijalani sejak Juli, ada satu kesamaan di dalamnya. Gian Piero Gasperini menjadi orang dibalik layar yang mengarsiteki Inter Milan sejauh ini.

Dengan performa tersebut, Gasperini pun menjadi sosok paling disorot, mulai dari caranya memasang strategi, formasi hingga kebijakan transfer pemain.

Formasi 3-4-3 menjadi kesukaan Gasperini. Tapi di Inter Milan, formasi itu tak berjalan dengan baik. Gawang Julio Cesar jadi rentan kebobolan. Inter juga banyak kalah.

Gasperini juga sudah diminta untuk mengganti formasi dengan yang lebih aman dan nyaman, juga tak terlalu berisiko. Namun sepertinya permintaan tersebut tak digubrisnya.

Sementara untuk transfer pemain, Gasperini mungkin tak bisa berbuat banyak karena pihak klub sedang kesulitan uang, setidaknya begitu dalih mereka. Alhasil, pemain terbaik mereka pun dijual, seperti Samuel Eto'o dan hanya mendatangkan striker yang tak lagi muda dan produktif, Diego Forlan, sebagai pengganti.

Apa pun itu, Gasperini kini sudah mendapat sorotan tajam. Bahkan kabarnya manajemen klub sudah mulai mempertimbangkan untuk mencari pengganti Gasperini.

Meski belum ada konfirmasi akan hal ini, Gasperini sepertinya sudah harus membuat alasan bagi manajemen Inter Milan untuk tidak memecatnya, dengan memberikan hasil mengesankan setidaknya di tiga laga berikutnya. Jika tidak, mungkin dia akan bernasib sama seperti Rafael Benitez, atau bahkan lebih parah lagi.

Massimo Moratti Masih Dukung Gian Piero Gasperini

Kekalahan beruntun yang diderita Inter Milan di tangan Gian Piero Gasperini belum melunturkan kepercayaan presiden klub, Massimo Moratti, terhadap suksesor Leonardo itu.
Dari tiga laga resmi yang sudah dilakoni bersama Gasperini, Sang Ular Raksasa selalu menuai kekalahan.
Diawali dengan melawan AC Milan (kalah 2-1) pada pergelaran Supercoppa Italiana akhir Agustus silam, kemudian dari Palermo (4-3) di lakon pembuka Serie A weekend lalu, dan terakhir dibungkam Trabzonspor 1-0 di arena Liga Champions, Kamis (15/9) dinihari WIB.
Moratti masih dapat memaklumi hasil-hasil negatif ini mengingat pasukan I Nerazzurri masih beradaptasi dengan sang allenatore anyar. Apalagi, di laga kontra Trabzonspor Gasperini kembali memodifikasi formasi andalan yang semula 3-4-3 menjadi 4-3-3.
"Untuk saat ini, saya pikir ini hanya masalah waktu saja karena taktik pertandingan telah berubah," kata sang presiden dilansir Football Italia.
"Saya pikir tim menunjukkan keterbatasan dan agak tertahan tadi malam. Ini memang laga penting, tapi hal-hal seperti ini bisa terjadi."
"Haruskah tim bermain dengan empat pemain di lini belakang? Ya," ujar Moratti tanda setuju terhadap perubahan pakem timnya ke pola awal di garis pertahanan.

Gian Piero Gasperini: Inter Bakal Bangkit

Pelatih Inter Milan Gian Piero Gasperini kekalahan yang telah dialami dari Trabzonspor tidak akan membuat skuadnya menjadi terpuruk. Ia menegaskan anak asuhnya akan mampu bangkit.

"Meski kekalahan ini telah menyisakan banyak penyesalan, tim ini sudah berupaya besar dan secara individu mereka telah tampil bagus. Kami hanya kurang beruntung saja," ujar Gasperini kepada Sky Sport Italia.
"Reaksinya yang muncul ada kemarahan dan berupaya untuk bangkit kembali karena ini adalah skuad yang kuat dan mereka telah menunjukkannya."

"Dalam sepakbola momentum-momentum semacam ini bisa saja terjadi dan kekalahan ini harusnya bisa melecut kami semua untuk bisa kembali ke jalur kemenangan."

Javier Zanetti: Jangan Ragukan Gian Piero Gasperini

Written By Japrax on Selasa, 13 September 2011 | 18.50

Inter Milan gagal meraih hasil positif di laga pembuka Serie A Italia karena dikalahkan Palermo dengan skor 4-3, Senin (12/9) dini hari WIB.

Hasil tersebut tentu saja mengecewakan para loyalis I Nerazzurri yang langsung mengeluarkan keraguan terhadap kinerja mantan pelatih Genoa tersebut, tetapi il Capitano Javier Zanetti angkat bicara membela sang arsitek klub.

"Kami tidak pernah menginginkan kekalahan," buka Zanetti.

"Tetapi kami terjungkal pada sebuah pertandingan yang berjalan seru. Kami sempat mendominasi pertandingan dan sebaliknya."

"Inter tidak boleh panik. Kami tahu ada beberapa hal yang harus diperbaiki. Pemain memperlihatkan determinasi tinggi untuk memperbaikinya dan bangkit kembali."

"Gasperini memiliki ide sendiri soal bagaimana sepakbola dimainkan. Pemain harus menerima dan berharap bisa beradaptasi dengan cepat dengan perubahan yang terjadi."

"Gasperini sosok pelatih pintar, dia akan mencoba beberapa hal dan berhak melakukan perubahanjika merasa adanya strategi yang tidak menguntungkan klub."

"Meragukan kapasitas Gasperini adalah hal yang harus dihindari," tandasnya.

Pemain Inter Tetap Dukung Gasperini

Milan - Taktik 3-4-3 milik Gian Piero Gasperini menuai kritik menyusul kekalahan dari Palermo. Meski begitu para pemain Inter Milan tetap mendukung sang pelatih di kursinya.

Inter harus menelan pil pahit dalam laga perdananya di Seri A kala kalah 3-4 dari Palermo di Renzo Barbera. Padahal Inter sempat unggul dua kali di laga itu.

Tentunya ini jadi catatan tak baik di awal karier Gasperini melatih Inter. Apalagi pada laga resmi sebelumnya di Super Italia, Inter juga kalah dari AC Milan.

Dari dua laga itu tentu formasi 3-4-3 kegemaran Gasperini dikritik habis karena di zaman sepakbola modern seperti sekarang, taktik "usang" seperti itu tentunya kurang berjalan.

Terlihat lini belakang Inter keteteran saat diserang lawan dan mengakibatkan empat gol bersarang di gawang Julio Cesar. Mengenai hal ini, Javier Zanetti sebagai kapten tim mengaku tim tetap percaya pada Gasperini.

"Gasperini mempunyai ide berbeda dalam memainkan sepakbola. Setiap pelatih punya itu dan itu hak mereka," tukas Zanetti di situs resmi tim.

"Kami mempunyai pelatih dengan ide baru, segalnya berubah dan kami butuh waktu untuk mengerti apa yang dia minta kepada kami," sambung Zanetti yang pada laga kemarin dipasang sebagai bek tengah.

Dilanjutkan Zanetti, selain masih dalam adaptasi dengan taktik Gasperini tersebut, pesepakbola asal Argentina itu juga yakin jika eks pelatih Genoa akan segera menemukan sentuhan terbaiknya bagi La Beneamata.

"Aku tidak berapa lama itu akan berlangsung namun semua orang di sini ingin segalanya berjalan di jalur yang benar. Skuad ini melakukan semua yang mereka bisa," tukasnya.

"Dia pelatih berintelejensia, dia tidak membuat keputusan yang merusak tim. Jika setelah beberapa laga, segalanya masih belum berjalan baik maka aku pikir Gasperini akan segela melakukan perubahan," sahutnya.

Maka Zanetti pun segera meminta rekan-rekannya untuk segera bangkit karena Inter ditunggu dua laga berat ke depan, melawan Trabzonspor di Liga Champions dan AS Roma di Seri A.

"Ini bukan awal yang kami harapkan. Kami hanya harus tetap tenang dan yakin dengan apa yang kami lakukan."

"Mari berharap kami segera bangkit karena kami punya laga di Liga Champions Rabu besok dan kami melawan Roma Sabtu besok," lugas Zanetti.

Kalah Di Laga Perdana, Gian Piero Gasperini Bersikap Positif

Gian Piero Gasperini menjelaskan kekalahan yang diderita Inter Milan di markas Palermo pada laga perdana Serie A Italia, Minggu (11/9) malam.

Inter membuang dua kali kesempatan mampu unggul terlebih dahulu atas tuan rumah hingga akhirnya kalah 4-3. Hasil itu membuat strategi 3-4-3 yang digunakan Gasperini kembali ditanyakan. Sang pelatih pun melancarkan pembelaan.

"Tim ini punya potensi, terbukti malam ini, tapi kami harus menemukan keseimbangan. Sungguh disayangkan kami kalah dalam laga perdana musim ini," tukas Gasperini usai laga.

"Kami harus berjalan bagaimana membantu serangan, yang tidak mampu kami lakukan dengan baik saat ini. Kami kebobolan dua gol pertama akibat lini pertahanan terlalu naik, jadi situasi ini tak boleh terulang dan harus diperbaiki."

"Terlepas dari kesalahan itu, penyesalan kami adalah kami tampil baik hingga menjelang akhir dan sepertinya akan menang, tapi kemudian kami bobol dua kali dengan cepat."

Gasperini juga menjelaskan alasannya mengganti Muaro Zarate saat babak pertama belum berakhir dan memberikan kesempatan kepada Ricky Alvarez untuk memulai debut.

"Zarate tampil sangat baik sepanjang pekan ini, tapi dia kesulitan dalam membantu pertahanan, sehingga saya memasukkan Wesley Sneijder," sambung sang pelatih.

"Ricky dimainkan karena menjadi kesempatan yang tepat buat kami dan kami butuh tenaga baru di tengah cuaca yang panas di Sisilia."

Masih Ingin Pakai 3-4-3, Gasperini?

Sisilia - Dua kali Inter Milan memakai formasi 3-4-3 di laga resmi, dua kali mereka menderita kekalahan. Apakah ini pertanda untuk Gian Piero Gasperini untuk segera mengubah formasi favoritnya itu?

Sejak pertama kali ditunjuk menangani Inter, memang banyak yang mempertanyakan apakah skema 3-4-3 kegemaran eks pelatih Genoa itu cocok untuk Nerazzuri yang sudah lama bermain dengan pola 4-2-3-1.

Maka ketika kalah di laga Super Italia kontra AC Milan, formasi tersebut kembali dikritik dan mengingat performa Inter di laga pramusim tidaklah istimewa dengan masalah utama di lini belakang.

Kekhawatiran itu terbukti lagi di partai perdana Seri A kontra Palermo di mana Inter yang sempat unggul 2-1 akhirnya harus mengaku keunggulan Il Rosanero 3-4.

Lini belakang yang digalang Lucio dkk terlalu mudah ditembus dan jarak antara pemain tengah terlalu sehingga menimbulkan celah yang bisa dimanfaatkan para pemain Palermo untuk melakukan serangan balik.

Bagaimana Gasperini menyikapi hal ini? Ia tak menyinggung soal formasi kegemarannya itu melainkan menyebut Il Biscione hanya kurang menemui keseimbangan dalam permainan.

"Tim ini punya potensi sebagaimana yang kami buktikan malam ini. Namun kami butuh menemukan keseimbangan yang paling memungkinkan. Kekalahan di laga pertama ini memalukan," seru Gasperini seperti dilansir Football Italia.

Lebih lanjut pelatih berambut putih ini pun menyesal jika akhirnya timnya gagal mempertahankan keunggulan yang sempat digenggamnya. Ini artinya PR Gasperini untuk membenahi sisi attack dan defence masihlah banyak.

"Banyak hal kecil yang menggangguku namun di atas itu semua kami tak bisa mempertahankan keunggulan itu sampai dua kali. Lalu saat kami masih memegang kendali permainan dan kami pun akhirnya harus tertinggal. Itulah penyesalan terbesarnya," ungkap Gasperini.

"Tak diragukan lagi jika kami harus berkaca dari situasi ini di mana kami banyak membuang kesempatan melakukan serangan balik menunjukkan kurangnya konsentrasi. Kami harus memperbaiki itu."

"Kami harus belajar bagaiman mendukung serangan di mana saat ini kami tidak bisa melakukannya dengan sangat baik. Kami kebobolan dua gol pertama di mana lini pertahanan tidaklah bagus. Ini adalah situasi yang tidak bisa diterima dan harus ada peningkatan," akunya.

"Disamping kesalahan ini, penyesalan kami adalah kami melakukan dengan baik hingga akhir dan kelihatannya akan menang namun kami lalu kebobolan dua gol cepat," tutup Gasperini.

Geliat Transfer Inter Puaskan Gasperini

Written By Japrax on Selasa, 06 September 2011 | 01.15

Beritabola.com Milan - Musim panas ini Inter Milan cukup sibuk di jendela transfer dengan beberapa proses jual-beli. Meski menyayangkan kepergian Samuel Eto'o tapi Gian Piero Gasperini puas dengan pembelian Nerazzurri.

Menjelang bergulirnya musim yang baru ini Inter paling diganggu dengan rumor masa depan Wesley Sneijder dan juga Eto'o yang diincar klub Eropa lainnya. Eto'o akhirnya pindah ke klub Liga Rusia, Anzhi Machakhala dengan banderol 27 juta euro.

Sementara itu Sneijder adalah figur yang paling Inter pertahankan mati-matian karena godaan Manchester United hingga detik-detik akhir bursa transfer masih muncul, meski akhirnya playmaker Belanda itu menyatakan kesetiaannya tetap berbaju biru-hitam.

Kehilangan Eto'o, Inter langsung mengakuisisi dua penyerang Amerika Latin, Diego Forlan dan Mauro Zarate. Sementara itu sebelumnya Il Biscione sudah memperkuat lini lainnya dengan merekrut Jonathan, Ricky Alvarez, Luc Castaignos, Andre Poli dan Emiliani Viviano.

Dengan tambahan anggota skuad musim lalu, Inter pun boleh punya optimisme besar jika mereka bisa merebut Scudetto yang hilang musim lalu. Hal yang mana diutarakan Gasperini yang puas melihat aktivitas Inter di musim panas ini dan berterima kasih kepada manajemen klub atas pembelian pemain-pemain baru.

"Pasar transfer kali ini cukup sulit namun aku senang. Klub melakukan yang mereka bisa untuk memberikan yang kumau dan aku berterima kasih atas hal itu," ungkap Gasperini seperti dilansir Football Italia.

"Beberapa pemain penting datang dan kami punya banyak pilihan. Pemimpin dari tim ini adalah para pemain itu sendiri. Kesatuan inilah yang membuat perbedaan," sambungnya.

"Kami tidak pernah mengharapkan ada tawaran untuk Eto'o walaupun harus diakui banyak opera sabun terjadi di musim panas ini. Tapi kami tetap rileks. Kami mampu mengganti kehilangan dia dengan beberapa pemain yang sangat baik," tutup Gasperini.

Gian Piero Gasperini Dituntut Beri Kesempatan Lebih Giampaolo Pazzini

Written By Japrax on Rabu, 31 Agustus 2011 | 01.13

Presiden Inter Massimo Moratti coba memberi masukan pada pelatih anyar Nerazzurri Gian Piero Gasperini soal menit bermain striker Giampaolo Pazzini.

Sang presiden menuntut sang juru taktik untuk memberi Pazzini banyak kesempatan dan jam terbang lebih karena menurutnya, eks Sampdoria itu punya peran krusial di dalam tim.

Beberapa waktu lalu, Inter ditumbangkan Chievo dalam sebuah laga ujicoba jelang bergulirnya kompetisi Serie A Italia. Hasil ini tidak begitu disambut baik oleh Moratti. Dan dirinya meminta pada Gasperini untuk menempatkan Pazzini pada pilihan andalan.

"Pazzini harus terus bermain," cetus Moratti kepada reporter seusai laga yang berakhir kekalahan dari Chievo.

Bagi Moratti, Pazzini adalah sumber gol Nerazzurri dalam mengoyak gawang lawan, karenanya ia ingin melihat anak kesayangannya itu selalu menampakkan batang hidungnya di lapangan.

"Pazzini adalah striker haus gol, dan ialah yang selalu mencetak banyak gol untuk tim ini," tandas sang presiden.

Inter saat ini sedang dalam krisis striker sepeninggal Samuel Eto'o dan Goran Pandev.
Namun kabar terakhir terkait peresmian transfer striker Atletico Madrid Diego Forlan menyebutkan tinggal menunggu waktu saja.

Gian Piero Gasperini Inginkan Pemain Baru

Written By Japrax on Rabu, 24 Agustus 2011 | 20.19

Bursa transfer musim panas akan segera berakhir tak lebih dari sepuluh hari ke depan. Dengan waktu yang semakin mepet, Inter Milan diharapkan bisa memiliki pemain baru.

Gian Piero Gasperini mengungkapkan keinginannya itu karena ada sejumlah pemain yang bakal hengkang dan mengalami cedera.

"Kami akan berusaha mengembalikan pemain yang sempat absen beberapa waktu lalu dan kami mungkin bisa lebih menguatkan tim lagi," katanya, Selasa (23/8).

"Tentunya saat ini kami masih kekurangan di sejumlah area, termasuk lini tengah, mempertimbangkan jumlah pertandingan yang harus kami akan jalani."

"Tapi klub tahu dengan baik apa yang harus dilakukan. Masih ada sepuluh hari tersisa sebelum jendela transfer tertutup," tandasnya.

Jangan Lupa Follow Us Interisti

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Inter Milan Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger