Mallorca memang bukan tim pertama yang dibela pemain asal Kamerun itu. Karier seniornya dimulai di klub raksasa Spanyol, Real Madrid. Bermain tiga tahun, ia hanya tampil tiga kali dan tidak mencetak gol.
Masih berstatus sebagai pemain Los Blancos, Eto'o kemudian dipinjamkan ke berbagai klub, di antaranya Leganes dan Espanyol. Namun, kariernya baru meningkat saat dipinjamkan ke Mallorca pada 2000 dan kemudian menjadi pemain permanen selama empat tahun. Striker 29 tahun ini langsung diburu banyak klub. Di Barcelona ia tampil cemerlang sebelum hijrah ke Inter pada 2009.
"Ya, saya ingin kembali ke Mallorca, tim yang telah memberiku kesempatan untuk melaju seperti ini. Mereka membantuku menjadi seorang pemain dan aku sangat berterima kasih atas hal itu. Itulah mengapa aku berharap senyum terakhirku sebagai pemain adalah dengan Mallorca. Karena itu adalah tempat di mana aku tersenyum pertama kali," papar sang pemain.
Ia pun mengungkapkan hasratnya untuk melatih I Nerazzurri setelah pensiun dari lapangan hijau. "Setelah itu aku baru ingin kembali ke sini dan melatih Inter," tambahnya.
Eto'o sendiri masih berharap bisa memenangkan lebih banyak gelar bersama Inter Milan. "Targetku adalah untuk tim. Berusaha mendapatkan gelar lebih memuaskanku ketimbang mencetak 45 gol,"ujar sang pemain kepada Inter Channel . (JoPauline)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !