Headlines News :

WELCOME LUCIANO

WELCOME LUCIANO

Berita Terbaru FC Internazionale

Tampilkan postingan dengan label Javier Zanetti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Javier Zanetti. Tampilkan semua postingan

Surat Cinta Mbah Budi kepada Javier Zanetti

Written By Japrax on Minggu, 13 Agustus 2017 | 11.16


Dear, tuan Javier,

Perkenalkan, aku seorang Interista yang berasal dari Indonesia, negeri asal Presiden Internazionale Milano saat ini, Erick Thohir. Tak perlu mengingat-ingat hingga kebingungan tuan Javier, Anda sudah pasti tidak mengenaliku karena kita juga tak pernah bertemu sebelumnya.

Jarak jauh yang membentang di antara Indonesia dan Italia, juga karena aku yang hidup sejak zaman Firaun, membuat kita berdua terpisah tak hanya angka ribuan kilometer, tapi juga terpisah ruang dan waktu. Biarlah waktu yang fana, tuan Javier, karena Anda tak pernah fana bagiku.

Seperti yang pernah aku tuliskan dahulu, Inter bukanlah kesebelasan pertama asal Eropa yang memikat perhatianku terhadap sepak bola internasional. Klub Inggris, Chelsea, dan penggawanya asal Italia di penghujung 1990-an sampai awal 2000-an, Gianfranco Zola, merupakan pihak yang lebih dulu melakukannya.

Walau begitu, di periode awal kekagumanku kepada Chelsea dan Zola, diri ini sempat menyaksikan laga yang Anda mainkan bersama Inter. Tepatnya di partai final Piala UEFA 1997/1998 saat berjumpa tim senegara, Lazio.

Aku juga masih ingat, ketika itu Anda menciptakan sebuah gol cantik dari luar kotak penalti. Gol yang Anda bukukan via sepakan first time keras itu berhasil membuat papan skor berubah menjadi 2-0. Hingga akhirnya, Anda bersama kawan-kawan sukses memenangi pertandingan tersebut dengan kedudukan 3-0, sekaligus membawa pulang trofi Piala UEFA ketiga Inter di era 1990-an.

Dan entah karena angin apa, pelan tapi pasti perhatianku kepada Chelsea dan Zola mulai terkikis seiring dengan makin menuanya pria bogel tersebut. Dari Inggris, atensiku pada sepak bola internasional mulai bergeser ke arah selatan, sekitar tahun 2001, tepatnya ke Italia yang ketika itu dijejali banyak sekali nama tenar dan sangat populer di Indonesia.

Menariknya, ketertarikan pada sepak bola Italia juga yang menuntunku kepada klub yang Anda bela, Inter. Sebagai penyuka warna biru, klub yang Anda bela merupakan salah satu opsi yang bisa kupilih untuk dijadikan tim favorit. Alasan ini juga yang membuatku memilih Chelsea, bukan Arsenal atau Manchester United, yang di penghujung 1990-an jadi kekuatan utama di tanah Britania.

Ya, aku mencintai Inter bukan karena keberadaan duo Ronaldo dan Christian Vieri yang begitu fenomenal itu, tuan Javier. Aku menyukai klub yang berdiri pada 9 Maret 1908 ini lebih dikarenakan nuansa biru yang melekat padanya meski harus terbagi dengan warna hitam. Toh, kombinasi warna biru dan hitam seperti yang terlihat di seragam tempur Inter tetaplah memukau bagiku.

Dari sekian sosok pesepak bola yang menggunakan seragam Inter, Anda salah satu yang paling menarik perhatianku. Kemampuan Anda berlari sambil menggiring bola, melewati lawan dengan beberapa gerakan yang tampak sederhana, hingga melepas umpan akurat dari sayap kanan I Nerazzurri bak sebuah tarian yang amat memesona. Tak eksepsional layaknya gocekan Lionel Messi memang, tapi apa yang Anda lakukan ketika itu sungguh ciamik bagiku.



Dear, tuan Javier,

Meski berstatus sebagai kapten kesebelasan sejak 2001 sampai 2014 yang lalu, sorotan media terhadap Anda bisa dikatakan sangat minim. Berbeda dengan perlakuan mereka terhadap rekan-rekan setim Anda macam Adriano Leite hingga Yuto Nagatomo.

Situasi tersebut membuatku, mungkin juga Interista yang lain, harus berjuang lebih banyak dengan membaca majalah, koran atau berselancar di internet guna mendapat informasi mengenai diri Anda.

Dari situ kemudian aku pun tahu jika Anda merupakan pembelian pertama di era kepemimpinan Massimo Moratti. Bersama Sebastian Rambert, dari Argentina Anda dibawa melintasi samudera untuk berlabuh di Appiano Gentile, markas latihan Inter.

Jauh dari kampung halaman nyatanya tak membuat Anda kesulitan untuk beradaptasi dengan kultur di Italia. Pelan tapi pasti, lewat performa yang elegan, konstan sekaligus mengagumkan, Anda menunjukkan kepada semua orang jika Moratti sama sekali tidak salah menginvestasikan uangnya kepada Anda, tuan Javier.

Anda selalu menampilkan determinasi luar biasa, baik di sesi latihan maupun berlaga di sebuah pertandingan. Sebuah kenyataan yang diamini oleh banyak pelatih yang pernah menangani Anda. Memiliki posisi natural sebagai fullback, Anda tetap mampu tampil brilian ketika pelatih-pelatih Inter menempatkan Anda di posisi yang lain. Entah itu sebagai wingback, gelandang sayap, gelandang bertahan sampai bek tengah.

Profesionalisme dan kebanggaan mengenakan seragam biru-hitam milik Inter benar-benar Anda tunjukkan selama mengabdi di Stadion Giuseppe Meazza.

Tak sampai di situ, loyalitas yang Anda tunjukkan selama lebih dari satu dekade berstatus sebagai pemain Inter juga tak ada bandingannya. Tawaran dari klub-klub raksasa Eropa lain seperti Manchester United dan Real Madrid Anda tolak demi bertahan di Inter walau saat itu kering prestasi. Sebuah kondisi yang akan sulit ditemui pencinta sepak bola di masa yang akan datang.

Maka tak perlu heran apabila Anda berhasil memegang sejumlah rekor di Inter, antara lain sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak di sepanjang sejarah klub (turun di 858 partai), sosok Il Capitano Inter dengan durasi paling panjang sekaligus kapten yang paling sering mengangkat trofi juara (15 titel).

Bareng tim nasional Argentina, Anda juga masih tercatat sebagai pemegang caps terbanyak usai bertempur di 143 pertandingan sembari menyumbangkan 7 gol. Sayangnya, semasa aktif dahulu Anda belum berhasil membawa La Albiceleste menyudahi paceklik gelarnya sejak tahun 1993 silam.

Apa yang Anda tampilkan tentu mengundang respek dan kekaguman dari banyak pihak, baik kawan ataupun lawan. Nama Anda kerap disebut-sebut sebagai perlambang dedikasi dan kesetiaan meski bukan produk asli Inter layaknya Paolo Maldini di AC Milan dan Francesco Totti di AS Roma. Buktinya, Inter juga mengistirahatkan nomor punggung 4 yang biasa Anda kenakan sebagai tanda penghormatan.

Akupun sepakat, hanya para pembenci saja yang bakal kukuh dalam ketidaksukaan terhadap Anda. Tapi biarlah, hal itu juga takkan membuat mereka lebih baik daripada orang-orang yang memahami arti respek kepada Anda, tuan Javier.


Dear, tuan Javier,

Di luar lapangan, aku juga tahu bila kehidupan pribadi Anda bersama Paula sangat tenang dan jauh dari gosip-gosip miring seperti yang lumrah terjadi pada pesepak bola masa kini. Anda juga terkenal sebagai figur yang punya kepedulian sosial tinggi. Keberadaan Fundación PUPI (Por Un Piberío Integrado) yang Anda dirikan bersama Paula untuk membantu anak-anak kurang berada dan memiliki keterbatasan di Argentina menjadi sebuah bukti nyata.

Melalui yayasan ini, Anda seakan mengajari kami semua bahwa kepedulian terhadap sesama adalah salah satu cara membuat hidup ini lebih bermakna. Yayasan ini seperti perwujudan bahwa Anda tak ingin jadi kacang yang lupa kulitnya. Masa lalu Anda yang cuma berasal dari kaum pekerja di area pelabuhan sudah menempa mentalitas dan karakter sejati dari seorang Javier Zanetti.

Aku harus jujur, sampai hari ini tak ada satupun pemain I Nerazzurri yang benar-benar kuidolakan. Sebab menurutku, tak ada satu pemain pun yang lebih besar dari Inter. Tapi Anda membawaku pada suatu dimensi berbeda tentang kekaguman akan dedikasi dan kesetiaan, tuan Javier. Suatu hal yang tak mungkin bisa kupelajari dari Zlatan Ibrahimovic!

Di saat Anda didapuk sebagai wakil presiden Inter per tahun 2014 silam, akupun tak ragu untuk mengamini keputusan tersebut. Anda layak untuk berada di sana agar senantiasa dekat dengan klub yang Anda cintai layaknya keluarga ini. Apalagi selama menjabat hingga detik ini, Anda juga tak menunjukkan gelagat negatif yang menimbulkan kekisruhan.

Dengan segala profesionalisme, loyalitas, kesederhanaan dan kepedulian yang Anda tunjukkan selama ini, rasanya tidak salah bukan untuk menjadikan Anda sebagai suri tauladan?

Anda merupakan legenda dan juga simbol sejati bagi Interisti yang tak sempat menyaksikan bagaimana Giacinto Facchetti dan Sandro Mazzola maupun Giuseppe Bergomi memperlihatkan loyalitas serta totalitas mereka bagi I Nerazzurri.

Dan pada hari ini, 10 Agustus, izinkan saya mewakili seluruh Interisti dan mereka yang menaruh hormat kepada Anda untuk mengucapkan sesuatu bagi Anda yang kami kagumi dengan segenap hati.

Selamat ulang tahun, tuan Javier. Semoga panjang umur dan sehat selalu.

#ForzaInterPerSempre

Author: Budi Windekind (@Windekind_Budi)
Interista gaek yang tak hanya menggemari sepak bola tapi juga american football, balap, basket hingga gulat profesional

source: http://football-tribe.com/indonesia/2017/08/10/surat-cinta-javier-zanetti/


Krusialnya Laga Melawan AS Roma Bagi Javier Zanetti

Written By Japrax on Rabu, 16 Maret 2016 | 22.47

Krusialnya Laga Melawan AS Roma Bagi Javier Zanetti

 
Goal.com- Inter harus bisa meraih kemenangan di kandang AS Roma jika ingin bisa membuka kans masuk ke zona Champions untuk musim depan.
 
Wakil presiden Internazionale Javier Zanetti menekankan pentingnya laga melawan AS Roma di akhir minggu ini bagi timnya.


Baginya, apa pun hasil yang dipetik Inter di laga tersebut bisa mempengaruhi kans untuk mewujudkan target mereka di awal musim, yaitu bisa tampil di Liga Champions.

"Kami tahu mereka sudah bermain dengan sangat baik," kata Zanetti kepada Inter Channel, Selasa (15/3).
"Tapi kami bermain di sana dengan kesadaran bahwa laga ini merupakan laga yang sangat penting, dengan kemenangan di sana bisa membuka kembali persaingan dan kans menuju posisi tiga," tandasnya.

Inter saat ini tertinggal lima angka dari AS Roma, yang untuk sementara ini menempati peringkat tiga klasemen sementara Serie A.

Zanetti Terkesan dengan Pertahanan Inter

Written By Japrax on Jumat, 11 September 2015 | 19.39

Javier Zanetti

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Pada bursa transfer musim panas ini, Inter Milan mendatangkan banyak pemain. Sektor belakang diperkuat dengan kedatangan sejumlah bek.

Legenda Inter Javier Zanetti terkesan dengan cara Roberto Mancini membangun tim. Ia melihat eks pelatih Manchester City itu memperkuat area pertahanan dengan pendekatan fisik.

"Itu menjadi satu senjata lagi, Saya sangat suka dengan pertahanan tim ini (Inter)," kata pria yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden Nerazzurri dikutip dari Football Italia, Jumat, (11/9).

Faktanya, tim Biru Hitam tidak hanya mendatangkan para bek. Sederet penggawa anyar di lini tengah dan depan juga telah ditarik ke Giuseppe Meazza.

Zanetti juga bersedia membagi pengalamannya tentang tekanan sebelum derby. Pada Senin (14/9) dini hari WIB, Inter bakal bertemu AC Milan di ajang Serie A.

Eks jagoan Argentina berharap para juniornya bisa mempersiapkan diri dengan baik. Hingga hal-hal detail yang berguna saat berlaga nanti.

Hormati Zanetti, Inter Akan Pensiunkan Nomor Kostum 4

Written By Japrax on Rabu, 29 April 2015 | 17.25

Milan - Kontribusi dan pencapaian Javier Zanetti di Inter Milan akan sulit disamai pemain manapun. Inter mengumumkan akan memensiunkan nomor kostum 4 untuk menghormati salah satu pemain terbaiknya itu.

Mantan pesepakbola Argentina itu telah membuat lebih dari 800 penampilan untuk Nerazzurri selama 19 musim pasca direkrut dari Banfield pada 1995. Zanetti gantung sepatu pada akhir musim lalu dan kini menjadi wakil presiden Inter.

Pada awal musim ini, nomor kostum 4 tidak diberikan dan nomor itu akan resmi dipensiunkan dalam sebuah laga amal yang diselenggarakan oleh Zanetti, 4 Mei mendatang di San Siro.

"Dari semua pemain Inter yang akan menginjakkan kaki di atas lapangan, ada satu nomor yang tidak akan mereka pakai yaitu nomor 4," kata presiden Inter Erick Thohir yang dilansir Mirror.

"4 adalah selamanya. Selamanya untuk Anda. Anda dan nomor 4 Anda adalah Inter selamanya."

Menanggapi niatan Inter, Zanetti mengucapkan terima kasih yang ditulis lewat Twitter.

"Aku merasa sangat terhormat menjadi bagian dari keluarga Inter. Bangga menjadi nomor 4 selamanya," kata dia.

Selama berseragam Inter, Zanetti telah meraih lima Scudetto, empat Coppa Italia, 4 Piala Super Italia, satu Piala UEFA, satu Liga Champions, dan satu Piala Dunia Antarklub.

Empat Gol Inter untuk Laga Terakhir Zanetti di Giuseppe Meazza

Written By Japrax on Minggu, 11 Mei 2014 | 07.00

Inter berhasil mempersembahan kemenangan 4-1 atas Lazio di laga terakhir Zanetti di San Siro (Foto: Getty Images)
Inter berhasil mempersembahan kemenangan 4-1 atas Lazio di laga terakhir Zanetti di Meazza (Foto: Getty Images)

VIVAbola - Kado manis berhasil didapatkan kapten Internazionale Milano, Javier Zanetti dalam laga terakhir di Giuseppe Meazza sebelum pensiun. La Beneamata menghabisi Lazio dengan skor telak 4-1, Minggu 10 Mei 2014 (Senin dini hari WIB). Rodrigo Palacio mencetak 2 gol, Mateo Kovacic tak kalah brilian dengan menciptakan 3 assist.

Lazio sempat mengejutkan publik tuan rumah dengan unggul cepat saat laga baru berjalan 2 menit. Giuseppe Biava sukses membobol gawang Inter yang dikawal Samir Handanovic. Umpan tarik Bruno  Pereirinha disambut sundulan oleh Lorik Cana. Biava meneruskannya dengan membobol gawang Inter dari jarak dekat.

La Beneamata tak butuh waktu lama untuk membalas. Empat menit kemudian, Rodrigo Palacio sukses membobol gawang Lazio yang dikawal Etrit Berisha. Umpan matang Mateo Kovacic sukses dimaksimalkan menjadi gol oleh Palacio.

Inter sukses berbalik unggul pada menit 34 melalui aksi Mauro Icardi. Kovacic kembali memberikan assist terukur yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Icardi.

Dua menit kemudian, Inter kembali membobol gawang Lazio. Rodrigo Palacio sukses mencetak gol keduanya dalam laga ini. Gol ini berawal dari pergerakan Yuto Nagatomo di sisi kiri. Umpan silang Nagatomo sempat mengenai pemain Lazio. Bola liar lalu dimanfaatkan oleh Palacio menjadi gol.

Pelatih Inter, Walter Mazzarri akhirnya memasukkan Javier Zanetti pada menit 52 menggantikan Jonathan. Seperti diberitakan sebelumnya, pemain 40 tahun ini mengenakan ban kapten khusus. Beberapa kali pergerakan Zanetti menebar ancaman.

Kiper tuan rumah, Samir Handanovic tampil cemerlang dalam laga ini. Beberapa kali pemain Biancocelesti harus frustrasi karena peluang mereka digagalkan pemain internasional Slovenia ini.

Inter justru menambah keunggulan pada menit 79. Tendangan jarak jauh Hernanes sukses membobol mantan klubnya. Tendangan ini juga lahir dari assist Kovacic.

Skor 4-1 untuk keunggulan La Beneamata bertahan hingga akhir laga. Hasil ini membuat peluang Inter lolos ke Europa League sangat besar. Inter menempati peringkat kelima dengan 60 poin dari 37 pertandingan. Sementara itu Lazio ada di peringkat ke-10 dengan torehan 53 poin.


Susunan Pemain
Internazionale (3-5-2):
Samir Handanovic; Andrea Ranocchia, Walter Samuel, Rolando; Jonathan (Javier Zanetti 52'), Hernanes, Zdravko Kuzmanovic (Saphir Taider 74'), Mateo Kovacic, Yuto Nagatomo; Mauro Icardi, Rodrigo Palacio (Diego Milito 64').

Lazio  (3-4-2-1):
Etrir Berisha; Giuseppe Biava, Lorik Cana, Andre Dias; Alvaro Gonzalez (Cristian Ledesma 46'), Ogenyi Onazi, Lucas Biglia, Bruno Pereirinha; Balde Keita, Felipe Anderson; Miroslav Klose.

Zanetti, Si Pria Rekor

MILAN - Javier Zanetti:

- Pemain dengan penampilan terbanyak untuk Inter (856);

- Pemain yang paling berjasa dalam sejarah Inter (16 piala);

- Pemain dengan caps terbanyak untuk tim nasional Argentina (145);

- Pemain asing dengan penampilan Serie A terbanyak (613); 

- Pemain Inter dengan penampilan terbanyak di Serie A, Piala Super Italia, dan kompetisi UEFA;

- Pemain Inter dengan penampilan terbanyak di Liga Champions (105);

- Pemain dengan penampilan terbanyak berturut-turut untuk Inter di Serie A (137);

- Pemain tertua yang mencetak gol di Piala Dunia Klub (usia 37 tahun, 127 hari);

- Pemain Inter dengan penampilan terbanyak dalam derby Milan (47);

- Pemain dengan penampilan terbanyak di Liga Champions sebagai kapten (82);

- Pemain asing tertua yang bermain di Serie A (turun ke lapangan di usia 40 tahun, 259 hari pada laga Inter vs Napoli tanggal 26 April 2014).

CATATAN: Arrivederci El Tractor!

Written By Japrax on Sabtu, 10 Mei 2014 | 14.00


Partai versus Lazio, jadi laga pamungkas Zanetti di Giuseppe Meazza.
 
Setiap klub besar pasti memiliki seorang ikon. Pemain yang jadi panutan, memiliki pengaruh kuat, dan jadi simbol tim selama bertahun-tahun lamanya. Menilik sejarah dan kebiasaan sebuah klub, Liga Italia Serie A pantas disebut sebagai gudangnya para ikon.

Adalah tragedi tatkala seorang Paolo Maldini yang begitu dipuja Milanisti memutuskan pensiun pada 2009 lalu. Pun halnya dengan Alessandro Del Piero yang akhirnya harus meninggalkan Juventus dua tahun lalu, setelah membela panji kebesaran hitam-putih selama 19 musim. Kini nuansa yang sama bakal segera dirasakan oleh para Interisti dan para pecinta Calcio sejati kala harus melepas kepergian simbol FC Internazionale, Javier Adelmar Zanetti.

Ya, lilitan cedera dan faktor usia akhirnya mengalahkan hasrat Zanetti itu untuk terus menghibur publik dunia melalui olahan bola di atas lapangan. Selasa, 6 Mei 2014, pria Argentina ini resmi memutuskan bahwa 2013/14 akan menjadi musim terakhirnya di Inter sekaligus sebagai pesepakbola profesional.

Jabatan direktur olahraga untuk La Beneamata sudah disediakan manajemen klub untuknya pasca gantung sepatu. Sehingga duel berkelas menghadapi Lazio akhir pekan ini, bakal jadi momen perpisahan emosional Zanetti di Giuseppe Meazza.

Seperti diketahui sebelumnya, Inter tidak akan memainkan pertandingan penutup musim di Meazza. Karenanya perpisahan sang kapten dengan publik stadion kebesaran bakal dilakukan sepekan lebih cepat.


    Zanetti jadi pembelian pertama Massimo Moratti dalam dinasti kepemimpinannya di Inter

Lahir pada 10 agustus 1973 di Dock Sud, Buenos Aires, Argentina, bakat Zanetti kecil sempat ditolak akademi klub mapan Negeri Tango, Independiente. Tak mau patah arang menjadi pesepakbola profesional, ia kemudian bergabung ke klub divisi dua Argentina, Talleres de Escalada, pada musim 1992/93.

Di usianya yang kala itu masih 19 tahun, kualitas Zanetti meningkat pesat karena bermain sebanyak 33 kali semusim plus jadi anggota tetap Timnas Argentina U-20. Klub papan atas Argentina kala itu, Banfield, kemudian kepincut untuk merkerut sang bocah dan akhirnya terlaksana pada 1993.

Cukup dua musim dengan performa yang ciamik dari 66 kali partisipasinya, Zanetti akhirnya sukses mendapatkan tiket ke Eropa melalui FC Internazionale pada musim 1995/96. Uniknya transfer itu jadi transaksi pertama kepemimpinan presiden legendaris Inter, Massimo Moratti.

"Awalnya saya menyaksikan partai Timnas Argerntina U-20 untuk meyakinkan diri merekrut Ariel Ortega. Anehnya, saya malah lebih tertarik dengan pemain lain yang bermain di posisi fullback, ia melakukan hal yang tak pernah saya lihat sebelumnya. Kami pun berpindah halauan dan memutuskan untuk memboyong sang bek," tutur Morratti mengenang pembelian Zanetti.

Satu keputusan yang tepat, karena di Inter Zanetti memulai cerita indahnya sebagai pesepakbola sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh Interisti sejati.

Zanetti jadi pemain paling dipercaya, konsisten, dan amat pantas diberi status sebagai kapten Inter

Berposisi asli sebagai fullback kanan. Dengan keunggulan fisik, keakuratan passing, serta kecepatannya, Zanetti merupakan pesepakbola yang serba bisa.

Ia biasa ditempatkan di beberapa posisi selain bek kanan seperti bek kiri, sayap kiri, sayap kanan dan bahkan gelandang bertahan. Kecerdasannya dalam memahami taktik serta menerjemahkannya pada seluruh rekannya, membuat posisi Zanetti di starting XI Tim Ular Cobra tak pernah tergeser, sejak musim perdana!

Terus konsisten meski berganti pelatih sebanyak 18 kali sepanjang karienya di Inter, Zanetti mencatatkan rerata 39,8 kali penampilan setiap musimnya! Tak heran jika ia dipercaya menjadi kapten I Nerrazzurri sejak musim 1999/00, menggantikan status legenda Inter lainnya, Giuseppe Bergomi.


    Liga Champions jadi prestasi tertinggi sekaligus penyempurna kisah indah karier Zanetti
Sejak menjalani debut di Inter pada 27 Agustus 1995 di usia 22 tahun menghadapi Vicenza di Serie A, perlahan Zanetti menjelma menjadi salah satu legenda klub dengan memegang rekor sebagai pemain paling banyak bermain untuk Inter (858) dan Timnas Argentina (145).

Di Serie A, catatan caps-nya hanya kalah dari legenda Milan, Paolo Maldini, yang bermain sebanyak 647 kali, sementara Zanetti bermain sebanyak 613 kali.

Meski segalanya terlihat indah, Zanetti sempat menderita bersama Inter karena hanya mampu meraih sebiji gelar pada sembilan musim pertamanya di Giuseppe Meaza, yakni Piala UEFA 1997/98. Namun peruntungan berubah pasca Tim Bitu-Hitam sukses merengkuh Piala Italia pada 2004/05 dan 2005/06 disusul dengan kasus calciopoli 2006.

Ya, bersama Inter, Pupi panen gelar dengan rentetan lima scudetto beruntun sejak musim 2005/06. Puncaknya jelas terjadi di musim paling bersejarah sepanjang sejarah Inter, yakni 2009/10. Kala itu di bawah asuhan Jose Mourinho, Inter meraih gelar treble winners dengan Piala Italia, scudetto, dan trofi Liga Champions.

Ditambah sebuah gelar Piala Italia dan Piala Dunia Antarklub semusim setelahnya, semua catatan tersebut jadi prestasi tertinggi sekaligus penyempurna kisah indah karier Zanetti.


Trio legenda Argentina kemungkinan besar akan memainkan musim terakhirnya di Inter musim ini

Kini setelah 19 musim, catatan 858 penampilan plus torehan 21 gol, disertai deretan gelar di level klub, saatnya kita melepas kepergian salah satu bakat terbaik sepakbola. Zanetti berujar jika inilah momen tepat untuk mengakhiri catatan lembar emas kariernya sebagai pesepakbola profesional, dan membuka lembaran baru sebagai petinggi Il Biscione.

"Untuk pensiun di usia ke-40 tahun adalah sensasi yang unik, saya merasa bangga terhadap diri saya, ini adalah momen yang tepat," ujar sang kapten.

"Setelah cedera tahun lalu saya ingin membuktikan bahwa saya bisa kembali ke sepakbola kompetitif dan saya melakukannya. Saya bermimpi untuk mengakhiri karir dengan jersey Inter, Inter adalah rumah saya dan saya juga akan berusaha memberi kontribusi dari luar lapangan."

Lebih menyedihkan lagi, karena Interisti sepertinya juga dipaksa melepas kepergian dua legenda Argentina lainnya, yakni Diego Milito dan Esteban Cambiasso, ketika musim ini selesai.

Pada akhirnya hukum alam memang tak dapat dilawan, selalu ada pertemuan dan perisahan. Setelah menikmati segala sajian indah Il Capitano, kini satnya kita berdiri untuk memberikan penghormatan terakhir bagi Javie Adelmar Zanetti atas karier luar biasanya, Arrivederci El Tractor!

JAVIER ZANETTI

Nama: Javier Adelmar Zanetti

Tempat, Tanggal Lahir: Buenos Aires, Argentina, 10 Agustus 1973.

Klub:
Talleres (1991-1992)
Banfield (1992-1995)
FC Internazionale (1995-2014)

Caps Timnas Argentina: 145/5 gol
Koleksi Gelar
Serie A Italia: 5
Coppa Italia:  4
Supercoppa Italia: 4
Piala UEFA:
1
Liga Champions: 1
Piala Dunia Antarklub: 1

  "Javier Zanetti adalah lawan yang paling saya hormati!"
- Paolo Maldini
 

"Semua pemain ingin menjadi seperti Javier Zanetti"
- Jose Mourinho

Kontra Lazio, Menjadi Laga Perpisahan Zanetti

Javier Zanetti (Foto:Ist) 

MILAN – Striker Inter Milan, Roberto Palacio tengah on fire dalam menghadapi laga kontra Lazio di lanjutan laga Serie A pada akhir pekan nanti. Pada laga tersebut selain untuk menambah poin, juga menjadi laga perpisahan dengan bek Javier Zanetti yang memutuskan untuk gantung sepatu.

Zanetti yang tahun ini genap berusia 40 tahun, memutuskan untuk gantung sepatu dari dunia sepakbola pada musim panas ini setelah 19 tahun membela Nerrazuri. Laga yang diadakan di Giuseppe Meazza menjadi laga kandang terakhir dan diharapkan bisa membawa kemenangan untuk menciptakan kenangan manis bagi pemain asal Argentina itu.

Pasalnya di laga derby kontra AC Milan Senin lalu, skuad asuhan Walter Mazzarri harus menelan kekalahan dengan skor 0-1. Kekalahan ini hanya membawa La Beneamata tetap berada di peringkat lima klasemen dengan torehan 57 poin pada dua laga yang tersisa.

“Perpisahan Zantti saat melawan Lazio nanti bisa menjadi momen yang emosional, pertandingan terakhir Pupi bermain di San Siro. Kami sangat dekat dengannya. Hal ini akan menjadi perayaan pastinya,” terang Palacio atas perpisahan rekan se-negaranya itu seperti dilansir Goal, Kamis (8/5/2014).

“Ini adalah hasil yang sulit dilupakan dan kami masih sering terganggu dengan hal itu, tapi kami harus kerja keras pekan ini untuk mendapatkan hasil baik kontra Lazio dan bisa kembali menang,” tegasnya. (acf)

Interisti "Berkorban" untuk Menghormati Zanetti, Milito, dan Samuel


MILAN, KOMPAS.com - Krisis ekonomi yang melanda Italia berdampak juga pada industri sepak bola. Stadion-stadion menjadi lebih sepi karena daya beli masyarakat berkurang.

Penonton pertandingan kandang Inter Milan, misalnya, hanya sekitar separuh dari daya tampung stadion, yang mencapai 80.000 orang. Bahkan, laga antara Inter dan Juventus pada 14 September 2013 "hanya" disaksikan langsung oleh sekitar 46.000 orang. Hanya laga melawan Milan (4/5/2014) dan Roma (5/10/2013) yang disaksikan langsung oleh lebih dari 60.000 orang.

Namun, untuk pertandingan Serie-A antara Inter dan Lazio, Sabtu (10/5/2014), stadion Giuseppe Meazza diperkirakan akan penuh. Menurut La Gazetta dello Sport, tiket yang belum terjual untuk laga tersebut tinggal sedikit.

Menurut pemberitaan di Italia, tingginya antusiasme Interisti untuk menyaksikan laga itu pertama-tama bukan karena faktor Lazio, melainkan untuk menghormati tiga pemain Inter asal Argentina, yaitu Javier Zanetti, Walter Samuel, dan Diego Milito.

Kontrak tiga pemain tersebut habis musim ini. Bagi Zanetti, ia telah menyatakan bahwa ia akan gantung sepatu usai musim ini. Dengan begitu, pertandingan melawan Lazio itu akan menjadi laga perpisahan bagi tiga pemain yang membawa Inter meraih treble pada musim 2009-2010, yaitu juara Serie-A, Liga Champions, dan Piala Super Italia.

Zanetti menjadi faktor utama yang membuat Interisti rela melupakan krisis ekonomi untuk sesaat dan membeli tiket pertandingan sepak bola. Mereka "berkorban" untuk menghormati Zanetti, yang tak pernah mengenakan kostum selain kostum I Nerazurri sejak Juli 1995.

Zanetti Resmi Pensiun pada Akhir Musim Ini

 
MILAN, KOMPAS.com — Kapten Inter Milan, Javier Zanetti, mengonfirmasi bahwa dia bakal pensiun dari dunia sepak bola pada akhir musim ini. Ia mengaku akan melanjutkan kariernya sebagai manajer olahraga Inter.

Zanetti membela Inter sejak 1995. Selama 19 musim berada di Giuseppe Meazza, pemain berusia 40 tahun itu mengecap 16 gelar bergengsi, yakni Serie-A, Coppa Italia, Piala Super Spanyol, Liga Champions, Piala UEFA, dan Piala Dunia Antarklub.

"Aku merasa waktunya sudah tiba. Aku merasa puas dan lengkap. Untuk pensiun pada usia hampir 41 tahun dan masih merasakan performa seperti ini, itu tidak terbayarkan. Sepak bola telah memberikanku banyak hal, dan aku menikmati setiap momennya," ungkap Zanetti seperti dilansir Skysports.

"Setelah cedera tahun lalu, aku sangat ingin membuktikan bahwa aku masih dapat bersaing, dan aku berhasil melakukannya."

"Apakah aku takut dengan kehidupanku setelah ini? Tidak, tidak ada ketakutan sama sekali. Tentu saja, aku akan merindukan beberapa hal, aspek yang merupakan rutinitas sebagai pemain. Untuk saat ini, misalnya di ruang ganti atau kompetisi."

"Aku memimpikan untuk menghabiskan karier di Inter, yang merupakan rumahku, dan aku melakukannya. Ini adalah keputusan hidup untuk menghabiskan karier di Italia. Sekarang, di posisi sebagai manajer olahraga, aku akan mencoba untuk menjadi berguna bagi tim, jauh dari lapangan."

"Dunia baru sekarang terbuka bagiku, dan itu membuatku tertarik. Akan ada banyak hal yang bisa aku lakukan," tambahnya.

Javier Zanetti: Internazionale Adalah Cinta Abadi Saya

Written By Japrax on Minggu, 26 Januari 2014 | 18.30


Zanetti ungkapkan rasa cintanya pada Nerazzurri.  
 
Javier Zanetti mengaku hatinya tak bisa jauh-jauh dari Internazionale sekaligus merasa bersyukur dengan segala hal yang sudah diberikan Nerazzurri dalam 20 tahun terakhir.

Sejak ditransfer dari Banfield pada musim panas 1995, bek asal Argentina ini berkembang menjadi pemain kunci Inter dan sukses menorehkan lebih dari 800 penampilan bagi raksasa Serie A Italia itu dengan raupan berbagai trofi.

“Sudah hampir 20 tahun dan masih tetap intens. Saya masih bangga menjadi milik klub fantastis ini. Inter telah memberikan saya segalanya. Hubungan saya dengan Inter jelas merupakan sebuah cinta abadi. Itulah perasaan jujur saya bagi klub ini,” ujar Zanetti di laman resmi FIFA.

“Saat itu adalah jatuh cinta pada pandangan pertama dan persaan itu semakin kuat dari hari ke hari, pekan ke pekan, bulan, dan tahun. Saya ingin bertahan sebagai bagian dari keluarga menakjubkan ini selamanya, bahkan ketika saya sudah pensiun sebagai pemain,” tambahnya.

Zanetti Balas Kritikan Gasperini

Written By Japrax on Minggu, 19 Januari 2014 | 19.45

Zanetti Balas Kritikan Gasperini

Bola.net - Kapten Internazionale Javier Zanetti membalas pernyataan dari Pelatih Genoa Gian Piero Gasperini yang menyatakan bahwa Inter tidak bisa juara tanpa adanya Calciopoli.

"Mungkin Gasperini melupakan bahwa Inter tidak hanya menang di Italia, tetapi juga di Eropa dan Piala Dunia antar Klub. Dan kejadian tersebut beberapa tahun setelah skandal Calciopoli," ujar Zanetti.

"Jika Gasperini melupakan semua hal ini, maka dia adalah seseorang yang salah," tutup Zanetti.

Minggu ini (19/01), klub asal kota MIlan tersebut akan bertamu ke kandang dari Genoa. Pada pertemuan pertama Internazionale berhasil mengantongi kemenangan dari Genoa. (foit/han)

Pensiun atau Terus Main, Zanetti Putuskan di Akhir Musim

Written By Japrax on Selasa, 31 Desember 2013 | 19.40



Milan - Javier Zanetti akan membuat keputusan soal masa depannya pada akhir musim ini. Kapten Inter Milan itu mungkin akan menunda pensiunnya kalau merasa masih mampu terus bermain.

Zanetti memperkuat Inter sejak tahun 1995 dan pada tahun ini dia memasuki usia 40. Sempat absen lama, pemain asal Argentina itu akhirnya comeback pada bulan November silam.

Dengan usia yang sudah tidak muda lagi untuk ukuran pesepakbola, Zanetti menyadari bahwa waktunya di lapangan hijau sudah tidak banyak lagi. Dia pun akan memutuskan apakah akan pensiun atau terus bermain setelah musim ini berakhir.

"Hal terbaik untuk dilakukan adalah menunggu sampai akhir musim," ujar Zanetti kepada TycSports yang dikutip Football Italia.

"Setelah itu saya akan menganalisis situasinya," katanya.

"Kami akan membuat keputusan. Dan kalau saya merasa baik, saya mungkin akan lanjut (bermain)," tutur pemain berjuluk El Tractor ini.

Bersama Erick Thohir, Zanetti Yakin Inter Juara Champions Lagi

Written By Japrax on Sabtu, 28 Desember 2013 | 22.00

Bersama Erick Thohir, Zanetti Yakin Inter Juara Champions Lagi

Liputan6.com, Milan : Kapten Inter Milan, Javier Zanetti, kembali memuji presiden baru Inter Milan, Erick Thohir. Menurut pemain berpaspor Argentina tersebut, Erick Thohir memiliki gagasan-gagasan yang sangat jelas untuk kemajuan Inter Milan musim depan.

Zanetti menilai Thohir adalah seorang yang memiliki ide yang hebat untuk Nerazzuri di masa yang akan datang. Pria berusia 40 tahun itu juga yakin akan mencapai gelar juara saat bersama Thohir.

"Dia (Thohir) adalah seorang yang memiliki ide yang luar biasa. Kami berharap akan mencapai hal yang cukup hebat bersamanya musim depan," ujar Zanetti kepada La Gazzetta Dello Sport, Jumat (27/12/2013).

"Saya pikir target untuk maju ke Liga Champions musim depan akan semakin dekat diraih. Bersama Thohir semoga Inter menjadi juara Liga Champions kembali," tambahnya.

Dalam klasemen sementara hingga pekan ke-17, Inter masih berada di posisi ke-5 dengan raihan 31 poin atau selisih 15 angka dari pemuncak klasemen Juventus. Inter masih dapat meraih tiket Liga Champions musim depan karena hanya berselisih lima angka dari peringkat ke-3, Napoli. (Def)

Zanetti: Terima Kasih, Interisti!

Javier Zanetti (Foto: Getty Images)
Javier Zanetti mengaku senang dengan performa Inter Milan yang semakin membaik di Serie A. Ia pun berharap pada tahun 2014 timnya dapat mengangkat trofi.

"Semua tergantung kepada kami, dan kami selalu berterima kasih kepada para penggemar yang selalu bertahan dan mendukung kami. Atas nama klub, aku berharap yang terbaik untuk mereka," ujar Zanetti kepada RaiSport .

Dalam kesempatan yang sama, sang kapten juga berbicara mengenai apakah ia akan pensiun di akhir musim atau tidak.

"Aku belum memutuskannya. Apa yang aku pikirkan saat ini adalah apa yang bisa aku lakukan di lapangan. Namun aku akan berbicara dengan pemilik klub pada akhir musim," tutup dirinya. (Evans )

Harapan Kapten Inter untuk Thohir

Javier Zanetti - kapten Inter Milan / tuttointernazionale
MILAN – Di paruh musim 2013-2014 Serie A, Inter Milan menempati peringkat lima klasemen di bawah Juventus, AS Roma, Napoli, dan Fiorentina. Menurut Javier Zanetti, raihan ini menjadi semacan sinyal positif untuk kans Inter meraih scudetto musim ini.

Dia yakin, kini La Beneamata telah berada dalam jalur yang benar untuk menjadi penantang gelar. Hadirnya dua sosok baru di kubu Inter, yakni pelatih Walter Mazzarri, serta presiden klub, Erick Thohir, menjadi semacam dorongan moril bagi para awak klub yang bermarkas di Giuseppe Meazza itu.

"Kami memiliki pelatih baru yang mencoba untuk menempatkan seluruh ide-idenya dan kami sedang bekerja untuk mengikuti mereka. Kami di jalur yang benar, kami masih perlu memperbaiki, tapi kami menuju ke sana. Tujuannya adalah untuk kembali bersaing di papan atas,” kata Zanetti, seperti dikutip Rai, Minggu (28/12/2013).

“Dan juga, presiden kami, Erick Thohir adalah Presiden dengan ide-ide yang sangat jelas dan kami berharap bahwa dia dapat membawa Inter kembali ke puncak. Ini terserah pada kami untuk melakukan dengan baik di lapangan dan kami selalu berterima kasih kepada fans yang tetap mendukung kami,” lanjut pemain 40 tahun ini.

Saat ditanya apakah dirinya akan terus memperkuat Inter musim depan. Pemain asal Argentina ini mengaku belum mau memutuskan sekarang karena dia mengaku masih ingin berkonsentrasi membantu timnya menjalani sisa musim ini.

“Saya belum memutuskan tentang masa depan lagi, saat ini saya hanya berpikir untuk bisa berkontribusi di lapangan, tapi saya akan berbicara kepada presiden pada akhir musim, masih ada enam bulan lagi,” papar Javier.

Moratti Butuh 5 Menit Putuskan Beli Zanetti

Moratti Butuh 5 Menit Putuskan Beli Zanetti

Bola.net - Internazionale dan Javier Zanetti layaknya dua hal yang kini sulit untuk dipisahkan. Semenjak ditransfer dari Banfield, pemain Argentina itu sudah berada di Giuseppe Meazza selama kurang lebih 18 tahun.

Lantas bagaimana kisah yang dialami oleh Zanetti sebelum ia akhirnya bisa memperkuat Inter? Kapten Il Nerazzurri tersebut baru-baru ini mengungkapkannya pada La Gazzetta Dello Sport.

"Ia (Massimo Moratti) memiliki sebuah rekaman video yang direkomendasikan oleh Rambert dan Ortega. Setelah 5 menit, ia memanggil perwakilan Inter di Argentina dan menginstruksikan mereka untuk membeli saya. Untungnya saya bermain baik di laga tersebut!" jelasnya.

Zanetti kemudian mengisahkan ia baru tahu mengenai kepindahannya ke Inter ketika memperkuat tim nasional Argentina.

"Saat itu kami berada di Afrika Selatan untuk sebuah laga persahabatan. Ketika saya beristirahat, Pasarella meminta saya untuk datang ke ruangannya dan menunjukkan fax berisi informasi kepindahan saya ke dari Banfield ke Inter. Saya benar-benar tidak bisa mempercayainya," pungkas Zanetti. (gaz/rer)

Zanetti: Bangkitkan Inter, Thohir Butuh Bantuan Pemain

Zanetti: Bangkitkan Inter, Thohir Butuh Bantuan Pemain

Bola.net - Kedatangan pemilik baru membuat segenap fans Internazionale optimis klub mereka akan kembali ke era kejayaan. Setelah berada di tangan Massimo Moratti selama hampir dua dekade, kini Nerazzurri telah berpindah tangan kepada investor asal Indonesia, Erick Thohir.

Il Capitano Javier Zanetti mengaku optimis bahwa Thohir akan mampu membawa Inter kembali ke jalur kemenangan. Meski demikian, pria asal Argentina ini juga menyatakan bahwa keberhasilan Sang Presiden akan sangat ditentukan oleh aksi pemain di lapangan.

"Thohir adalah presiden yang memiliki visi yang jelas, kami harap ia akan mampu membawa Inter ke puncak," ungkap pemain yang sempat mengalami cedera ligamen parah akhir musim lalu ini.

"Namun tentu semuanya kembali lagi kepada kami para pemain untuk tampil bagus di atas lapangan. Terima kasih kepada fans atas kesetiaan mereka mendukung kami."

Zaneti sendiri saat ini merupakan pemain dengan masa bakti terlama bagi klub, dengan durasi membela Nerazzurri yang jauh lebih lama ketimbang pemain lain. Ia telah bergabung sejak tahun 1995 dan total telah mengoleksi tidak kurang dari 947 penampilan untuk Inter.(rai/mri)

Javier Zanetti Disarankan Main Sampai Usia 45 Tahun

Written By Japrax on Minggu, 22 Desember 2013 | 12.00



Javier Zanetti saat ini berusia 40 tahun dan terlihat tetap fit 
 
Kapten FC Internazionale Javier Zanetti belum memutuskan apakah dia akan bermain bagi tim pada musim depan.

Adapun pria 40 tahun ini sejatinya masih terus didorong untuk tetap bermain, termasuk dukungan moril yang disuarakan mantan presiden Nerrazurri, Massimo Moratti.

"Moratti mengatakan saya akan bermain sampai usia 45 tahun? Saya sangat tersentuh dengan kata-kata sang presiden," ujar Zanetti.

"Saya di sini untuk membantu tim dan ketika musim ini berakhir, saya akan memutuskan apakah lanjut atau tidak."

"Karier saya akan berakhir di Inter karena Inter adalah rumah saya, dan Italia adalah negara kedua saya, yang mana telah menerima saya dan keluarga saya," tandasnya.

Javier Zanetti Pensiun di Internazionale

Written By Japrax on Sabtu, 21 Desember 2013 | 10.00



Javier Zanetti akan memberikan kepastian untuk tetap bermain atau memutuskan pensiun sebagai pesepak bola profesional pada akhir musim 2013/14. Pemain berusia 40 tahun ini juga mengungkapkan perjalanan kariernya akan berakhir di Internazionale.

Saat ini Javier Zanetti mengaku belum bisa memutuskan kapan akan benar-benar pensiun. Bersama Internazionale, Zanetti baru tampil sebanyak tiga pertandingan karena mengalami masalah cedera.

"Apakah saya akan bermain hingga berusia 45 tahun seperti yang dikatakan Massimo Moratti? Yang pasti saya begitu tersentuh dengan ucapannya," kata Zanetti.

"Saya di sini untuk membantu tim. Saya akan memutuskan untuk berhenti atau terus bermain pada akhir musim ini. Akan tetapi, satu hal yang pasti adalah perjalanan karier saya akan berakhir di sini karena Inter adalah rumah saya," ungkapnya.

Jangan Lupa Follow Us Interisti

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Inter Milan Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger