Headlines News :

Pazzini Soal Derby Milan & Scudetto

Written By Japrax on Selasa, 22 Maret 2011 | 14.11

Milan - Laga antara Inter Milan kontra AC Milan masih berjarak dua pekan lagi. Namun antuasiasme sudah dirasakan oleh Giampaolo Pazzini yang akan menjalankan Derby Milan pertamanya sejak berbaju 'Biru Hitam'.

Pazzini baru saja menjadi pahlawan Inter kala menundukkan Lecce dengan skor 1-0 semalam. Gol tunggalnya membuat selisih poin dengan Milan di puncak menjadi dua poin dengan Seri A menyisakan delapan giornata lagi.

Banyak yang menilai Derby Milan pada 3 April mendatang bakal jadi laga krusial penentu scudetto musim ini, karena jika Inter menang akan mengudeta posisi Milan dan hasil sebaliknya akan kembali menjauhkan Rossonerri dari kejaran rival sekotanya.

Namun Pazzini menolak anggapan itu dan menganggap laga lain setelahnya pun sama pentingnya. Meski begitu Pazzini mengaku sudah tak sabar untuk tampil di derby perdananya.

"Ini adalah derby pertamaku dan aku tidak sabar untuk segera melakoninya. Namun ini tidak akan jadi laga penentu musim ini. Masih ada tujuh laga lagi setelahnya," aku Pazzini di Football Italia.

"Sebelum laga ini kami saling berbicara satu sama lain: 'Kami sudah lama mencari kesempatan ini, kami terus berusaha mendapatkannya dan sekarang setelah usaha keras kami, maka kami tidak boleh menyia-nyiakannya," sambungnya.

"Karena kekuatan tim ini kami jadi tahu seberapa kami kuat. Ketenangan kamilah yang tidak memperbolehkan kami untuk terburu-buru," tukas striker timnas Italia itu.

Pazzini sebelumnya pernah merasakan derby yang tak kalah panasnya yakni saat memperkuat Sampdoria melawan Genoa. Namun kali ini terasa berbeda karena pesepakbola 26 tahun itu tengah terlibat di sebuah tim yang mengincar scudetto.

Sejak bergabung dengan Inter di bursa transfer Januari lalu Pazzini sudah mencetak enam gol dari 10 penampilannya. Pazzini pun mengaku puas dengan penampilannya sejauh ini.

"Banyak hal sudah terjadi dalam dua bulan ini. Aku telah merasakan momen terindah dalam karirku dan aku ingin memenangi trofi secepatnya," tandasnya.

"Kami telah melakukan hal yang luar biasa dengan memangkas ketertinggalan dari Milan dan kami ingin bertarung untuk memperebutkan Scudetto hingga akhir," pungkasnya.

‘Hidupku berdasarkan cinta, bukan pembalasan’

Bersama Inter Milan, Leonardo akan menyongsong derby kota Milan dengan nuansa lebih baik ketimbang AC Milan. Tapi partai nanti bukanlah ajang balas dendam untuk Leonardo.
Inter memangkas selisih dari Milan yang memuncaki klasemen Serie A menyusul kemenangan atas Lecce. Kini Nerazzurri membayangi Rossoneri dengan selisih dua poin saja.

Setelah jeda internasional akhir pekan nanti, kedua tim akan terlibat dalam derby della Madonnina alias derby kota Milan pada 2 April mendatang.

Untuk Inter, laga itu jelas menghadirkan momen tepat untuk menggeser Milan dari pucuk klasemen kendati Leonardo menolak menyebut laga tersebut jadi penentu Scudetto.

“Semua laga sisa menentukan, bukan hanya yang itu saja. Derby takkan jadi krusial karena setelahnya masih ada tujuh partai sisa,” tegas Leonardo di Football Italia.

“Yang kami inginkan adalah mendekat, kembali ke persaingan dan berusaha bersaing untuk berebut Scudetto. Kami sampai ke derby dengan kondisi terbaik,” lanjutnya.

La Beneamata saat ini tengah diliputi keyakinan diri tinggi setelah sebelumnya memastikan diri ke babak perempatfinal Liga Champions. Sebaliknya Milan malah sudah tersingkir di kompetisi tersebut dan ditekuk Palermo di Serie A pekan ini.

Dengan kondisi ini, Inter berkesempatan menggerser Milan. Bagi Leonardo, yang adalah bagian penting Milan selama bertahun-tahun, ini tak dilihatnya sebagai ajang balas dendam.

Seperti diketahui Leonardo tak menghakhiri kebersamaannya dengan Milan dengan mulus. Ia dikabarkan tak sepaham dengan bos besar Milan Silvio Berlusconi dan ia pun dilepas setelah dianggap gagal di musim pertamanya menangani Milan, satu musim lalu.

“Tidak (ada balas dendam), hidup terus berjalan dan Anda belajar dari pengalaman. Jika aku melihat kembali ke karirku, aku hanya melihat aspek positif dan tidak akan pernah melupakan masa 13 tahunku di Milan.

“Hidupku itu berdasarkan cinta, bukan pembalasan,” papar Leonardo.

via Detiksport

Leonardo si Pembawa Angin Segar untuk Inter

Milan - Leonardo datang tatkala Inter Milan dibelit kesulitan. Dengan besutan tangan dinginnya Leonardo lantas membangkitkan Inter sampai melebihi ekspektasi bosnya sendiri, Massimo Moratti.

Inter bisa dibilang tengah dalam kondisi compang-camping saat ditinggal Rafael Benitez akhir tahun lalu. Sejumlah hasil tak memuaskan yang dituai di bawah arahan Benitez cukup melukai kepercayaan diri skuad Nerazzurri.

Akan tetapi, Leonardo kemudian datang bak seorang juru selamat. Ia sukses memberikan sentuhan positif, yang pada prosesnya kini berhasil bikin Inter lolos ke perempatfinal Liga Champions serta mendekati AC Milan sang pemuncak klasemen Seri A.

Bermodal kemenangan 1-0 atas Lecce, Inter sekarang hanya terpaut dua angka saja dari Rossoneri, yang juga pernah ditangani Leonardo, dengan sembilan partai tersisa.

"Saat kami sedang menjalani periode berat, saya pikir Leonardo adalah sosok tepat untuk membawa angin segar ke klub," ujar Presiden Inter Massimo Moratti di Football Italia.

Hasil racikan Leonardo itu ternyata juga di luar dugaan Moratti. Ia terkejut karena sejauh ini capaian Leonardo tersebut bahkan sudah melebihi bayangannya.

"Saya tahu seberapa besar ia ingin kembali ke tengah-tengah persaingan. Saya punya keyakinan terhadap Leonardo, tapi mungkin saya dulu hanya dapat memimpikan bisa comeback (ke persaingan) saja."

"Leo juga memimpikannya dan menginginkan itu lebih besar dibandingkan saya, jadi ia membawa kami ke atas dan melampaui apa yang sudah saya impikan," puji Moratti.

Inter Waspadai Status Favorit dalam Derby Milan

Milan - Meski kini masih duduk di posisi dua klasemen, Inter Milan dianggap sebagai tim yang difavoritkan menang dalam Derby Della Madoninna dua pekan ke depan. Kondisi yang justru dikhawatirkan oleh Massimo Moratti.

Inter memangkas jaraknya dengan Milan di puncak klasemen menjadi hanya dua poin saja. Kondisi tersebut terjadi menyusul kekalahan yang diderita Rossoneri atas Palemo sementara kemenangan Nerazzurri saat menjamu Lecce.

Pemotongan jarak tersbut terjadi hanya dua pekan sebelum Milan dan Inter saling berhadapan di Derby Dellla Madoninna. Dengan akhir pekan ini tidak ada laga Seri A, itu artinya Inter bisa mensuksesi Milan saat mereka berhadapan di tanggal 3 April mendatang.

Status Milan sebagai pemuncak klasemen sepertinya tak akan membuat skuad besutan Masimilliano Allegri dalam posisi diunggulkan. Jika berpatokan pada performa tim dalam beberapa waktu ke belakang, Inter memang justru lebih menjanjikan. Sebuah kondisi yang justru dikhawatirkan oleh Moratti.

"Itu akan menjadi derby yang memesona, tapi tidak menentukan, dan saya dengar beberapa orang bilang kami adalah favoritnya jika berdasarkan performa saat ini. Saya mengkhawatirkan prediksi ini," sahut Moratti di Football Italia.

Sejak awal Februari Inter meraih tujuh kemenangan dan masing-masing satu kekalahan dan hasil imbang (22 poin). Sementara dalam kurun waktu yang sama Milan meraih empat kemenangan tiga hasil imbang dan sekali kalah (15 poin).

Meski begitu big boss Inter itu tetap menganggap Milan sebagai lawan yang tak bisa dianggap sepele begitu saja. Meski baru kalah, Diavolo Rosso disebut taipan minyak itu selalu punya cara untuk menghadapi laga-laga besar. Itu belum termasuk pengalaman yang sudah dimiliki banyak pemain seniornya.

"Saya takut dengan pengalaman Milan dan kepala dingin yang mereka miliki. Mereka selalu tahu bagaimana menghadapi laga seperti ini," tuntas Moratti.

Ramirez Bikin Inter Kesengsem

Inter Milan tidak hanya tertarik untuk memboyong Alexis Sanchez penyerang Udinese, bahkan I Nerazzurri belakangan tersiar kabar tengah mengincar pemain Bologna yang ditransfer musim panas lalu dari Penarol, Gaston Ramirez.

Director Of Sport Bologna, Carmine Longo menyatakan, setelah mencetak gol ke gawang Cagliari dan Lecce beberapa waktu lalu, sejumlah klub tertarik untuk memboyongnya. Bahkan, Longo tidak menepis tentang keinginan Inter Milan untuk merekrut peman asal Uruguay itu.

"Aksinya berhasil mencuri perhatian sejumlah klub, salah satunya Inter Milan dan bahkan Ramirez mendapat beberapa penawaran penting. Tapi, untuk saat ini dia belum siap melakukan penawaran, begitu pun kami," ujar Longo kepada Telecentro.

Selain itu, lanjut Longo, Inter Milan bukanlah satu-satunya klub yang tertarik kepada pemain muda berbakat itu.

Gelandang berusia 20 tahun itu terbilang pemain baru di Bologna, namun kemampuan Ramirez membuat dirinya kini mulai rutin bermain sebagai starter.

"Ramirez masih terikat kontrak selama lima tahun. Dia akan tetap bersama Bologna selama kami sanggup menahan tekanan dari penawaran-penawaran yang datang," tuturnya.

Moratti: Sanchez Fantastis

Milan - Pemilik Inter Milan, Massimo Moratti, menyebut Alexis Sanchez sebagai pemain fantastis. Pernyataan ini memunculkan spekulasi Moratti akan berusaha menggaet winger Udinese tersebut di musim panas mendatang.

Sanchez jadi figur sentral di balik performa konsisten Udinese musim ini. Dia sukses membawa timnya bersaing memperebutkan satu tiket ke Liga Champions.

Penampilan ciamik Sanchez membuat banyak klub papan atas Eropa tertarik. Salah satunya adalah Inter.

"Dia adalah pemain fantastis dan itu sudah berlangsung selama beberapa tahun," puji Moratti, seperti dikutip Football-Italia.

"Udinese juga telah mendapatkan yang terbaik dari kualitasnya," tambahnya.

"Sekarang dia juga akan sangat penting dari sudut pandang ekonomi. Dia adalah seorang pemain yang membuat Anda bermimpi," tandas Moratti.

Inter Minati Alexis Sanchez

Alexis Sanchez masuk dalam bidikan utama Inter untuk musim depan setelah presiden klub Massimo Moratti menyatakan ketertarikan dengan bakat yang dimilikinya.

Pemain Udinese asal Cili itu menjadi salah satu hot player di Serie A Italia musim ini, karena penampilan impresifnya di musim ini. Sejumlah klub papan atas Eropa juga tertarik menariknya dari Udinese.

Inter disebut-sebut menjadi salah satu klub yang tertarik dengan bakat Alexis Sanchez dan Moratti tak menyanggahnya. "Dia adalah pemain fantastis dan sudah menunjukkannya beberapa tahun ini," ungkap Moratti yang dikutip Football Italia.

Itu dilihatnya saat Sanchez mengeluarkan kemampuan terbaiknya saat memperkuat klub Udinese. "Sekarang dia akan sangat penting dari sisi ekonomi, dan dia adalah pemain yang bisa mewujudkan mimpi Anda," tandas Moratti.

Namun, untuk mendapatkan pemain asal Cili itu, tim mana pun kabarnya harus merogoh kocek mereka dalam-dalam karena Udinese tak bersedia melepasnya dengan harga murah.

Jelang Inter vs Genoa - Kalahkan Mourinho dan Lippi, Leonardo Ditunggu Rekor

Written By Japrax on Jumat, 04 Maret 2011 | 15.03

Beritabola.com Jakarta - Leonardo belum memberi gelar apapun buat Inter Milan. Namun jika memetik kemenangan di akhir pekan ini, pelatih asal Brasil itu akan menorehkan rekor baru yang membuatnya layak masuk daftar terbaik.

Dari total 12 pertandingan yang sudah dilalui Leonardo bersama Inter musim ini sudah 30 poin berhasil dia dapat. Sepuluh kemenangan dan dua kekalahan mengawali kerja Leo bersama Nerazzurri.

Catatan tersebut menempatkan Leonardo di atas dua pelatih dengan nama besar yang sempat membesut tim-tim Seri A yakni Marcello Lippi dan Jose Mourinho.

Saat menukangi Juventus di musim 1994/1995 Lippi 'cuma' meraih 29 poin dari 12 pertandingan pertamanya. Sementara saat Jose Mourinho membesut Inter di musim 2008/2009, pada 12 pertandingan pertamanya pelatih asal Portugal itu menghasilkan 27 poin hasil delapan kemenangan, tiga hasil imbang dan satu kekalahan.

Satu-satunya pelatih yang punya catatan lebih baik dari Leonardo adalah Fabio Capello. Saat menjadi pelatih Juventus di musim 2004/2005 Don Fabio memberi Bianconeri 31 poin dari 12 pertandingan perdananya.

Namun akhir pekan ini Leonardo berpeluang mematahkan catatan Capello dan bahkan menorehkan rekor baru dengan start terbaik setelah 13 pertandingan. Jika bisa memetik hasil maksimal saat menghadapi Genoa maka Leonardo akan menjadi pelatih pertama yang bisa meraih 33 poin dari 13 pertandingan pertamanya. Sejak sistem tiga poin buat pemenang, belum ada pelatih yang mampu melakukan itu sebelumnya.

Capello memang mampu meraih 31 poin dari 12 pertandingan pertamanya besama Juventus. Namun di pertandingan ke-13 dia dipaksa bermain imbang, yang membuat jumlah poinnya dari 13 pertandingan tertahan di angka 32. Demikian dikutip dari La Gazzetta Dello Sport.

Mampukan Leonardo mengalahkan catatan Capello dan menorehkan rekor baru sebagai pelatih dengan jumlah poin terbanyak di 13 pertandingan pertamanya?
(dtc/din)

‘Inter lebih Milan dari Milan’

Persaingan sengit AC Milan dan Inter Milan di klasemen Liga Italia bisa jadi akan bertambah panas. Itu terkait pernyataan terbaru Massimo Moratti soal basis fans kedua tim di kota tersebut.

Cuma lima poin yang menjadi pemisah antara Milan dan Inter di puncak klasemen. Menyusul kemenangan Rossoneri atas Napoli dan sukses Nerazzurri menundukkan Sampdoria, keduanya kini beruntun duduk di urutan satu dan dua.

Persaingan antara keduanya dipastikan bakal makin sengit dalam beberapa pekan kedepan. Terlebih empat minggu mendatang San Siro akan menggelar Derby Della Madoninna tahap kedua.

Kompetisi antara duo Milan itu berpeluang makan panas bukan saja di dalam lapangan. Sebabnya adalah komentar yang dilontarkan Moratti saat dia menerima penghargaan Ambrogino d’Oro dari Dewan Kota Milan. Apresiasi tersebut diberikan pada Moratti menyusul sukses Javier Zanetti cs meraih tiga gelar juara tahun lalu.

Menjawab pertanyaan wartawan soal minimnya pemain Italia di skuad La Beneamata, Moratti malah membandingkan basis fans kedua kesebelasan.

“Kemenangan yang kami raih bagus buat kami dan Kota Milan. Secara tradisional, kami lebih memiliki akan di kota ini jika dibanding dengan Rossoneri,” sahut Moratti di Football Italia.

“Fans Nerazzurri selalu dianggap sebagai orang-orang asli Milan,” lanjut pengusaha minyak itu.

Pernyataan Moratti tersebut tak ada salahnya mengingat secara historis fans Inter sebagian besar berasal dari warga kelas menengah. Sementara suporter Milan umumnya datang dari kelas pekerja dan banyak yang merupakan imigran dari Italia utara.

Kota Milan Milik Inter, Bukan AC Milan

Presiden Massimo Moratti menganggap kota Milan sejatinya adalah milik publik Inter dan didominasi oleh para fans Nerazzurri, bukan rival sekota mereka, AC Milan.

Ucapan Moratti ini bermuara pada kegusaran dirinya yang selalu disudutkan dengan kecaman Inter adalah klub anti Italia.

Sang presiden merasa terganggu dengan kritikan itu dan lantas menegaskan orang-orang penghuni kota Milan sejatinya adalah fans Inter.

"Para fans Nerazzurri selalu dianggap sebagai orang-orang sejati dari kota Milan," tegas Moratti seperti diwartakan Tribalfootball.

"Kemenangan yang kami raih selalu menjadi istimewa bagi kami dan juga bagi kota Milan," lanjut Moratti.

"Secara tradisional, kami memiliki akar yang lebih melebar di kota ini ketimbang Rossoneri," jelasnya.

Rivalitas kedua klub ini memang sedang dan akan terus memanas sampai kapanpun. Di klasemen sementara Serie A Italia, Milan yang menduduki singgasana, setingkat di atas Inter dengan selisih lima angka. Persaingan perebutan Scudetto pun masih sangat terbuka lebar.

Moratti: Warga 'Asli' Milan Dukung Inter

Beritabola.com Milan - Persaingan sengit AC Milan dan Inter Milan di klasemen Liga Italia bisa jadi akan bertambah panas. Itu terkait pernyataan terbaru Massimo Moratti soal basis fans kedua tim di kota tersebut.

Cuma lima poin yang menjadi pemisah antara Milan dan Inter di puncak klasemen. Menyusul kemenangan Rossoneri atas Napoli dan sukses Nerazzurri menundukkan Sampdoria, keduanya kini beruntun duduk di urutan satu dan dua.

Persaingan antara keduanya dipastikan bakal makin sengit dalam beberapa pekan kedepan. Terlebih empat minggu mendatang San Siro akan menggelar Derby Della Madoninna tahap kedua.

Kompetisi antara duo Milan itu berpeluang makan panas bukan saja di dalam lapangan. Sebabnya adalah komentar yang dilontarkan Moratti saat dia menerima penghargaan Ambrogino d’Oro dari Dewan Kota Milan. Apresiasi tersebut diberikan pada Moratti menyusul sukses Javier Zanetti cs meraih tiga gelar juara tahun lalu.

Menjawab pertanyaan wartawan soal minimnya pemain Italia di skuad La Beneamata, Moratti malah membandingkan basis fans kedua kesebelasan.

"Kemenangan yang kami raih bagus buat kami dan Kota Milan. Secara tradisional, kami lebih memiliki akan di kota ini jika dibanding dengan Rossoneri," sahut Moratti di Football Italia.

"Fans Nerazzurri selalu dianggap sebagai orang-orang asli Milan," lanjut pengusaha minyak itu.

Pernyataan Moratti tersebut sesungguhnya tak salah karena secara historis fans Inter sebagian besar berasal dari warga kelas menengah. Sementara suporter Milan umumnya datang dari kelas pekerja dan banyak yang merupakan imigran dari Italia utara.

Nagatomo Tak Mau Gantikan Posisi Maicon

Menjadi seperti Douglas Maicon adalah impian Yuto Nagatomo, bek dadakan Inter Milan. Namun meski mengidolakan pemain asal Brasil itu, bukan berarti Nagatomo tertarik untuk mengisi pos sebagai bek kanan.

Hal itu diungkapkan pemain asal Jepang itu setelah "dipaksakan" bermain sebagai bek kanan kala Inter Milan menang 2-0 atas Sampdoria.

Maicon tetaplah menjadi pemain idola saya, tapi saya tak ingin menjadi penggantinya," kata Nagatomo dikutip Football Italia, Selasa (1/3).

"Saya fokus untuk bisa menyamai levelnya," lanjut Nagatomo.

Ia juga mengaku tak kesulitan menjadi bek kanan, peran baru yang dijalaninya mengingat sebelumnya ia lebih diposisikan sebagai gelandang serang.

"Semuanya berjalan bagus. Leonardo meminta saya untuk terus menekan karena saya selalu menjadi pemain tercepat," tandasnya.

Maicon Masih Kerasan Di Italia

Maicon menegaskan keinginannya untuk tetap bertahan di Italia. Ia juga tak mau tergoda dengan pinangan Real Madrid yang telah menginginkannya untuk bisa bersama lagi dengan mantan pelatihnya Jose Mourinho.

"Bertahan di Italia? Ini sungguh hal yang sangat saya inginkan," kata bek tim nasional Brasil ini kepada laman Globoesporte.

"Keinginan itu selalu muncul seperti pada saat tahun lalu kami pernah meraih treble gelar."

"Untuk saat ini saya tak ada memikirkan untuk kembali ke Brasil karena sampai kini tujuan saya adalah hanya berupaya untuk tetap berada di Eropa," ujarnya.

Maicon Bantah Rumor ke Madrid

Douglas Maicon membantah akan meninggalkan Inter Milan di akhir musim untuk bergabung dengan Real Madrid.

Agen kawakan Eropa, Antonio Caliendo, menghembuskan rumor bahwa Maicon akan menerima pinangan Real Madrid musim depan. Bek tim nasional Brasil itu memang sudah menjadi incaran Los Blancos sejak musim lalu.

Namun, pernyataan Caliendo itu langsung dibantah oleh Maicon. Mantan pemain AS Monaco tersebut menegaskan tidak akan berlabuh di Santiago Bernabeu.

"Tidak ada kebenaran dari kabar tersebut. Saat ini periode yang penting bagi Inter, dan kami semua hanya berpikir kerja keras hingga akhir musim," ujar Maicon dalam situs resmi klub, Inter.it.

"Saya selalu memberikan 100 persen di lapangan. Saya sangat puas dengan kondisi saat ini, dan senang bisa mengenakan seragam (Inter) ini," lanjut Maicon.

Maicon menegaskan saat ini Caliendo bukan lagi agennya, dan semua informasi mengenai dirinya hanya bisa didapat melalui Roberto Calenda yang kini menjabat sebagai agennya.

Maicon absen ketika Inter melumat Sampdoria, pekan lalu, namun bek 29 tahun tersebut menyatakan siap bermain melawan Genoa, Minggu 6 Maret 2011.

"Saya istirahat akhir pekan lalu, tapi saya menonton rekan setim saya bermain bagus di pertandingan melawan Sampdoria. Saya siap dipilih lagi dan ingin membantu tim," pungkas Maicon.

Mourinho: Saya Tak Akan Khianati Inter

Beritabola.com Roma - Muncul kabar yang menyebut Jose Mourinho tengah didekati AS Roma. Peluang terwujudnya hal tersebut bisa jadi nol karena pelatih asal Portugal itu tak mau mengkhianati Inter Milan.

Adalah Il Corriere dello Sport yang mengklaim kalau Roma tertarik pada Mourinho dan bakal membawanya ke Stadion Olimpico. Keinginan memboyong pria yang kini membesut Real Madrid itu datang langsung dari calon pemilik anyar Roma, Thomas Di Benedetto.

Namun Mourinho menegaskan kalau dia tak akan pernah menjadi pengkhianat buat tim-tim yang pernah dibesut. Pelatih asal Portugal itu memastikan tak akan menukangi klub rival utama mantan timnya.

"Jika saya meninggalkan Madrid saya ingin melatih di klub besar Inggris atau Italia. Tapi saya tak akan melatih klub yang merupakan rival tim di mana saya pernah merasa bahagia," sahut Mourinho di Football Italia.

"Contohnya, saya tak akan pergi (melatih) Barcelona mengingat sekarang saya bersama Real, atau ke Juventus setelah apa yang saya rasakan dengan Inter," lanjut Mourinho.

Terkait isu kedatangan Mourinho, Vincenzo Montella mengaku tidak khawatir. Pelatih yang posisinya masih caretaker itu menyebut kalau dirinya hanya akan fokus pada meningkatkan performa Roma sampai kontraknya tuntas di akhir musim nanti.

"Saya tidak kecewa dengan rumor kemungkinan kedatangan pelatih lain. Mourinho pelatih yang hebat. Rekor yang dia miliki membuktikan itu, tapi saya cuma memikirkan bekerja dengan baik hingga Juni. Saya ulangi kalau rumor tersebut tak mempengaruhi saya," tuntas Montella.

Milito Tak Terpengaruh Kehadiran Pazzini

Kehadiran Giampaolo Pazzini semakin mengancam posisi Diego Milito di skuad utama Inter Milan. Kendati demikian, striker asal Argentina itu ogah berpikir untuk hengkang.

Melalui agennya, Fernando Hidalgo, Milito menyatakan tak memiliki alasan untuk bercerai dari I Nerazzurri. Kendati masalah cedera dan kemandulan mulai membuat posisinya terancam, namun itu tak dijadikan alasan untuk pergi.

"Diego sudah merasa lebih baik, dan dia siap. Target objektifnya bermain menghadapi Bayern Muenchen di leg 2 Liga Champions," sebut Hidalgo kepada Calciomercatonews.com. "Kembali ke Genoa? Dia masih terikat kontrak dengan Inter, dan dia merasa baik-baik saja di Kota Milan."

Mengenai dampak kehadiran Pazzini, Hidalgo juga mengatakan tidak da masalah. "Kedatangan Pazzini bukan masalah. Diego sangat profesional, dia serius, dan sangat nyaman di Inter," pungkas dia. (Irawan)

Kharja Ingin Permanen di Inter

Penampilan apik pemain Inter Milan, Houssine Kharja menuai banyak pujian. Dirinya terlihat mampu beradaptasi cepat dengan rekan-rekan barunya di Inter.

Baru pada musim dingin ini Kharja merumput di Giuseppe Meazza. Dan, dari empat penampilannya, Kharja sudah menorehkan dua gol bagi I Nerazzurri.

Hal tersebut membuat spekulasi masa depan Kharja di Inter kembali diperbincangkan. Maklum saja, status Kharja di Inter hanya pemain pinjaman dengan opsi pembelian permanen pada akhir musim.

"Houssine dan saya senang dengan penampilannya di Inter. Saya tidak terkejut. Inter tentu memiliki alasan kuat merekrutnya," jelas agen Kharja, Beppe Galli.

"Kami akan senang jika mencapai kesepakatan dalam waktu dekat. Tetapi, pertanyaan tersebut harus ditanyakan langsung kepada petinggi klub," lanjut Galli. (Okky)

Jangan Lupa Follow Us Interisti

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Inter Milan Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger