Sangat sedikit fans AC Milan yang mau
bersuara di Twitter membahas rencana pertukaran Antonio Cassano dengan
pemain Internazionale Giampaolo Pazzini. Kabar ini tak ubahnya seperti
lelucon buruk di tengah peliknya musim panas bagi Milan karena skuat
juara mereka kian kurus dalam 12 bulan terakhir.
Para pemain
seperti Alessandro Nesta, Filippo Inzaghi, Gennaro Gattuso, dan Clarence
Seedorf dilepas Milan dan penampilan tim untuk musim 2012/13 kian beda setelah Thiago Silva dan Zlatan Ibrahimovic hijrah ke Paris Saint-Germain. Kini Cassano pun berpikiran menyusul mereka.
Mirip
seperti Ibrahimovic, Cassano dengan cepat memberikan dukungan ketika
Silvio Berlusconi berniat memberikan Thiago Silva perpanjangan kontrak
selama lima tahun. "Saya senang Thiago akan bertahan di Milan musim
depan. Langkah itu merupakan bentuk kecintaan presiden terhadap klub,"
bilang Cassano ketika itu.
| CASSANO BERSAMA MILAN |
|
|
| 2010/11 |
LAGA SERIE A /GOL COPPA ITALIA TOTAL |
17/4 4/0 21/4 |
| 2011/12 |
SERIE A COPPA ITALIA LIGA CHAMPIONS SUPERCOPPA ITALIANA TOTAL |
16/3 0/0 3/1 0/0 1 |
Ucapan itu muncul dua hari setelah Ibrahimovic mengatakan, "Milan
merupakan klub yang ingin menang dan berinvestasi, inilah klub yang
berada di puncak dan selalu ingin berada di sana. Mereka ingin terus
menang dan mereka akan melakukannya. Untuk melakukannya, Thiago Silva
harus dipertahankan."
Pada akhirnya, bek Brasil itu pergi menuju Parc des Princes karena
Milan memerlukan dana penjualan di bursa transfer. Untuk melakukannya,
Milan pun harus melepas lagi dua pemain depan andalan yang selama ini
menjadi investasi emas mereka. Ibra melakukannya dalam hitungan pekan
dan sekarang Cassano, yang kembali memperkuat timnas Italia setelah
menderita masalah jantung. Dia ingin menyeberang untuk mencari klub yang
memiliki ambisi lebih besar.
"Cassano meninggalkan Milan karena merasa tim itu tak lagi sekuat sebelumnya," ujar Chief Editor
GOAL.com Italia
Vittorio Campanile. "Dia bergabung karena merasa bisa memenangi
scudetto dan berjuang di Liga Champions. Sekarang dia hanya menemukan
tim yang bertarung memperebutkan ranking ketiga di Italia."
"Dia tidak menyangka Milan menjual Ibra dan Thiago Silva. Dia tak
yakin Milan mampu memenangi gelar musim ini. Dia gelisah dan membahasnya
dengan Adriano Galliani. Dia sudah berusia 30 tahun dan tak lagi bisa
menunggu sampai Milan kembali bertambah kuat."
Ternyata tak cuma keinginan merebut gelar yang mendorong Cassano
meninggalkan sisi merah San Siro, demikian menurut Deputy Editor
GOAL.com Italia, Sergio Chesi.
"Ada dua faktor yang mempengaruhinya. Pertama, kekecewaan dengan
strategi Milan [yang diungkapkan kepada publik ketika Euro 2012
berlangsung] dan kedua, konflik dengan Massimiliano Allegri. Masalahnya
bukan karena dia ingin tampil reguler di tim inti, tapi karena hubungan
buruk dengan pelatih."
| PAZZINI BERSAMA INTER |
|
|
| 2010/11 |
LAGA SERIE A /GOL COPPA ITALIA TOTAL |
17/11 3/0 20/11 |
| 2011/12 |
SERIE A COPPA ITALIA LIGA CHAMPIONS SUPERCOPPA ITALIANA TOTAL |
33/5 0/0 6/3 1/0 40/8 |
Cassano bukan pemain pertama yang meninggalkan Milan karena masalah
dengan Allegri. "Alasan kenapa Nesta dan saya pergi adalah karena kami
merasa tak lagi dibutuhkan Allegri," aku Gattuso dalam wawancara kepada
La Gazzetta dello Sport bulan lalu.
"Ketika pelatih menegaskan dia lebih suka Anda bertugas menjadi
pelatih atau pembantunya di ruang ganti, waktunya untuk pindah sudah
tiba."
Masih sulit dipahami fans
Rossoneri kenapa Cassano memilih pindah mengingat penampilan
Nerazzurri musim lalu. Fans
Nerazzurri
lebih menyambut transfer ini dengan tangan terbuka karena jelas tim
mana yang lebih diuntungkan jika transfer berlangsung. Apalagi Milan
akan mengompensasi Pazzini dengan €7 juta plus Cassano.
Memang benar, pada hari baiknya, Pazzini bisa menjadi seorang
penembak ulung. Dia membuktikannya dalam empat bulan pertama di Inter
dengan mencetak banyak gol secara rutin jika memperoleh dukungan
memadai. Namun, setelah Samuel Eto'o dijual, dia kesulitan mencapai
level yang dibutuhkan timnya.
Kemampuan Pazzini harus dibuktikan karena Milan sudah tak lagi
diperkuat Ibrahimovic, sedangkan Cassano dapat langsung beradaptasi
dengan gaya permainan di Appiano Gentile seolah-olah sudah lama bermain
bersama mereka bertahun-tahun. Gaya Cassano bisa diadaptasi dari klub ke
klub dan seharusnya dia mampu menjawab kebutuhkan Andrea Stramaccioni
tanpa banyak kesulitan.
Sungguh luar biasa efek yang bisa dihasilkan dari sebuah keputusan.
Dengan menyebarkan informasi Thiago Silva akan bertahan, Milan
menumbuhkan harapan para pemain dan juga para fans. Namun, dengan
menjualnya mereka malah mendorong pemain lain untuk keluar. Sekarang
mereka harus berjudi dengan pemain seperti Pazzini untuk tampil baik.
Sebagai hasilnya, harapan Milan mengakhiri Serie A musim ini dengan
menguasai tiga besar tengah terancam.