Milan - Andrea Stramaccioni dituding sebagai penyebab performa kurang impresif Inter Milan di musim ini. Eks pemain Nerazzurri, Roberto Boninsegna, menilai kebijakan transfer yang buruk adalah alasanya.
Inter yang mengumpulkan 47 poin hasil dari 28 pertandingan di Serie A, kini berada di peringkat enam klasemen hingga terlempar dari zona Eropa.
La Beneamata yang mengumpulkan poin sama dengan AS Roma, harus puas menempati posisi lebih rendah sebab kalah head-to-head dari tim 'Serigala Ibukota'.
Atas performa Inter yang naik turun di musim ini, nama Stramaccioni pun disebut-sebut sebagai pihak yang paling bertanggung jawab.
Tapi Boninsegna yang melihat kebijakan transfer aneh oleh petinggi Inter, menyatakan bahwa hal itu yang menjadi penyebab utamanya.
Giampaolo Pazzini bermain bagus saat bermain untuk AC Milan dengan sumbangan 13 gol di Serie A. Sementara Antonio Cassano baru melesakkan tujuh gol.
Contoh yang lain adalah Wesley Sneijder yang mulai menemukan bentuk terbaik bersama Galatasaray, serta Philippe Coutinho yang mampu membuat permainan Liverpool yang lebih bervariasi.
"Pihak klub (Inter Milan) membuat kesalahan dalam jual-beli pemain. Seseorang harus menjelaskan pada saya mengenai penjualan Giampaolo Pazzini," tutur Boninsegna di Radio Mana Sport yang dilansir Football Italia.
"Dia pergi dan hanya menyisakan Diego Milito di skuat sebagai penyerang tengah. Memang benar Antonio Cassano datang dari Milan sebagai bagian dari transfer Pazzini, tapi kemudian kasus Wesley Sneijder merebak."
"Hanya ada dua pemain luar biasa di Inter, dan mereka adalah Rodrigo palacio dan Samir Handanovic," tambah pemain yang menyumbangkan scudetto bagi Inter di musim 1970-1971 itu.
Terkait masa depan Stramaccioni yang dispekulasikan, Boninsegna pun memberikan dukungan pada pelatih berusia 37 tahun itu agar bertahan.
"Stramaccioni tidak bersalah. Menurut pendapat saya, dia sebaiknya dikukuhkan dalam pekerjaannya," saran mantan penyerang Inter itu.
Inter yang mengumpulkan 47 poin hasil dari 28 pertandingan di Serie A, kini berada di peringkat enam klasemen hingga terlempar dari zona Eropa.
La Beneamata yang mengumpulkan poin sama dengan AS Roma, harus puas menempati posisi lebih rendah sebab kalah head-to-head dari tim 'Serigala Ibukota'.
Atas performa Inter yang naik turun di musim ini, nama Stramaccioni pun disebut-sebut sebagai pihak yang paling bertanggung jawab.
Tapi Boninsegna yang melihat kebijakan transfer aneh oleh petinggi Inter, menyatakan bahwa hal itu yang menjadi penyebab utamanya.
Giampaolo Pazzini bermain bagus saat bermain untuk AC Milan dengan sumbangan 13 gol di Serie A. Sementara Antonio Cassano baru melesakkan tujuh gol.
Contoh yang lain adalah Wesley Sneijder yang mulai menemukan bentuk terbaik bersama Galatasaray, serta Philippe Coutinho yang mampu membuat permainan Liverpool yang lebih bervariasi.
"Pihak klub (Inter Milan) membuat kesalahan dalam jual-beli pemain. Seseorang harus menjelaskan pada saya mengenai penjualan Giampaolo Pazzini," tutur Boninsegna di Radio Mana Sport yang dilansir Football Italia.
"Dia pergi dan hanya menyisakan Diego Milito di skuat sebagai penyerang tengah. Memang benar Antonio Cassano datang dari Milan sebagai bagian dari transfer Pazzini, tapi kemudian kasus Wesley Sneijder merebak."
"Hanya ada dua pemain luar biasa di Inter, dan mereka adalah Rodrigo palacio dan Samir Handanovic," tambah pemain yang menyumbangkan scudetto bagi Inter di musim 1970-1971 itu.
Terkait masa depan Stramaccioni yang dispekulasikan, Boninsegna pun memberikan dukungan pada pelatih berusia 37 tahun itu agar bertahan.
"Stramaccioni tidak bersalah. Menurut pendapat saya, dia sebaiknya dikukuhkan dalam pekerjaannya," saran mantan penyerang Inter itu.
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !