Direktur teknik FC Internazionale, Marco Branca, memaparkan alasan
klubnya melego dua striker Mario Balotelli dan Mattia Destro di masa
lampau.
Balotelli memang pertama merintis karier di Lumezzane, tapi ia kemudian direkrut Inter dan sempat mengenyam pendidikan di akademi klub sebelum promosi ke skuat utama pada 2007. Ia lantas dijual ke Manchester City dua tahun silam.
Sementara Destro menimba ilmu selama lima tahun di Appiano Gentile usai merapat dari tim junior Ascoli pada 2005, sebelum dilepas ke Genoa pada 2010 sebagai bagian dari paket transfer untuk mendatangkan Andrea Ranocchia. Melejit bareng Siena musim lalu, Destro akhirnya direkrut AS Roma pada mercato kemarin.
Dua figur ini sekarang termasuk pemain-pemain yang paling menjanjikan di timnas Italia arahan Cesare Prandelli, walau Super Mario dipastikan absen untuk dua laga Pra-Piala Dunia akhir pekan ini dan midweek depan karena harus menjalani operasi mata.
"Mario pergi menyusul kesuksesan treble winners kami. Bahkan setelah meraih itu pun, kami mesti memikirkan tentang finansial," ungkap Branca kepada Football Italia.
"Jika bursa transfer ketika itu hanya dapat menawarkan kemungkinan pemasukan uang, maka Anda harus membuat pengorbanan kecil," imbuhnya mengomentari penjualan Balotelli seharga €22 juta ke Etihad.
"Kami menjual Destro karena situasi darurat di sektor belakang. Kami harus berinvestasi pada seorang bek muda Italia yang kuat demi masa depan."
"Untuk mendapatkan Ranocchia kami harus mengorbankan Destro. Dinamika ini sesungguhnya sangat simpel."

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !