Eks penyerang itu menang dalam tuntutan hukumnya walaupun sebenarnya menuntut 20 juta euro. Dia menuduh klub telah mengikutinya dan menyadap telepon miliknya untuk membatasi kelakuannya di luar lapangan. Vieri sendiri bermain bagi La Beneamata dari 1999 hingga 2005.
"Kami tentu sedikit terkejut dengan keputusan ini dan akan mengajukan banding. Sebab, kami merasa yakin berada di sisi yang tepat," ujar direktur umum klub, Marco Fassone.
Pengacara Vieri sendiri sudah membawa kasus ini kepada FIGC. Alhasil, kemungkinan besar, Inter juga bakal dikenakan sanksi lewat pengadilan olahraga, selain juga hukuman dari pengadilan sipil tersebut.
Kendati begitu, kubu Inter juga tak gentar. Mereka yakin tak akan terjerat hukuman dari pengadilan olahraga. "Dalam hal pengadilan olahraga, masalah ini sudah dikubur, sebab ada batas waktu yang telah berakhir," tutur pengacara klub, Fabio Iudica.
"Jika itu belum cukup, pernyataan yang ada jelas menujukkan hal ini sama sekali tidak mempengaruhi karier sang pemain. Oleh karena itu, tak ada hal yang bisa merusak citranya. Jadi kami tenang dan akan menolak putusan itu dengan melakukan banding. Fans bisa tenang karena ada batas kasus yang waktunya sudah berakhir. Saya yakin kami tak akan sampai ke pengadilan olahraga," tegas Iudica.
Sang pengacara klub juga menjelaskan alasan Inter sampai menyewa detektif pribadi untuk mengawasi segala pergerakan Vieri. "Agen investigatif disewa untuk melihat apakah Vieri bertindak sesuai dengan aturan internal yang berlaku di Inter," pungkas dia. (JoPauline)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !