Headlines News :
Home » » Mereka Yang Telah Memberikan Segalanya (Treble Story)

Mereka Yang Telah Memberikan Segalanya (Treble Story)

Written By Japrax on Minggu, 07 Juli 2013 | 15.00


Tanpa mengurangi rasa bangga dan terima kasih teruntuk skuad 2009-10 Viera, Quaresma, Mancini, Suazo dan Orlandoni Serta beberapa pemain muda.

Berikut adalah mereka yang menjadi pahlawan atas kesuksesan Inter meraih Trebel Winners di musim 2009-10.

Tidak dapat disangkal, hasrat Moratti untuk merajai eropa akhirnya di jawab dengan sempurna oleh Mourinho. Setelah beberapa musim menjadi raja di dalam negeri,akhirnya Inter mampu menginjakkan kaki di final setelah menunggu 38 tahun.

Perjalanan berliku harus dilalui IL Nerazzurri untuk menggapai puncak kejayaan. Mengakhirnya musim 2008-09 dengan gelar Campione d'italia, Inter kembali berbenah demi menyongsong musim depan.

Demi memperkuat tim, D. Milito dan T. Motta didatangkan sejak awal jendela transfer dibuka.

Tur pra musim ke negara Paman Sam tidak mengurangi geliat tim di pasar transfer. Inter mendatangkan Lucio seorang bek tangguh untuk memperkuat lini belakang, kemudian datang Eto'o diakhir bulan juli ditambah beberapa pembelian pemain muda dan kembalinya pemain dari masa peminjaman.

Mendekati penutupan jendela transfer, Mourinho mendapat hadiah mewah dengan bergabungnya Sneijder dari Real Madrid.

Sejak kedatangan meneer ini, Muo kembali menemukan tipe pemain yang mampu mengatur tempo permainan dengan kontrol bola dan akurasi passing sempurna, kemampuannya mengeksekusi free kick menjadi keuntungan tersendiri bagi tim. Ya, hijrahnya Imbarhimovic ke Barcelona sempat membuat Inter kehilangan poros permainan, bagaimana tidak, sejak musim 2006-07 Ibra cadabra bak pusat permainan tim, ia tidak hanya bertugas mencetak gol namun juga pemberi assist dan pengatur permainan tim.

Selain Ibra, Inter juga kehilangan beberapa pemain diantaranya: Adriano, Crespo, dan Cruz yang merupakan bagian dari kesuksesaan tim merajai Italia ditambah Pensiunnya pemain yang menyatakan "lebih memilih jadi legenda Inter dari pada klub-klub sebelumnya".

Gong musim baru telah dibunyikan, Inter memulai pertandingan resmi perdananya di China saat bersua Lazio di partai Super Copa Italia.

Start Inter di Serie A tidak bisa dikatakan bagus karena hanya bermain imbang versus Bari. Sinar kesuksesan itu baru terbit di pekan kedua , grande partita antara Ac Milan vs Inter bertajuk Derby Della Madoninna ini berkesudahan 0-4 bagi tim tamu. Beberapa catatan tercipta dimana tiga gol pembuka Inter sejak pekan pertama Serie A diciptakan oleh tiga pemain anyar. Milito dan Motta mencetak gol di derby pertamanya serta menjadi pekan perdana bagi Sneijder bermain di Serie A.

Memasuki pertengahan september, Inter harus melakoni pertandingan di Liga Champion. Hasil seri di tiga pertandingan membuat Mourinho sedikit gusar, melihat lawan yang dihadapi Inter sepatutnya meraih tujuh dari sembilan poin maksimal.

Match day ke empat menjadi sangat krusial, jika kalah maka besar kemungkinan Inter akan tersingkir di fase grup. Bertandang ke Lobanovsky Stadium, bayang tersingkir dini di Liga Champion semakin mendekati kenyataan, papan skor menunjukkan menit ke 85 saat skor pertandingan masih 1-0 untuk Kiev melalui gol Shevchenko. Akhirnya setelah melalui perjuangan spartan, Milito berhasil menyamakan keadaan, tiga menit berselang keadaan berubah saat Sneijder mencetak gol yang membuat Inter mengakhiri laga dengan kemenangan. Inter memuncaki klasemen dengan poin 6 hasil dari tiga kali imbang dan sekali menang.

Di Match ke lima Inter harus takluk oleh Barcelona, di partai terakhir inter memastikan tiket ke babak 16 besar setelah mempecundangi Rubin Kazan dua gol tanpa balas.

Serie A yang menyisakan tiga pekan terakhir di putaran pertama bertambah sibuk karena Inter harus berjuang di babak 16 besar Copa Italia, gol tunggal Sneijder ke gawang Livorno membuat Inter melangkah ke perempat final menantang Juventus. Inter akhirnya mencapai final setelah menumbangkan Juventus dan Fiorentina masing-masing di babak perempat final dan semifinal. As Roma merupakan lawan Inter dipartai puncak copa.

Memasuki akhir tahun kompetisi di Italia libur hingga awal tahun depan. Pada masa ini jendela transfer musim dingin dibuka. Sembari menganalisa kebutuhan tim, biasanya klub-klub eropa menghabiskan masa liburan dengan mengunjungi negara-negara beriklim tropis untuk melakukan latihan dan menjalani pertandingan persahabatan.

Mourinho mendatangkan pemain Lazio yaitu Pandev, pemain ini akan di plot sebagai penyerang sayap menemani Milito dan Eto'o.

Kedatangan Pandev untuk menambah daya gedor tim setelah Mancini dan Quaresma gagal menunjukkan permainan impresif sejak musim lalu.

Inter melepas Viera ke Manchester City, posisinya di lini tengah diisi oleh Mcdonald Mariga.

Setengah perjalanan sudah dilalui, sejak kompetisi dimulai tak ada yang memprediksi bahwa Inter akan meraih tiga gelar dalam semusim, hal itu terlalu tinggi. Di Serie A persaingan sengit terjadi antara Inter dan Roma. Inter tak pernah menang lawan Roma di Serie A, setelah bermain imbang di Giuseppe Meazza kemudian menyerah 2-1 di Olimpico. Meski menang head to head tapi penampilan Roma tidak stabil di setiap pertandingan, mereka sering kalah melawan tim yang diatas kertas bisa mereka taklukkan.

Undian perdelapan final Liga Champion mempertemukan Mourinho dengan klub yang pernah dilatihnya.

First leg berlangsung menegangkan di Meazza, gol Milito berhasil disamakan oleh Kalou. Cambiasso menjadi penentu kemenangan Inter atas Chelsea. Namun, tugas berat kembali dipikul Milito cs, selisih satu gol terlalu tipis untuk dikatakan aman. Inter setidaknya menahan imbang tuan rumah jika ingin lolos ke babak selanjutnya.

Leg kedua berlangsung cepat, Chelsea menguasai jalannya pertandingan tapi tak mampu mencetak gol hingga babak pertama usai. Prustasi karena tak mampu membobol gawang Cesar, The Blues sedikit mengendorkan serangan alhasil Eto'o berhasil merubah skor menjadi 1-0 yang bertahan hingga peluit akhir berbunyi. Inter lolos ke perempat final dengan aggregat 3-1 dan akan bersua CSKA Moskow.

Leg pertama perempat final Liga Champion Inter menang 1-0 berkat gol Milito. Sneijder jadi pahlawan ketika freekick nya berhasil membobol gawang Akinpeev.

Inter kembali bertemu Barcelona di semifinal Liga Champion.

Bulan april ini jadwal pertandingan sangat padat dan melelahkan, di Serie A merka harus menghadapi Derby D'Italia, di Copa Itali merka menjalani leg kedua semifinal versus Fiorentina, yang paling berat tentu tiga partai Liga Champion, setelah menang di 2nd leg perempat final 6 April, Inter harus menghadapi Barcelona dua kali berturut di semifinal.

Kemenangan 2 gol tanpa balas atas Juventus, serta lolos kefinal Copa memberikan senyum bahagia kepada pemain sebelum menjamu Barca.

1st Leg Uefa Champions League antara Internazionale vs Barcelona diwarnai meletusnya gunung di Islandia sehingga mengganggu lalu lintas penerbangan eropa, alhasil Barcelona harus melalui jalan darat menuju kota Milan.

Pertandingan sarat gengsi dan emosional ini akhirnya dimulai, Barcelona unggul cepat melalui pedro yang menerima umpan matang Maxwell. Tidak ingin dipermalukan dikandang sendiri Inter menaikkan tempo permainan, alhasil Sneijder mampu membuat kedudukan kembali imbang sampai babak pertama berakhir.

Kedua tim tetap memainkan permainan terbuka di babak kedua, beberapa kali pemain terbaik dunia Leonel Messi berusaha mengancam pertahanan Inter namun selalu gagal. Lewat serangan balik kilat, Maicon berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 buat Inter. Barcelona semakin bernafsu untuk mengejar ketertinggalannya namun selalu dapat digagalkan oleh pemain Inter, keasikan menyerang membuat pertahanan Brca kembali rapuh, terbukti di menit 61 Inter akhirnya menghempaskan juara bertahan.

Delapan hari pasca kekalahan 1-3 di Itali, Barcelona ganti menjamu La Beneamata. Pertandingan dimulai dan Inter tampak dalam tekanan, tak berapa lama sedikit terjadi keributan disisi lapangan, benar saja Sergio Bosquets tergeletak setelah tersenggong tangan Thiago Motta. Berkat aksi yang terkenal dengan sebutan "Telenovela" Ciluk ba tersebut, Sergio berhasil mnengelabui korp wasit. Thiago Motta dikleuarkan dar pertandingan sehingga Inter harus menghadapi serbuan pemain Barca dengan sepuluh pemain.

Strategi parkir bus (bertahan total) pun diterapkian Inter, selain untuk menjaga keunggulan aggregat hal ini dilakukan karena mereka hanya bermain dengan sepuluh orang melawan sang juara bertahan. Pique berhasil menjaringkan bola ke gawang Cesar namu gol tersebut tidak cukup untuk menghentikan langkah Inter di Final.

Luapan emosional dilakukan oleh hampir seluruh pemain, tampak beberapa pemain menangis. Mourinho tak ketinggalan melakukan selebrasi di Camp Nou meski sempat bersitegang dengan Valdes.

Inter akhirnya bermain di partai puncak Liga Champion setelah terakhir kali ditahun 1972.

Pekan ke 35 Serie A, Inter berhasil menggeser As Roma dari posisi satu klasemen setelah berhasil mengalahkan Atalanta 3-1, sementara Roma keok di tangan Sampdoria. Inter memperoleh 73 poin atau dua angka lebih besar dari Roma, sebelumnya Inter selalu tertinggal satu poin dibelakang tim ibu kota dalam beberapa pekan.

Persaingan Inter dan Roma kembali tersaji di partai puncak Copa Italia (5 Mei 2010), pertandingan itu dimenangkan Inter dengan skor tipis 1-0, gol dicetak oleh Diego Milito.

Juara Copa Itali merupakan syarat pertama yang berhasil dilalui Inter untuk dalam perjuangan meraih tiga gelar.

Giornata 38 adalah pekan penentuan gelar scudetto antara Roma dan Inter, hingga beberapa saat sebelum kick off Inter dengan poin 79 sedangkan Roma 77 poin.

Siena vs Inter dan Chievo vs Roma di giornata 38, memasuki menit ke 39 Roma memimpin 1-0 atas Chievo. Poin Roma dan Inter sama yaitu 80, Roma berada di puncak klasemen karena unggul head to head melawan Inter.

Babak pertama berakhir 2-0 bagi Roma, pasukan serigala roma dan Romanisti siap berpesta jika pertandingan antara Siena vs Inter berakhir imbang. Di kubu lawan, bench diselimuti ketegangan karena belum ada tanda-tanda akan tercipa gol diawal babak kedua, pun begitu Interisti yang menyaksikan langsung di stadiun maupun di layar kaca mulai gelaisah menanti gol.

Di menit ke 56 solo run IL Capitano berhasil menembus pertahanan lawan, bola lalu disodorkan kepada Milito, meski dalam posisi dikawal ketat oleh lawan namun IL Principe berhasil menggiring bola ke kotak penalti dan dengan sentuhan akhir sempurna bola mulus menuju pojok gawang lawan.

Gol tercipat menit 57, selebrasi Milito dan rekan-rekan menyambut gol tersebut sangat emosional, begitupun di pinggir lapangan dan di tribun stadiun. Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta.

Pertandingan Chievo vs Roma tetap 0-2 hingga menit 90. Perjalanan kompetisi Serie A musim 2009-10 resmi berakhir, daftar tabel klasemen pun menempatkan Inter sebagai peraih scudetti dengan poin 82 sedangkan Roma harus puas berada di posisi dua dengan poin 80.

Ini merupakan scudetto ke 18 sepanjang sejarah klub dan Inter menyamai rekor klub asal kota Turin dengan meraih lima scidetto secara beruntun.

Campione D'Itali 2009-2010 adalah tropi kedua Inter, itu berarti tinggal satu tropi yang harus dimenangkan untuk melengkapi Treble Winners.

Kota Madrid adalah tuan rumah partai final Liga Champion musim 2009-10, Ibu Kota Negara Spanyol tersebut sementara waktu berganti warna menjadi Biru Hitam dan Merah sesuai warna jersey dua tim yang akan berlaga di partai puncak (22 Mei 2010) Internazionale vs Bayer Munchen.

Partai final ini berbeda dari kebiasaan sebelumnya karena dilaksanakan pada akhir pekan, dengan pertimbangan bahwa sepakbola bisa dinikmati semua golongan baik itu anak-anak maupun orang dewasa dimana penyelenggaraannya mampu menjadi tujuan wisata dihari libur sehingga tidak mengganggu rutinitas kerja.

Stadium Santiago Bernabeu siap jadi saksi dua tim yang sama-sama berhasrat meraih gelar ketiganya musim tersebut. Munchen memenangi DFB Vokal dan Bundesliga 2009-10 menghadapi Internazionale dengan koleksi Copa Italiana dan Campione D'Itali 2009-10.

Semua pecinta bola tak ingin ketinggalan ambil bagian dengan mengadakan nonton bareng disetiap sudut kota.

Pertandingan yang sisaksikan oleh 80.354 penonton di Santiago Bernabeu dan dipimpin oleh wasit asal Inggris, Howard Webb berakhir dengan kemanangan tim asal Italia. Internazionale menang 2-0 atas Munchen, kedua gol Inter dicetak oleh Diego Alberto Milito masing-masing pada menit ke 35 dan 70.

Inter berhasil meraih gelar ketiganya di liga para raja eropa dan menasbihkan mereka jadi klub ke enam yang mampu meraih tiga tropi dalam satu musim.

Berikut Starting Eleven Inter:
Kiper: 12 Julio Cesar

Bek: 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel, 26 Chivu

Gelandang: 19 Cambiasso, 4 J. Zanetti, 10 Wesley Sneijder

Penyerang: 27 Pandev, 9 Eto'o, 22 D. Milito

Subtitusi in: Stankovic, Muntari, Materazzi

Cadangan: 1 Toldo, 2 Cordoba, 23 Materazzi, 5 Stankovic, 11 Muntari, 17 Mariga, 45 Balotelli

Pelatih: Jose Mourinho

Ending ceritanya ialah bagaimana satu persatu kita harus merelakan mereka, kehidupan takkan berhenti di satu titik terus menerus, ia akan bergerak dan mungkin akan kembali. Berbeda dengan waktu, ia takkan pernah kembali pada satu keadaan yang sama...

Mereka hijrah ke klub lain atau pensiun itu adalah bagian dari sepak bola, merekapun akan kembali dalam keadaan berbeda juga bagian dari olahraga ini.

Jangan pernah menyalahkan siapapun karena tidak mungkin semuanya harus berakhir disini.

Daftar urut pahlawan 2009-10 yang tidak lagi mengisi skuad Inter:

1. Jose Murinho (Real Madrid)
2. F. Toldo (Pensiun)
3. Santon (Newcastle)
4. Balotelli (M. City)
5. Pandev (Napoli)
6. Motta (PSG)
7. Materazzi (Putus Kontrak)
8. Eto'o (Anzhi)
9. Muntari (Milan)
10. Maicon (M. City)
11. Cesar (QPR)
12. Cordoba (Pensiun)
13. Lucio (Juve)
14. Sneijder (Galatasaray)
15. Stankovic

Nerazzurro Sei Tutto Per Noi


sumber: FP Internazionale MilanFC
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Jangan Lupa Follow Us Interisti

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Inter Milan Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger