Headlines News :

Javier Zanetti Optimistis Inter Bisa Sukses

Written By Japrax on Selasa, 25 Oktober 2011 | 10.11

Inter boleh saja menang dari Chievo, tapi secara performa belum cukup meyakinkan. Buktinya adalah hanya satu gol tercipta untuk menentukan kemenangan tuan rumah di Giuseppe Meazza akhir pekan lalu.

Namun begitu hasil tersebut, dan performa Inter belakangan ini, tidak membuat optimisme Javier Zanetti melihat timnya sukses luntur.

"Tim ini mampu membuat hal besar, dan kami memikirkan hal ini di setiap laga," tukas il capitano Nerazurri itu.

"Kami masih terus memperbaiki doliditas kami, dan kami harus mencegah tim lawan membuat kerusakan," lanjutnya kepada Sky Italia.

Inter saat ini masih berada di peringkat 16 dengan tujuh angka dari tujuh pertandingan Serie A Italia.

Javier Zanetti Dukung Inter Milan Datangkan Eden Hazard

Keinginan Inter Milan untuk bisa mendatangkan Eden Hazard ke Giuseppe Meazza mendapat dukungan penuh dari kapten tim Javier Zanetti.

Dari sudut pandang Zanetti, Hazard memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk bisa bergabung dengan skuad Inter Milan, bahkan menjadi andalan tim.

"Ia adalah pemain yang sangat saya ska dan saya tahu klub terus memantaunya," kata Zanetti, Jumat (21/10).

"Menurut saya, ia suah berada di level yang tepat untuk melanjutkan karirnya di Inter Milan."

Sejauh ini Inter Milan masih belum melakukan pendekatan secara kongkret untuk bisa menarik Hazard dari Lille. Hazard sendiri sebelumnya menyatakan tak berminat untuk pindah ke klub lain.

Ernesto Paolillo: Fase Negatif Inter Milan Telah Berakhir

Kemenangan 1-0 di markas Lille di ajang Liga Champions midweek lalu mengakhiri deretan kekalahan Inter Milan di dua gim Serie A, 3-0 dari Napoli dan 2-1 dari Catania.

Hasil positif tersebut di kancah Eropa tersebut diharapkan Ernesto Paolillo dapat diteruskan saat menjamu Chievo Verona di giornata 8, Minggu (23/10) malam.

CEO Inter pun yakin hal itu dapat terwujud. Ia merasa periode negatif yang menerjang Il Biscione di fase awal musim telah berakhir.

"Kami mulai kembali ke trek yang tepat dan saya optimistis menatap masa depan," kata Paolillo kepada Radio Sportiva.

"Saya bisa melihat atmosfer yang tenang di klub ini. Kami memulai musim menyusul aksi mogok pemain [terkait polemik kontrak kolektif] dan ini tak membantu."

"Tapi, saya pikir kami sudah berhasil melalui fase negatif. Sekarang saya mengharapkan serangkaian hasil positif," tandasnya.
Inter saat ini terpaku di urutan 17 klasemen sementara dengan hanya mengoleksi satu kemenangan dan satu seri dari enam laga, sementara Chievo ada di peringkat kesepuluh dengan sembilan poin.

Wesley Sneijder: Inter Tak Butuh Samuel Eto'o

Bintang Inter Milan Wesley Sneijder mengakui klub raksasa Serie A Italia itu mengalami kerugian besar ketika Samuel Eto'o meninggalkan Giuseppe Meazza.

Manajemen I Nerazzurri memang tidak jadi melepas Wesley Sneijder musim panas lalu, tetapi mereka menebalkan kas klub dengan menjual Samuel Eto'o ke klub raksasa Rusia Anzhi Makhachkala.

Aksi Inter di awal musim 2011/12 memang cukup mengecewakan sehingga memunculkan rumor mereka akan meminjam Eto'o selama dua bulan masa libur musim dingin di Rusia.

"Eto'o adalah teman saya, tetapi tidak masuk akal hanya mendatangkannya untuk dua bulan. Untuk apa?" kata Sneijder dikutip dari tribalfootball.

"Apa yang akan terjadi pada pemain lainnya yang sudah bergabung sejak awal kompetisi?"

Sneijder lalu mengemukakan rasa bahagia bermain di Serie A dan menikmati tantangan yang ada.

"Saya senang bermain di Italia dan menikmati tekanan yang ada," imbuhnya.

"Saya adalah tipe pemain yang selalu ingin tampil baik dan memberikan yang terbaik di bawah tekanan hebat."

Wesley Sneijder: Claudio Ranieri Bagus, Jose Mourinho Terbaik

Wesley Sneijder sepertinya masih belum bisa melupakan Jose Mourinho. Soalnya kesan yang ditinggalkan pelatih asal Portugal itu masih tersimpan jelas dibenaknya.

Buktinya, sampai saat ini, dia masih merasa Mourinho adalah pelatih terbaik yang pernah bekerja bersamanya di satu klub.

Namun Sneijder bukannya tidak menaruh hormat kepada pelatih yang kini menangani Inter, Claudio Ranieri.

"Ranieri pelatih yang sangat bagus dan dia berbicara kepada saya seperti halnya yang dilakukan Mourinho," kesan Sneijder seperti dikutip Football Italia.

Pemain asal Belanda itu menambahkan Ranieri juga tahu apa yang diinginkannya di tim.

"Ranieri tahu di mana saya harusnya ditempatkan di lapangan, karena saya lebih suka memberikan assists daripada mencetak gol," paparnya.

"Tapi jangan rancu, Mourinho masih yang terbaik," lanjut Sneijder.

Inter Milan Ingin Datangkan Gary Cahill Januari 2012

Cahill termasuk salah satu pemain yang diincar beberapa klub top Inggris dan Eropa. Kontraknya akan berakhir pada musim panas mendatang dan ia tidak berminat untuk tinggal lebih lama lagi di Bolton Wanderers.

Arsenal, Chelsea dan Tottenham sempat disebut-sebut berencana mendatangkan pemain belakang asal Inggris tersebut sejak musim panas lalu.

Arsenal bahkan pernah melayangkan tawaran tapi ditolak oleh Bolton karena dianggap terlalu rendah dan akhirnya mendatangkan Per Mertesacker untuk memperkuat lini belakang mereka.

Barcelona dan Inter juga diberitakan membidik Cahill. Kabar terakhir dari talkSPORT bahkan menyebutkan kalau Inter berencana melayangkan tawaran pada Januari mendatang.

Bolton sendiri harus melepas Cahill pada bursa transfer Januari 2012 kalau ingin mendapatkan pemasukan yang cukup besar dari hasil penjualan pemain berusia 25 tahun tersebut.

Claudio Ranieri Lihat Masa Depan Inter Milan Cerah

Pelatih Inter Milan Claudio Ranieri berharap tim besutannya mengalami peningkatan ketika menghadapi Chievo dalam lanjutan Serie A Italia pada akhir pekan ini.

Kemenangan 1-0 atas Lille di Liga Champions telah menumbuhkan kepercayaan diri Inter, setelah mendapatkan hasil kurang memuaskan di kompetisi domestik.

“Kemenangan atas Lille sangat penting, karena itu bisa menumbuhkan motivasi dan rasa percaya diri pemain. Sekarang kami harus tetap berada di jalur ini,” ujar Ranier dilansir La Repubblica.

“Kami sadar akan menghadapi pertandingan sulit melawan Chievo. Mereka tim yang bagus, dan mampu menjaga ruang, serta selalu bertarung memperebutkan bola. Pertandingan nanti tidak akan mudah.”

“Tapi hari ini adalah hari yang menyenangkan. Matahari bersinar [di kota Milan], dan berharap segala sesuatunya makin cerah bagi tim saat menghadapi Chievo.”

“Saya yakin tim saya akan menjadi lawan yang tangguh bagi tim lain di masa mendatang.”

Gol Tunggal Motta Menangkan Inter

Milan - Inter Milan akhirnya kembali memetik kemenangan di pekan ketujuh Liga Italia. Menjamu Chievo di Giuseppe Meazza, Minggu (23/10/2011) malam WIB, Nerazzurri unggul 1-0 lewat gol Thiago Motta.

Gol semata wayang yang menjadi penentu kemenangan Inter tercipta di menit 34. Motta menjebol gawang tamunya dengan tandukan kepala meneruskan umpan yang dilepas Wesley Sneijder.

Hasil ini mengembalikan Inter ke jalur kemenangan setelah pada dua pertandingan terakhir di Seri A mereka kalah atas Catania dan Napoli. Tambahan tiga ini Inter naik satu tingkat di posisi ke-16 klasemen sementara dengan poin tujuh, menggusur Novara di saat bersamaan kalah 0-3 dari tuan rumah Udinese.

Jalannya Pertandingan

Peluang pertama Inter Milan didapat pada menit ke-11 melalui Giampaolo Pazzini. Namun tendangannya dari dalam kotak enam belas masih dapat di tepis oleh penjaga gawang Chievo, Stefano Sorrentino.

Chievo membalas tiga menit kemudian melalui Bostjan Cesar. Memanfaatkan umpan tendangan sudut, sundulan kepalanya masih melayang di atas gawang Inter yang dikawal Julio Cesar.

Di menit ke-19 giliran Mauro Zarate yang memberikan ancaman bagi gawang Chievo. Namun kali ini Sorrentino masih sigap mengamankan gawangnya dari kebobolan.

Gol yang ditunggu tuan rumah akhirnya tercipta di menit ke-34. Sebuah umpan tendangan sudut Wesley Sneijder berhasil ditanduk oleh Thiago Motta. Bola yang meluncur ke pojok kiri atas gawang Chievo tak mampu ditepis oleh Sorrentino. Kedudukan pun berubah 1-0 untuk keunggulan Inter.

Dua menit berselang, Pazzini kembali mengancam gawang Chievo. Sebuah umpan matang Sneijder mampu diteruskan oleh Pazzini. Sial baginya, tendangan Pazzini masih melayang diatas gawang Chievo.

Hingga babak pertama berakhir tidak ada lagi gol tambahan. Keunggulan Inter pun bertahan hingga turun minum.

Peluang pertama Inter di babak kedua tercipta lewat kaki Maicon di menit 57. Sebuah tendangannya dari luar kotak penalti masih melayang diatas gawang Chievo.

Peluang kedua Inter di babak kedua tercipta di menit ke-73. Sebuah tendangan Maicon memanfaatkan umpan Javier Zanetti masih menghantam mistar gawang.

Di sisa pertandingan, kedua kesebelasan tidak mampu mencetak gol tambahan. Kedudukan 1-0 pun bertahan hingga pertandingan berakhir.

Susunan Pemain

Inter Milan: Júlio César-Cristian Chivu-Yuto Nagatomo-Maicon-Thiago Motta- Wesley Sneijder (Dejan Stankovic 66)-Esteban Cambiasso-Javier Zanetti-Mauro Zárate (Joel Chukwuma 90)-Giampaolo Pazzini (Luc Castaignos 79)

Chievo: Stefano Sorrentino-Bostjan Cesar-Santiago Morero-Bojan Jokic-Nicolas Frey-Michael Bradley-Rinaldo Cruzado-Perparim Hetema (Cyril Théréauj 61)-Kamil Vacek (Luca Rigoni 81)-Sergio Pellissier-Alberto Paloschi (Davide Moscardelli 66)
( din / mfi )

Inter Ingin Tularkan Performa Eropa ke Liga

Beritabola.com Milan - Performa Inter Milan di Liga Champions dan Liga Italia bertolak belakang. La Beneamata pun bertekad untuk membuat performa di liga sebaik di Eropa.

Jika di Liga Champions Inter sukses menduduki puncak klasemen Grup B dengan dua kemenangan dan satu kekalahan, tak demikian halnya di Seri A. Javier Zanetti dkk. kini masih terpuruk di posisi 16 dengan baru meraih satu kemenangan dan sudah menelan empat kekalahan.

Pekan ini, mereka bakal menjamu Chievo di Stadion Giuseppe Meazza. Jika tak ingin mengucapkan selamat tinggal pada scudetto lebih cepat, maka Inter sudah harus mulai bangkit.

"Masih terlalu awal untuk berkata selamat tinggal pada scudetto. Banyak tim di masa lalu memulai dengan buruk, namun kemudian mereka berhasil bangkit," ujar gelandang Inter, Thiago Motta, kepada AFP.

"Sekarang, kami akan kembali ke jalur kemenangan ketika melawan Chievo dan kemenangan itu akan memberikan kami kontinuitas."

"Tim-tim di atas kami saat ini, bisa saja melewati saat-saat yang buruk," tukas Motta.

Belakangan, Inter dikritik lantaran punya barisan pertahanan yang rapuh. Mereka sudah kebobolan sebanyak 13 gol dalam enam laga, yang mana merupakan catatan kebobolan terbanyak di antara tim-tim Seri A lainnya.

Dengan catatan seperti itu, rata-rata gawang Inter kebobolan dua gol atau lebih dalam setiap pertandingan.

Nerazurri Akhiri 'Tabu San Siro'

Beritabola.com Milan - Inter Milan memetik kemenangan tipis dengan skor 1-0 atas Chievo, Minggu (23/10/2011) malam WIB. Setelah serangkaian hasil buruk di kandang, Claudio Ranieri menyebut ini sebagai akhir dari 'Tabu San Siro'.

Sebuah gol tandukan Thiago Motta dimenit ke-34 menjadi penanda berakhirnya hasil buruk Inter saat bermain di kandang. Sebagai catatan, di tiga laga kandang sebelumnya, La Beneamatta mencatat hasi buruk saat kalah dari Trabzonspor dan Napoli, serta diimbangi AS Roma.

Atas hasil-hasil buruk yang diraih oleh tim asuhannya itu, Ranieri sempat menjuluki laga kandang Inter dengan nama 'tabu San Siro'. Kini setelah memperoleh kemenangan, pelatih yang menggantikan Gian Piero Gaperini di pekan ke-3 Liga Italia itu menyebutkan kalau 'tabu San Siro' itu sudah berakhir.

"Kami dapat lebih tajam, tapi yang terpenting adalah kami mengakhiri tabu San Siro," sebut Ranieri pada Football Italia.

"Sangat penting kami mengalahkan Chievo yang membuat banyak tim papan atas berada dalam tekanan, karena merka bermain bagus dan bekerja keras." lanjut Ranieri

Atas kemenangan perdana tim asuhannya itu, The Thinker Man pun tak mampu menyembunyikan kegembiraannya. Baginya, perjuangan keras dan tak kenal lelah usai tampil di Liga Champios pada tengah pekan kemarin jadi kuncinya.

"Aku senang, karena kami juga bekerja keras, meskipun kami bermain di Liga Champions di hari Selasa, dan terus berusaha gol yang kedua," sambungnya.

"Kami mencoba untuk jadi lebih baik di setiap pertandingan, baik secara taktik maupun fisik, meki itu tidak mudah ketika bermain setiap tiga hari sekali," tuntas Ranieri.

Giampaolo Pazzini Antar Inter Raih Kemenangan

Written By Japrax on Rabu, 19 Oktober 2011 | 15.00

Inter Milan menguasai tampuk klasemen Grup B Liga Champions setelah mengalahkan tuan rumah Lille berkat gol tunggal Giampaolo Pazzini.

Sebelum pertandingan ini, CSKA Moskwa berhasil mengudeta tampuk klasemen berkat kemenangan telak tiga gol tanpa balas atas Trabzonspor. Mengetahui kemenangan dapat membawa mereka merengkuh peluang lolos ke babak berikutnya, Lille dan Inter tampil bersemangat.

Pada menit ke-21, Pazzini menuntaskan umpan silang Mauro Zarate, yang menerima bola dari Wesley Sneijder di sayap kiri. Tertinggal, Lille segera menggiatkan serangan mereka. Mathieu Debuchy mengancam dan dihalau Julio Cesar, sementara tembakan Joe Cole melebar.

Di ujung babak pertama, Zarate hampir menggandakan keunggulan Inter kalau saja tidak diblok oleh Marko Basa.

Lille makin meningkatkan serangan usai turun minum. Cesar harus bersusah payah mencegah gawangnya dari kebobolan. Secara beruntun peluang tuan rumah lahir melalui upaya Moussa Sow, Florent Balmont, dan Eden Hazard. Namun, lini belakang Inter yang digalang Lucio dan Cristian Chivu terbukti solid.

Dimitri Payet hampir menciptakan gol balasan ketika tendangan melengkungnya mengarah ke tiang jauh. Beruntung bola masih dapat dijangkau oleh Cesar.

Peluang putus asa Lille kemudian dihasilkan Franck Beria dan Debuchi, tetapi keduanya tidak mampu menundukkan Cesar. Kedudukan 1-0 untuk tim tamu pun bertahan hingga usai pertandingan.

Kedua tim akan berhadapan lagi 2 November mendatang dengan giliran Inter menjadi tuan rumah.

Giampaolo Pazzini: Kemenangan Atas Lille Akan Akhiri Masa Sulit Inter

Striker Giampaolo Pazzini mengatakan dirinya yakin kemenangan atas Lille akan membantu Inter Milan keluar dari masa sulit.

Pazzini mencetak gol tunggal kemenangan Nerazzurri di Stadium Lille Métropole, yang membuat Inter kini memimpin Grup B Liga Champions dengan enam angka.

"Ini kemenangan penting, kendati kami kesulitan di babak kedua," ujar Pazzini.

"Kami benar-benar membutuhkan kemenangan ini, karena yakin hanya kemenangan yang membuat kepercayaan diri kami pulih," lanjutnya.

Pazzini juga mengatakan Inter masih harus bekerja keras, dan memperlihatkan kemajuan. Saat ini, Inter berada di tepi zona degradasi di klasemen sementara Serie A Italia.

"Kami harus tetap optimitis mampu meraih banyak angka untuk memperbaiki posisi kami di Serie A," katanya.

Ia juga menggaris-bawahi pentingnya kehadiran Thiago Motta dan Wesley Sneijder. Keduanya, kata Pazzini, menjadikan permainan Inter Milan berbeda.

Claudio Ranieri: Ini Kemenangan Penting

Takluk dua kali beruntun di Serie A Italia, 3-0 dari Napoli serta Catania 2-1, Inter Milan akhirnya kembali memetik hasil positif dengan menumbangkan tuan rumah Lille di Liga Champions, Rabu (19/10) dinihari WIB.

Gol semata wayang Giampaolo Pazzini di babak pertama cukup untuk menghadirkan tiga angka bagi Il Biscione sekaligus mengantarkan tim besutan Claudio Ranieri untuk sementara memimpin Grup B.

Sang allenatore pun menekankan makna penting poin penuh yang mengakhiri rapor jelek Inter akhir-akhir ini.
"Amat penting membukukan kemenangan melawan Lille," ucapnya kepada Sky Sport Italia sesudah laga.

"Para pemain bekerja sangat keras, tapi sempat ada periode kelam buat kami belakangan ini. Tapi para pemain ingin membalik halaman dan kemenangan ini memberikan kami moral dan kepercayaan diri tinggi."

"Kami harus terus seperti ini. Ini bukan pertandingan yang luar biasa, namun cara kami bermain cukup bagus," kata eks pelatih AS Roma itu.

Thiago Motta: Karakter Inilah Yang Dibutuhkan Inter

Thiago Motta menilai semangat ketika mengalahkan Lille 1-0 di Liga Champions yang sejatinya diperlukan Inter untuk menatap laga-laga berikutnya. Seperti diketahui, laju Inter di awal musim ini memang tengah tertatih-tatih. Terutama di ajang domestik.

Namun, gelandang berdarah Brasil itu menganggap Nerazzurri bisa bangkit dengan syarat mereka mesti tampil seperti di laga tadi malam.


Pada pertandingan itu, Giampaolo Pazzini memastikan kemenangan kedua Inter di ajang nomor satu Eropa itu berkat gol semata wayangnya.

"Kami ini tim yang menyatu, dan ketika kami bermain dengan karakter seperti ini serta ambisi seperti ini, kami adalah tim yang sangat kuat," tegas Motta kepada Mediaset Premium usai laga kontra Lille.

"Senang sekali rasanya kami bisa menang atas tim yang memainkan sepakbola dengan bagus, walau mereka menghadirkan kami beberapa ancaman di babak pertama. Tetapi di baba kedua kami mampu mengontrol pertandingan," tambah Motta.

Motta menikmati saat-saat comeback-nya ke skuad Inter. Tak mudah baginya melewati fase penyembuhan. Ini merupakan penampilan pertamanya bersama Inter sejak tertimpa cedera saat memperkuat timnas Italia.

"Sangat menyenangkan bisa kembali bermain. Inilah buah dari latihan keras saya," tandasnya.

Sneijder Minta Inter Bersatu

MILAN, KOMPAS.com — Gelandang Inter Milan, Wesley Sneijder, meminta rekan-rekannya bersatu dan berjuang bersama untuk kembali ke jalur kemenangan.
Hadirnya Pelatih Claudio Ranieri yang menggantikan Gian Piero Gasperini sempat melambungkan harapan publik Giuseppe Meazza. Di tangan Ranieri, Inter akhirnya memetik kemenangan perdana setelah mengalahkan Bologna 3-1.
Namun, Inter kembali terpuruk. Setelah dikalahkan 0-3 oleh Napoli, Inter kembali takluk di tangan Catania, 1-2, pada akhir pekan lalu. Kekalahan itu membuat posisi Inter merosot ke peringkat ke-17.
"Situasi jelas. Di bawah pandangan setiap orang, kami tidak tampil baik di Serie-A. Hanya meraih empat poin dari enam pertandingan adalah sesuatu yang tidak diharapkan orang pada awal musim. Namun, kami masih memiliki waktu untuk bangkit," ungkap Sneijder.
Sneijder sendiri siap berjuang untuk membantu Inter kembali ke jalur kemenangan. Gelandang asal Belanda itu telah pulih dari cedera dan akan tampil membela "La Beneamata" saat bertandang ke Lille pada babak kualifikasi Liga Champions Grup B, Selasa (18/10/2011).
"Ini mungkin pertandingan pertama bahwa kami memiliki skuad lengkap (selain Diego Forlan). Menang adalah hal yang paling penting dan saatnya untuk berjuang bersama-sama sebagai sebuah tim. Dalam situasi ini, Anda harus menang dan tidak ada lagi hal lainnya," ujar gelandang yang pernah membela Real Madrid itu.
"Saat ini kami harus bermain sebagai sebuah tim. Kami ingin seperti dua tahun lalu, sebagai tim yang mampu memenangi segalanya. Kami harus bekerja keras dan lebih saling membantu, tetapi aku tidak takut situasi ini. Aku memiliki perasaan yang baik dan mempercayai Inter. Kami akan bangkit," sambungnya. (FBI)

Julio Cesar Persembahkan Kemenangan Untuk Massimo Moratti

Kiper andalan Inter Julio Cesar mempersembahkan kemenangan 1-0 atas Lille spesial buat Massimo Moratti.

Cesar menyadari, Moratti memang tengah dalam keadaan terpukul mengingat laju Inter yang cukup memprihatinkan sejauh ini. Apalagi di ajang liga, mereka nyaris menghuni zona degradasi dengan sekarang menempati posisi ke-17.


Karenanya, Cesar menilai kemenangan yang diraih atas jawara Prancis itu bisa memberikan efek yang bagus bagi tim ke depannya.

"Kami semua senang melihat presiden Moratti tersenyum," kata Cesar kepada Inter Channel.

"Ia adalah seorang fan Inter, dan ia hidup untuk Inter. Kami semua paham betapa ia terpukul di saat sekarang ini, namun sangat penting bagi kami untuk kembali ke jalur kemenangan agar tetap membuatnya tersenyum," jelas Cesar.

Cesar menganggap Moratti sudah teramat kental dengan Inter. Karenanya, kemenangan atas Lille menurutnya menjadi torehan yang sangat krusial.

"Sang presiden adalah figur yang sangat penting bagi kami, ia merupakan simbol Inter, seorang yang selalu dekat dengan kami, baik dalam momen yang baik maupun buruk sekalipun," tandas Cesar.

Massimo Moratti Semprot Wasit Serie A Italia

Presiden Inter Milan Massimo Moratti mengeluarkan kecaman kepada wasit Serie A Italia. Kecaman ini dikeluarkan Moratti setelah Nerazzurri dikalahkan Catania 2-1 pada akhir pekan kemarin.

Keputusan kontroversial dengan memberikan hadiah penalti kepada Gonzalo Bergessio membuat tuan rumah unggul lebih dulu. Moratti kini menyoroti kinerja wasit yang memimpin laga Inter.

“Tiga dari empat hukuman penalti yang diberikan kepada kami merupakan kesalahan wasit. Apakah bonus bagi tim yang melawan Inter sudah habis sekarang?” tanya Moratti dalam wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport.

Walau mengawali musim dengan kurang bagus, mengingat Inter berada di peringkat 17 dari enam pertandingan, Moratti tetap memberikan dukungan kepada pemain dan pelatih Claudio Ranieri untuk mengubah situasi.

“Klasemen sementara menakutkan bagi para pemain. Tapi saya menaruh kepercayaan kepada Ranieri, dan [Wesley] Sneijder yang akan membuat kejutan terhadap sistem,” kata Moratti.

Komentari Inter, Mourinho Prihatin Campur Optimistis

Beritabola.com Madrid - Inter Milan tengah menjalani laju buruk, yang juga tak lepas dari pengamatan mantan allenatorenya, Jose Mourinho. Tapi pria Portugal yang kini menukangi Real Madrid itu optimistis Inter segera bangkit.

Sampai dengan giornata 6, Inter masih tercecer di posisi 17 klasemen sementara Seri A. Raihan poin Nerazzurri, 4 poin, bahkan setara dengan dua klub yang ada di bawahnya dan menghuni zona degradasi.

Rentetan hasil buruk Inter itu sendiri sudah memakan korban. Gian Piero Gasperini hanya seumur jagung di Inter karena sudah dipecat dan digantikan Claudio Ranieri.

Pun demikian, Ranieri belum mampu membangkitkan Inter. Mourinho, yang saat menukangi La Beneamata sukses mempersembahkan treble, jelas prihatin.

"Aku tidak suka dengan rentetan hasil tersebut," ujarnya kepada La Gazzetta Dello Sport.

Mengaku masih jadi pendukung Inter, Mourinho pun tetap memelihara optimisme mantan timnya itu akan segera kembali ke jalur positif.

"Aku selalu mendukung mantan timku, para mantan pemainku, mantan presidenku, dan juga pelatih mereka. Aku tetap optimistis."

"Mereka bisa mendapat satu, dua, tiga, empat atau lima hasil buruk, tapi aku akan terus percaya mereka akan segera bangkit di partai selanjutnya," simpul Mourinho.(dtc/krs)

'Tak Perlu Ada Drama Tentang Start Buruk Inter'

Beritabola.com Paris - Inter Milan memang sedang mengawali musim dengan buruk. Namun, tak perlu ada drama terkait hal itu karena Nerazzurri diyakini akan segera bangkit.

Kata-kata dukungan dan penyemangat tersebut dilontarkan oleh Leonardo, mantan pelatih Inter yang menukangi klub itu di pertengahan musim lalu dan angkat kaki di akhir musim.

"Ini hanya masalah hasil dan perubahan yang sudah dilakukan. Tapi tak perlu ada drama mengenai hal ini. Mereka baru memainkan enam laga dan hasil akan membaik setelah semua pemain mereka bugar dan sehat lagi," komentarnya di Football Italia.

Inter baru mampu mengoleksi poin 4 sampai dengan giornata 6 Seri A. Awal buruk itu sendiri sudah membuat pelatih Gian Piero Gasperini dicopot untuk digantikan Claudio Ranieri.

"Inter adalah sebuah tim yang di masa lalu sudah membuktikan kalau mereka bisa melewati masa-masa sulit. Skuad dan klub tidak risau mengenai empat kekalahan di enam partai."

"Mereka tahu jalan masih panjang," lugas Leonardo yang kini menjadi manajer umum PSG.

Lifetime Achievement Award for Javier Zanetti

Written By Japrax on Selasa, 11 Oktober 2011 | 12.16

Monte Carlo: Zanetti bergabung bersama para legenda sepakbola

Satu lagi momen indah dalam karier seorang pemain profesional. Seorang pria, seorang panutan dan seorang juara baik di dalam maupun dan di luar lapangan, Javier Zanetti. Setelah berhasil menyamai bahkan melampaui rekor Giuseppe Bergomi pada pertandingan bersama Inter, malam ini bertambah lagi satu catatan untuk sejarahnya yang luar biasa, saat ia menerima a career achievement award dalam acara penganugerahan Golden Foot 2011.

Sang Kapten naik ke atas panggung dan meninggalkan jejak kaki serta tanda tangan dalam suatu cetakan khusus. Edisi 2011 dari Golden Foot dimenangkan oleh Ryan Giggs, namun Zanetti juga termasuk dalam Legenda di Promenade Champions, dan ia adalah pemain pertama yang dicalonkan untuk penghargaan final dan Legenda dalam waktu bersamaan. Berikut ini adalah alasannya: "Javier Zanetti adalah legenda hidup bagi kemenangannya di lapangan, lebih dari 1.000 pertandingan telah dijalani sebagai seorang profesional. Merupakan rekor sepanjang masa untuk penampilannya bersama FC Internazionale dan sikap fair playnya". Zanetti menjadi pemain kelima dari Argentina yang menerima penghargaan Golden Foot setelah Diego Armando Maradona (2003), Alfredo Di Stefano (2004), Mario Kempes (2007) dan Francisco Varallo (2010). Dia telah sejajar bersama empat legenda sepakbola dunia lainnya: Luis Figo (Portugal), Ruud Gullit (Belanda), Rabah Madjer (Aljazair) dan Abedi Pelé (Ghana).

Dan tepi laut Monako, ia hanyut dalam acara tersebut. Sang kapten menyatakan: "Sebuah perasaan menakjubkan melihat jejak dari para juara sepakbola. Saya sangat terharu ketika berpikir bahwa jejak kaki saya akan berada diantara begitu banyak pemain hebat, dan diatas semuanya Giacinto Facchetti. Saya sangat senang, bangga dan saya pasti akan segera kembali ke Monte Carlo untuk berlibur bersama keluarga untuk menunjukkan pada anak-anak saya, jejak kaki ayah mereka. Karier saya berjalan luar biasa. Saya tidak pernah memikirkan sebelumnya dari Banfield saya akan bermain di Inter, dan lebih dari itu, dapat memecahkan rekor seperti yang telah saya lakukan, dan menerima pengakuan penting seperti yang saya terima malam ini. "

Lifetime Achievement Award ,for Javier Zanetti. GRANDE IL CAPITANO JAVIER ZANETTI . FORZA INTER. FORZA ICI .

Wesley Sneijder-Maicon Pulih, Inter Menggigit Lagi

Written By Japrax on Senin, 10 Oktober 2011 | 22.23

Naik turunnya performa Inter di awal musim ini tak bisa dilepaskan dari absennya Wesley Sneijder dan Douglas Maicon di tim.

Hal itu diungkapkan mantan pemain Il Nerrazzuri Luis Figo setelah melihat grafik permainan timnya di awal musim ini.

Menurut Figo, peran kedua pemain tersebut sangat penting bagi tim dan absennya mereka memiliki pengaruh besar.

"Kami akan kembali ke jalur yang sebenarnya bersama Sneijder dan Maicon," ujar Figo kepada La Gazzetta dello Sport.

Selain itu, Figo juga meyakini masa-masa krisis pemain di Inter akan berlalu. Sampai saat ini tak sedikit pemain pilar Inter yang masih berkutat dengan masalah cedera.

"Periode cedera bakal berlalu. Inter masih lapar gelar dan mereka akan menunjukkannya. Saya yakin Inter masih bisa memenangi titel juara musim ini," papar Figo.

Figo: Sneijder & Maicon Akan Bangkitkan Inter

Milan - Inter Milan mengawali musim ini dengan tidak memuaskan. Namun, Nerazzurri diyakini tetap akan bisa bangkit dan meraih Scudetto dengan dimotori dua pemain: Wesley Sneijder dan Douglas Maicon.

Di bawah arahan Gian Piero Gasperini, Inter menuai serangkaian hasil buruk yang akhirnya membuat si allenatore harus rela dicopot dari jabatannya tersebut.

Claudio Ranieri kemudian ditunjuk menggantikan Gasperini dan mampu membawa angin segar, kendatipun usaha Inter bangkit kembali mengalami kemunduran usai dikalahkan Napoli 0-3 pada giornata 5.

Baru mengoleksi empat poin dari lima laga, La Beneamata pun sementara ini menghuni satu posisi di atas zona degradasi. Sungguh bukan sebuah fakta menyenangkan untuk salah satu klub raksasa Italia yang juga cukup dominan beberapa tahun belakangan.

Akan tetapi, Luis Figo yang merupakan duta dari Inter bukan cuma tetap optimistis klub yang juga pernah dibelanya itu akan bangkit, tetapi juga bisa menggondol Scudetto.

"Kami akan kembali ke jalur yang tepat dengan adanya Sneijder dan Maicon. Periode ini akan berlalu," tegas Sneijder di Football Italia.

"Inter masih lapar akan sukses dan mereka akan memperlihatkan itu. Aku yakin Inter akan memenangi gelar lagi musim ini," seru Figo yang membela Inter pada periode 2005–2009.

Inter Milan Inginkan Ezequiel Lavezzi

Inter Milan nyaris mendapatkan Ezequiel Lavezzi di bursa transfer musim panas lalu.

Hal itu diungkapkan presiden klub Massimo Moratti. Namun keinginan itu urung terwujud karena banyak hal.

"Memang benar. Saya sudah berbicara dengan presidn Napoli Aurelio De Laurentiis mengenai Lavezzi," kata Moratti, Sabtu (8/10).

"Ia memiliki bakat yang luar biasa dan memiliki kecepatan yang bagus, tapi pemain itu sangat terikat dengan Napoli," tandasnya.

Bukan tidak mungkin Inter akan berusaha memboyong lagi Lavezzi musim dingin nanti saat bursa transfer kembali terbuka. Ada pun nilai transfer Lavezzi mencapai 32 juta euro.

Cedera, Julio Cesar Dikembalikan Brasil Ke Inter

Penjaga gawang Inter Milan Julio Cesar dipastikan absen memperkuat tim nasional Brasil menghadapi tantangan Meksiko pekan depan.

Kiper berusia 32 tahun itu mengalami cedera paha saat Brasil menang tipis 1-0 atas Kosta Rika dan harus ditarik keluar untuk digantikan Jefferson pada menit 74.

Hasil pemindaian memperlihatkan kiper veteran I Nerazzurri itu mengalami cedera ringan namun ofisial Brasil mengeluarkan izin bagi Cesar meninggalkan tim untuk menghindari cedera yang lebih parah.
ce
"Saya sudah berdiskusi dengan pelatih [Mano] Menezes dan kami memutuskan untuk mengembalikannya ke klub," kata dokter Brasil Jose Runco pada Globoesporte.

"Dia pernah mengalami cedera sama hingga kami merasa Cesar akan lebih baik mendapat penanganan langsung dari dokter klub."

Kiper Botafogo Jefferson bisa dipastikan bakal berada di bawah mistar gawang Brasil melawan Meksiko di Torreon, Selasa pekan depan.

Claudio Ranieri Tetap Yakin Juara Serie A Italia

Pelatih Inter Milan Claudio Ranieri menyatakan, tim besutannya masih punya peluang besar untuk menjadi juara Serie A Italia 2011/12, kendati mendaaptkan hasil kurang bagus di awal musim.

Dari lima laga yang sudah dijalani, Inter baru mendapatkan satu kemenangan, sekali imbang dan tiga kali kalah. Sebelum mendatangkan Ranieri, Inter telah memecat Gian Piero Gasperini.

“Bagi saya, seperti sebelumnya, kedua tim yang patut dikalahkan adalah Milan dan Inter. Sedangkan Juventus dan Napoli berada di belakang kami. Saya tetap yakin kami bisa meraih Scudetto,” kata Ranieri kepada Gazzetta dello Sport

“Kami sekarang di belakang, mungkin karena kami belum menang. Tapi kami harus percaya kepada diri sendiri. Bagaimana saya bisa memberikan limit kepada sebuah tim yang telah memenangi segalanya dua tahun lalu, dan tetap menjadi juara dunia?”

Negosiasi Kontrak Cristian Chivu Tertunda

Negosiasi perpanjangan kontrak Cristian Chivu ditunda sebulan.

Sedianya masa kerja Chivu berakhir Juni tahun depan, tetapi pembicaraan kontrak baru dengan pihak Inter Milan masih menggantung.

"Saya tidak tahu apakah Inter berniat memperbaharui kontrak Chivu," ungkap agen Ioan Becali kepada Interistaweb.

"Klub sedang memasuki periode sulit saat ini dan pembahasan kontrak menjadi prioritas terakhir mereka."

"Namun, kami akan membahasnya November atau paling lambat Desember. Sekarang masih terlalu cepat. Kontrak Chivu termasuk salah satu yang ditunda dan Inter akan mempertimbangkannya masak-masak."

Chivu bergabung ke Inter dari AS Roma dengan bayaran transfer €16 juta pada 2007 lalu.

'Mourinho Layak Dibuatkan Patung'

Milan - Jose Mourinho memang hanya dua musim membesut Inter Milan, namun kesan yang ia tinggalkan amatlah dalam. Saking dalamnya, Inter pun disebut layak untuk mengabadikannya dalam bentuk patung.

Dalam dua musim menukangi Inter, Mourinho tak pernah absen memberikan trofi. Yang paling bergengsi tentu saja raihan dua Scudetto dan satu gelar juara Liga Champions. Pada musim terakhirnya, The Special One juga sukses membuat Inter mendapat label treble winner.

Wajar kalau kemudian banyak yang kehilangan ketika dirinya pindah ke Real Madrid. Dengan sosoknya yang keras namun kharismatis, Mourinho mudah mendapatkan respek sekaligus rasa sebal dari anak buahnya. Setidaknya, nama-nama seperti Maicon dan Wesley Sneijder mengakui jika pria asal Portugal itu adalah orang yang sangat berpengaruh buat mereka.

"Dia dan (Helenio) Herrera layak untuk dibuatkan patung," ujar pelatih yang belum satu bulan menukangi Inter, Claudio Ranieri, di ESPN Star.

Ranieri bisa jadi ada di bawah bayang-bayang kesuksesan Mourinho ketika dia ditunjuk menjadi pelatih. Namun, The Tinkerman tak mau ambil pusing.

"Saya tidak hidup dengan rasa iri. Saya pikir, Mourinho memuji kami setelah kami mengalahkan CSKA Moskow di Liga Champions," tukasnya.

Mourinho bukanlah satu-satunya orang yang dianggap sangat legendaris bagi satu klub. Di Fiorentina, ada Gabriel Batistuta yang saking legendarisnya sudah dibuatkan patung perunggu oleh para fans.

Sneijder Ingin Juara Lagi Bareng Inter

Milan - Bersama Inter Milan Wesley Sneijder sudah meraih semua gelar dalam level klub. Setelah musim lalu prestasi klubnya menurun, bintang internasional Belanda itu berharap bisa jadi kampiun lagi bersama Nerazzurri.

Didatangkan dari Real Madrid pada musim panas musim panas 2009, Sneijder langsung menjadi bagian penting dari skuad Inter yang kala itu masih dilatih oleh Jose Mourinho. Di musim perdananya di Italia ia langsung membantu timnya merengkuh titel Scudetto, Coppa, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub.

Menjadi juara Eropa bersama Inter memiliki sebuah arti khusus bagi Sneijder. Baginya, piala itu menjadi gelar yang paling diidamkan sejak melihat Patrick Kluivert berhasil mengangkatnya bersama Ajax Amsterdam di tahun 1995.

"Ketika aku melihat Patrick Kluivert mengangkat Piala Champions bersama Ajax, aku berkata pada diriku: 'Aku juga menginginkan itu' ," kata Sneijder pada ELF Voetball.

"Terima kasih pada Inter, aku telah mencapai apa yang kuinginkan. Aku telah berhasil mencapai semua tujuan di tingkat klub dan sekarang aku ingin menang bersama Belanda. Namun tentu saja aku masih ingin menang dengan Inter lagi," tambahnya.

Sneijder hampir saja menyempurnakan koleksi gelarnya di tahun 2010 ketika Belanda berhasil menembus final Piala Dunia tahun lalu di Afrika Selatan, sebelum dikalahkan Spanyol. Musim lalu Inter gagal mempertahankan Scudetto dan trofi Eropa-nya, tapi masih mampu memenangi Coppa lagi.

Sneijder Target Trofi Liga Champions Bersama Inter

Torehan trofi jelas masih merupakan tolak ukur utama keberhasilan seorang pemain, dan hal ini menginspirasi Wesley Sneijder yang ingin merasakan kembali mengangkat trofi Liga Champions bersama Inter Milan. Sebelumnya Sneijder juga pernah meraih trofi tersebut bersama Nerazzurri di tahun 2010.

Namun perjalanan Inter di Liga Champions musim 2011-12 ini bagaikan mimpi buruk ketika harus takluk dari tim debutan
Trabzonspor di hadapan pendukungnya sendiri. Namun bersama dengan nahkoda baru, Claudio Ranieri, Sneijder ingin kembali merajut mimpi mengulangi sukses tahun lalu.

Sneijder saat ini masih dalam perawatan akibat cedera paha yang dialaminya, dirinya diharapkan bisa tampil saat menghadapi Catania akhir pekan nanti. Kemudian dilanjutkan dengan bertandang ke Lille dalam lanjutan Liga Champions tanggal 18 Oktober.

"Ketika saya melihat Patrick Kluivert mengangkat trofi Liga Champions bersama Ajax. Saat itu juga saya berkata kepada diri saya, 'Saya juga menginginkan trofi itu'," ucap Sneijder kepada majalah ELF Voetbal.

"Terima kasih kepada Inter, saya akhirnya bisa mewujudkan mimpi itu. Saya telah meraih semuanya di level klub dan sekarang saya ingin memenangkan sesuatu bersama timnas Belanda. Tetapi jujur saja, saya ingin meraih Trofi Liga Champion sekali lagi bersama Inter. Memenangkan trofi adalah sesuatu yang tidak pernah membuat Anda puas," simpul Sneijder.

Saat ini Inter masih duduk di peringkat kedua dalam klasemen grup, dengan berada di bawah Trabzonspor yang sudah mengumpulkan 4 poin. (elf/mac)

"Sneijder Totti-nya Inter"

Bola.net - Pelatih Internazionale, Claudio Ranieri, menyebut bahwa Wesley Sneijder setara dengan Pangeran AS Roma, Francesco Totti.

Menurutnya, kemampuan yang dimiliki oleh Sneijder bisa membawa perbedaan di Inter, sama halnya dengan apa yang dilakukan oleh Totti di Roma.

"Saya tidak ragu bahwa Sneijder adalah Totti-nya Inter, seperti ketika dia berada di lapangan, sesuatu yang ajaib selalu terjadi," ujar pelatih yang juga pernah menangani Roma tersebut kepada Gazzetta dello Sport.

Pernyataan Ranieri ini bukannya tanpa alasan, tanpa kehadiran Sneijder, kreativitas lini tengah Inter sedikit tereduksi.

Namun, untuk benar-benar menyamakan Sneijder dengan Totti mungkin sedikit berlebihan, bila dilihat dari prestasi yang pernah diraih keduanya.

Di level Internasional, Totti sudah pernah mempersembahkan gelar Piala Dunia pada tahun 2006, sedangkan Sneijder baru sampai di posisi runner up.

Selain itu, meski berposisi sebagai playmaker atau penyerang lubang, sama seperti Sneijder, produktivitas gol Totti masih lebih baik, bahkan Totti juga pernah menjadi pencetak gol terbanyak di Eropa atau gelar European Golden Shoe pada musim 2006-2007 dengan 25 gol. (foti/end)

Januari, Inter Berniat Lego Wesley Sneijder

Written By Japrax on Jumat, 07 Oktober 2011 | 15.28

Laporan Tribalfootball mengabarkan Inter Milan telah menyimpan rencana untuk melepas Wesley Sneijder pada bursa transfer Januari mendatang. Diharapkan, dana yang diraih nantinya bisa membangun kembali kekuatan tim menjadi lebih baik.

Pihak Inter kabarnya berharap bisa membangkitkan lagi pembicaraan dengan pihak Manchester United dan Manchester City. Dua klub asal kota Manchester ini sejak awal telah diketahui sangat jatuh hati pada pemain asal Belanda tersebut.

Untuk memulai kembali pembicaraan, pihak Nerazzurri ingin bisa dicapai kesepakatan penjualan Sneijder di harga berkisar £25 juta.

Inter membutuhkan dana karena saat ini mereka tengah melirik dua pemain asal Brasil Casemiro dan Lucas ditambah lagi dengan pemain bintang milik Borussia Dortmund Mario Gotze.

Januari Inter Bakal Ambil Juraj Kucka

Bola.net - Hari Rabu (05/10) kemarin waktu Italia, harian olah raga yang berbasis di kota Milan, La Gazzetta dello Sport memberitakan bahwa Januari nanti, Inter Milan akan mengambil Juraj Kucka dari Genoa.

Pada awalnya pria berusia 24 tahun itu diharapkan baru akan bergabung di musim panas mendatang, namun nampaknya hal itu memang perlu dipercepat karena kebutuhan tim.

Apalagi bisa dilihat dari yang dicapai Inter saat ini, start mereka di musim ini ibarat sebuah mimpi buruk, hanya sanggup mengoleksi 4 angka dari 5 laga perdana.

Dimengerti bahwa keinginan Inter memboyong Kucka lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan adalah karena keinginan Claudio Ranieri sang allenatore anyar.

Dirinya diharapkan bisa menjadi penyegaran di lini tengah La Beneamata, Pemain berkewarganegaraan Slovakia itu sendiri selalu tampil di 5 laga genoa musim ini bahkan sudah sumbang sebiji gol.

Dulunya Kucka gabung ke Marassi pada Januari 2010 dari klub Sparta Prague. Sementara di musim panas lalu ia sudah dibarter dengan kiper Inter, Emiliano Viviano, hanya saja rencananya pertukaran tempat antar kedua pemain baru untuk musim depan. (foti/lex)

Maicon Tak Pernah Ingin Tinggalkan Inter

Bola.net - Maicon kembali membantah kabar yang menyebutkannya bakal hengkang dari Internazionale, dan menyebut berita itu sebagai berita bohong.

Pemain Internasional Brazil ini memang terus dikabarkan bakal hengkang, bahkan sejak kepergian Jose Mourinho pada 2010 lalu, kabar kepergian Maicon semakin gencar, namun hingga kini pemain berusia 30 tahun ini masih setia bersama Inter.

"Tidak benar bahwa saya ingin meninggalkan Inter tahun lalu," ujar Maicon pada Inter Channel.

"Saya pergi ke Piala Dunia setelah final Liga Champions sebelum kembali melanjutkan kerja saya bersama Inter, tempat di mana saya bahagia."

"Namun, semua yang dulu dan akan dikatakan lagi mengenai saya sama sekali tidak benar."

Kabarnya, musim ini akan menjadi musim terakhir Maicon bersama Inter, namun, lagi-lagi dirinya membantah hal tersebut.

"Memang ada yang mengatakan bahwa saya akan pergi musim ini, tapi itu datangnya dari seorang agen yang tidak mewakili saya," tegas Maicon.

"Satu-satunya orang yang memiliki izin untuk berbicara atas nama saya dan mewakili saya adalah Roberto Calenda."

Sedangkan mengenai rumor transfer tersebut, Maicon membantahnya, karena dirinya masih sangat bahagia dan ingin terus melanjutkan karirnya bersama Inter.  (foti/end)

Maicon Tak Pernah Berpikir untuk Hengkang

Milan - Maicon menegaskan komitmennya kepada Inter Milan. Defender internasional Brasil ini menyatakan tidak pernah berpikir untuk meninggalkan San Siro.

Masa depan Maicon terus menjadi spekulasi sepanjang setahun belakangan ini. Raksasa Spanyol, Real Madrid jadi klub yang disebut-sebut akan jadi tempatnya berkarier di musim depan.

Rumor itu muncul karena adanya pernyataan dari seorang agen dari Maicon. Tapi si pemain membantahnya karena agen tersebut ternyata bukan perwakilan dia.

"Dikatakan kalau aku akan meninggalkan Inter tapi itu dikatakan oleh seorang agen yang bukan agenku," ucap Maicon seperti dikutip dari Sky Sports. "Orang yang bisa bicara tentang aku dan yang bisa mewakili aku hanyalah Roberto Calenda, agenku."

"Tidak ada yang benar mengenai pembicaran tentang aku dan bursa transfer, aku sedang bekerja keras untuk memberi kontribusi kepada tim ini dan itu saja."

"Aku tak pernah berpikir tentang hengkang, itu bohong kalau dikatakan aku ingin pergi," tegas pemilik nama Maicon Douglas Sisenando itu.

Musim ini menjadi musim keenam Maicon bergabung Nerazzurri. Selama itu, dia telah tampil sebanyak 208 kali dengan sumbangan 17 gol dan 42 assist serta total meraih 11 trofi.

Gantikan Sneijder, Inter Incar Goetze

Milan - Wesley Sneijder diyakini tidak lama lagi akan meninggalkan San Siro. Oleh karena itu, Inter Milan mulai mempertimbangkan mencari suksesor Sneijder dan Mario Goetze dikabarkan masuk dalam radarnya.

Sepanjang musim panas lalu, Sneijder dikaitkan dengan raksasa Inggris, Manchester United. Meski nilai transfer telah disepakati tapi MU batal merekrutnya karena terkendala tuntutan gaji pemain yang dianggap terlalu besar.

Meski demikian, akankah Sneijder terus berada di Inter hingga kini belum bisa dipastikan. Selain itu, kubu Nerazzurri tengah berupaya untuk lebih meremajakan skuadnya usai musim yang sulit akibat dilanda badai cedera pemain.

Sebagaimana diwartakan Football Italia, media-media Italia mengabarkan bahwa Inter mempertimbangkan untuk merekrut Goetze, pemain andalan Borussia Dortmund.

Goetze mulai mencuri perhatian karena aksinya yang ciamik. Pada musim lalu, pemain Jerman berusia 19 tahun ini menyumbang delapan gol dan 15 assist dalam 33 kali penampilannya bersama Die Borussen.

Meski masih muda, banderol Goetze diyakini mencapai 30 juta euro. Untuk memboyongnya, Inter pun harus bertarung dengan Juventus, Manchester United, Liverpool, Arsenal, Barcelona dan Bayern Munich yang juga naksir kepada Goetze.

Sneijder Segera Kembali

Milan - Lini tengah Inter Milan akan mendapatkan kembali kekuatan utamanya dua pekan dari sekarang. Setelah absen karena cedera, Wesley Sneijder menargetkan comeback dalam laga kontra Catania.

Sneijder mengalami cedera saat menjalani latihan rutin jelang pertandingan kontra Bologna di pekan kelima Liga Italia. Akibatnya, hingga kini gelandang internasional Belanda itu belum pernah masuk dalam skuad Claudio Ranieri, yang ditunjuk menggantikan Gian Piero Gasperini.

Dikutip dari Football Italia, Sneijder tak akan menunggu lama lagi untuk bisa kembali merumput. Setelah jeda pertandingan internasional akhir pekan ini dia akan kembali masuk skuad Nerazzurri.

Itu artinya saat Inter menyambangi Catania pada 15 Oktober mendatang Sneijder sudah akan bisa dimainkan. Kembalinya pesepakbola 27 tahun itu sudah sanggat dinantikan pemain dan fans Inter.

Setelah melalui enam pertandingan di musim ini Inter masih duduk di posisi 17 klasemen dengan empat poin dikumpulkan. Inter baru memetik satu kemenangan dan satu hasil imbang serta tiga kali kalah.

Inter Kalah, Seorang Pengangguran Diancam Dibunuh

Florence - Seorang pengangguran dari Kota Florence mendapat ancaman pembunuhan setelah Inter Milan ditundukkan Napoli. Pengalaman mengerikan itu terjadi karena namanya adalah Gianluca Rocchi, sama dengan sang pengadil dalam laga tersebut.

Wasit Gianluca Rocchi banjir kecaman karena dianggap melakukan banyak kesalahan saat memimpin laga Inter vs Napoli akhir pekan lalu. Dalam pertandingan yang berkesudahan 3-0 untuk tim tamu tersebut, Rocchi memberi kartu merah pada Joel Obi serta memberi hadiah penalti Napoli pada pelanggaran yang terjadi di luar kotak terlarang.

Fans Inter yang sangat kecewa dengan kepemimpinan Rocchi kemudian mengirim ancaman kematian pada sang pengadil melalui telepon. Namun beberapa tifosi Nerazzurri ternyata salah mengirim ancaman tersebut karena yang menerima adalah seorang pengangguran, yang juga bernama Gianluca Rocchi.

Kesalahan mengirim ancaman kematian tersebut terjadi lantaran selain kesamaan nama, kedua orang tersebut juga tinggal di Kota Florence. Demikian diberitakan AFP.

"Ini bukan kali pertama terjadi dan karena itulah saya mengikuti penampilan dia sebagai wasit untuk melihat apakah saya harus bersiap menerima telepon ancaman," sahut Rocchi sang pengangguran pada surat kabar lokal Il Tirreno.

"Saya selalu berharap sang wasit bekerja dengan baik. Tapi bagaimanapun juga, tidaklah menyenangkan mendengar seseorang menghubungi Anda dan mengatakan kalau dia akan membunuh Anda," lanjut Rocchi.

Rafael Benitez: Massimo Moratti Hancurkan Inter Milan

Mantan pelatih Inter Milan Rafael Benitez kembali menjadikan Massimo Moratti sebagai sasaran kecamannya. Benitez menilai presiden Inter itu telah menghancurkan Nerazzurri.

Ketika menangani Inter, Benitez hanya bertahan selama enam bulan, dan dipecat walau telah memberikan gelar juara Piala Dunia antarklub.

Sejak Jose Mourinho meninggalkan Inter pada musim 2009/10, klub Serie A Italia tersebut sudah ditangani empat pelatih. Menurut Benitez, Moratti sebagai penyebab semua itu.

“Dia banyak membuat kesalahan. Sejak saya, dia sudah mendatangkan tiga pelatih. Itu artinya presiden membuat sejumlah kesalahan, mungkin sudah terlalu banyak,” kata Benitez kepada Sky Sport.

“Inter tidak bersikap dengan cara yang benar terhadap saya. Mereka tidak memberikan apresiasi terhadap kemampuan saya sebagai pelatih, walau memenangi dua gelar di Piala Super Italia dan kejuaran dunia antarklub.”

“Sampai sekarang saya masih belum bisa menerima itu semua.”

Inter Dihujani Hukuman

MILAN, KOMPAS.com — Inter Milan "dihujani" hukuman oleh Lega Calcio menyusul protes mereka pada pertandingan lawan Napoli, Sabtu (1/10/2011). Pelatih dan tiga pemainnya terkena denda.
Pada pertandingan yang dimenangkan Napoli 3-0 itu, para pemain Inter melakukan protes kepada wasit Gianluca Rocchi. Dia dinilai membuat keputusan-keputusan kontroversial, termasuk saat memberi kartu merah kepada gelandang Joel Obi. Pelatih Claudio Ranieri juga melakukan protes, hingga akhirnya juga diusir dari bangku cadangan.
Karena protes, Ivan Cordoba dan Diego Milito dikenai denda sebesar 10.000 euro (sekitar Rp 119,5 juta). Keduanya juga tak boleh tampil saat Inter bertandang ke kandang Catania di pekan ketujuh nanti. Ranieri juga tak boleh mendampingi timnya dalam satu pertandingan.
Kapten tim Javi Zanetti dijatuhi denda 1.500 euro (sekitar Rp 17,9 juta), sedangkan Inter sebagai klub dikenai denda 8.000 euro (sekitar Rp 95,6 juta). (FBI)

Hina Wasit, Ranieri Kena Hukuman

MILAN, KOMPAS.com Pelatih Inter Milan, Claudio Ranieri, mendapatkan hukuman satu kali larangan mendampingi timnya setelah pelatih asal Italia itu menghina wasit saat timnya dibekuk 0-3 oleh Napoli dalam kompetisi Liga Italia di Stadion San Siro, Sabtu (1/10/2011).
Saat jeda, Ranieri tampak kesal dengan keputusan Gianluca Rocchi yang menghukum Joel Obi dengan kartu kuning meski gelandang Inter asal Nigeria itu mendapatkan bola secara bersih pada menit kesepuluh. Kemudian, Rocchi memberi kartu kuning kedua kepada Obi pada menit ke-43 dan mengganjar penalti kepada Inter.
Dari tayangan ulang televisi, pelanggaran itu terjadi di luar kotak penalti. Terlepas dari kartu kuning pertamanya yang sarat kontroversi, Obi mungkin harus meninggalkan lapangan. Namun, Inter tak layak dihukum penalti.
Obi juga dihukum satu kali larangan bertanding. Ivan Cordoba, Diego Milito, dan Javier Zanetti mendapatkan denda karena turut menghina wasit. Cordoba dan Diego Milito dijatuhkan denda sebesar 10.000 euro (Rp 117 juta). Sementara Zanetti didenda sebesar 1.500 euro (sekitar Rp 17,7 juta). (FIFA)

Moratti Ikut Kecam Wasit

Written By Japrax on Minggu, 02 Oktober 2011 | 12.50

Milan - Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, kecewa berat dengan wasit Gianluca Rocchi yang memimpin laga Inter versus Napoli. Moratti menilai Rocchi sudah merusak pertandingan.

Inter kalah telak 0-3 dari Napoli dalam laga di San Siro, Minggu (2/10/2011) dinihari WIB. Kubu Nerazzurri menuding Rocchi sebagai aktor utama di balik kekalahan mereka.

"Wasit ini tidak melakukan pekerjaannya. Ini menyebalkan dan saya mengharapkan perubahan," cetus Moratti di Football Italia.

"Dia tak memadai. Pertandingan ini bodoh, dan maksud saya sangat bodoh, dirusak oleh wasit. Anda tidak bisa benar-benar bicara tentang apa pun di pertandingan ini. Saya berharap bahwa saya tidak perlu bertatap mata lagi dengan karakter ini," jelasnya.

Ini bukan kali pertama Rocchi membuat kubu Inter kebakaran jenggot. Eks pelatih Inter, Jose Mourinho, sempat menyebut Rocchi "berupaya membuat Inter kalah" dengan mengusir Wesley Sneijder an Lucio dalam derby Milan.

"Para pemain tentu saja tak mengecewakan saya karena mereka bermain baik dan memberi saya kepastian bahwa kami akan melihat Inter yang hebat musim ini. Yang membuat saya kecewa adalah kepemimpinan Rocchi," ujar Moratti.

"Coba pikir, dia bahkan tak punya keberanian untuk mengusir Claudio Ranieri saat dia di lapangan, tapi lebih memilih untuk mengirimkan utusan untuk memberitahunya saat jeda. Karakter seperti ini telah membuat kerusakan besar terhadap klub," kecamnya.

"Dia mengerikan. Saya harap ada suatu perubahan," pungkas dia.

Esteban Cambiasso Dukung Pernyataan Claudio Ranieri

Gelandang Inter Esteban Cambiasso mendukung pernyataan pelatih Claudio Ranieri yang mempersalahkan keputusan wasit Gianluca Rocchi saat Nerazzurri takluk 3-0 dari Napoli di San Siro, Minggu (2/10) dinihari WIB.

Ranieri sebelumnya mengatakan, wasit Rocchi melakukan kesalahan dengan memberikan hadiah penalti kepada Napoli dan mengusir Joel Obi dari lapangan dengan kartu merah.

"Kami sedikit kehilangan muka setelah kejadian itu, dan kami juga meninggalkan lapangan tanpa pelatih," ujar Cambiasso kepada wartawan usai pertandingan.

"Kami tampaknya diminta untuk tidak terlalu mengomentari keputusan wasit. Ini merupakan kali ketiga kami dirugikan, setelah lawan Palermo dan Novara."

"Kami kecewa. Seharusnya ada pertunjukan sepakbola yang hebat malam ini. Inter dan Napoli sama-sama bermain bagus. Tapi, wasit mengubah jalannya pertandingan, dan sepakbola jadi rusak."

Wasit Bikin Inter Tak Tenang

Milan - Esteban Cambiasso ikut kecewa atas kepemimpinan wasit Gianluca Rocchi dalam laga Inter Milan versus Napoli. Dia menganggap keputusan-keputusan Rocchi sudah membuat Inter tak tenang bermain.

Dalam laga di San Siro, Minggu (2/10/2011) dinihari WIB, Inter merasa dirugikan dengan kepemimpinan Rocchi. Nerazzurri memprotes kartu kuning pertama untuk Joel Obi dan penalti kontroversial yang diperoleh Napoli.

"Kami kecewa karena di sana harusnya ada pertandingan hebat. Inter dan Napoli sama-sama bermain bagus, tapi saat wasit jadi protagonis, maka sepakbola akan rusak," ucap Cambiasso yang dikutip Football Italia.

"Sulit untuk tetap tenang dalam situasi seperti ini, seperti saat Anda menghadapi insiden seperti itu, bahkan pemain paling berkepala dingin pun akan kehilangan itu," katanya.

"Kami harus menganalisis pertandingan dengan melihat insiden-insiden itu karena ada sebuah pertandingan sebelum penalti dan semuanya berbeda setelah kejadian itu," tambah gelandang asal Argentina ini.

Bukan cuma kehilangan Obi, dalam laga dinihari tadi La Beneamata juga kehilangan pelatih Claudio Ranieri. Ranieri diusir wasit karena memprotes keras keputusan Rocchi.

"Kami agak kehilangan konsentrasi setelah itu dan kami juga tanpa pelatih. Tapi, kiper kami masih tak perlu membuat banyak penyelamatan," ujar Cambiasso.

"Kami tidak seharusnya membicarakan hal itu, tapi kami juga dirugikan saat melawan Palermo dan Novara," simpulnya.

Claudio Ranieri Salahkan Wasit Gianluca Rocchi


Pelatih Inter Claudio Ranieri memberikan kritik terhadap wasit Gianluca Rocchi yang memimpin pertandingan saat Nerazzurri takluk 3-0 di kandang sendiri dari Napoli, Minggu (2/10) dinihari WIB.

Wasit Rocchi dianggap Ranieri melakukan keputusan yang salah dengan menghadiahkan penalti buat Napoli dan memberikan kartu kuning kedua buat Joel Obi karena melakukan pelanggaran di kotak terlarang.

Ranieri juga geram karena Rocchi mengusirnya dari bench usai memprotes keputusan tersebut.

"(Gianluca) Rocchi tidak tampil bagus malam ini karena kartu kuning pertama Obi seharusnya tidak ada dan kartu kuning kedua justru terjadi di luar kotak penalti," ujar Ranieri dikutip Tuttomercatoweb usai pertandingan.

"Ia merusak pertandingan yang bisa berlangsung menarik dan penampilan kami di babak pertama."

Meski timnya kalah, Ranieri tetap memuji penampilan para pemainnya.

"Para pemain tidak layak dipersalahkan akibat kekalahan ini. Saya diusir karena saya terlalu banyak berkomentar. Tapi, wajar kalau kami frustasi karena dirugikan wasit seperti ini."

Obi Bingung Dikartu Merah Wasit

Milan - Joel Chukwuma Obi mengaku tak mengerti kenapa dirinya sampai dikartu merah wasit saat Inter Milan menderita kekalahan telak dari Napoli. Meski begitu dia tetap meminta maaf pada rekan-rekannya dan fans Nerazzurri.

Pertandingan menjamu Napoli di Giuseppe Meazza menjadi hari nahas buat Obi. Di menit 10 pesepakbola asal Nigeria itu mendapat kartu kuning saat dia sesungguhnya melakukan tekel bersih terhadap Ezequiel Lavezzi.

Bencana buat dia, dan juga Inter, datang di menit 41. Dia dapat kartu kuning kedua yang diikuti kartu merah saat melanggar Christian Maggio yang akan menusuk ke dalam kotak penalti.

Dalam tayangan lambat terlihat kalau insiden tersebut terjadi di luar kotak penalti. Namun wasit membuat keputusan yang berbeda karena dia menunjuk titik putih. Momen ini menjadi titik balik pertandingan dan awal kekalahan inter.

"Saya mendapat bola saat melakukan tekel terhadap Lavezzi, yang masih berdiri di atas kakinya, jadi saya tak bisa menjelaskan kartu kuning pertama saya," sahut Obi di situs resmi Inter.

"Lalu insiden penalti, itu merupakan perebutan bola di luar kotak penalti, jadi saya tidak mengerti mengapa wasit menunjuk titik penalti," lanjut dia kemudian.

Terlepas dari protesnya kepada wasit, Obi tetap meminta maaf pada fans dan rekan-rekan setimnya. "Bagaimanapun, saya ingin meminta maaf pada semua tifosi dan rekan setim. Saya berterimakasih atas dukungan fans. Saya menjamin kalau kami tak akan menyerah sekarang," tuntas Obi.

Ranieri: Wasit Hancurkan Pertandingan

Milan - Claudio Ranieri mengecam keras kepemimpinan wasit saat Inter Milan kalah telak 0-3 atas Napoli. Dia menyebut wasit telah menghancurkan kerja keras timnya dan merusak laga yang sebelumnya berjalan seru.

Pertandingan Inter vs Napoli berlangsung sengit di Giuseppe Meazza, Minggu (2/10/2011) dinihari WIB. Namun serunya laga hanya berjalan selama 41 menit, atau sampai wasit memberi kartu kuning kedua dan berlanjut kartu merah pada Joel Chukwuma Obi, karena setelahnya pertandingan berjalan berat sebelah denan tim tamu lebih dominan.

Ini kemudian yang memicu protes dari kubu Inter. Pihak Nerazzurri mempertanyakan keluarnya kartu kuning pertama buat Obi, selain itu keputusan wasit memberi penalti dari insiden tersebut juga tidak tepat lantaran insiden terjadi di luar kotak penalti.

"Itu adalah pertandingan yang dipengaruhi wasit. Babak pertama berjalan bagus, lalu kartu kuning datang untuk Obi setelah dia melakukan pelanggaran pertama, saat jelas-jelas dia mengenai bola, dan kemudian memutuskan penalti meski itu di luar kotak," seru Ranieri.

"Wasit menghancurkan pertandingan yang bagus, sederhana saja. Itu memalukan karena itu tak seharusnya terjadi; tim ini telah memberikan banyak dan dia (wasit) melakukan semua kesalahan yang mungkin dia lakukan," lanjut dia di situs resmi Inter.

Ini menjadi kekalahan ketiga Inter di musim ini. Meski musim kompetisi masih panjang, hasil kontra Napoli tersebut menyulitkan upaya Inter merangsek naik ke papan atas.

"Saya tak harus membahas insiden apapun. Saya punya pengalaman untuk mengetahui apakah seorang wasit mengendalikan pertandingan atau tidak. Hari ini dia tidak melakukannya, dan saya percaya wasit bisa dikritik; dia tak tak adil saat mengusir saya, sebagaimana dia melakukan pada Obi. Dia membuat keputusan salah," tuntas Ranieri.

Napoli Permalukan Inter 3-0

Jakarta - Napoli secara mengejutkan memetik kemenangan besar dalam lawatan ke Inter Milan. Menghadapi Nerazzurri yang diperkuat 10 pemain sejah akhir babak pertama, Marek Hamsik cs menang mutlak 3-0.

Dalam laga di Giuseppe Meazza, Minggu (2/10/2011) dinihari WIB, bencana buat Inter dimulai saat mereka kehilangan Joel Chukwuma Obi akibat dikartu merah wasit. Kehilangan satu pemain membuat Javier Zanetti cs tak berdaya menghadang agresivitas Napoli, yang dalam laga tersebut tak memainkan striker andalannya Edinson Cavani.

Gol pertama Pertenopei dibuat Hugo Armando Campagnaro di menit 43. Sementara dua gol lainnya datang dari Christian Maggio di menit 57 dan Marek Hamsik menit 75.

Kemenangan ini mengantar Napoli naik ke puncak klasemen sementara dengan poin 10. Posisi mereka bisa kembali turun jika Juventus bisa meraih hasil maksimal saat menjamu AC Milan pada Senin dinihari WIB.

Untuk Inter, ini merupakan kekalahan pertama mereka bersama Claudio Ranieri, atau total yang ketiga sepanjang musim ini.

Jalannya Pertandingan

Sebuah tendangan voli Diego Forlan yang masih melenceng di tiang jauh mengawali laga kedua tim. Tekanan lain tuan rumah berlanjut saat sepakan Giampaolo Pazzini berbelok arah usai membentur Hugo Campagnaro.

Di menit 23 Inter berhasil menjebol gawang Napoli saat Pazzini menyambar bola rebound hasil tendangan Zanetti yang diblok Morgan De Sanctis. Namun wasit membatalkan gol tersebut karena lebih dulu terperangkap offside.

Napoli sempat mengancam gawang Inter saat umpan yang dilepaskan Juan Zuniga hanya luput tipis dari tandukan Lavezzi. Sementara Goran Pandev gagal menguasai bola di kotak penalti setelah dapat umpan tendangan bebas yang dilepaskan Lavezzi.

Di menit 41 terjadi peristiwa yang mengubah jalannya seluruh pertandingan. Pelanggaran yang dilakukan Obi pada Christian Maggio berbuntut keluarnya kartu kuning kedua dan kartu merah pada sang defender. Meski dalam tayangan ulang terlihat pelanggaran terjadi di luar kotak penalti, wasit tetap menunjuk titik putih.

Tendangan Hamsik, yang maju sebagai eskekutor, dengan sangat baik dihalau Julio Cesar. Namun bola yang mental ke kotak penalti langsung disambar Campagnaro . Napoli unggul 1-0.

Meski bermain dengan 10 orang Inter tetap mencoba menekan Napoli. Namun ini kemudian harus dibayar mahal karena memasuki menit 58 gawang Cesar kembali jebol untuk kali kedua.

Gol yang mengubah kedudukan menjadi 2-0 itu terjadi karena kesalahan barisan belakang Inter menyusul komunikasi yang buruk antara Cesar dengan Yuto Nagatomo. Menyelinap di antara dua pemain Inter tersebut, Christian Maggio menyepak bola ke dalam gawang.

Di menit 66 Zuniga membuat peluang matang di muka gawang saat upayanya membelokkan bola yang diumpan Hamsik tepat di muka gawang masih melayang tinggi.

Hamsik sendiri akhirnya memastikan Napoli pulang dengan nilai maksimal dengan golnya di menit 75. Lolos dari jebakan offside, Hamsik memperdaya Cesar saat berhadapan satu lawan satu dan mengubah skor menjadi 3-0.

Susunan Pemain


Inter: Julio Cesar; Maicon, Lucio, Samuel, Chivu (Nagatomo 42); Zanetti, Cambiasso, Obi; Alvarez (Stankovic 61); Forlan (Zarate 67), Pazzini

Napoli: De Sanctis; Campagnaro, Cannavaro, Aronica (Fernandez 86); Maggio, Inler, Gargano, Zuniga; Hamsik, Lavezzi (Chavez 78), Pandev (Mascara 50)

Claudio Ranieri: Ini Laga Perburuan Gelar

Pelatih Inter Claudio Ranieri menyatakan pertandingan lawan Napoli di San Siro pada akhir pekan ini memiliki pengaruh cukup signifikan dalam perburuan gelar Serie A Italia musim ini.

Nerazzurri memiliki modal bagus jelang pertandingan ini karena sebelumnya mereka menang 3-2 atas CSKA Moskwa di ajang Liga Champions. Napoli juga meraih kemenangan impresif 2-0 atas Villarreal di ajang yang sama.

"Ini pertandingan scudetto. Napoli sudah berkembang. Mereka tampil hebat di Liga Champions dan menunjukkan mentalitas juara di Eropa," ujar Ranieri dalam sebuah konferensi pers.

"Tentang Inter, saya merasa kami adalah tim berambisi juara, meski posisi kami di klasemen berbicara lain."

"Tapi, saya yakin pertandingan lawan Napoli menjadi salah satu penentuan gelar."

"Saya ingin memenani pertandingan ini karena memang kemenangan adalah sesuatu yang bagus untuk tim. Jika Inter merasa sakit, maka kami membutuhkan obatnya, yakni dengan meraih kemenangan."

Massimo Moratti Puji Javier Zanetti

Beberapa hari lalu Zanetti mengatakan kalau ia masih belum tahu akan melakukan apa kalau sudah pensiun nanti, tapi yang pasti ia akan menghabiskan sisa karirnya bersama Inter.

Moratti memuji pemain asal Argentina itu yang tetap setia dan masih mampu bermain di level tertinggi. Presiden Inter itu juga percaya kalo Zanetti masih punya peran penting di dalam lapangan.

"Javier masih mampu membuat perbedaan besar, di dalam maupun di luar lapangan. Ia pemain dan pemimpin yang baik. Ia masih punya masa depan di klub ini. Sebagai presiden klub? Tidak, tapi di lapangan karena ia masih bisa bermain dalam waktu lama," tutur Moratti melalui situs resmi klub.

"Zanetti masih termasuk pemain terbaik dan paling konsisten di lapangan. Di usianya yang sudah 38 tahun, ia bukan hanya masih pemain hebat tapi juga pemain berpengaruh bagi tim."

Zanetti sudah memperkuat Inter sejak 1995. Ia sudah kali bermain sebanyak 539 kali dan mencetak 12 gol di Serie A Italia dan masih terikat kontrak sampai 2013.

Hasrat Besar Pazzini

Milan - Giampolo Pazzini belum benar-benar pulih dari cedera engkel. Tapi, penyerang Inter Milan itu tetap berharap dimainkan dalam laga melawan Napoli pada akhir pekan ini.

Pazzini terpincang-pincang saat Nerazzurri mengalahkan CSKA Moskow di Liga Champions, Rabu (28/9/2011) dinihari WIB. Dia ditarik pada menit ke-49 dan didiagnosis mengalami cedera engkel.

Namun, kabar terbaru menyebutkan bahwa kondisi Pazzini terus membaik. Mantan pemain Fiorentina dan Sampdoria itu pun punya kans untuk tampil dalam laga kontra Napoli, Minggu (2/10/2011) dinihari WIB.

"Engkel saya tentu saja sudah lebih baik daripada saat akhir laga di Moskow. Tapi, masih ada sedikit rasa sakit," aku Pazzini kepada kantor berita ANSA.

"Saya akan melakukan segalanya yang mungkin untuk siap melawan Napoli. Masih ada dua hari lagi dan saya benar-benar ingin bermain," katanya.

Diego Forlan Ingin Juara Liga Champions

Diego Forlan tidak bisa berpartisipasi membela Inter Milan di ajang Liga Champions, tetapi situasi itu tidak mencegahnya berharap bisa menjuarai kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa itu.

Striker yang baru didatangkan dari Atletico Madrid pada bursa transfer musim panas lalu itu juga ditanyakan soal persaingan kompetisi domestik Serie A Italia.

"Selama karier saya, saya banyak mendapatkan kepuasan, tapi masih  kurang gelar Liga Champions. Saya ingin memenanginya bersama Inter," cetus Forlan kepada Corriere dello Sport.

"Gagalnya partisipasi saya di Liga Champions sangat mengganggu. Saya sudah membahasnya dengan Esteban Cambiasso, senang rasanya jika bisa memenanginya bersama."

Forlan dapat didaftarkan awal tahun depan jika Inter berhasil memasuki babak gugur Liga Champions.

"Di Serie A, Juventus, Napoli, AC Milan, dan Inter merupakan tim terkuat, tapi bukan berdasarkan urutan kekuatannya. Liga ini lebih seimbang ketimbang La Liga, karena Barcelona dan Real Madrid yang selalu menang," sambungnya.

Salah satu tugas Forlan untuk mewujudkan sukses bersama Inter adalah menghadapi Napoli, Minggu (2/10) dinihari WIB.

"Mereka tim yang sangat bagus dan merekrut sejumlah pemain yang tak hanya berharga saat ini, tetapi juga di masa lalu. Mereka tim yang muda, tangguh, bermain baik, dan terus berkembang," pungkasnya.

Inter Milan Bantah Spekulasi Transfer Ezequiel Lavezzi

Kubu Inter Milan melalui CEO Ernesto Paolillo menepis spekulasi transfer yang menyatakan Il Biscione tengah mencanangkan pergerakan guna memboyong Ezequiel Lavezzi dari Napoli.

Jelang berakhirnya mercato musim panas, Inter mengirim Goran Pandev dengan status pinjaman ke Stadion San Paolo.

Langkah ini lantas disebut-sebut sebagai bagian dari rencana Inter untuk memuluskan pembelian Lavezzi, yang dipagari dengan banderol
€32 juta oleh I Partenopei di jendela transfer lalu.

Namun, Paolillo membantahnya dengan menegaskan bahwa dilepasnya Pandev ke Napoli sama sekali tak terkait dengan Lavezzi.

"Apakah transfer Pandev berhubungan dengan sebuah gerakan untuk Lavezzi? Saya menolak mengomentari itu," sergah Paolillo kepada Radio CRC.

"Deal Pandev terjadi berdasarkan hubungan amat baik di antara kedua klub tanpa ada sangkut-pautnya dengan Lavezzi."

Kedua tim ini akan bertarung dalam lanjutan Serie A di Giuseppe Meazza pada Minggu (2/10) dinihari WIB, dan Paolillo berharap laskar asuhan Claudio Ranieri mampu mendapatkan hasil maksimal sebagai bagian dari target Inter musim ini.<script type="text/javascript" src="http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=3;sz=160x600;ord=271308?area=2l&pos=2&ord=271308"></script>

"Tujuan kami adalah untuk selalu tampil baik di setiap kompetisi agar kami dapat terus melaju hingga akhir. Kami tahu itu akan sulit, tapi kami bakal berusaha keras."

Jangan Lupa Follow Us Interisti

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Inter Milan Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger